Hasil Penelitian
Hasil penelitian tindakan kepengawasan ini dikelompokkan menjadi tiga bagian. Pertama, hasil penelitian awal yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan dasar dan pemahaman guru pada penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kedua, hasil pelaksanaan tindakan pada siklus pertama, dan ketiga hasil pelaksanaan tindakan pada siklus kedua.
Hasil penelitian tindakan yang dilakukan pada penelitian awal, penelitian siklus pertama, siklus kedua dan penelitian siklus ketiga adalah sebagai berikut :
Hasil Analisis Penelitian Awal
Sebelum guru-guru diberi tindakan selama penelitian berlangsung, terlebih dahulu dilakukan tes awal berupa kuesioner dan analisis dokumen berupa RPP yang dibuat oleh guru sebelum berlangsungnya penelitian tindakan.
Pada pra siklus ini peneliti memberikan penilaian masih rendahnya pengembangan pembuatan RPP dengan nilai rata – rata 61,40 dengan 0 orang sebesar 0% diatas 75.
Hasil Penelitian Siklus 1
Hasil penilaian pada siklus 1 menunjukkan bahwa nilai rata-rata 69,93, dan dari 8 orang guru agama ada 0 orang guru atau 0 % yang memperoleh nilai diatas nilai rata-rata 75.
Hal ini menunjukkan adanya kenaikan nilai rata-rata dari 61,40 pada penilaian awal menjadi 69,93 pada penilaian siklus 1 dengan
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017) 69 demikian ada kenaikan 8,53 atau 13,90 %. Sementara itu jumlah guru yang berada diatas nilai rata-rata 75,00 juga belum mengalami kenaikan dari 0
% pada penilaian siklus 1.
Hasil Penelitian Siklus 2
Dari hasil penilaian yang telah dilakukan terlihat ada kenaikan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Hal ini terlihat pada adanya kenaikan nilai rata-rata 74,83.
Dan persentase kemampuan guru naik menjadi 37,50 % atau 8 orang guru dari jumlah 3 orang guru yang memperoleh nilai >75,00.
Hasil Penelitian Siklus 3
Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, terlihat bahwa guru-guru sudah mendapatkan pemahaman tentang bagaimana menyusun dan mengembangkan komponen-komponen pada RPP.
Pengembangan masing-masing komponen dan hubungan antar komponen pada RPP sudah terlihat cukup baik.
Dari hasil penilaian yang telah dilakukan terlihat ada kenaikan kemampuan guru dalam menyusun RPP.Hal ini terlihat pada adanya kenaikan nilai rata-rata 83,11.
Dan persentase kemampuan guru naik menjadi 62,50 % atau 8 orang guru dari jumlah 8 orang guru yang memperoleh nilai >75,00.
Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Penilaian Kemampuan Guru Menyusun RPP Uraian Nilai
rata-rata
Jumlah guru yang berada di atas nilai rata-rata
Jumlah %
Penilaian Awal 61,40 0 0 %
Penilaian Siklus 1 69,93 0 0 %
Penilaian Siklus 2 74,83 3 37,50 %
Penilaian Siklus 3 83,11 8 100 %
Target Keberhasilan
Yang Ingin Dicapai 21,71 8 100 %
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : Pada umumnya kemampuan guru-guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri dan Swasta Balikpapan dalam menyusun dan mengembangkan Rencana
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017) 70
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih rendah. Hal ini terlihat pada penilaian awal yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan guru-guru dalam menyusun dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil penilaian awal menunjukkan bahwa nilai rata-rata 61,40. Dari 8 orang guru, yang memperoleh nilai ≥ 70 berjumlah 0 orang guru atau 0 %.
Penelitian tindakan kepengawasan yang dilakukan melalui Supervisi Akademik dengan teknik Supervisi Kelompok dapat meningkatkan kemampuan guru-guru SMA Negeri dan Swasta Balikpapan dalam menyusun dan mengembangkan komponen-komponen pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Hasil analisis data pada siklus 1 menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dibandingkan dengan penilaian awal.Nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus 1 yaitu 69,93 sementara pada penilaian awal 61,40, ini berarti ada peningkatan sebesar 8,53 atau 13,90 %.
Sementara itu jumlah guru yang memperoleh anilai ≥ 80 ada 1 orang guru atau 12,50 %, berarti ada peningkatan sebesar 12,50 % dari penilaian awal. Hasil analisis data pada siklus 2 menunjukkan ada peningkatan dari siklus1 Nilai rata-rata yang diperoleh 74,83yang berarti ada peningkatan sebesar 13,43 atau 21,90% dari hasil penilaian siklus 1.
Guru-guru yang memperoleh nilai ≥ 80 berjumlah 5 orang guru atau 62,50 % yang berarti ada kenaikan sebesar 50 % dari hasil penialain siklus 1.
Hasil analisis data pada siklus 3 menunjukkan ada peningkatan dari siklus2 Nilai rata-rata yang diperoleh 82,11yang berarti ada peningkatan sebesar 21,71 atau 35,40 % dari hasil penilaian siklus 2.
Guru-guru yang memperoleh nilai ≥ 80 berjumlah 8 orang guru atau 100 % yang berarti ada kenaikan sebesar 37,50 % dari hasil penialain siklus 2.
Peningkatan hasil penilaian pada siklus 1 maupun siklus 2 membuktikan bahwa Supervisi Akademik dengan teknik Supervisi Kelompok yang dilakukan kepada guru-guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri Balikpapan dapat meningkatkan kemampuan guru-guru SMA Negeri Balikpapan dalam menyusun dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017) 71 Dengan pembinaan oleh pengawas sekolah melalui teknik supervisi kelompok dapat mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) dengan adanya kerjasama dalam membuat atau merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran itu dengan memberikan kuisoner pada siklus 1 rata – rata nilai 6,00 atau hanya 2 orang yang 50% guru agama saja > 6,00 dan pada siklus 2 memberikan peningkatan 50% dengan nilai rata – rata 8,33 atau 4 orang dengan 100% guru agama >7,00.
SARAN
Saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut: (1) Diharap-kan kepada setiap guru untuk selalu meningkatDiharap-kan kemampuan profesionalismenya khususnya meningkatkan kemampuan menyusun dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai dasar untuk melaksanakan proses pembelajaran dalam upaya menjadi guru yang profesional. (2) Kepala sekolah hendaknya memfasilitasi guru-guru mata pelajaran sejenis untuk membentuk MGMP di sekolahnya, karena melalui MGMP di sekolah guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalisme-nya. (3) Pembinaan pengawas permata pelajaran terhadap guru mata pelajaran tertentu lebih terfokus memberikan manfaat melalui Supervisi Akademik dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru.
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas RI, 2003. Undang-Undang No. 20 tahun 2003, Tentang Sistem PendidikanNasional.
Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen Pendidikan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, 2008, Metode Teknik Supervisi.
Dirjen PMPTK Depdiknas. 2009. Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial (Bahan Belajar Mandiri Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah). Jakarta.
E. Mulyasa, 2000, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung, Remaja Rosdakarya.
_________, 2005, Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung, Remaja Rosdakarya.
_________, 2009, Praktik Penelitian Tindakan Kelas, Bandung, Remaja Rosdakarya.
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017) 72
Fred Percival dan Henry Ellington, 1988, Teknologi Pendidikan, Jakarta, Erlangga.
Ibrahim Bafadal, 2005, Dasar – dasar Manajemen dan Supervisi Taman Kanak – kanak, Jakarta, Bumi Aksara.
Iif Khoiru Ahmadi dan Sofan Amri, 2010, Strategi Pembelajaran Sekolah Berstandar Internasional dan Nasional, Jakarta, Prestasi Pustaka.
M. Ngalim Purwanto, 1998, Psikologi Pendidikan, Bandung, Remaja Rosdakarya.
_________, 2008, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung, Remaja Rosdakarya.
Mohamad Uzer Usman, 1995,Menjadi Guru Profesional, Bandung, Suar Baru.
Nana Sudjana, 2008. Penelitian Tindakan Kepengawasan Konsep dan Aplikasinya Bagi Pengawas Sekolah. Jakarta : LPP Binamitra.
Nana Syaodih Sukmadinata, 2010, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung, Remaja Rosdakarya.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 12 tahun 2007,tentang Standar Kompetensi PengawasSekolah/Madrasah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2007,tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007, tentang Standar Proses tim Penyusun Modul FKIP Unmul, 2009.Penelitian Tindakan Kepengawasan, Modul Pada Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG), Samarinda.
Piet A Sahertian, 2008, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta.
Sardiman A.M., 2001, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, Raja Grafindo Persada.
Soekartiwi dkk, 1995, Meningkatkan Rancangan Instruksional (Instructional Design) untuk Memperbaiki Kualitas Belajar Mengajar, Jakarta, Raja Grafindo Persada.
Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.
Suharsimi Arikunto, 2009, Dasar – dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta, Bumi Aksara.
_________, 2004, Dasar – dasar Supervisi, Jakarta, Rineka Cipta.
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017) 73 MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN/LAYANAN