BAB II KAJIAN PUSTAKA
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
o Hasil Penelitian. 1. Deskripsi Siklus I
a. Perencanaan.
Berdasarkan hipotesis tindakan dan identifikasi masalah, maka peneliti menyusun rencana perbaikan pembelajaran dengan menerapkan metode drill yang bertujuan agar siswa menjadi lebih aktif dan paham terhadap materi yang disampaikan. Sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan prestasi belajar siswa dapat meningkat. Selanjutnya peneliti bersama guru melakukan langkah- langkah sebagai berikut:
1) Merencanakan proses pelaksanaan metode drill pada pembelajaran Al-qur’an Hadits materi pokok membaca huruf-huruf hijaiyah sesuai makhrajnya dengan materi huruf tenggorok pada siswa kelas I MI YASPI Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. 2) Mengembangkan skenario pembelajaran dengan membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 3) Menyiapkan sumber belajar. 4) Menyusun lembar keija siswa. 5) Mengembangkan format penilaian.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini pelaksanaan tindakan siklus I ini, guru Melakukan kegiatan yang telah disusun dalam skenario pembelajaran (RPP). Adapun pelaksanaan tindakan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Hari, Tanggal Selasa, 6 Januari 2015
Waktu Pukul 09.15-10.15 WIB.
Materi Pengertian Makharajul Huruf dan Membaca Huruf - huruf tenggorok
Kegiatan awal pembelajaran yaitu, guru masuk ke kelas I pada pukul 09.15 dengan mengucapkan salam kepada siswa, dan siswa menjawab salam. Kemudian guru mengajak siswa berdo’a bersama yang selanjutnya membuka pembelajaran dengan menjelaskan materi yang akan dipelajari, yakni tentang makhrajnya huruf. Setelah guru memberikan apersepsi dengan pertanyaan sebagai berikut:
1) Guru menanyakan kepada siswa : “Siapa yang mengetahui apa itu huruf tenggorok?”
Karena anak tidak mengerti huruf tenggorok, giuri menjelaskan bahwa huruf tenggorok adalah huruf yan keluar dari tenggorokan.
2) Bacalah huruf itu, £, C» t»C
Guru menunjukkan kartu huruf tersebut secara bergantian, secara acak mengambil kartu huruf, kemudian huruf yang didapatkannya dibacakan dan untuk siswa yang lain memperhatikan dan
mendengarkan. Ketika bacaan siswa kurang sesuai dengan makhrajnya huruf guru membimbing, dengan metode drill guru meminta siswa mengulang-ulang bacaan huruf tersebut, sehingga siswa mampu membaca huruf sesuai makhrajnya.
3) Secara klasikal, siswa dalam menjawab huruf kartu tersebut, dapat diamati bahwa siswa belum mampu melafadzkan <=■, £, c dengan
benar.
Kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan yaitu diharapkan setelah selesai pembelajaran siswa dapat membaca huruf tenggorok dengan benar dan fasih.
Pada kegiatan ini, guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan metode drill, serta membagi siswa menjadi 3 (tiga) kelompok sesuai urutan duduk :
a) Kelompok I terdiri dari 5 siswa b) Kelompok II terdiri dari 5 siswa c) Kelompok III terdiri dari 5 siswa
Dalam menjelaskan materi-materi pembelajaran, guru \ menggunakan metode gambar makhraj huruf yang sudah ditempel
di papan tubs, guna memperjelas materi pembelajaran. Adapun periapan dengan metode drill dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Guru merberikan contoh cara membaca huruf-huruf tenggorok dengan gambar makhraj tenggorok, secara klasikal siswa mengikuti bacaan tersebut.
b) Guru meminta siswa untuk mengikuti contoh cara membaca huruf tenggorok secara berkelompok.
Setelah guru dan siswa bersama-sama melafadzkan huruf tenggorok, dilanjutkan dengan tanya jawab menggunakan metode drill atau latihan. Dalam penerapan metode drill langkah-langkah yang dilakukan adalah:
1) Guru menempel alat peraga huruf-huruf tenggorok (* , £, c,
1 1
)2) Secara berkelompok siswa membaca huruf-huruf tenggorok. 3) Kelompok yang membaca diacak oleh guru. Urutan maju
adalah kelompok IV, kelompok II, kelompok III dan yang terakhir adalah kelompok I.
Karena kemungkinan ada yang belum faham, belum bisa, untuk itu guru mempersilahkan kepada siswa untuk bertanya tentang kesulitan dalam menerima materi tersebut. Adapun beberapa pernyataan antara lain :
Ari : ” Ibu Guru, bagaimana cara pelafalan £ kok sulit sekali Guru : pelafalan huruf £ sama dengan menirukan suara
kerbau, coba anak-anak tirukan suara kerbau, ”ngaa” Kemudian guru mendemonstrasikan dan Farhan menirukan.
Luna : ’’Ibu, cara membaca huruf £ kok sulit sekali, sampai gatal tenggorokan saya”.
Guru : ’’Dalam membaca huruf £ rasakan getarannya pada pangkal tenggorokan (sambil menunjukkan letak pangkal tenggorokan). Cara merasakan pertama-tama mugkin bisa dipegang tenggorokan bagian luar, namun bisa juga cukup dengan dirasakan. Coba tirukan ibu”.
Guru memberikan contoh melafadzkan huruf tersebut.
Pada akhir kegiatan pembelajaran guru memberikan tes formatif secara individual, tes diberikan dalam bentuk tes lisan. Dalam hal ini guru langsung memberikan penilaian dan analisis setelah tes formatif selesai, guru mengklasifikasikan dan memberikan apersepsi (pujian) terhadap seluruh siswa dan kemudian menutup pelajaran dengan membaca hamdalah dan kafarotul majelis bersama-sama,
c) Observasi kegiatan dan Analisis Hasil Tindakan
Dalam penelitian ini aktivitas siswa dan guru diamati secara cermat dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Adapun hasil observasi tersebut dapat dilihat dalam lampiran, sedangkan hasil proses belajar dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 4.1.
Hasil Nilai Prestasi Belajar Siklus I Membaca Huruf-huruf Hijaiyah Tenggorok
No. Nama Siswa Nilai
100 1 Ari Triananto 75 2 Dafit 70 3 Abdul Hamid 75 4 Luna 70 5 Fandi Setiawan 74 6 Riski Budiyanto 65 7 Dewi Purwanti 74 8 Keyza Nuraini 78 9 Velisa 74 10 Atour Rohm an 70 11 Saepudin 75 12 Nadia 75 13 Ashila 76 14 Aditya Setiawan 75 15 Ari wibowo 70 Jumlah 1.095 Keterangan:
Komponen penilaian membaca huruf tenggorok :
Rentang nilai Keterangan
9 0 -1 0 0 fasih 7 0 - 8 9 kurang fasih 5 0 - 6 9 tidak fasih
0 tidak mampu membaca huruf hijaiyah
Sebelum melakukan penghitungan dengan persentase, terlebih dahulu menghitung rata-rata n ilai;
jumlah nilai yang ada Rata -rata nilai =
---jumlah siswa
Jadi rata-rata nilai pada siklus I adalah :
M = 1095 15
= 73 (rata-rata kurang fasih)
Setelah diketahui nilai rata-rata, langkah selanjutnya yaitu menentukan persentase. P=_E_ x 100 % N =
1
_ x 100 % 15 = 46,67 %Tabel 4.2
Analisis Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah Tenggorok Siklus I
No. Nilai Jumlah Siswa Tuntas Belum Tuntas
1 50 - 5 4 0 2 55 - 5 9 0 3 60 -64 0 4 65 - 6 9 1 5 70 - 7 4 8 6 75 - 7 9 6 V V 7 80 - 8 5 0 V S 8 85 - 8 9 0 9 90 - 9 4 0 10 95 -1 0 0 0 Jumlah Total 15 7 8 Gambar 4.1
d) Refleksi
Dari analisis siklus I pada table 4.1, menunjukkan bahwa ketuntasan belajar membaca huruf-huruf hijaiyah yang keluar dari tenggorok 46,67% (7 siswa mencapai ketuntasan) dan 53,33% (8 siswa belum mencapai ketuntasan).
Sebanyak 15 siswa kurang fasih dalam membaca huruf tenggorok, terutama huruf t , t Z hal ini disebabkan karena pemahaman siswa masih kurang, maka metode drill di tingkatkan dengan melakukan berulang-ulang hingga siswa mampu mengucapkan dengan benar.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkatan materi siswa belum mencapai standar ketuntasan, maka penelitian dilanjutkan pada tahap siklus II.
2. Deskripsi Siklus II a. Perencanaan
Pada siklus II ini peneliti membuat rencana perbaikan dengan pembelajaran yang merupakan kelanjutan dari siklus I, peneliti juga merencanakan akan melaksanakan perbaikan dengan mengaktifkan siswa serta memberikan variasi-variasi kecil agar huruf tidak jenuh dan proses pembelajaran menarik.
Peneliti menyusun kembali skenario pembelajaran (RPP) dan soal tes siklus II. Peneliti juga mengupayakan untuk memberikan
penjelasana dan mendemonstrasikan lebih jelas dan memberikan tugas pada siswa yang belum mencapai ketuntasan,
b. Tindakan
Tindakan siklus II ini, peneliti lebih menekankan pada penjelasan materi yang belum jelas. Hasil analisis siklus menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum fasih melafadzkan huruf tenggorok dengan benar. Sehingga dalam pelaksanaan tindakan ini harus jelas ketika memberikan contoh huruf-huruf lidah.
Skenario pembelajaran siklus II sama halnya dengan siklus I, hanya saja berbeda dalam pengorganisasian kelas dan jenis huruf hijaiyah yang dipelajari.
Adapun deskripsi pelaksanaan tindakan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Hari, Tanggal Selasa, 13 Januari 2015
Waktu Pukul 09.15-10.15 WIB.
Materi Huruf-huruf lidah.
Setelah membaca basmalah guru mempraktekkan peraga huruf hijaiyah apersepsi dengan pertanyaan sebagai berikut:
1) Ada berapa huruf lidah itu? Sebutkan!
2) Secara klasikan siswa menjawab 17, namun dalam
menyebutkan macam hurufnya hanya ada satu siswa yang menjawab benar.
Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan metode drill yan lebih menekankan pada materi huruf lidah. Adapun pengelompokannya siswa dibagi menjadi 3 kelompok, yakni:
1) Kelompok I terdiri dari 5 siswa 2) Kelompok II terdiri dari 5 siswa 3) Kelompok III terdiri dari 5 siswa
Dalam ketiga kelompok tersebut, masing-masing kelompok berlatih secara berulang-ulang untuk melafadzkan huruf lidah. Untuk menghindari kesalahpahaman, guru meminta siswa untuk melafadzkan kembali secara klasikal, kemudian mempersilahkan siswa untuk bertanya. Adapun pertanyaan yang diutarakan adalah sebagai berikut:
R iski: “Bu Guru, saya masih bingung cara membedakan huruf Syin dengan Sa.”
Guru : “Jika huruf Sin seperti kita mengucapkan isin-isin, jika syin seperti kita sedang mengusir ayam, syah... syah... coba ditirukan.”
Riski menirukan dengan bantuan guru.
Pada akhir kegiatan pembelajaran guru memberikan tes formatif secara individual dalam bentuk tes lisan. Dalam hal ini guru langsung memberikan penilaian dan analisis. Setelah tes formatif selesai guru mengklasifikasikan dan memberikan apersepsi pujian
langsung memberikan penilaian dan analisis. Setelah tes formatif selesai guru mengklasifikasikan dan memberikan apersepsi pujian terhadap seluruh siswa dan kemudian menutup pembelajaran dengan membaca hamdalah dan membaca do’a pulang sekolah bersama-sama. c. Observasi Kegiatan dan Analisis Hasil Tindakan
Tabel 4.3
Hasil Nilai Membaca Huruf-huruf Lidah Siklus II
No. Nama Siswa Nilai
1 Ari Triananto 78 2 Dafit 72 3 Abdul Hamid 78 4 Luna 75 5 Fandi Setiawan 74 6 Riski Budiyanto 70 7 Dewi Purwanti 76 8 Avelisa 75 9 Keyza Nuraini 80 10 Attour Rohman 73 11 Saefiidin 76 12 Nadia 80 13 Ashila 80 14 Adit Setiawan 80 15 Ari Wibowo 73
6 7 5 - 7 9 6 ~~T~ 7 8 0 -8 5 4 V 8 8 5 - 8 9 0 9 9 0 - 9 4 0 10 9 5 -1 0 0 0 Jumlah Total 15 10 5
Selanjutnya untuk melihat seberapa besar tingkat pencapaian prestasi belajar membaca huruf hijaiyah pada siklus II dapat dilihat pada grafik 4.2.
Gambar 4.2
y
d. Refleksi
Dari analisis siklus II pada table 4.3 menunjukkan bahwa ketuntasan belajar membaca huruf hijaiyah tenggorok mencapai 66,67% (10 siswa) dan 33,33% (5 siswa) belum mencapai ketuntasan . Banyak siswa yang tidak fasih dalam membaca huruf-huruf lisan/lidah yaitu <j-, 4, j , j hal ini disebabkan karena faktor pertumbuhan gigi, terutama gigi depan belum tumbuh, bahkan ada beberapa siswa yang giginya rusak, maka hal yang terpenting adalah penjelasan tentang cara membaca huruf ujung lidah tersebut lebih ditekankan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penguasaan materi belum mencapai standar ketuntasan sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus III.
3. Deskripsi Siklus III
Siklus III dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: a. Perencanaan
Siklus III ini, peneliti mengidentifikasi masalah-masalah khusus yang dialami pada siklus sebelumnya. Kemudian menentukan alternatif pemecahan masalah, sehingga nantinya peneliti dapat mengembangkan program tindakan kerja. Dari rangkaian inilah peneliti dapat mengetahui perkembangan siswa dalam peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran al quran hadits materi membaca huruf-huruf hijaiyah bibir.
b. Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilaksnakan pada tahap ini yaitu pengembangan rencana tindakan III dengan melaksanakan upaya lebih meningkatkan prestasi belajar dalam kegiatan proses pelaksanaan metode drill pada mata pelajaran Al-quran Hadits materi pokok membaca huruf hijaiyah bibir yang telah direncanakan.
Adapun deskripsi rencana tindakan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Hari,tanggal Selasa, 20 Januri 2015 Waktu Pukul 09.15-10.15 WIB.
Materi Pengertian huruf bibir dan membaca huruf-huruf bibir.
Setelah membaca basmalah dan do’a bersama, uru melakukan apersepsi dengan menugaskan beberapa siswa untuk melafadzkan huruf-huruf tenggorok dan lidah, dalam mempraktekkan membaca huruf-huruf tenggorok dan lidah tersebut guru melihat apakah siswa sudah benar dalam pengucapannya atau belum. Setelah melakukan apersepsi tersebut guru menilai perkembangan siswa dalam melafadzkan huruf yang sesuai. Beberapa siswa yang dianggap kurang pas dikelompokkan dengan siswa yang sudah pas pelafalannya.
Kemudian meminta siswa yang sudah bisa untuk mengajari siswa yang belum bisa melafadzkan dengan sempurna.
Guru dan siswa melafadzkan huruf-huruf dua bibir (O**--) a) Huruf bibir dalam bawah dengan ujung gigi depan atas.
Hurufiiya ada 1 (satu) yaitu
Bunyi hurufiiya <-• Seperti bunyi huruf pada kata-kata : faqih, faris, faisal.
b) Huruf antara dua bibir
Hurufiiya ada 3 (tiga) yaitu : ^ j
Bunyi huruf f dari antara dua bibir seperti bunyi huruf m pada kata : mama, maju, malik.
Bunyi huruf m seperti huruf b pada kata-kata : baru, baju,
bayi.
Bunyi huruf j seperti huruf w pada kata-kata : wali, wafa. (Asy’ari, 1987,hlm.46-48).
Setelah siswa dianggap mampu melafadzkan dengan baik, guru melanjutkan materi huruf bibir dengan metode drill dengan menggunakan kartu huruf warna wami, kemudian meminta siswa yang expert di kelompok tersebut untuk memberikan latihan kepada siswa yang belum mampu.
Pada akhir pembelajaran, siswa diberikan tes formatif secara lisan untuk membaca huruf-huruf hijaiyah, kemudian merefleksikan hasil dari proses pembelajaran. Kemudian diakhiri dengan siswa menutup pelajaran dengan panduan guru.
c. Observasi dari Analisis Hasil Tindakan
Secara lengkap hasil membaca huruf hijaiyah bibir bisa dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 4.5
Hasil Nilai Membaca Huruf - huruf Hijaiyah Bibir pada siklus III
No. Nama Siswa Nilai
1 Ari Triananto 80 2 Dafit 78 3 Abdul Hamid 83 4 Luna 82 5 Fandi Setiawan 75 6 Riski Budiyanto 85 7 Dewi Purwanti 78 8 Avelisa 78 9 Keyza Nuraini 82 10 Attour Rohm an 89 11 Saefiidin 79 12 Nadia 84 13 Ashila 82 14 Adit Setiawan 84 15 Ari Wibowo 79 Jumlah nilai 1.218
Dari table diatas, dapat dihitung rata-rata pencapaian hasil belajar huruf-huruf hijaiyah bibir dengan rumus :
jumlah nilai yang ada Rata-rata nilai =
---jumlah siswa
Jadi rata-rata nilai pada siklus III adalah : 1.218
M = ---15
= 81,2(rata-rata kurang fasih)
Setelah menghitung rata-rata kemudian menghitung persentase :
p = ^ \ 100% N 15 = --- x 100% 15 = 100%
Secara lengkap hasil analisis siklus III dapat dilihat dalam table 4.6
Analisis Ketuntasan Belajar Membaca Guruf-huruf Hijaiyah Bibir
No. Nilai Jumlah Siswa Tuntas Belum Tuntas
1 5 0 - 5 4 0
2 5 5 - 5 9 0
3 60 -64 0
5 7 0 - 7 4 0 6 7 5 - 7 9 6 V 7 8 0 -8 5 7 V 8 8 5 - 8 9 2 V 9 9 0 - 9 4 0 10 95 - 100 0 Jumlah Total 15 15
Selanjutnya untuk melihat seberapa besar tingkat pencapaian prestasi belajar membaca huruf-huruf hijaiyah bibir pada siklus III dapat dilihat dalam grafik 4.3.
2 5 5 - 5 9 0 3 60-64 0 4 6 5 - 6 9 0 5 7 0 -7 4 0 6 7 5 - 7 9 6 V 7 8 0 -8 5 7
v
8 8 5 - 8 9 2v
9 9 0 -9 4 0 10 9 5 -1 0 0 0 Jumlah Total 15 15Selanjutnya untuk melihat seberapa besar tingkat pencapaian prestasi belajar membaca huruf-huruf hijaiyah bibir pada siklus III dapat dilihat dalam grafik 4.3.
aktifitas siswa lebih terarah dan terkondisikan dengan perhatian yang cukup penuh dari guru.
Observasi yang dilakukan oleh rekan guru yang bertindak sebagai observer menyatakan bahwa aktifitas guru cukup baik pada siklus I, II, dan III. Hal ini dipandang sesuai dengan kenyataan. Aktivitas guru banyak berfungsi sebagai fasilitator yang melayani para siswa dalam menjelaskan konsep pembelajaran.
Hal ini dapat dibuktikan dengan skor rata-rata kelas siklus I 46,67%. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 20% menjadi 66,67%. Pada siklus III mengalami peningkatan sebesar 33,33% menjadi 100%. Hal ini berarti teijadi peningkatan dari pra tindakan ke siklus I lalu ke siklus II kemudian teijadi peningkatan yang cukup besar pada siklus III. Perbandingan ini cukup sampai pada siklus III karena pada siklus tersebut sudah mencapai ketuntasan kriteria minimal atau kriteria pencapaian, oleh karena itu siklus dihentikan.
BABY