• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abstrak: Perkalian masih menjadi operasi hitung dasar matematika yang masih menjadi

momok bagi siswa sekolah dasar. Untuk itulah perlu dilakukan sebuah tindakan oleh guru dalam upaya peningkatan prestasi belajar anak. Adapun upaya tersebut adalah dengan menfaatkan partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar anak di rumah. Upaya dengan partisipasi orang tua dalam peningkatan prestasi belajar anak pada penelitian ini, dapat terlihat hasilnya yang terepresentasikan pada tes yang dilakukan oleh guru setiap hari, serta hasil ujian akhir semester 1 dan ujian akhir sekolah yang mengalammi banyak peningkatan.

Kata kunci: prestasi belajar, perkalian, partisipasi orang tua,

Perkalian masih merupakan salah satu operasi hitung dasar matematika yang masih dianggap sulit oleh siswa di tingkat Sekolah Dasar. Hal tersebut merupakan konsepesensial yang cukup lama proses penanamannya. Bahkan, kalau sudah disajikan dalam soal cerita seringkali siswa mengalami kesulitan. Oleh karena itu berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pelajaran khususnya mata pelajaran matematika terus dilakukan. Upaya itu antara lain penggunaan pendekatan yang tepat.

Berdasarkan hasilstudi pendahuluan yang telah dilakukan di kelas VI SD Negeri 1 Kertosari pada tanggal 12 Juli 2013 dan data hasil ulangan matematika operasi hitung perkalian, terlihat hasil belajar siswa masih rendah. Persentasi prestasi belajar matematika siswa yang tuntas sebesar31,57 % persen dari 38 siswa. Hal tersebut dikarenakan masih banyak siswa yang belum menguasai perkalian dengan baik. Sebagian dari mereka menggunakan cara penjumlahan berulang dalam menyelesaikan operasi hitung perkalian. Tidak ada yang salah jika siswa menggunakan cara tersebut, akan tetapi hal tersebut akan memakan waktu yang lebih lama dan memerlukan ketelitian yang lebih dalam menjumlahkan.

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam operasi hitung perkalian. Salah satunya dengan mengikutsertakan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar perkalian siswa. Partisipasi orang tua dalam prestasi belajar matematika siswa dapat memberikan efek yang berbeda dalam proses pembelajaran siswa tersebut. National Research Council (2002) menyatakan jika orang tua selalu memberikan perhatian secara aktif. Selalu berusaha melibatkan diri dalam proses belajar anak, misalnya menanyakan kepada anak tentang apa saja yang telah mereka kerjakan di kelas matematika hari ini. Hal tersebut akan menimbulkan sikap atau rasa percaya diri dalam anak. Dengan adanya perhatian dari orang tua maka akan mempengaruhi tingkah laku anak yang akan berpengaruh pula terhadap hasil belajar yang diharapkan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan penelitian berupa penelitian tindakan kelas. Adapun judul penelitian ini adalah Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Operasi Hitung Perkalian Melalui Partisipasi Orang Tua Pada Siswa Kelas VI Di SDNegeri 1 Kertosari.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah partisipasi orang tua mampu meningkatkan prestasi belajar matematika operasi hitung perkalian pada siswa kelas VI di SD Negeri 1 Kertosari, dan (2) Bagaimanakah cara penerapan partisipasi orang tua dalam untuk meningkatkan prestasi belajar matematika operasi hitung perkalian pada siswa kelas VI di SD Negeri 1 Kertosari.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar matematika operasi hitung perkalian melalui partisipasi orang tua pada siswa kelas VI di SD Negeri 1 Kertosari. Manfaat dari penelitian ini ada dua macam, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat praktis dari penelitian ini adalah (1) memberikan masukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika khususnya perkalian, (2) memberikan tambahan pengetahuan mengenai strategi atau model pembelajaran yang bisa digunakan dalam peningkatan hasil belajar siswa.

Sedangkan manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak berikut (1) Bagi guru, penilitian ini dapat memberikan sumbangan untuk mengatasi kesulitan pembelajaran dalam bidang matematika khususnya dalam menghitung perkalian dengan menggunakan partisipasi orang tua, sehingga tercipta suatu proses pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan untuk membantu perkembangan siswa yang optimal, (2) Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami perkalian dan dapat menemukan hal baru yang positif. (3) bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat meningkatkan kualitas dan mampu menjadi pendorong untuk selalu mengadakan pembaharuan proses pembelajaran ke arah yang lebih baik.

TINJAUAN PUSTAKA

1. Prestasi Belajar Matematika Operasi Hitung Perkalian

Matematika merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifat belajar khas jika dibandingkan dengan ilmu yang lain. Kegiatanpembelajaranmatematika sebaiknya tidak disamakan begitu saja denganilmu yang lain, karena setiap siswa yang belajar matematika itu berbeda-beda kemampuannya. Maka kegiatan pembelajaran matematika haruslahdiatur sekaligus memperhatikan kemampuan siswa. Salah satu aspekdalam matematika adalah operasi hitung. Ada empat operasi hitung matematika yang harus dikuasai oleh siswa. Operasi hitung tersebut adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Fokus dalam penelitian ini adalah operasi hitung perkalian.

Opera hitung perkalian menurut Slavin (2005) perkalian adalah penjumlahan yang sangat cepat. Sedangkan menurut Boyer (1991) menyatakan bahwa perkalian adalah operasi matematika penskalaan satu bilangan dengan bilangan lain. Operasi ini adalah salah satu dari empat operasi dasar di dalam aritmetika dasar (yang lainnya adalah perjumlahan, perkurangan, dan perbagian).Dari pendapat tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa perkalian adalah penjumlahan dari suatu bilangan yang sama secara berulang, yaitu bilangan terkali dijumlah berulang-ulang sebanyak pengalinya.

Sugihartono, dkk. (2007) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah hasil pengukuran yang berwujud angka maupun pernyataan yang mencerminkan tingkat penguasaan materi pelajaran bagi para siswa. Hal ini berarti prestasi belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa.Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007) adalah hasil yang telah dicapai dari penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru.

Hal senada juga diungkapkan oleh Winkel (2005) yang menyatakan prestasi belajar adalah suatu hasil usaha yang telah dicapai oleh siswa yang mengadakan suatu kegiatan belajar di sekolah dan usaha yang dapat menghasilkan perubahan pengetahuan, sikap dan tingkah laku. Hasil perubahan tersebut diwujudkan dengan nilai atau skor Dari pendapat di atas dapat disimpulkan prestasi belajar matematika operasi hitung perkalian adalah tingkat penguasaan materi yang dicapai siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

2. Partisipasi Orang Tua dalam Peningkatan Prestasi Belajar Matematika

Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa perlu adanya partisipasi orang tua. Partisipasi orang tua ini intinya adalah upaya dari guru untuk mengikutsertakan orang tua dalam kegiatan pembelajaran siswa, dalam hal ini tidak dilakukan di dalam kelas, namun bentuk upaya dari orang tua dalam memotivasi, membimbing, dan menyertai siswa dalam proses belajarnya di rumah. Perlu dilakukan sebuah upaya dari guru juga dalam membantu orang tua untuk menunjukkan hal-hal apa sajakah yang harus mereka lakukan untuk mendampingi anaknya supaya dapay belajar secara optimal. Upaya ini penting dilakukan karena orang tua merupakan salah satu faktor instrumental dan faktor lingkungan (Suryabrata, 2006; Parkay, 1992).

Bentuk partisipasi orang tua dalam proses peningkatan kemampuan matematika siswa dalam penelitian ini. Menciptakan suasana yang mendorong anak untuk siap belajar, membantu anak untuk menemukan kebutuhan belajarnya, membantu anak untuk melakukan kegiatan belajar terkait dengan penyusunan jadwal belajar dan lingkungan belajar, membantu anak dalam menangani stress belajar. Hal ini perlu juga melakukan proses dialog yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan orang tua terkait bagaiaman meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Hal ini senada dengan hasil penelitian Prawoto (2000) yang menyatakan bahwa partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa. Dalam meningkatkan partisipasi orang tua tersebut perlu dilakukan sebuah kegiatan, adapun kegiatan tersebut meliputi pelatihan keterampilan pemberian bantuan belajar dapat meningkatkan kualitas partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Pemilihan ini didasarkan pertimbangan sebagai berikut (1) Merupakan tempat peneliti mengajar, sehingga mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian, (2) Tidak mengganggu tugas mengajar peneliti, (3) Tidak mengganggu proses belajar mengajar pada awal tahun pelajaran.

Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan, yaitu 12 Juli 2013 s.d. 01 September 2013. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang, yang terdiri dari 17 siswa putra dan 21 siswa putri.

Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan. Rancangan penelitian tindakan ini menggunakan model spiral dari Kemis dan Taggart (dalam Hopkins, 1993). Ada tujuh langkah utama dalam penelitian ini yaitu, identifikasi masalah, perumusan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan pelaksanaan tindakan, refleksi, serta pelaporan dan rekomendasi.

Data dari penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang diperoleh dari ujian akhir semester. Hasil tersebut berupa angka. Sumber data diperoleh dari siswa. Alat yang digunakan untuk pengumpul data adalah (1) Panduan wawancara, (2) Dokumen, dan (3) Tes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, Dialog, Wawancara, Dokumentasi, dan Kegiatan Pembelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa hasi prestasi belajar matematika operasi hitung perkalian siswa kelas VI SD Negeri 1 Kertosari masih rendah. Berdasarkan keadaan tersebut, serta setelah didiskusikan dengan teman sejawat guru SD Negeri 1 Kertosari, maka diadakan refleksi awal tentang perlunya partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa dalam upaya peningkatan kemampuan perkalian siswa.

Pada tahap awal, peneliti yang dalam hal ini juga sebagai guru merencanakan dialog tentangpentingnya partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan kesadaran orangtua siswa tentang pentingnya partisipasi mereka bagi keberhasilan belajar siswa yang dalam hal ini berkaitan dengan operasi hitung perkalian. Untukmelaksanakan kegiatan ini peneliti meminta kepala sekolah mengundang paraorang tua siswa kelas VI.

Dialog tentang pentingnya partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa dibuka dan ditutup oleh kepala sekolah, dipandu dan dibahas oleh guru kelas VI yang dalam hal ini juga sebagai peneliti.Dalam proses dialog tersebut terjadi tanya-jawab, diskusi, curah pendapat, dan berbagi pengalaman tentang partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa.

Hasil observasi menunjukkan bahwa pada umumnya tanggapan orang tua siswa sangat positif terhadap dialog tersebut yang ditunjukkan oleh antusiasmenya dalammengikuti kegiatan dialog dan secara umum orang tua menyadari perlunya meningkatkan perhatian terhadap kegiatan belajar anak. Satu minggu setelah kegiatan tersebut, guru kelas VI mengemukakan bahwa peran serta orang tua dalam kegiatan belajar siswa semakin meningkat dengan ditandai oleh meningkatnya kemampuan siswa dalam mengerjakan soal matematika terutama operasi hitung perkalian. Hal itu pula dapat dilihat dari hasil tes yang dilakukan guru di kelas, serta wawancara dengan siswa terkait partisipasi orang tuanya dalam proses pembelajaran siswa.

Kegiatan ini dilakukan terus secara signifikan selama 2 bulan untuk melihat peningkatan prestasi belajar matematika siswa terkait operasi hitung cenderung meningkat atau menurun. Hal ini dapat dilihat dari Hasil Ujian Akhir Semester 1 nilai matematika dari 38 siswa yang memperoleh nilai 6 keatas sebesar 81,57 %. Sedangkan, pada ujian akhir sekolah pencapaian nilai 6 keatas sebesar 92,10 %. Sesuai dengan hasil ini dapat disimpulkan ada peningkatan hasil belajar yang cukup baik dari 38 siswa kelas 6 SDN 1 Kertosari.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah diadakan kegiatan dialog dan wawancara dapat terlihatpartisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa dan pendampingan belajar siswa, menunjukkan prestasi belajar matematika operasi hitung siswa meningkat baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Perubahan positif tersebut karena partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar siswa dan kesungguhan orang tua siswa dalam peningkatan dirinya bagi pendampingan terhadap kegiatan belajar anak. Selain itu juga dapat dilihat pada hasil tes harian yang dilakukan oleh guru terkait prestasi belajar matematika operasi hitung perkalian. Menjelang ujian akhir semester 1 guru memberikan ulangan terakhir. Dari hasil ulangan yang dilihat dari operasi hitung perkalian diperoleh nilai siswa yang di bawah 6 adalahsebesar 6,67%, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di atas 6 adalah sebesar 93,33%.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut. Terdapat pengaruh partisipasi orang tua dalam mendidik siswa di lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar matematika operasi hitung perkalian siswa kelas VISD Negeri 1 Kertosari. Partisipasi orang tua dalam mendidik siswa kelas VISD Negeri 1 Kertosari di lingkungan keluarga yang termasuk cukup antusias, hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes yang dilakukan guru dalam setiap pembelajaran yang menunjukkan grafik kemampuan operasi hitung perkalian siswa meningkat.

Berdasarkan simpulan tersebut, saran yang dapat diberikan, yaitu orang tua dan siswa harus meningkatkan hubungan komunikasi dan kerjasama dengan orang tua agar orang tua mengetahui perkembangan pendidikan anak di bidang akademik terutama pembelajaran matematika operasi hitung perkalian. Orang tua harus meluangkan waktu untuk mendampingi putra-putrinya sehingga lebih memahami perkembangan pendidikan anak, serta orang tua dan sekolah harus meningkatkan komunikasi, kerjasama, meningkatkan keterlibatan pihak orang tua dalam kegiatan-kegiatan dan dalam pengambilan keputusan yang memerlukan masukan dari orang tua siswa. Hal ini sebagai sebagai salah satu upaya untuk lebih memahami karakteristik dari masing-masing siswa sehingga dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa di mata pelajaran yang lainnya juga.

DAFTAR RUJUKAN

Boyer, Carl B.1991. History of Mathematics. John Wiley and Sons, Inc.

Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Hopkins, D. 1993. A Teachers Guide to Classroom Research. Philadelpia: University Press. National Research Council. 2002. Helping Children Learn Mathematics. Mathematics Learning

Study Committee, J. Kilpatrick and J. Swafford, Editors. Center for Education, Division of Behavioral and Social Sciences and Education. Washington, DC: National Academy Press.

Prawoto. 2000. Peningkatan Partisipasi Orang Tua dalam Kegiatan Belajar Siswa Seklah Dasar. Artikel. Diunduh dari http://www/um.ac.id/jurnal

Purwanto, Ngalim. M. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Slavin, Steve. 2005. Matematika Untuk Sekolah Dasar (terjemahan). Bandung:Pakar Raya. Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press

Suryabrata, S. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: CV Rajawali. Winkel, 2005. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta : Media Abadi.

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI