• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI KOTA MEDAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Temuan-temuan

Sosial Ekonomi

Hasil dari survei dan wawancara langsung dengan penghuni perumahan terdapat berbagai macam jenis penghasilan yang digolongkan menjadi 4, yaitu :

a. Penghasilan Tinggi ( Rp 3.000.000,00 - Rp 5.000.000,00) , lebih dari Rp 5.000.000,00

b. Penghasilan Menengah ( Rp 1.100.000,00 - Rp. 3.000.000,00) c. Penghasilan Rendah (Rp 550.000,00 - Rp. 1.000.000,00)

514 Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara d. Lainnya ( termasuk pensiunan dan ibu rumah tangga)

Tabel 1. Tabel Jenis Penghasilan dan Frekuensinya

Rentang Penghasilan Frekuensi

Tinggi (3 - >5) juta 61 Menengah (1 - 3) juta 18 Rendah (500 ribu - 1 juta) 10 Lainnya (pensiunan) 9

Total 98

Gambar 2. Diagram Pie Frekuensi Penghasilan

Dari hasil diagram pie di atas menjelaskan bahwa penghuni berpenghasilan tinggi lebih banyak menjadi responden dibandingkan penghasilan lainnya dalam penelitian. Sosial Budaya

Hasil dari survei dan wawancara langsung dengan penghuni perumahan, terdapat beberapa agama dan etnis. yaitu :

a. Agama :  Islam  Kristen  Buddha

Khalimah Lubis Khairina Qisthia Dwira Nirfalini Aulia Tipologi Karakteristik Sosial Penghuni

Perumahan Terencana di Kota Medan

Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara 515

Tabel 2. Tabel Jenis Agama dan Frekuensinya

Agama Frekuensi

Islam 74

Kristen 11

Buddha 13

Total 98

Gambar 3. Diagram Pie Frekuensi Agama

Dari hasil diagram pie di atas menjelaskan bahwa penghuni beragama Islam lebih banyak menjadi responden dibandingkan agama lainnya dalam penelitian.

b. Etnis :  Jawa  Batak  Konghucu

 Lainnya (Melayu, Aceh, Padang)

Tabel 3. Tabel Jenis Etnis dan Frekuensinya

Etnis Frekuensi

Jawa 33

Konghucu 13

516 Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Etnis Frekuensi

Lainnya (Padang,

Melayu, Aceh) 19

Total 98

Gambar 4. Diagram Pie Frekuensi Etnis

Dari hasil diagram pie di atas menjelaskan bahwa penghuni Etnis Jawa dan Etnis Batak lebih banyak menjadi responden dibandingkan etnis lainnya dalam penelitian.

Tabel 4. Analisa Crosstab Aktivitas Berdasarkan Penghasilan Penghuni Perumahan

Aktivitas Penghasilan

Tinggi Menengah Rendah Lain-nya

Istirahat 67 20 15 4 Berkumpul dengan Keluarga 24 5 3 2 Bersantai 28 9 2 - 17-Agu 45 12 7 9 Mengerjakan Pekerjaan Rumah 19 10 4 5 Jalan Pagi 6 3 1 1 Lomba Karaoke 14 - - - Jalan Santai 12 - - 1 Nonton 13 4 1 1 Pergi ke Tempat Objek 26 2 1 1

Khalimah Lubis Khairina Qisthia Dwira Nirfalini Aulia Tipologi Karakteristik Sosial Penghuni

Perumahan Terencana di Kota Medan

Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara 517

Aktivitas Penghasilan

Tinggi Menengah Rendah Lain-nya

Wisata/Liburan Dirumah aja 20 2 2 4 Gotong Royong 8 12 10 6 Main Voli,Badminton (Olahraga Sendiri-sendiri) 3 6 8 2 Dll 31 1 1 3 Tidak Ada 23 11 7 11 Total 339 97 62 50

Dari hasil analisis aktivitas berdasarkan penghasilan penghuni perumahan, istirahat menjadi aktivitas terbanyak yang dilakukan penghuni saat berada di rumah. Adapun aktivitas terbanyak yang ada di dalam perumahan yaitu acara 17 Agustus dan gotong royong.

Tabel 5. Analisa Crosstab Kegiatan Budaya Berdasarkan Penghasilan Penghuni Perumahan

Kegiatan Budaya

Penghasilan

Tinggi Menengah Rendah Lainnya

Di Rumah

178 63 38 23

Tiap Agama Berbeda

24 - - 7 Wirid 33 4 5 2 Gedung 19 3 - 3 Di Mesjid 54 7 11 6

Dibantu dengan Panitia STM

20 7 7 - Isra MIraj 23 7 4 2 Pengajian 8 3 3 3 Di Gereja 11 - - 8 1 Muharram 9 3 2 1

Mengundang Anak Yatim

9 3 3 -

Memberi Angpau

9 3 - -

Di Rumah Duka

10 3 - -

DI Rumah Ibadah (Datuk)

18 3 - -

Kebaktian

518 Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Kegiatan Budaya

Penghasilan

Tinggi Menengah Rendah Lainnya

Dll(Tepung Tawar, Naik Haji, Dikantor, Arisan, Menyolatkan

Jenazah, Buka Puasa, Maulid, Pertama Puasa) 18 2 - 2 Tidak Ada 25 15 7 Total 476 126 80 57

Dari hasil analisis kegiatan budaya berdasarkan penghasilan penghuni perumahan, di rumah menjadi pilihan terbanyak saat mengadakan acara rutin maupun tidak rutin di dalam perumahan. Dan acara yang yang sering dilakukan di dalam perumahan yaitu wirid.

Tabel 6. Analisa Crosstab Aktivitas Berdasarkan Agama dan Etnis Penghuni Perumahan

Aktivitas Agama Etnis

Islam Kristen Buddha Jawa Batak Konghucu Lainnya

Istirahat 93 9 18 50 31 18 20 Berkumpul dengan Keluarga 26 7 7 9 15 7 7 Bersantai 26 - 13 9 4 13 15 17 Agustus 50 12 14 26 25 14 9 Mengerjakan Pekerjaan Rumah 26 5 9 16 13 9 1 Jalan Pagi 5 - - - 3 - 3 Lomba Karaoke 15 1 - 8 7 - 1 Jalan Santai 14 1 - 9 5 - 1 Nonton 18 1 5 3 8 5 8

Pergi ke Tempat Objek

Wisata/Liburan 29 3 1 16 12 1 4 Dirumah aja 10 - - 5 3 - 1 Gotong Royong 35 4 - 16 16 - 7 Main Voli,Badminton (Olahraga Sendiri-sendiri) 17 1 - 5 6 - 7 Dll 20 2 2 9 8 2 8 Tidak Ada 38 10 3 18 21 3 8 Total 422 56 72 199 177 72 100

Khalimah Lubis Khairina Qisthia Dwira Nirfalini Aulia Tipologi Karakteristik Sosial Penghuni

Perumahan Terencana di Kota Medan

Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara 519

Dari hasil analisis aktivitas berdasarkan etnis dan agama penghuni perumahan, istirahat menjadi aktivitas terbanyak yang dilakukan penghuni saat berada di rumah. Dan pada penghuni yang sudah pensiunan bersantai menjadi pilihan terbanyak juga. Adapun aktivitas terbanyak yang ada di dalam perumahan yaitu acara 17 Agustus dan gotong royong.

Tabel 7. Analisa Crosstab Kegiatan Budaya Berdasarkan Agama dan Etnis Penghuni Perumahan

Kegiatan Budaya Agama Etnis

Islam Kristen Buddha Jawa Batak Konghucu Lainnya

Di Rumah 243 23 22 118 88 22 60 Tiap Agama Berbeda 20 20 - 12 26 - 2

Wirid 44 - - 24 10 - 12

Gedung 20 5 7 10 12 7 3

Di Mesjid 63

- - 25 17 - 18

Dibantu dengan Panitia STM 36 - - 12 10 - 14

Isra MIraj 37 - - 18 12 - 7

Pengajian 17

- - 10 8 - -

1 Muharram 11

- - 9 2 - 2

Mengundang Anak Yatim 12 - - 7 4 - 3

Di Gereja - 18 - - 18 - -

Kebaktian - 4 - - 4 - -

Memberi Angpau - - 13 - - 13 -

Di Rumah Duka 1 - 13 1 - 13 -

DI Rumah Ibadah (Datuk) - - 17 - - 17 -

Dll(Tepung Tawar, Naik Haji, Dikantor, Arisan, Menyolatkan Jenazah, Buka Puasa, Maulid,

Pertama Puasa)

28 - - 13 8 - 3

Tidak Ada 39 3 21 17 12 21 14 Total 571 73 93 276 231 93 138

Dari hasil analisis kegiatan budaya berdasarkan agama dan etnis penghuni perumahan, di rumah menjadi pilihan terbanyak saat mengadakan acara rutin maupun tidak rutin di dalam perumahan. Acara rutin yang sering dilakukan di dalam perumahan tersebut yaitu wirid.

520 Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Hasil Penelitian

Sosial Ekonomi

a. Dari hasil analisis aktivitas berdasarkan penghasilan penghuni perumahan, istirahat menjadi aktivitas terbanyak yang dilakukan penghuni saat berada di rumah. Penghuni perumahan membuat rumah menjadi tempat untuk menghilangkan penat dan berkumpul bersama keluarga setelah melakukan aktivitas di luar rumah. Adapun aktivitas terbanyak yang ada di dalam perumahan yaitu acara 17 Agustus dan gotong royong. Acara-acara yang dilakukan masih termasuk dalam kegiatan untuk meramaikan lingkungan yang ada di dalam perumahan. Acara tersebut membuat lingkungan perumahan menjadi membaur dan mengenal antara sesama penghuni.

b. Dari hasil analisis kegiatan budaya berdasarkan penghasilan penghuni perumahan, di rumah menjadi pilihan terbanyak saat mengadakan acara rutin maupun tidak rutin di dalam perumahan. Acara rutin yang sering dilakukan di dalam perumahan yaitu wirid. Diadakannya acara rutin tersebut di rumah membuat tetangga berdatangan dan mengenal satu sama lain, dan ada juga dari beberapa yang datang sebelum acara untuk membantu menyiapkan perlengkapan dan menyiapkan makanan. Hal ini menambah kekerabatan yang akan terjalin di dalam penghuni perumahan.

Sosial Budaya

a. Dari hasil analisis aktivitas berdasarkan etnis dan agama penghuni perumahan, istirahat menjadi aktivitas terbanyak yang dilakukan penghuni saat berada di rumah. Dan pada penghuni yang sudah pensiunan bersantai menjadi pilihan terbanyak juga. Adapun aktivitas terbanyak yang ada di dalam perumahan yaitu acara 17 Agustus dan gotong royong. Kegiatan yang dilakukan dapat membantu dalam berhubungan dan penyesuaian di dalam perumahan. Saling mengenalnya antara tetangga dan kepeduliaan yang timbul akan membuat perumahan menjadi lebih aman karena saling melihat dan melindungi kalau ada orang asing yang memasuki rumah di dalam penghuni perumahan.

b. Dari hasil analisis kegiatan budaya berdasarkan etnis dan agama, di rumah menjadi pilihan terbanyak saat mengadakan acara rutin maupun tidak rutin di dalam perumahan. Acara rutin yang sering dilakukan tersebut yaitu wirid. Kegiatan yang dilakukan banyak yang melibatkan banyak penghuni di dalam perumahan sehingga dapat menjalin hubungan yang baik antara tetangga. Penghuni perumahan yang saling membantu akan membuat antara penghuni perumahan menjadi harmonis.

Khalimah Lubis Khairina Qisthia Dwira Nirfalini Aulia Tipologi Karakteristik Sosial Penghuni

Perumahan Terencana di Kota Medan

Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara 521

Menganalisis Teori-Teori yang Berhubungan dengan Penelitian Analisis hasil penelitian dengan teori yang berkaitan :

a. Berdasarkan hasil survei dan analisis aktivitas berdasarkan sosial ekonomi dan sosial budaya penghuni perumahan, istirahat menjadi aktivitas terbanyak yang dilakukan penghuni saat berada di rumah. Dan untuk kegiatan budaya acara wirid menjadi kegiatan yang sering dilakukan di dalam perumahan. Kegiatan seperti wirid dan pengajian di dalam perumahan membuat di antara penghuni perumahan menjadi lebih dekat dan membaur. Hal ini berkaitan dengan Teori Bourne (1978) dalam Relly Marselina dan Mussadun (2014), “perilaku individu dalam menentukan dan memilih suatu keputusan dipengaruhi juga oleh kondisi sosial individu tersebut dan kemampuan ekonomi. Kondisi sosial individu dapat berupa usia, mata pencaharian, tingkat pendidikan, dan jumlah anggota keluarga”. Teori ini juga berkaitan dengan memilih dan menentukan keputusan yang dipengaruhi oleh kondisi sosial individu dan kemampuan ekonomi. Kondisi sosial seperti jumlah anggota keluarga banyak yang menempati hunian akan memilih rumah yang luas. Begitu pula dengan kemampuan ekonomi, semakin tinggi pendapatan individu semakin besar pula keinginan untuk memiliki hunian yang nyaman dan aman.

Menganalisis teori-teori yang berhubungan di dalam penelitian :

a. (Akinyode, 2015) mengatakan “Kondisi ekonomi yang berbeda-beda membuat adanya klasifikasi perumahan seperti perumahan kelas atas, menengah dan bawah. Didukung dari kondisi fisik perumahan dan status sosial lingkungan, sehingga walaupun jaraknya terhadap pusat kota sama, tetapi harganya akan berbeda”. Teori ini berkaitan dengan kemampuan ekonomi yang berbeda-beda sehingga membuat adanya klasifikasi. Contohnya semakin tinggi pendapatan individu semakin besar pula keinginan untuk memiliki hunian yang nyaman dan aman dan sebaliknya. Sehingga ada nya pembagian perumahan kelas atas, menengah dan bawah.

b. Menurut E.B. Tylor (1974), “bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa sosial budaya memang mengacu pada kehidupan bermasyarakat yang menekankan pada aspek sosial, etnis dan agama”. Teori ini terbukti bahwa sosial budaya mengacu pada kehidupan bermasyarakat karena pada perumahan terdapat banyak jawaban yang memilih acara-acara keagamaan. Seperti agama Islam memilih acara seperti Isra Miraj dan Wirid untuk mempererat persaudaraan dan sebagai adat istiadat yang turun temurun diwariskan. Dan juga diadakan gotong royong sebagai aspek sosial yang mendukung terjalinnya persaudaraan.

522 Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan teori yang telah dianalisis, didapatkan dua karakteristik sosial penghuni perumahan terencana yaitu sosial ekonomi dan sosial budaya. Berdasarkan jenis karakteristik sosial tersebut telah didapatkan juga pola perilaku dan gaya hidup penghuninya. Adapun faktor yang paling mempengaruhi terhadap perilaku dan gaya hidup dalam penelitian ini yaitu faktor sosial budaya. Hal ini dikarenakan masih banyaknya kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial yang rutin dilakukan seperti wirid, pengajian dan kebaktian di dalam perumahan dan didukung dengan lokasi perumahan yang tidak berada di Kawasan Kota Medan.

DAFTAR PUSTAKA

Akinyode, Babatunde Femi., Hayat Khan, Tareef., & Sani Bin Hj Ahmad, Abdullah. 2015. “Socio-Economic Factors in Measuring the Demand for Resindential Neighbourhood in Nigeria.” Canadian Center of Science and Education doi: 10.5539/ass.v11n12p235.

Dahl, Michael S. , and Sorenson, Olav. 2010. “The Social Attachment to Place.” Social Forces 89(2)633-658.

Marselina, Really dan Mussadun. 2014. “Tipologi Rth Privat Berdasarkan Preferensi Penghuni Di Perumahan Terencana Dan Perumahan Tidak Terencana (Studi Kasus: Kelurahan Gedawang Kota Semarang)”. Jurnal Teknik PWK Volume 3 Nomor 4.

Rapoport, Amos. 1977. “Human Aspect of Urban Form, Towards a Man-Environmental Approach to Urban Form and Design.” Great Britain : A.Wheaton & Co. Exeter.

Ronald, Arya. 2005. “Nilai-nilai Arsitektur Rumah Tradisional Jawa.” Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sinulingga, Sukaria. 2011. “Metode Penelitian.” Medan : USU Press.

Turner, John F. 1976. “Housing By People – Towards Autonomy In Building Environments”. London : Marion Boyars Publishers Ltd.

Tylor, E.B. 1974.” Primitive Culture: researches into the development of mythology, philosophy, religion, art, and custom”. New York: Gordon Press. First Published in 1871. ISBN 978-0-87968-091-6.

Yuniarti, Anna.2010. “Preferensi Penghuni Kawasan Perumahan Kota Wisata Cibubur dan Limus Pratama Regency Terhadap Fasilitas Pendidikan”.Tesis.Program Studi Teknik Pembangunan Kota, Universitas Diponegoro. Semarang.

Irwan Yudha Hadinata Bakti Setiwan

Budi Prayitno Transformasi Ruang Permukiman Tradisional dan

Vernakular Dalam Lingkungan Rawa Pasang Surut

Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara 523

TRANSFORMASI RUANG PERMUKIMAN TRADISIONAL