Sikluis II Tahap Planing
HASIL PENELITIAN Siklus Pertama
Perencanaan; Di awali dengan pemberian tes awal kemudian siswa belajar sepertibiasa dan diakhir tatap muka siswa diberi soal pekerjaan rumah denganjumlah 5 soal yang terdiri 2 soal mudah, 2 soal sedang dan 1 soal sulit padasetiap pertemuan dan materi soalnya berkisar pada pelajaran yang baru dipelajari saja. Dan pada pertemuan berikutnya diberikan waktu selama 15 menit setiap pertemuan berikutnya untuk membahas soal yang tidak bisa dikerjakan selama belajar aktivitas siswa dicatat dengan menggunakan lembar observasi yang telah tersedia.
Pelaksanaan; Pada tahap ini peneliti melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan dan semuanya dapat terlaksana sebagai mana yang direncanakan. Pengamatan; Dari pelaksanaan siklus pertama didapat hasil sebagai berikut :
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017) 162
Tabel 1. Data Kesiapan Siswa Menerima Pelajaran Siklus Pertama Pertemuan
Perilaku 1 2 3 4 Jumlah Keterangan Siswa membawa buku pelajaran 36 38 37 38 149 Kriteria
benar jika siswa menguasai materi 65
% Siswa menjawab test awal dengan
benar 10 18 25 25 73
Siswa menjawab pekerjaan rumah
dengan benar 27 30 28 15 100
Tabel 2. Data Perilaku Siswa Selama Kbm Pada Siklus Pertama.
Pertemuan
Perilaku 1 2 3 4 Jumlah Keterangan Membicarakan diluar pelajaran 6 2 - - 8
Mengerjakan tugas lain di luar
belajar 2 - - - 2
Mengantuk 3 1 - - 4
Keluar masuk ruangan lebih dari
3 kali 1 - 1 - 2
Mengajukan pertanyaan 5 4 7 5 21 Menjawab pertanyaan guru / siswa 9 8 15 12 44 Memperhatikan penjelasan guru 28 35 38 38 139
Hasil pengamatan terhadap pekerjaan rumah siswa : Pada saat siswa mengerjakan pekerjaan rumah mereka banyak mengalami kesulitan dalam soal hitungan dikarenakan tidak dapat mengerjakan soal yangada ke dalam bentuk matematis dan mereka juga mengalami kesulitan saat menghitung menggunakan bilangan eksponen ternyata setelah dilakukan evaluasi pada akhir siklus satu nilai rata-rata siswa hanya mencapai 6,4.
Refleksi
Dengan melihat hasil dan akhir siklus satu ini maka peneliti merencanakan tindakan pada siklus berikutnya : Memberikan perhatian pada siswa yang tidak aktip selama KBM. Meningkatkan keberanian siswa bertanya. Melatih siswa agar dapat menterjemahkan soal kedalam bentuk matematisnya.
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017)163 Siklus kedua
Perencanaan; Pada siklus ini direncanakan tindakan yang merupakan perbaikan terhadap kekurangan pada siklus sebelumnya antara lain sebagai berikut : Memberikan arahan pada siswa yang tidak aktip dalam KBM meningkatkan keberanian siswa dalam bertanya dengan cara mewajibkan siswa dalam membuat pertanyaan pada setiap pertemuan. Pelaksanaan melibatkan siswa dalam mengerjakan contoh soal selama. Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung sehingga mereka terbiasa dalam merubah soal kedalam bentuk matematisnya.
Memberikan soal pekerjaan rumah sebanyak 5 soal terdiri 1 soal mudah, 3 soal sedang dan 1 soal sulit.
Pelaksanaan; Pada tahap ini peneliti melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan dan semuanya dapat terlaksana sebagaimana yang direncanakan. Pengamatan; Dari pelaksanaan siklus kedua didapat hasil sebagai berikut :
Tabel 3. Data Kesiapan Siswa Menerima Pelajaran Siklus Kedua Pertemuan
Perilaku 1 2 3 4 Jumlah Keterangan Siswa membawa buku pelajaran 38 38 38 38 195 Kriteria
benar jika siswa menguasai materi 65
% Siswa menjawab test awal dengan
benar 18 25 25 30 88
Siswa menjawab pekerjaan rumah
dengan benar 30 28 32 25 115
Tabel 4. Data Perilaku Siswa Selama Kbm Pada Siklus Kedua.
Pertemuan
Perilaku 1 2 3 4 Jumlah Keterangan Membicarakan diluar pelajaran 2 - - - -
Mengerjakan tugas lain di luar
belajar - - - - -
Mengantuk - - - - -
Keluar masuk ruangan lebih dari
3 kali 1 - 1 - 2
Mengajukan pertanyaan 3 5 5 10 23 Menjawab pertanyaan guru / siswa 5 10 10 12 37 Memperhatikan penjelasan guru 38 38 38 38 152
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017) 164
Hasil pengamatan terhadap pekerjaan rumah siswa : Ternyata hasil eveluasi pada berikut ini lebih memuaskan dibandingkan pada siklus sebelumnya. Hal ini dapat terjadi karena siswa yang tidak aktif pada siklus satu sudah diberikan bimbingan, kemudian selama siklus kedua inisiswa mulai mencoba berani dalam bertanya sedangkan dalam mengerjakan soal pekerjaan rumah ternyata siswa sudah mulai dapat memahami cara merubah soal menjadi bentuk matematisnya sehingga mereka dapat mengerjakan soal pekerjaan rumah dengan benar. Ternyata hasil dari evaluasi pada akhir siklus kedua nilai rata-rata siswa hanya mencapai 6,8.
Refleksi
Dari hasil yang didapat siswa dalam mengerjakan soal pekerjaan rumah terlihat jika mengerjakan soal yang banyak ternyata nilai yang didapat akan menurun, oleh sebab itulah pada siklus berikutnya peneliti nantinya pada setiap pertemuan akan mulai dengan memberi pekerjaan rumah dengan jumlah soal 10 buah dengan harapan ketika diberi soal yang banyak siswa telah terbiasa sehingga nilainya tidak mengalami perubahan yang menurun.
Siklus ketiga
Perencanaan; Berdasarkan hasil akhir pada siklus kedua maka peneliti hanya merencanakan mengubah jumlah soal yang diberikan sebanyak 10 soal yang terdiri atas 5 soal mudah, 3 soal sedang dan 2 soal sulit pada setiap pertemuan. Pelaksanaan; Pada tahap ini peneliti melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan dan semuanya dapat terlaksana sebagai mana yang direncanakan. Pengamatan; Dari pelaksanaan siklus ketiga didapat data sebagai berikut :
Tabel 5. Data Kesiapan Siswa Menerima Pelajaran Siklus Ketiga Pertemuan
Perilaku 1 2 3 4 Jumlah Keterangan Siswa membawa buku pelajaran 38 38 38 38 152 Kriteria
benar jika siswa menguasai materi 65
% Siswa menjawab test awal dengan
benar 25 30 30 29 114
Siswa menjawab pekerjaan rumah
dengan benar 30 34 33 34 131
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017)165 Tabel 6. Data perilaku siswa selama KBM pada siklus ketiga.
Pertemuan
Perilaku 1 2 3 4 Jumlah Keterangan Membicarakan diluar pelajaran - - - - -
Mengerjakan tugas lain di luar
belajar - - - - -
Mengantuk - - - - -
Keluar masuk ruangan lebih dari
3 kali - - - - -
Mengajukan pertanyaan - 7 10 12 19 Menjawab pertanyaan guru / siswa 5 31 15 15 66 Memperhatikan penjelasan guru 38 38 38 38 152
Hasil pengamatan terhadap pekerjaan rumah siswa : Setelah diberikan pekerjaan rumah dengan jumlah 10 soal pada setiap pertemuan maka di akhir siklus ketiga terlihat bahwa nilai pekerjaan rumah yang didapat tidak jauh berbeda. Setelah dievaluasi nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 7,2.
Refleksi
Dari keseluruhan siklus penelitian yang sudah dilaksanakan ternyata memang benar bahwa dengan pemberian pekerjaan rumah dengan tingkat kesukaran berjenjang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, kemudian untuk memaksimalkannya maka diperlukan penambahan tindakan kepada siswa seperti memberikan perhatian pada siswa yang tidak aktif dalam belajar serta perlu juga memperhatikan tingkat kesukaran soal dan jumlah dari pekerjaan rumah tersebut.
KESIMPULAN
Dengan telah selesainya kegiatan penelitian tindakan ini, berdasarkan data yang didapat baik data kuantitatif dan data kualitatif, peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut : Dengan perhatian pekerjaan rumah dengan tingkat kesukaran soal yang berjenjang pada setiap akhir pertemuan ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa jika dibandingkan tanpa memberikan pekerjaan rumah. Dengan memberikan perhatian berupa teguran, hukuman, dan pujian terhadap siswa ternyata dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran.
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017) 166
SARAN
Di akhir penelitian ini peneliti menyarankan: Perlu perhatian tambahan bagi siswa yang aktif maupun yang tidak aktif dalam belajar.
Bagi siswa yang aktif perlu tambahan penghargaan baik berupa pujian saat mereka menjawab benar, sedangkan untuk siswa yang tidak aktif perlu juga pendekatan tambahan agar mereka dapat mencoba memecahkan sendiri kesulitan yang mereka hadapi dan diharapkan mereka nantinya akan tuntas belajar juga. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa perlu kiranya siswa dibiasakan untuk terus berlatih mengerjakan tugas pekerjaan rumah, dan hendaklah tugas tersebut diberikan secara terus menerus.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu, Ahmad Rohani. 1990. Pengelola Pengajaran, Jakarta:
Reneka Cipta.
Depdikbud, 1983. Dinamika Kelompok. Jakarta.
Depdikbud, 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar, Jakarta: Depdikbud.
Kesumawati, Nila. 1996. PR untuk melatih keterampilan siswa sebagai suatu usaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam bidang studi Matematika. Bulletin STKIP – PGRI.
No. 23. Tahun V.
Nasution. 1982. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar.
Jakarta : BinaAksara.
Roestiyati, NK. 1985. Didaktik Metodik, Jakarta: Bina Aksara.
Sriyono. 1992. Metode Mengajar. Jakarta: Gramedia.
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 20, Nopember 2017)167 PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA KOMPETENSI DASAR MENGUBAH PUISI KE DALAM
BENTUK PROSA MELALUI MODEL DEMONSTRASI