• Tidak ada hasil yang ditemukan

IPA MI Aris Singgih Budiarso 1

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Belajar Kognitif

Hasil belajar kognitif berhubungan dengan struktur mental mahasiswa. Adapun skor hasil tesnya diperoleh dari pre test dan post test. Pre test dan post test masing-masing dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal dan akhir mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan model learning together berbasis hipnoteaching method. Baik pre test dan post test dikembangkan dengan bobot yang sama tetapi dengan jenis soal yang berbeda sehingga akan mempermudah dalam analisis data hasil penelitian.

Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajarnya, maka digunakan analisis Hake (1998). Adapun hasil analisisnya dapat dilihat pada Tabel 1 dan secara lebih ringkas dapat dilihat dapat dilihat pada Gambar 1.

Tabel 1. Data Hasil Test Penguasaan Konsep Mahasiswa

No. Pre Test Skor Post Test Peningkatan Normalized Gain Kriteria

1 60 80 0.50 Sedang 2 20 60 0.50 Sedang 3 60 60 0.00 Rendah 4 60 100 1.00 Tinggi 5 60 100 1.00 Tinggi 6 40 40 0.00 Rendah 7 40 80 0.67 Sedang 8 80 100 1.00 Tinggi 9 60 100 1.00 Tinggi 10 40 100 1.00 Tinggi 11 40 80 0.67 Sedang 12 0 40 0.40 Sedang 13 40 40 0.00 Rendah 14 60 80 0.50 Sedang 15 40 40 0.00 Rendah 16 40 80 0.67 Sedang 17 40 80 0.67 Sedang

18 80 100 1.00 Tinggi

19 60 100 1.00 Tinggi

20 60 100 1.00 Tinggi

21 80 100 1.00 Tinggi

22 60 60 0.00 Rendah

Gambar 1. Persentase Kriteria normalized gain (N-Gain)

Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 1 dan Gambar 1 di atas dapat diketahui bahwa implementasi model learning together berbasis hipnoteaching method dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan hasil sebanyak 9 mahasiswa atau 41 % berkriteria normalized gain tinggi, sebanyak 8 mahasiswa atau 36 % berkriteria normalized gain sedang, dan sebanyak 5 mahasiswa atau 23 % dengan kriteria normalized rendah. Peningkatan ini terjadi karena pada proses pembelajarannya model ini melibatkan keaktifan mahasiswa yang dibagi dalam kelompok dan terdiri atas empat atau lima orang mahasiswa dengan latar belakang berbeda yang kemudian mereka mengerjakan lembar tugas (Slavin, 2011). Selain itu, dalam proses komunikasinya pendidik (dosen) menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar sebagai misal ―…..dikesempatan yang berbahagia ini, marilah kita belajar bersama-sama …..‖ atau pada saat meminta mahasiswa untuk mengerjakan soal digunakan bahasa bawah sadar ―….untuk melejitkan kemampuan Anda, sekarang saatnya Anda bersenang-senang dengan soal-soal…..‖ sehingga memudahkan mahasiswa untuk memasukkan informasi menuju memori jangka panjang (long term memory). Hal ini terjadi karena alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak. Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaching, Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan hypnosis.

Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian ini juga diperkuat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Diantari, dkk (2014: 10) yang menyatakan bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis hypnoteaching

0 20 40 60 80 100

Tinggi Sedang Rendah

P e rsent ase K ri te ri a N -Ga in Kriteria N-Gain

berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Gugus I Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014

.

Respon Mahasiswa

Pada penelitian ini juga mengukur respon mahasiswa. Respon mahasiswa diukur pada saat setelah implementasi model learning together berbasis hipnoteaching method. Adapun hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil Analisis Respon Mahasiswa

No Uraian Pertanyaan Penilaian/ Pendapat

I Respon peserta didik terhadap

komponen diberikut ini: Tertarik (%) Tidak Tertarik (%)

1. Materi/ isi pelajaran 100 0 2. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) 87 13 3. Cara pendidik mengajar 93 7 4. Kegiatan belajar di dalam kelas 80 20

Rata-rata 90 10

II Respon peserta didik terhadap keterbaruan komponen-komponen berikut:

Baru

(%) Tidak Baru (%)

1. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) 47 53 2. Kegiatan belajar di kelas 80 20 3. Cara pendidik mengajar 100 0 4. Kegiatan belajar di dalam kelas 87 13

Rata-rata 78 22

III Respon peserta didik terhadap

proses pembelajaran Ya Tidak

1. Bimbingan pendidik membantu kamu untuk lebih memahami dalam proses pembelajaran khususnya dalam menyelesaikan langkah-langkah dalam LKS.

87 13

2. Hasil diskusi dengan kelompok dapat membantu kamu dalam memahami materi.

67 33

3. Suasana pembelajaran dengan

model seperti ini menyenangkan. 93 7

Rata-rata 82 18

IV Minat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran model learning together berbasis hipnoteaching method Berminat (%) Tidak Berminat (%) 100 0 Rata-rata 100 0

Berdasarkan Tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata respon mahasiswa terhadap ketertarikan pada komponen pembelajaran (meliputi : materi/ isi pelajaran, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), cara pendidik mengajar, kegiatan belajar di dalam kelas) adalah sebesar 90 % dengan kriteria sangat kuat, rata-rata respon mahasiswa terhadap keterbaruan komponen-komponen (meliputi : materi/ isi pelajaran, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), cara pendidik mengajar, kegiatan belajar

di dalam kelas) adalah sebesar 78 % dengan kriteria kuat, rata-rata respon mahasiswa terhadap proses pembelajaran (bimbingan pendidik membantu kamu untuk lebih memahami dalam proses pembelajaran khususnya dalam menyelesaikan langkah-langkah dalam LKS, hasil diskusi dengan kelompok dapat membantu kamu dalam memahami materi, suasana pembelajaran dengan model seperti ini menyenangkan) adalah sebesar 82 % dengan kriteria sangat kuat, dan respon mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran model learning together berbasis hipnoteaching method pada pertemuan berikutnya adalah sebesar 100 % dengan kriteria sangat kuat. Respon dengan kategori yang kuat dan sangat kuat tersebut dikarenakan metode hypnoteaching merupakan suatu cara yang memudahkan seseorang untuk menyerap informasi secara cepat tanpa adanya tekanan, ego, dan kecemasan atau dapat dikatakan apabila seseorang masuk dalam kondisi hipnosis maka semakin orang tersebut akan semakin sugestif (Hakim, 2011: 13-14).

DAFTAR RUJUKAN

Amien, dkk. 2012. ―Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika SMA Model Guided Inquiry Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Materi Listrik Dinamis‖. Journal Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas negeri Surabaya. Vol 1 No 1 Tahun Terbit 2012. pp. 30-35.

Bilgin, Ibrahim. 2009. ―The Effects of Guided Inquiry Instruction Incorporating a Cooperative Learning Approarch on University Students‘ Achievement of Acid and Bases Concepts and Attitude Toward Guided Inquiry Instruction‖. Scientific Research and Essay. Vol 4 No 10 Summer 2009. pp. 1038-1046. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud. 2010. Kerangka Acuan

Pendidikan Karakter Tahun Anggaran 2010. Jakarta : Kemendikbud.

Hakim, Andri. 2010. Hypnosis in Teaching : Cara Dahsyat Mendidik & Mengajar. Jakarta : Visimedia.

Jannah, dkk. 2012. ―Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Nilai Karakter melalui Inkuiri Terbimbing Materi Cahaya pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama‖. Journal of Innovative Science Education. Vol 1 No 1 Tahun Terbit 2012. pp. 54-60.

Kemp, J.E., Gary, R.M. and Steven, M.R. 1994. Designing Effective Instruction. New York : Macmillan College Publishing Company.

Prince and Felder. 2007. The Many Faces of Inductive Teaching and Learning. National Science Teachers Association.

Said, M. 2011. Pendidikan Karakter di Sekolah. Surabaya : PT Temprina Media Grafika.