• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Alat Optik

8. Hasil Belajar Siswa

Alisuf Sabri mengungkapkan pengertian “belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat pengalaman atau latihan”.24

Jadi disimpulkan bahwa belajar adalah proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku dari belum mampu menjadi mampu, terjadi dalam jangka

24

Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan Berdasarkan Kurikulum Nasional, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2010), h.55.

ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.

Hasil belajaradalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yang memiliki arti yang berbeda, yaitu “hasil” dan “belajar”. Menurut Purwanto, pengertian “hasil (product) menunjukan pada suatu perolehan yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional”.25 Dan Irwanto mengungkapkan secara sederhana “belajar merupakan proses perubahan daribelum mampu menjadi sudahmampu, yang terjadi dalam jangka waktu tertentu”.26

Jadi, hasil belajar adalah suatu perolehan yang mengakibatkan perubahan input secara fungsional melalui suatu proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu, yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Senada dengan hal di atas selanjutnya Ngalim Purwanto mengungkapkan, “hasil belajar adalah hasil-hasil pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa dalam jangka waktu tertentu”.27 Hasil belajar yang dimaksud dapat berupa tes, ulangan harian, atau evaluasi akhir.

Sedangkan Dimyati dan Mudjiono mengatakan, “hasil belajar menekankan kepada diperolehnya informasi tentang seberapakah perolehan siswa dalam mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan”.28 Menurut mereka, hasil belajar merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang baik dan buruknya hasil pencapaian dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

Winkel mengemukakan “hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Aspek perubahan itu mengacu kepada taksonomi tujuan pengajaran yang dikembangkan oleh Bloom, Simposion, dan Harrow mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik”.29

Diungkapkan kembali oleh Purwanto “hasil belajar adalah perwujudan kemampuan akibat perubahan perilaku yang dilakukan oleh usaha pendidikan. Kemampuan

25

Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Jogyakarta: Pustaka Belajar, 2009), h.44

26

Irwanto, Psiologi Umum, (Jakarta: Prenhallindo, 2002). h. 105. 27

Ngalim purwanto, Prinsip-prtinsip dan Tehnik Evaluasi Pengajaran (bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2008),cet VII, h. 33

28

Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006),cet III, h.190.

29

yang didapat memerlukan suatu alat ukur yang dapat menilai aspek yang diperoleh dari hasil belajar yakni aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek ini dapat dinilai dengan jelas ketika dikombinasikan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan bukti pencapaian kemampuan belajar yang diperoleh siswa setelah melalui serangkaian kegiatan pembelajaran, yang bertujuan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

Pada dasarnya IPA adalah ilmu yang mempelajari cara mencari tahu tentang alam semesta dan segala isinya secara sistematis. “IPA merupakan mata pelajaran yang sangat berguna bagi kehidupan siswa, selain untuk mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, IPA juga dijadikan suatu wahana bagi peserta didik untuk mempelajari tentang diri sendiri dan cara menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya”.31

Menurut Permen No. 22 Tahun 2006, “mata pelajaran IPA perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar adalah untuk membekali peserta didik cara memenuhi kebutuhan manusia dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah”.32 Dari pernyataan di atas terlihat dengan jelas bahwa pelajaran IPA memiliki peranan penting dalam menumbuhkan kemampuan berfikir logis dan memerlukan keterampilan kerja siswa dalam memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan itu semua, kurikulum di Indonesia, yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merumuskan beberapa tujuan penting yang ingin dicapai dalam pembelajaran IPA SD, yaitu:33

1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.

30

Ibid., h. 49

31

Permendiknas No. 22 Tahun 2006. Lampiran Standar Kompetansi dan Pompetensi Dasar IPA SD/MI.

32

Ibid.

33

bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan keselarasan tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA,lingkungan, teknologi, dan masyarakat.

4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.

5. Meningkatkan kesadaran untuk berperasaan dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.

6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.

7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

Berdasarkan tujuan tersebut tergambar dengan jelas bahwa arah dan orientasi pembelajaran IPA adalah mengarahkan siswa untuk mampu mengembangkan segala pengetahuan yang dimiliki untuk memelihara dirinya sendiri, lingkungan serta jagad raya ini. Untuk menilai ketercapaian semua tujuan di atas, dibutuhkan suatu bukti yang menunjukkan tingkat penguasaan siswa terhadap konsep IPA yang telah diajarkan, yang meliputi pengembangan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, serta meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan di muka bumi ini. Bukti tersebut dapat ditunjukkan dengan pencapaian hasil belaja yangdipisahkan menjadi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, hasil belajar adalah bukti pencapaian kemampuan belajar yang diperoleh siswa setelah melalui serangkaian kegiatan pembelajaran, yang bertujuan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Sedangkan IPA adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

konsep IPA, yang meliputi pengembangan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, serta meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan di muka bumi ini.