HUBUNGAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DENGAN KEBERHASILAN PELAYANAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
II. Tinjauan Pustaka
III.3. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Untuk mengetahui hubungan manajemen mutu pendidikan dengan keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar dilakukan analisis korelasi dan regresi sederhana. Dari perhitungan program SPSS, maka diperoleh informasi bahwa hubungan manajemen mutu pendidikan dengan keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar adalah sangat erat yaitu 0,644. Hal tersebut mengandung makna bahwa manajemen mutu pendidikan memiliki hubungan dengan keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar di Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Nilai thitung =115.796 sedangkan nilai signifikansi t sebesar 0,000. (lebih kecil dari 0,05). Dari informasi perolehan nilai t tersebut, maka diartikan bahwa thitunglebih besar ( >) dari thitung(115.796 > 0,000). Dari hasil pengolahan data tersebut diatas, maka hipotesis dapat diterima, artinya bahwa terdapat hubungan manajemen mutu pendidikan dengan keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar.
Dengan mempergunakan program SPSS, dibuatkan tabel validitas kuesioner manajemen mutu pendidikan. Dari tabel tersebut, diperoleh informasi bahwa hasil uji validitas pada kuesioner item pernyataan dari variabel manajemen mutu pendidikan dikatakan valid. Responden memberikan jawaban terhadap item pernyataan tentang manajemen mutu pendidikan adalah valid. Hal tersebut dapat dilihat dari skor nilai yang diperoleh dari setiap item pernyataan yaitu semua nilai berada diatas 0,3006. Dengan mempergunakan program SPSS, dibuatkan tabel realibilitas kuesioner manajemen mutu pendidikan. Dari tabel tersebut, diperoleh informasi bahwa hasil uji reliabilitas pada kuesioner item pernyataan dari variable manajemen mutu pendidikan dikatakan reliabel. Responden memberikan jawaban terhadap item pernyataan tentang manajemen mutu pendidikan adalah reliabel.
Dengan mempergunakan program SPSS, dibuatkan tabel validitas kuesioner keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar. Dari tabel tersebut, diperoleh informasi bahwa hasil uji validitas pada kuesioner item pernyataan dari variabel keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar dikatakan valid. Responden memberikan jawaban terhadap item pernyataan tentang keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar adalah valid. Hal tersebut dapat dilihat dari skor nilai yang diperoleh dari setiap item pernyataan yaitu semua nilai berada diatas 0,3006.
Dengan mempergunakan program SPSS, dibuatkan tabel reabilitas kuesioner keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar. Dari tabel tersebut, diperoleh informasi bahwa hasil uji realibilitas pada kuesioner item pernyataan dari variabel keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar dikatakan realibel. Responden memberikan jawaban terhadap item
pernyataan tentang keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar adalah reliabel.
Keberhasilan pelayanan pendidikan membutuhkan dukungan pemangku kepentingan pendidikan daerah. Pemerintah daerah membutuhkan sumber daya daerah yang maksimal sehingga pelayanan pendidikan daerah mencapai visi dan misi pendidikan daerah. Keberadaan sumber daya pendidikan menjadi barometer keberhasilan pendidikan menccapai sasaran atau tujuan yang telah ditarget dalam rencana pembangunan daerah. Berkaitan dengan keberadaan sumber daya pendidikan maka Bafadal (2008:3) mengatakan bahwa “Prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. Pertama, prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktek keterampilan, dan ruang labotorium. Kedua, prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar, diantaranya ruang kantor, kantin sekolah, tanah, jalan menuju sekolah, kamar mandi, ruang usaha kesehatan, ruang guru, ruang kepala sekolah dan parkir kenderaan.”
Kehadiran sumber daya pendidikan memiliki sumbangan yang besar dan berarti dalam mensukseskan keberhasilan pendidikan yang berkualitas. Sumber daya pendidikan termasuk guru membutuhkan dukungan dan perhatian pemangku kepentingan pendidikan daerah. Untuk mendukung keberhasilan pelayanan pendidikan daerah dibutuhkan kompetensi guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan sikap dan perilaku kepada peserta didik. Bidang-bidang Kompetensi Guru dalam Penilaian Kinerja guru adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi Pedagogi meliputi: 1) Mengenal karakteristik anak didik; 2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik; 3) Pengembangan kurikulum; 4) Kegiatan pembelajaran yang mendidik; 5) Memahami dan mengembangkan potensi; 6) Komunikasi dengan peserta didik; 7) Penilaian dan evaluasi
2. Kompetensi Kepribadian meliputi: 1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia; 2) Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan; 3) Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
3. Kompetensi Sosial meliputi: 1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif; dan 2) Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidik, orang tua peserta didik, dan masyarakat.
4. Kompetensi Profesional meliputi: 1) Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu; 2) Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan reflektif.
Kemampuan sumber daya pendidikan termasuk guru seperti kompetensi pedagogik,kompetensi sosial, kompetens profesional dan kompetensi kepribadian akan mempermudah dan mempercepat pelayanan pendidikan sekolah dasar mencapai sasaran atau target yang telah ditetapkan satuan pendidikan atau perangkat pendidikan daerah. Pendidikan sekolah dasar merupakan pelayanan pendidikan yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah daerah karena pelayanan pendidikan sekolah dasar merupakan kebutuhan masyarakat yang paling esensial dalam pendidikan daerah. Pendidikan dasar (sekolah dasar) merupakan tahapan pendidikan formal yang harus dikelola dengan maksimal. Keberhasilan pendidikan sekolah dasar memiliki hubungan dengan pendidikan selanjutnya baik menengah, atas ataupun pendidikan tinggi.
Keberhasilan pendidikan daerah memiliki keterkaitan dengan keberhasilan pendidikan dasar. Pelayanan pendidikan dasar merupakan salah satu layanan pemerintahan yang sangat mendasar dan penting. Sebagai kebutuhan masyarakat, maka pemerintah daerah merencanakan pembangunan pendidikan daerah dengan memperhatikan seluruh sumber daya pendukung keberhasilan pendidikan daerah. Layanan pendidikan dasar berupa meningkatkan pendidikan dasar bagi peserta didik melalui optimalisasi prasarana dan sarana pendidikan, keberdayaan sumber daya pendidikan,kejelasan dan ketegasan sistem,norma dan standar pendidikan dasar, dan sebagainya.
Optimalisasi tugas dan fungsi perangkat pendidikan daerah memberikan percepatan pencapaian target atau sasarana sebagaimana telah disusun dalam rencana pembangunan pendidikan daerah. Kemampuan pemerintah daerah sangat tergantung kepada memformulasikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat kedalam rencana strategis daerah. Sebagai salah satu skala prioritas pembangunan daerah, maka pelayanan pendidikan dasar diharapkan mendapatkan dukungan dari semua stakeholders kebijakan daerah baik pemerintah daerah (eksekutif) maupun dewan perwakilan rakyat daerah (legislatif).
Pendidikan sekolah dasar membutuhkan keberdayaan seluruh sumber daya sehingga mencerdaskan murid sekolah dapat terwujud dengan maksimal. Pemerintah daerah melalui perangkat daerah (dinasi pendidikan, unit pelaksana teknis dinas dan sekolah dasar) memiliki tugas dan fungsi mengoptimalkan sumber daya untuk meningkat mutu pendidikan sekolah dasar. Aktualisasi tugas dan fungsi pelayanan pendidikan akan mempermudah dan mempercepat keberhasilan pelayanan pendidikan daerah. Berkenan dengan kualitas pelayanan pendidikan daerah, Parasuraman, dkk (dalam Ratminto dan Winarsih, 2005: 80), mengatakan bahwa ada faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu: (1) Bukti langsung
komunikasi ; (2) Keandalan (reability), yakni kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan ; (3) Daya tanggap (responsiverness), yakni keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap ; (4) Jaminan (assurance), mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat yang dipercaya, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan dan (5) Empati, meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi dan memahami kebutuhan pelanggan.
Untuk mempermudah dan mempercepat keberhasilan pelayanan pendidikan daerah, maka dibutuhkan sumber daya pendidikan yang maksimal baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Kehadiran pelayanan pendidikan yang maksimal merupakan fenomena pelayanan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Berkaitan dengan pelayanan pendidikan dasar bagi masyarakat, Beare dan Boyd (dalam Syafaruddin, 2008:4) mengatakan bahwa “Ada lima kebijakan pendidikan yang perlu diperhatikan, yaitu (1) Penataan atau penyusunan tujuan dan sasaran lembaga pendidikan ; (2) Mengalokasikan sumber daya untuk pelayanan pendidikan ; (3) Menentukan tujuan pemberian pelayanan pendidikan ; (4) Menentukan pelayanan pendidikan yang hendak diberikan ; dan (5) Menentukan tingkat investasi dalam mutu pendidikan untuk memajukan pertumbuhan ekonomi.”
Pembangunan daerah khususnya pelayanan pendidikan dasar membutuhkan dukungan semua pihak karena pelayanan pendidikan dasar membutuhkan sumber dana yang besar baik untuk sarana/prasarana gedung sekolah, mobilier sekolah, pembangunan sistem pendidikan, pemberdayaan guru/tenaga kependidikan dan sebagainya. Pembangunan daerah termasuk pelayanan pendidikan sekolah dasar merupakan kebutuhan masyarakat yang harus direncanakan dengan maksimal sebagaimana dirumuskan dalam musyawarah pembangunan daerah baik mulai tingkat desa sampai tingkatan satuan perangkat daerah. Pembangunan pendidikan daerah termasuk pendidikan sekolah dasar membutuhkan pelaksanakan dengan maksimal dengan memperhatikan keberdayaan sumber daya daerah termasuk sumber daya pendidikan yang profesional, kompeten,akuntabel dan responsif. Keberdayaan sumber daya pendidikan juga memperhatikan dukungan dan partisipasi masyarakat karena masyarakat sebagai objek pembangunan daerah harus dilayanan dengan maksimal.
IV. Kesimpulan dan Saran.
IV.1. Kesimpulan
Dari hasil analisis korelasi dan pembahasan maka dapat dapat ditarik kesimpulan, yaitu Manajemen mutu pendidikan memiliki hubungan yang
Keberhasilan pembangunan daerah termasuk pelayanan pendidikan daerah merupakan indikator keberhasilan pemerintahan daerah mewujudnyatakan kebutuhan masyarakat dengan maksimal.
IV.2. Saran
Adapun yang menjadi saran dari penelitian ini adalah
1) Manajemen mutu pendidikan daerah memiliki sumbangan yang besar dan berarti dalam keberhasilan pendidikan daerah. Keberhasilan pendidikan daerah termasuk pendidikan sekolah dasar membutuhkan dukungan pemangku pelayanan pendidikan baik dunia pendidikan, masyarakat madani dan dunia usaha. Sinergitas pemangku pendidikan daerah memberikan sumbangan yang besar dan berarti dalam menunjang keberhasilan pelayanan pendidikan sekolah dasar. Profesionalitas, akuntabilitas, transparansi dan menerapkan prinsip-prinsip organisasi modern lainnya sangat dibutuhkan perangkat pendidikan daerah dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan pendidikan. .
2) Memperkuat daya saing pendidikan daerah dibutuhkan dukungan seluruh komponen daerah baik pemerintah daerah, lembaga perwakilan daerah, lembaga kemasyarakatan, kepedulian dunia pendidikan yang dikelola dunia usaha dan dunia usaha. Dengan demikian sinergitas program dan kegiatan pendidikan yang diselenggarakan mencapai sasaran dan tujuan pendidikan itu.
Daftar Pustaka
Abdurrahman, Mulyono. 2009. Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Amtu, Onisimus. 2011. Managemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah. Konsep,Strategi dan Implementasi. Bandung : Alfabeta.
Arikunto, Suharsimi, 1998, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, jakarta
Bafadal, Ibrahim. 2008. Managemen Perlengkapan Sekolah. Teori dan Aplikasinya. Jakarta : Bumi Aksara.
Conyers, Diana. 1991. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga: Suatu Pengantar. Terjemahan Susetiawan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010.Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta : Rinneka Cipta.
Dwiyanto, Agus, 1999, Penilaian Kinerja Organisasi Pelayanan Publik, Makalah Seminar Kinerja Organisasi Sektor Publik Kebijakan dan Persiapannya, Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fisipol UGM, Yogyakarta.
Gibson, James L.,John F. Ivanceich and James H. Donnelly, JR. 1996. Organisasi, Perilaku, struktur dan Proses. Terjemahan Nunuk Adriani. Jakarta : Bina Aksara.
Kerlinger, Fred N. 1990. Azas-Azas Penelitian Behavioral. Terjemahan Landung Simatupang. Jogjakarta : UGM Press.
Karten, D. C. dan Syahrir. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Moebyarto. 1984. Strategi Pembangunan Pedesaan. Jogyakarta: P3PK Universitas Gajah Mada.
__________. 1985. Partisipasi dan Demokrasi di Pedesaan. Jakarta: PB-HMI.
Mulyasa, H.E.2011. Managemen Pendidikan Karakter. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Martono, Nanang. 2011. Sosiologi Perubahaan Social. Yakarta : PT RajaGrafindo.
Mudyahardjo, Redja. 2006. Pengantar Pendidikan. Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.
Nazir, Moh. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Ratminto dan Winarsih.2005. Manajement Pelayanan. Jogjakarta : PT. Pustaka Pelajar
Roestiyah, N.K. 1996. Masalah – Masalah Ilmu Kependidikan. Jakarta : PT Bina Aksara.
Siagian,Sondang P. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.
Supriatna, Tjahja. 1997. Birokrasi, Pemberdayaan dan Pengentasan kemiskinan. Bandung : Humaniora Press.
Steward, Aleen Mitchell. 2002. Empowering People, (Pemberdayaan Sumberdaya Manusia. Terjemahan: Agus M. Hardjana. Jakarta: Kanisius.
Soetrisno, Lukman. 1995. Menuju Masyarakat Partisipatif. Jogjakarta :Kanisius
Suharto, Edi. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama.
Sumodiningrat, Gunawan. 2000. Strategi Pembangunan dan Kemiskinan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Sutrisno R. 2001. Pemberdayan Masyarakat dan Upaya Pembebasan Kemiskinan. Yogyakarta: Philosophy Press UGM.
Syafaruddin. 2008. Efektivitas Kebijakan Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Tilaar, H.A.R. 2000. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta : Rinneka
Cipta.
Tjokrowinoto, Moeljarto, 1996."Pembangunan : Dilema dan Tantangan", Yogyakarta, Pustaka Pelajar,
Tjokroamidjojo, Bintoro dan Mustopadidjajaya. 1988. Teori dan Strategi Pembangunan Nasional. Jakarta : PT. Gunung Agung.
Tjokroamidjodjo, Bintoro. 1974. Manajemen Pembangunan. Jakarta: Haji Masagung.
Tjokrowinoto, Moeljarto. 1999. Pembangunan Dilema dan Tantangan. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Usman, M.oh.Uzer. 1994. Menjadi Pendidik Profesional. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Usman. Sunyoto. 2004. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Usman, Husaini. 2009. Managemen. Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Wibawa, Basuki. 2005. Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Managemen dan Implementasinya di Era Otonomi. Surabaya : Kerta Jaya Duta Media.