SD Pertiwi 2 Kota Ternate Provinsi Maluku Utara
Abstrak : Pembelajaran secara persuasif dan mudah dipahami siswa salah satunya dengan
menggunakan power point sebagai media belajar. memang hal ini bukan hal yang baru tapi sangat berpengaruh positif bagi peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang diawali tahap perencanaan (plan), Pelaksanaan (do) dan refleksi tindak lanjut ( see) penulis mengajarkan tentang luas bangun datar. penulis mencoba untuk menggunakan media power point sebagai salah satu sumber belajar yang efektik untuk meningkatakan hasil belajar siswa kelas V (lima) Sekolah Dasar Pertiwi 2. Kota Ternate.
Pendekatan, strategi,metode dan tehnik pembelajaran merupakan istilah-istilah yang sering didengar dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran. Setiap orang yang berprofesi sebagai tenaga pendidik, baik guru,dosen maupun pelatih,pasti akan bersinggung dengan istilah-istilah tersebut dalam melakukan aktivitas pendidikannya. Namun ternyata banyak ditemui penggunaan masing-masing istilah tersebut.
Berkenaan dengan istilah di atas berikut ini penulis dapat memaparkan sedikit tentang media belajar yang penulis laksanakan dengan menggunakan power point. Suatu rancangan pembelajaran pasti menggunakan metode,model maupun teknik yang pada akhirnya untuk meningkatkan pemahaman serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada pembelajaran matematika tentang luas bangun datar selama ini penulis hannya menjelaskan secara klasikal dan memberikan tugas ke siswa untuk membawa alat peraga sederhana seperti gunting dan karton manila, pensil mistar untuk membuat bangun datar ternyata kali ini beda dengan pembelajaran yang sering penulis ajarkan dan penulis berpendapat mungkin melalui media seperti power point dapat memberikan satu motivasi tersendiri buat siswa dan bisa saja siswa senang serta mudah dipahami. Penulis yakin dan percaya bahwa suatu pembelajaran dikatan bermakna jika siswanya senang menerima pembelajaran serta merta dibarengi dengan nilai saat evaluasi juga memuaskan bagi sebagian besar siswa bahkan kalau semua nilai siswa tuntas berarti pembelajaran ini dikatan sebagai pembelajaran yang sangat bermakna.
Upaya penulis untuk melakukan pembelajaran secara persuasif dan mudah dipahami siswa salah satunya dengan menggunakan power point sebagai media belajar. memang hal ini bukan hal yang baru tapi sangat berpengaruh positif bagi peningkatan hasil belajar siswa dan penulis yakin bahwa dengan media power point siswa masih terasa nyaman dalam belajar.
Menurut Thordike, pada dasarnya belajar akan lebih berhasil apabila respon siswa terhadap suatu stimulus dapat segra diikuti dengan ras senang dan kepuasan. Dalam hal ini, rasa senang dan kepuasan tersebut diperoleh dari pujian atau hadiah yang biasanya dibeikan guru, menjadi stimulus bagi kegiatan belajar siswa selanjtnya.stimulus tang demikian disebut reinforsement.
Thondike mengemukakan 3 hukum dalam teori konksionisme. Pertama hukum kesiapan ( low readnes) yang menyatakan bahwa siswa akan lebih berhasil belajarnya apabila ia telah siap untuk melakukan kegiatan belajar. Setiap siswa cenderung ingin melakukan atau memiliki sesuatu.jika sesuatu yang dilakukan itu berhasil siswa akan merasa puas, dan selanjutnya cenrung ingin melakukan atau mengulangi kembali.kedua . hukum latihan ( low of exercise), yang menyatakan bahwa semakin sering siswa menjalin interaksi atau latihan, maka stimulus dan responya pun semakin kuat. Sementara semakin jarang berinteraksi atau latihan maka semakin lemah hubungan keduanya. Dalam hal ini, diyakini pengulangan dapat berdampak pada meningkatnya kualitas belajar siswa. Ketiga, hukum akibat (law of effect) yang menyatakan bahwa kepuasan yang lahir dari adanya ujian dan hadiah dari guru akan memberikan kepuasan bagi anak sehingga anak akan cenderung terus berusaha untuk melakukannya atau meningkatkannya lagi.secara umum Thondike mengemukakan bahwa kualitas dan kuantitas hasil belajar bergantung pada kualitas dan kuantitas hubungan stimulus dan respon (S-R).
LUAS PERSEGI PANJANG
p
l
= 12
= 5
LUAS PERSEGI PANJANG = 12 x 5 = 60
LUAS PERSEGI PANJANG = p x l LUAS PERSEGI PANJANG
t ½ t ½ t
a
PERAGA LUAS SEGITIGA
½ t a
LUAS SEGITIGA = a x ½ t
METODE
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang diawali tahap perencanaan (plan), Pelaksanaan (do) dan refleksi tindak lanjut ( see) penulis mengajarkan tentang luas bangun datar dengan hannya menjelaskan secara kontekstual melalui gambar yang penulis gambar sendiri di papan tulis namun pada tahun pelajaran 2013/ 2014 penulis mencoba untuk menggunakan media power point sebagai salah satu sumber belajar yang efektik untuk meningkatakan hasil belajar siswa kelas V (lima) Sekolah Dasar Pertiwi 2. Kota Ternate. Siswa yang ada di kels V sebanyak 35 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Ternyata setelah penulis melakukan evaluasi siswa yang mendapat nilai tuntas sebanyak 29 siswa dan hannya 6 siswa yang belum tuntas oleh karena itu secara klasikal siswa telah tuntas 82,85 % sehingga penulis menyimpulkan bahwa dengan media power point dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Pertiwi 2 Kota Ternate.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai evaluasi siswa dari siklus pertama sebelum menggunakan media power point dan setelah menggunakan media power point sebagai alat yang membuat siswa lebih paham bagaimana luas bangun datar
Dapat terlihat pada gambar berikut.
mulai dari luas persegi panjang kemudian di ajarkan konsep tentang luas persegi tiga yang dipotong ujungnya sehingga dapat membentuk persegi panjang.dapat terlihat pada langkah-langkah pada gambar berikut
Penulis menjelaskan juga pada slide berikut tentang luas segitiga dalam bentuk yang lain dapat terlihat pada gambar berikut :
t ½ t a LUAS SEGITIGA = a x ½ t t a
PERAGA LUAS SEGITIGA (bentuk lain) ½ t a t a t
LUAS JAJAR GENJANG = a . t
Kemudian penulis melanjutkan pada slide berikut tentang luas jajargenjang dan luas trapesium yang sebelumnya penulis hannya menjelaskan dengan menggambar pada papan tulis ternyata melalui power poin sebagai media siswa semakin aktif memperhatikan bahkan ada sebahgian siswa yang meminta filenya untuk lebih memperdalam materi ini di rumah. Penulis merasa senang karena ternyata dengan menggunakan media yang sekarang sedang berkembang dengan berbagai macam animasi sangat membantu penulis untuk meningkatkan pemahaman maupun meningkatkan hasil belajar siswa. Berikut ini adalah penjelasan jajar genjang dan luas trapesium serta proses animasinya pada slide power point sampai membentuk luas bangun datar.
0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00%
Jumlah siswa Jumlah siswa
Siklus II Siklus I
Dari hasil penjelasan dengan menggunakan power point sebagai media belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Pertiwi 2 Kota Ternate hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siklus pertama dengan hannya menjelaskan tanpa media belajar yang penulis lakukan dengan menggunakan gambar sederhana pada papan tulis, sedangkan pada sikluss kedua siswa yang mendapat nilai tuntas mencapai 82,85 % hal ini dapat terlihat pada tabel berikut
Tabel Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II
NO Jumlah Siswa
L P Siklus I Siklus II Persentase
Tuntas Tdk Tuntas Tuntas Tdk Tuntas Skls I Skls II
1 35 17 18 24 11 68,57 %
2 35 17 18 29 6 82,85 %
Diagram Hasil Siklus I dan II
KESIMPULAN
Berdasarkan data hasil pembelajaran diatas dapat dapat penulis simpulkan bahwa belajar yang hannya menggunakan metode ceramah saja atau hannya menjelaskan dengan apa adanya menjadikan pembelajaran tidak bermakna, sebaliknya dengan menggunakan power point sebagai media belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
DAFTAR RUJUKAN
Subanji, 2011.Matematika Sekolah dan Pembelajarannya. Jurnal Peningkatan kualitas Guru. Subanji 2011, Pembelajaran Matematika Kreatif dan Inovatif. Malang UM Press