• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

4. Hasil Operasi

Tabel berikut menggambarkan pendapatan usaha, beban operasi dan akun lainnya yang angka-angkanya dikutip dari laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Tabel ini menyajikan angka dari laporan keuangan audit tersebut dan untuk keperluan analisa disajikan dalam bentuk prosentasenya terhadap pendapatan usaha.

31 Desember

2007 1) 2008 2009

(USD’000) (%) (USD’000) (%) (USD’000) (%) Pendapatan Usaha Kimia 218.983 54,9 534.417 73,8 475.987 77,0 Minyak 146.280 36,7 139.629 19,3 85.861 13,9 Gas 21.193 5,3 37.378 5,2 44.137 7,1 FPSO 10.950 2,7 10.980 1,5 10.367 1,7 Lainnya 2) 1.237 0,3 1.278 0,2 1.994 0,3 Total 398.643 100,0 723.682 100,0 618.346 100,0 Biaya Pelayaran (103.790) (26,0) (232.575) (32,1) (176.087) (28,5)

Pendapatan Operasi setelah

Biaya Pelayaran 294.853 74,0 491.107 67,9 442.259 71,5

Biaya Sewa (Charter) (29.530) (7,4) (36.954) (5,1) (54.976) (8,9) Biaya Operasi Perkapalan

Kimia (45.509) (11,4) (76.540) (10,6) (80.869) (13,1) Minyak (12.751) (3,2) (30.015) (4,1) (23.971) (3,9) Gas (8.314) (2,1) (11.932) (1,6) (12.822) (2,1) FPSO (20.347) (5,1) (2.972) (0,4) (3.198) (0,5) Total (86.921) (21,8) (121.459) (16,8) (120.860) (19,5) Penyusutan Kapal (56.512) (14,2) (103.070) (14,2) (133.589) (21,6) Laba Kotor 121.890 30,6 229.624 31,7 132.834 21,5

Biaya Umum dan Administrasi (24.593) (6,2) (36.311) (5,0) (32.927) (5,3)

Laba sebelum Beban Keuangan dan Pendapatan (Beban)

Lain-lain-Bersih 97.297 24,4 193.313 26,7 99.907 16,2

Beban Keuangan dan

Pendapatan (Beban)

Lain-lain-Bersih (9.153) (2,3) 26.067 3,6 (384.822) (62,2)

Laba (Rugi) Sebelum Pajak 88.144 22,1 219.380 30,3 (284.915) (46,1)

Beban Pajak (996) (0,2) (1.016) (0,1) (961) (0,2)

Laba (Rugi) Bersih Tahun

Berjalan 87.148 21,9 218.364 30,2 (285.876) (46,2)

Tahun yang Berakhir Pada tanggal 31 Desember 2009 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2008

Pendapatan Operasi

Pendapatan Usaha. Pendapatan usaha konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan selama tahun 2009

mengalami penurunan sebesar USD 105.336 ribu atau 14,6% dari USD 723.682 ribu pada tahun 2008 menjadi USD 618.346 ribu pada tahun 2009. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan tingkat utilisasi dan harga sewa yang terjadi sepanjang tahun 2009, khususnya diawal hingga pertengahan karena krisis keuangan global yang terjadi pada akhir tahun 2008 lalu.

Perubahan pendapatan operasi Perseroan juga tergantung dari komposisi armada yang dimiliki Perseroan. Sebagian besar armada kapal yang dioperasikan Perseroan adalah kapal tanker kimia, yang meskipun kini sedang mengalami penurunan akibat krisis ekonomi global, namun Perseroan melihat bahwa potensi pertumbuhan segmen ini masih besar dan menguntungkan bagi Perseroan. Selain itu, fluktuasi pendapatan juga tergantung pada kondisi perekonomian global yang akan mempengaruhi tingkat permintaan atas jasa pengangkutan laut untuk kargo cair, terutama kargo kimia cair.

Kapal Tanker Kimia. Pendapatan usaha Perseroan yang berasal dari segmen usaha kapal tanker kimia

menurun USD 58.430 ribu atau sekitar 10,9% dari USD 534.417 ribu pada tahun 2008 menjadi USD 475.987 ribu pada tahun 2009. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya permintaan akan transportasi laut untuk muatan kimia cair serta penurunan tarif tambang yang dikarenakan krisis global pada tahun 2009.

Kapal Tanker Minyak. Pendapatan usaha Perseroan dari segmen usaha kapal tanker minyak, termasuk

hasil dari pengoperasian satu kapal tanker FPSO juga turut menurun dimana pada tahun 2008 pendapatan Perseroan dari segmen ini adalah sebesar USD 150.609 ribu sedangkan tahun 2009 pendapatan dari segmen ini menurun sekitar 36,1% menjadi USD 96.228 ribu. Penurunan pendapatan ini juga tidak lepas dari penurunan permintaan sebagai akibat dari krisis global yang menurunkan permintaan akan minyak bumi dan produk turunannya.

Kapal Tanker Gas. Pendapatan usaha Perseroan dari segmen usaha kapal tanker gas meningkat sebesar

USD 6.759 ribu atau 18,1%, dari USD 37.378 ribu pada tahun 2008 menjadi USD 44.137 ribu pada tahun 2009. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan penyewa kapal yaitu ditunjukkan dengan kenaikan angka rata – rata yang semula pada tahun 2008 berjumlah 9,7 pada tahun 2008 menjadi 13 pada tahun 2009. Selain itu, Perseroan juga berhasil mendapatkan kontrak – kontrak time charter dari Pertamina atas beberapa kapal tanker gas Perseroan.

Biaya Pelayaran

Total biaya pelayaran Perseroan menurun sebesar 24,3% dari USD 232.575 ribu menjadi USD 176.087 ribu terjadi seiring dengan turunnya permintaan jasa transportasi sehingga mempengaruhi tingkat utilisasi kapal Perseroan.

Biaya Pelayaran Perseroan dipengaruhi oleh rute – rute pelayaran yang dilayani oleh Perseroan. Saat ini, Perseroan memiliki rute pelayaran dengan cakupan global. Semakin jauh jarak yang ditempuh tentu akan berpengaruh pada penggunaan bahan bakar yang meningkat dan pelabuhan di berbagai negara menerapkan biaya sandar yang juga berbeda antara satu dengan lainnya. Selain itu, perubahan harga minyak global juga akan turut mempengaruhi biaya bahan bakar untuk armada Perseroan.

Biaya Sewa

Total Biaya Sewa Perseroan meningkat sebesar 48,8% dari USD 36.954 ribu pada tahun 2008 menjadi USD 54.976 ribu pada tahun 2009 disebabkan dengan penambahan armada atas kapal yang disewa telah beroperasi penuh selama setahun.

Kenaikan biaya sewa pada umumnya disebabkan oleh bertambahnya kapal sewa yang dioperasikan oleh Perseroan. Perseroan senantiasa akan melakukan kajian terlebih dahulu mengenai keputusan untuk mengembangkan armadanya melalui pembelian kapal baru atau menyewa kapal. Secara umum, Perseroan memilih untuk mengembangkan armadanya melalui kepemilikan atas kapal sehingga memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam pengoperasian kapal. Meskipun demikian, Perseroan selalu mengamati peluang penyewaan kapal dengan harga sewa yang menguntungkan maupun peluang lain seperti sale and lease

back.

Biaya Operasi Perkapalan

Total biaya pengoperasian kapal pada tahun 2009 turun dibandingkan dengan tahun 2008 dimana pada tahun 2009 biaya pengoperasian kapal adalah sebesar USD 120.860 ribu sedangkan pada tahun 2008

adalah sebesar USD 121.459 ribu terutama disebabkan oleh penurunan biaya perbaikan dan perawatan kapal, suku cadang dan pelumas.

Kondisi perekonomian global yang memburuk pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 telah mempengaruhi industri perkapalan secara umum dan industri – industri lainnya yang berkaitan dengan industri perkapalan tersebut. Biaya perbaikan dan perawatan kapal serta suku cadang secara umum memang mengalami penurunan pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008. Selain itu, Perseroan juga melihat kondisi perekonomian tahun 2009 lebih buruk dibandingkan dengan tahun 2008 sehingga Perseroan memutuskan untuk melakukan efisiensi biaya termasuk dengan melakukan perbaikan dan perawatan kapal di China yang secara relatif biayanya lebih rendah, tanpa menurunkan kualitas perbaikan dan perawatan kapal – kapal Perseroan. Umur rata – rata armada kapal Perseroan yang lebih muda dibandingkan dengan umur rata – rata industri juga turut membantu efisiensi biaya Perseroan.

Kapal Tanker Kimia

Biaya operasi perkapalan segmen kapal tanker kimia Perseroan meningkat sebesar USD 4.329 ribu atau 5,7% dari USD 76.540 ribu pada tahun 2008 menjadi USD 80.869 ribu pada tahun 2009. Kenaikan ini disebabkan karena kenaikan jumlah unit kapal yang semula adalah sebanyak 61 unit kapal pada tahun 2008 dan menjadi 63 unit kapal pada tahun 2009.Kenaikan biaya operasi terbesar pada kapal tanker kimia terutama disebabkan oleh ken aikan gaji awak kapal.

Kapal Tanker Minyak

Biaya operasi perkapalan segmen kapal tanker minyak Perseroan, termasuk satu kapal tanker FPSO, menurun sebesar USD 5.818 ribu dari USD 32.987 ribu pada tahun 2008 menjadi USD 27.169 ribu pada tahun 2009. Kenaikan ini terutama disebabkan karena turunnya tingkat utilisasi armada kapal tanker minyak Perseroan dari 91,9% pada tahun 2008 menjadi 61,4% hal ini terlihat pula pada penurunan suku cadang dan biaya perbaikan dan pemeliharaan.

Kapal Tanker Gas.

Biaya operasi perkapalan segmen kapal tanker gas Perseroan meningkat sebesar USD 890 ribu atau 7,5% dari USD 11.932 ribu pada tahun 2008 meningkat menjadi USD 12.822 ribu pada tahun 2009 terutama peningkatan bersih biaya gaji awak kapal.

Penyusutan Kapal

Beban Penyusutan Kapal Perseroan meningkat sebesar 29,6% pada tahun 2009 bila dibandingkan dengan tahun 2008 karena pada tahun 2009 Perseroan menerapkan metode revaluasi atas aset tetap kapal. Penyusutan kapal dipengaruhi oleh pertambahan jumlah armada kapal milik Perseroan. Penambahan jumlah armada ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk memperluas cakupan wilayah operasional Perseroan.

Laba Kotor

Laba kotor Perseroan dan Anak Perusahaan tahun 2009 adalah sebesar USD 132.834 ribu atau mengalami penurunan sebesar 42,2%, atau sebesar USD 96.790 ribu dibandingkan tahun 2008 yang tercatat sebesar USD 229.624 ribu yang disebabkan penurunan permintaan dari penyewa kapal secara keseluruhan.

Kapal Tanker Kimia

Sebagai akibat penurunan permintaan pelanggan menyebabkan penurunan pendapatan usaha yang seiring dengan penurunan biaya berlayar, maka laba kotor dari segmen kapal tanker kimia turun sebesar USD 62.975 ribu atau 38,6% dimana laba kotor Perseroan pada tahun 2008 untuk segmen kapal tanker kimia adalah sebesar USD 163.107 ribu dan di tahun 2009 laba kotor Perseroan turun menjadi USD 100.132 ribu.

Kapal Tanker Minyak

Sebagai akibat penurunan permintaan pelanggan menyebabkan penurunan pendapatan usaha yang seiring dengan penurunan biaya berlayar, maka laba kotor dari segmen kapal tanker minyak, termasuk hasil dari pengoperasian satu kapal tanker FPSO turun sebesar USD 36.251 ribu atau 71,6% dari USD 50.644 ribu pada tahun 2008 menjadi USD 14.393 ribu pada tahun 2009.

Kapal Tanker Gas

Beban Umum dan Administrasi

Total Biaya Umum dan Administrasi Perseroan menurun sebesar 9,3% pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008. Penurunan ini terutama dikarenakan Perseroan menjalankan program efisiensi biaya yang efektif pada tahun 2009. Selain itu, sepanjang tahun 2009 Perseroan juga tidak melakukan pembukaan kantor baru seperti yang Perseroan lakukan pada tahun 2008, sehingga turut menekan Biaya Umum dan Administrasi. Penurunan beban umum dan administrasi perseroan juga bagian dari strategi efisiensi biaya yang ditempuh oleh Perseroan dalam menghadapi krisis perekonomian global tahun 2009.

Beban Keuangan dan Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana Perseroan mencatat adanya penghasilan lain-lain sebesar USD 26.067 ribu, pada tahun ini Perseroan mencatat adanya beban sebesar USD 384.822 ribu terutama disebabkan terjadinya penurunan revaluasi atas aset tetap kapal, perubahan nilai wajar obligasi konversi dan wesel bayar, kerugian kurs mata uang asing, beban keuangan dan lainnya yang tercatat sebesar USD 562.181 ribu, dimana setelah dikurangi adanya keuntungan dari transaksi derivatif, pendapatan dari investasi dan lain-lain, Perseroan masih membukukan adanya beban pada tahun 2009.

Penurunan revaluasi terjadi akibat adanya perubahan kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi, dimana sejak tahun 2009, kapal termasuk kapal sewa pembiayaan dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi. Sedangkan sebelumnya, kapal dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Perubahan kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi dalam pengakuan kapal diterapkan secara prospektif. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal neraca. Perubahan nilai wajar obligasi konversi dan wesel bayar terjadi akibat karena pada saat penerbitan obligasi konversi dan wesel bayar diukur dan dicatat pada nilai wajar, laba atau rugi yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai wajar dikemudian hari diakui dalam laporan laba rugi. Nilai wajar tersebut ditetapkan berdasarkan referensi kuotasi harga pasar.

Laba (Rugi) Sebelum Pajak

Laba sebelum pajak Perseroan turun sebesar USD 504.295 ribu dibanding tahun sebelumnya yang tercatat laba sebesar USD 219.380 ribu di 2008 menjadi rugi sebesar USD 284.915 ribu pada tahun 2009 disebabkan terutama oleh terjadinya penurunan revaluasi aset tetap kapal, rugi perubahan nilai wajar obligasi konversi dan wesel bayar, serta terjadinya penurunan permintaan pelanggan.

Beban Pajak

Beban pajak Perseroan tahun 2009 sebesar USD 961 ribu atau turun USD 55 ribu dibanding tahun 2008 karena turunnya pendapatan operasional Perseroan.

Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan

Rugi bersih tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar USD 285.876 ribu atau turun USD 504.240 ribu dari tahun 2008, dimana pada tahun tersebut Perseroan mencatat adanya laba bersih sebesar USD 218.364 ribu hal ini disebabkan oleh terjadinya penurunan revaluasi aset tetap kapal, rugi perubahan nilai wajar obligasi konversi dan wesel bayar, serta terjadinya penurunan permintaan pelanggan.

Tahun yang Berakhir Pada tanggal 31 Desember 2008 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2007.

Pendapatan Operasi

Pendapatan Usaha. Pendapatan usaha konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan meningkat sebesar

USD 325.039 ribu atau 81,5% dari USD 398.643 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 732.682 ribu pada tahun 2008. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya jumlah kapal Chembulk yang menyumbangkan/ memberikan pendapatan signifikan tahun 2008. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah kapal dari 78 unit kapal pada tahun 2007 menjadi 87 kapal pada tahun 2008, sehingga dengan demikian jumlah kapasitas tonase juga meningkat sebesar 204.981 DWT dari 1.878.502 DWT pada tanggal 31 Desember 2007 menjadi 2.083.483 DWT pada tanggal 31 Desember 2008.

Dengan diakuisisinya Chembulk pada akhir tahun 2007, Perseroan memiliki cakupan wilayah operasional yang lebih luas mencakup rute – rute dari Amerika menuju Asia Timur, rute lintas Atlantik dari Amerika

Spesifikasi kapal – kapal tanker kimia Chembulk yang berlambung ganda dan telah memenuhi standar IMO II/III memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk mengangkut jenis kargo kimia cair spesifikasi tinggi yang memiliki tarif tambang yang lebih tinggi pula.

Kapal Tanker Kimia

Pendapatan usaha Perseroan yang berasal dari segmen usaha kapal tanker kimia meningkat USD 315.434 ribu atau sekitar 144,0% dari USD 218.983 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 534.417 ribu pada tahun 2008. Kenaikan ini terutama disebabkan pendapatan dari Chembulk telah dibukukan pada awal tahun 2008.

Kapal Tanker Minyak

Pendapatan usaha Perseroan dari segmen usaha kapal tanker minyak termasuk hasil dari pengoperasian satu kapal tanker FPSO turun sebesar USD 6.621 ribu atau 4,2%, dari USD 157.230 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 150.609 ribu pada tahun 2008. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan permintaan pelanggan.

Kapal Tanker Gas

Pendapatan usaha Perseroan dari segmen usaha kapal tanker gas meningkat sebesar USD 16.185 ribu atau 76,4%, dari USD 21.193 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 37.378 ribu pada tahun 2008. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan kapal tanker gas dalam armada Perseroan dari 8 unit kapal pada tahun 2007 menjadi 11 unit kapal pada tahun 2008 seiring dengan peningkatan permintaan pelanggan.

Biaya Pelayaran

Jumlah biaya pelayaran Perseroan meningkat sekitar USD 128.785 ribu atau 124,1% dari USD 103.790 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 232.575 ribu pada tahun 2008. Kenaikan biaya ini terutama disebabkan karena pertambahan jumlah armada dan pertambahan rute pengangkutan Perseroan. Dengan berkembangnya jumlah kapal dalam armada Perseroan menyebabkan baik pengeluaran biaya bahan bakar maupun biaya sandar lebih tinggi, sehingga biaya berlayar meningkat cukup signifikan.

Kenaikan biaya pelayaran sudah diekspektasi oleh Perseroan sebagai imbas dari strategi Perseroan untuk meningkatkan jumlah armada Perseroan. Pada tahun 2008 Perseroan melayani rute – rute baru di kawasan Amerika dan Eropa yang muncul sebagai hasil dari akuisisi Perseroan atas Chembulk dan rute – rute tersebut tergolong rute jarak jauh yang meningkatkan biaya pelayaran Perseroan. Selain itu, kondisi harga minyak global yang naik cukup signifikan pada tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007 juga berpengaruh terhadap kenaikan biaya bahan bakar armada Perseroan.

Biaya Sewa

Biaya sewa carter dan biaya sewa rental Perseroan meningkat sebesar USD 7.424 ribu atau 25,1% dari USD 29.530 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 36.954 ribu pada tahun 2008. Disebabkan karena adanya kenaikan jumlah kapal tanker kimia yang disewa Perseroan menjadi 19 unit pada tahun 2008 dan satu kapal tanker minyak.

Perseroan senantiasa akan melakukan kajian terlebih dahulu mengenai keputusan untuk mengembangkan armadanya melalui pembelian kapal baru atau menyewa kapal. Secara umum, Perseroan memilih untuk mengembangkan armadanya melalui kepemilikan atas kapal sehingga memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam pengoperasian kapal. Meskipun demikian, Perseroan selalu mengamati peluang penyewaan kapal dengan harga sewa yang menguntungkan maupun peluang lain seperti sale and lease back.

Biaya Operasi Perkapalan

Biaya operasi perkapalan Perseroan dan Anak Perusahaan meningkat sebesar USD 34.538 ribu atau 39,7% dari USD 86.921 ribu untuk tahun 2007 menjadi USD 121.459 pada tahun 2008. Kenaikan ini terutama disebabkan karena kenaikan untuk biaya gaji sejalan dengan pertumbuhan jumlah kapal dan adanya tambahan rute niaga dalam armada Perseroan sehingga jumlah remunerasi awak kapal meningkat, kenaikan biaya suku cadang sehubungan dengan jadwal masuk dock (docking schedule) beberapa kapal besar milik Perseroan pada tahun 2008. Jumlah seluruh kapal dalam armada Perseroan meningkat dari 78 unit kapal pada tahun 2007 menjadi 87 unit kapal pada tahun 2008 sehingga faktor ini juga menyebabkan meningkatnya biaya operasi perkapalan Perseroan.

Kenaikan biaya operasi perkapalan Perseroan sesuai dengan ekspektasi Perseroan sebagai dampak dari implementasi Perseroan untuk melakukan penambahan jumlah armada. Kenaikan remunerasi awak kapal,

untuk awak kapal tanker memang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan remunerasi untuk awak kapal dry cargo maupun kontainer. Perseroan juga tidak memundurkan jadwal masuk dock bagi kapal – kapalnya yang harus melakukan docking rutin sesuai dengan strategi Perseroan untuk menjaga performa teknis kapal – kapal Perseroan agar mampu untuk mengangkut kargo – kargo yang memiliki spesifikasi tinggi dengan tarif tambang yang lebih tinggi pula.

Kapal Tanker Kimia

Biaya operasi perkapalan segmen kapal tanker kimia Perseroan meningkat sebesar USD 31.031 ribu atau 68,2% dari USD 45.509 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 76.540 ribu pada tahun 2008. Disebabkan karena kenaikan biaya operasi secara keseluruhan seiring dengan kenaikan jumlah kapal dalam armada segmen kapal tanker kimia Perseroan dari 54 unit kapal pada tahun 2007 menjadi 61 unit kapal pada tahun 2008. Kenaikan biaya operasi terbesar pada kapal tanker kimia terutama oleh biaya gaji sebesar USD 16.018 ribu, biaya suku cadang meningkat sebesar USD 3.648 ribu, biaya minyak pelumas USD 1.802 ribu serta biaya perbaikan dan pemeliharaan USD 1.513 ribu.

Kapal Tanker Minyak

Biaya operasi perkapalan segmen kapal tanker minyak Perseroan, termasuk satu kapal tanker FPSO, turun sebesar USD 111 ribu atau 0,3%, dari USD 33.098 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 32.987 ribu pada tahun 2008 terutama berasal dari penurunan biaya perbaikan dan pemeliharaan.

Kapal Tanker Gas

Biaya operasi perkapalan segmen kapal tanker gas Perseroan meningkat sebesar USD 3.618 ribu atau 43,5%, dari USD 8.314 ribu pada tahun 2007 meningkat menjadi USD 11.932 ribu pada tahun 2008. Disebabkan karena kenaikan biaya operasi secara keseluruhan seiring dengan kenaikan jumlah kapal dalam armada segmen kapal tanker gas Perseroan dari 8 unit kapal pada tahun 2007 menjadi 11 unit kapal pada tahun 2008. Kenaikan biaya operasi terbesar pada kapal tanker gas terutama disebabkan oleh biaya gaji sebesar USD 1.741 ribu dan biaya lainnya sebesar USD 689 ribu .

Penyusutan Kapal

Beban penyusutan Perseroan meningkat sebesar USD 46.558 ribu atau 82,4% dari USD 56.512 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 103.070 ribu pada tahun 2008. Disebabkan oleh kenaikan jumlah kapal tanker dalam armada Perseroan dari 78 unit kapal pada tahun 2007 menjadi 87 unit kapal pada tahun 2008. Beban penyusutan untuk segmen kapal tanker kimia Perseroan meningkat sebesar USD 44.608 ribu yang disebabkan bertambahnya jumlah kapal dalam segmen tersebut dari 54 unit kapal pada tahun 2007 menjadi 61 unit pada tahun 2008. Beban penyusutan segmen kapal tanker gas meningkat sebesar USD 1.481 ribu sejalan dengan bertumbuhnya armada kapal tanker gas dari sebesar 8 unit kapal pada tahun 2007 menjadi sebesar 11 unit kapal pada tahun 2008.

Laba Kotor

Laba kotor Perseroan dan Anak Perusahaan meningkat sebesar USD 107.734 ribu atau 88,4%, dari USD 121.890 ribu pada tahun 2007 meningkat menjadi USD 229.624 ribu pada tahun 2008 yang disebabkan terutama pendapatan dari Chembulk, bertambahnya jumlah kapal dalam armada Perseroan, uang tambang untuk kapal-kapal yang disewakan kepada pihak ketiga umumnya juga meningkat.

Kapal Tanker Kimia

Laba kotor dari segmen kapal tanker kimia meningkat sebesar USD 100.514 ribu atau 160,6% dari USD 62.593 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 163.107 ribu pada tahun 2008 terutama berasal dari pendapatan Chembulk yang dibukukan pada awal tahun 2008.

Kapal Tanker Minyak

Laba kotor dari segmen kapal tanker minyak termasuk hasil dari pengoperasian satu kapal tanker FPSO menurun sebesar USD 1.304 ribu atau 2,5% dari USD 51.948 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 50.644 ribu pada tahun 2008 disebabkan penurunan tarif uang tambang dari penyewa kapal.

Kapal Tanker Gas

Laba kotor dari segmen kapal tanker gas meningkat sebesar USD 8.483 ribu atau 138,8% dari USD 6.112 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 14.595 ribu pada tahun 2008 terutama peningkatan dari penyewa kapal.

Beban Umum dan Administrasi

Beban umum dan administrasi Perseroan dan Anak Perusahaan meningkat sebesar USD 11.718 ribu atau 47,6% dari USD 24.593 ribu pada tahun 2007 meningkat menjadi USD 36.311 ribu pada tahun 2008 terutama disebabkan karena kenaikan untuk biaya gaji sebesar USD 6.594 ribu yang disebabkan karena kenaikan secara umum untuk gaji karyawan serta bertambahnya jumlah karyawan Perseroan. Disamping itu, sebagai dampak wajar dari semakin berkembangnya operasi Perseroan, maka biaya transportasi meningkat sebesar USD 1.278 ribu dan beban lainnya meningkat sebesar USD 1.407 ribu.

Jumlah karyawan Perseroan yang bertambah juga berkaitan dengan akuisisi Perseroan atas Chembulk dan pendirian kantor perwakilan serta anak perusahaan di luar negeri. Ekspansi Perseroan di Eropa dan Amerika sesuai dengan strategi Perseroan untuk memperluas wilayah operasional di kedua area tersebut.

Laba sebelum Beban Keuangan dan Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih

Laba sebelum beban keuangan dan pendapatan (beban) lain-lain – bersih meningkat sebesar USD 96.016 ribu atau 98,7% dari USD 97.297 ribu tahun 2007 menjadi USD 193.313 ribu, disebabkan karena pendapatan Chembulk telah dikonsolidasikan pada awal tahun 2008.

Laba sebelum Pajak

Laba sebelum Pajak Perseroan meningkat sebesar USD 131.236 ribu atau 148,9% dari USD 88.144 ribu pada tahun 2007 menjadi USD 219.380 ribu pada tahun 2008 selain disebabkan karena pendapatan Chembulk yang telah dikonsolidasikan pada awal tahun 2008, terdapat peningkatan keuntungan aset tetap, pendapatan investasi dan keuntungan perubahan nilai wajar obligasi konversi dan wesel bayar.

Beban Pajak

Beban pajak Perseroan meningkat sebesar USD 20 ribu atau 2,0% dari USD 996 ribu pada tahun 2007

Dokumen terkait