SDN 002 TANAH GROGOT Sri Haryati
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN 002 Tanah Grogot, kelas VI semester I tahun ajaran 2014/2015 dengan sub pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat. Pihak sekolah menentukan kelas yang di gunakan dan menunjuk salah satu guru matematika yang bertindak sebagai observer, sedangkan peneliti bertindak sebagai guru kelas. Peneliti dan guru kelas memantapkan rencana maupun langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan, dilanjutkan dengan mempersiapkan kondisi siswa untuk menerima tindakan yaitu pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran tipe TAI (Team Assited Individualization).
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dimana setiap akhir siklus diberikan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa kemudian dianalisis untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya.
Melalui teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis meliputi dokumentasi, observasi dan teknik tes (yang dilakukan setelah akhir proses belajar mengajar), diperoleh data nilai dasar dan nilai kuis siswa kelas VI. Adapun hasil penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Siklus Pertama a. Hasil Observasi
Hasil observasi yang diperoleh selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus kedua adalah aktivitas siswa dan aktivitas guru. Kegiatan pembelajaran siklus kedua terdiri dari dua pertemuan. Aktivitas siswa siklus pertama yang terdiri dari perhatian siswa dikategorikan cukup, partisipasi siswa dikategorikan cukup, dan pemahaman dikategorikan cukup, serta kerjasama siswa dikategorikan cukup. Dari keempat kriteria aktivitas yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar dengan menggunakan pembelajaran tipe TAI (Team Assited Individualization) secara umum dikategorikan cukup baik.
Penampilan dan aktivitas guru pada siklus kedua terdiri dari cara penyajian materi adalah 4 dikategorikan baik, kemampuan menyajikan contoh dikategorikan baik, kemampuan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat dikategorikan cukup, pembimbingan dikategorikan
baik, serta dalam pengelolaan kelas dikategorikan cukup. Berdasarkan data di atas, pada siklus pertama penampilan dan aktivitas guru secara umum dapat dikategorikan cukup baik.
b. Hasil Belajar Siswa
Pada siklus pertama, diperoleh jumlah nilai 1860 dan diperoleh nilai rata-rata sebesar 68,89 dan ketuntasan 70,4%.
2. Siklus Kedua a. Hasil Observasi
Hasil observasi yang diperoleh selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus kedua adalah aktivitas siswa dan aktivitas guru. perhatian siswa dikategorikan baik, partisipasi siswa dikategorikan baik, dan pemahaman dikategorikan baik serta kerjasama siswa dikategorikan baik. Dari keempat kriteria aktivitas yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar dengan menggunakan pembelajaran tipe TAI (Team Assited Individualization) secara umum dikategorikan baik.
Pada penampilan dan aktivitas guru siklus pertama terdiri dari cara penyajian materi dikategorikan baik, kemampuan menyajikan contoh dikategorikan baik, kemampuan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat dikategorikan baik, pembimbingan dikategorikan baik, serta dalam pengelolaan kelas dikategorikan baik. Berdasarkan data di atas, pada siklus kedua penampilan dan aktivitas guru secara umum dapat dikategorikan baik.
b. Hasil Belajar Siswa
Pada siklus kedua ini, diperoleh jumlah nilai 2270 dan diperoleh nilai rata-rata sebesar 84,07% dengan ketuntasan belajar 96,3%
Pada tabel 4.1 dapat dilihat modus skor pada setiap siklus yang dilakukan oleh siswa dan guru, yaitu mulai dari siklus pertama sampai dengan siklus kedua dengan menggunakan pembelajaran tipe TAI (Team Assited Individualization) dengan pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat.
Hasil observasi dan hasil belajar siswa pada tiap siklus yaitu dari siklus pertama hingga siklus kedua dapat dilihat rinciannya sebagai berikut.
Tabel 4.1 Observasi Aktivitas Guru dan Aktivitas Siswa
Pelaksanaan Aktivitas Siswa Aktivitas Guru Modus Kriteria Modus Kriteria
Siklus I 3 Cukup 4 Baik
Siklus II 4 Baik 4 Baik
Hasil Penelitian, Tanah Grogot (2013)
Pada tabel 4.1 terlihat secara keseluruhan hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dari siklus I dan II.
Tabel 4.2 Hasil Observasi Pembelajaran Matematika Siswa dengan menggunakan Pembelajaran tipe TAI (Team Assited Individualization.
No Aspek Pengamatan Rata-rata
Siklus I Siklus II 1. 2. Aktifitas Siswa a. Perhatian b. Partisipasi c. Pemahaman d. Kerjasama Aktifitas Guru a. Penyajian Materi
b. Kemampuan menyajikan contoh. c. Kemampuan memotivasi siswa
untuk belajar lebih lanjut. d. Pembimbingan e. Pengelolaan kelas 3,3 3,3 2,6 3,3 4 4 3,3 4 3 4,5 4 4 4,5 4 4 4,5 4,5 4 Sumber: Hasil Penelitian SDN 002 Tanah Grogot
Peningkatan hasil belajar siswa dan proses belajar mengajar pada pokok bahasan statistika dengan pengajaran proyek dapat dilihat rinciannya sebagai berikut:
Tabel 4.3. Nilai Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Aspek Siklus 1 Siklus 2
Jumlah 1860 2270
Rata-rata 68,89 84,07
B. Pembahasan 1. Siklus Pertama a. Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi, diskusi bersama observer dan peneliti pada siklus ini, peneliti bersama observer menyiapkan rencana kegiatan yang dilakukan pada siklus pertama. Peneliti bersama observer mempersiapkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, dalam perencanaan ini peneliti menyiapkan materi pelajaran, sekenario pembelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan siswa dan alat-alat yang diperlukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Pada tahap ini guru melakukan tindakan perbaikan berdasarkan hasil refleksi pada sebelum perbaikan, antara lain:
1) Guru harus mengkondisikan siswa agar lebih aktif dan lebih melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa dapat memperhatikan materi pelajaran maupun dalam mengerjakan latihan soal.
2) Guru harus tetap tegas terhadap siswa-siswa yang membuat keributan dengan menegur dan memberikan peringatan agar waktu pembelajaran dapat dimanfaatkan dan tidak mencontek jawaban dari teman atau anggota kelompoknya yang lain.
3) Dan pada saat kegiatan pembelajaran terjadi, guru menciptakan suasana hubungan timbal balik antara guru dan siswa.
4) Pada saat kegiatan pembelajaran, guru haruslah dapat memberikan bimbingan terhadap semua siswa baik pada saat menjelaskan materi pelajaran, baik secara individu maupun kelompok.
5) Meminta siswa untuk lebih aktif bekerja sama dan kompak pada saat pengerjaan latihan soal serta saling membantu teman lain yang belum memahami materi pelajaran yang bersangkutan.
b. Pelaksanaan
Pada penelitian tindakan ini peneliti dan guru sepakat bahwa dalam pelaksanaan penelitian, peneliti bertindak sebagai guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran dan sekenario pembelajaran yang telah dipersiapkan.
c. Observasi
Peneliti yang bertindak sebagai guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran, dan melakukan tindakan perbaikan seperti yang telah ditetapkan pada siklus sebelumnya.
Hasil observasi menunjukkan bahwa pada siklus pertama ini suasana kelas mulai hidup. Perhatian dan pemahaman siswa dalam kegiatan pembelajaran cukup baik, partisipasi (keaktifan) siswa juga cukup baik, kemampuan guru dalam mengelola suasana kelas dan dalam memotivasi siswa dinilai baik. Keberhasilan siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI sudah cukup memuaskan karena siswa sudah mulai mengerti tahap-tahap dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI. Namun masih ada sedikit permasalahan yang terjadi yaitu ada beberapa siswa belum terbiasa dalam belajar secara individual, siswa masih bergantung kepada guru, tetapi sebagian besar siswa lainnya dinilai sudah cukup mampu mengembangkan kemampuan individualnya, dan ketika ada materi yang sulit untuk dipahami, mereka tidak segan-segan
untuk bertanya kepada guru. Permasalahan lain yang terjadi yaitu masih terdapat siswa yang diam dan kurang berkomunikasi dengan teman sekelompoknya.
Adanya beberapa permasalahan tersebut maka peneliti dan observer menentukan beberapa tindakan perbaikan untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya, diantaranya yaitu guru harus selalu memotivasi siswa agar dapat meningkatkan kemampuan individualnya, interaksi antara guru dan siswa perlu ditingkatkan agar seluruh siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran.
Hasil observasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa dan nilai tugas siswa pada siklus kedua mengalami peningkatan daripada siklus pertama. Nilai rata-rata hasil belajar pada siklus pertama sebesar 68,89.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi pada siklus pertama terdapat beberapa hal yang telah tercapai dengan baik, dan ada pula hal-hal yang masih perlu diperbaiki pada siklus berikutnya.
Pada siklus pertama dapat diketahui bahwa selama pembelajaran berlangsung siswa sudah mulai memahami tugas dan perannya dalam kelompok belajarnya. Siswa terlihat lebih aktif dan bersemangat mengerjakan lembar kerja yang diberikan. Tidak seperti pada siklus sebelumnya, tampaknya para siswa tidak asing lagi dengan suasana belajar kelompok. Siswa yang lebih pandai dapat membimbing temannya yang belum mengerti, sehingga suasana belajar kelompok dapat berjalan dengan baik. Guru lebih tegas dalam menegur dan memberi peringatan kepada siswa agar waktu pembelajaran dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Kemajuan positif lainnya adalah siswa tidak lagi menunggu jawaban dari teman atau anggota kelompoknya yang lain serta berusaha untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Dalam menyampaikan materi, suara atau intonasi guru lebih nyaring dan jelas dari pertemuan sebelumnya sehingga siswa lebih memahami materi yang disampaikan dan pada saat kegiatan pembelajaran telah tercipta komunikasi timbal balik antara guru dan siswa.
Meskipun demikian masih ditemukan adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran tipe TAI pada siklus kedua ini. Masih ditemuinya beberapa siswa yang terlihat malas dan lebih banyak berbicara dengan temannya di luar materi pelajaran sehingga menggangu aktivitas belajar siswa yang lain, ataupun ditemukannya siswa yang diam dan kurang dapat berkomunikasi dengan guru maupun kelompoknya dan terlihat pasif. Masih ada beberapa siswa yang ribut walaupun telah diberikan peringatan ataupun teguran oleh guru tetapi belum maksimal.
2. Siklus Kedua a. Perencanaan
Peneliti bersama observer mendiskusikan refleksi pada siklus pertama. Dari hasil refleksi tersebut peneliti bersama guru menyiapkan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus kedua. Dalam perencanaan ini peneliti menyiapkan materi pelajaran, skenario pembelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan dan alat-alat yang diperlukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran dan kelengkapan alat-alat selama proses kegiatan pembelajaran peneliti juga menyiapkan pedoman observasi, bentuk lembar observasi untuk aktivitas siswa dan aktivitas guru. pertemuan kedua diadakan tes untuk melihat hasil belajar siswa.
Pada tahap ini guru akan melakukan beberapa tindakan perbaikan berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama, antara lain:
1) Guru mampu mengkondisikan kelas, agar pada saat kegiatan pembelajaran siswa merasa lebih siap untuk mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya.
2) Sebaiknya guru dalam memberikan apersepsi, lebih mengutamakan mengulang materi secara singkat materi pada pertemuan sebelumnya sehingga tidak banyak memakan waktu belajar.
3) Guru lebih banyak memberikan latihan soal kepada siswa dan mampu memberikan bimbingan kepada siswa mengenai cara penyelesaianya.
4) Guru dapat lebih memperhatikan siswa yang terlihat pendiam dan pasif serta mendorong agar mampu bekerja sama dengan siswa yang lainnya.
Pada penelitian tindakan peneliti dan guru sepakat bahwa dalam pelaksanaan penelitian, peneliti bertindak sebagai guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran dan sekenario pembelajaran yang telah dipersiapkan.
c. Observasi
Peneliti yang bertindak sebagai pengajar melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. Dalam proses pembelajaran guru terlihat lebih sering memotivasi siswa dan lebih intensif membimbing siswa, interaksi antara guru dan siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus ketiga ini suasana kelas semakin hidup. Siswa kelihatan senang karena merasa diperhatikan oleh gurunya. Seluruh siswa terlibat aktif dalam diskusi dengan kelompoknya dan ketika mereka mengalami kesulitan tidak segan-segan bertanya kepada guru.
Berdasarkan pengamatan dari kedua siklus, keaktifan siswa secara umum mengalami peningkatan. Kemampuan individual siswa juga meningkat terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus kedua. Adapundata peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada diagram di bawah ini.
Gambar 4.1. Diagram Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN 002 Tanah Grogot melalui Pembelajaran Tipe TAI (Team Assited Individualization).
Data rata-rata nilai siklus I sebesar 68,89, Nilai rata-rata hasil belajar pada siklus II sebesar 84,07.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi pada siklus kedua terdapat beberapa hal yang tercapai dengan baik. Siswa yang pendiam dan malu dapat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran artinya siswa yang pemalu pasif sudah dapat berkomunikasi dengan teman yang lainnya dan berani bertanya kepada guru walaupun terkadang masih ada rasa takut dan ragu-ragu. Siswa yang pandai tidak lagi menyelesaikan kegiatan proyek yang diberikan cara sendiri-sendiri tanpa memperhatikan siswa yang lain yang berada didekatnya namun sudah lebih dapat menyesuaikan diri. Guru juga sudah mampu melihat secara teliti siswa mana yang lebih membutuhkan bimbingan dan yang tidak memerlukan bimbingan namun hanya membutuhkan perhatian saja. Walaupun hambatan-hambatan pada siklus pertama masih nampak namun dapat diatasi dengan baik. Guru tidak lagi mengalami kesulitan dalam pembimbingan dan pengelolaan kelas karena siswa terlihat telah terbiasa mengikuti pelajaran dengan menggunakan pembelajaran tipe TAI (Team Assited Individualization).
Siswa telah dapat mengikuti model pembelajaran yang diberikan dan menunjukkan adanya perubahan tingkah laku siswa dalam belajar. Karena hasil yang diperoleh pada siklus kedua semakin baik, peneliti dan observer berkesimpulan bahwa tidak perlu lagi melanjutkan penelitian pada siklus berikutnya karena keberhasilan yang diperoleh sudah mencukupi kriteria yang telah ditentukan.
Rata-rata
Sik lus 1 Siklus 2
Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa proses penelitian ini telah memotivasi dan menumbuhkan kemampuan individual siswa untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik dari sebelumnya.
PENUTUP