• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DENGAN KEBERHASILAN PELAYANAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

II. Tinjauan Pustaka

II.1. Manajemen Mutu Pendidikan

` Kebutuhan masyarakat menjadi pilar utama bagi penyusunan rencana kerja pemerintahan dan pembangunan daerah. Hal itu tersebut dapat dilihat dari proses panjang musyawarah pembangunan daerah. Kegiatan musrenbang dimulai dari musyawarah pembangunan daerah pada tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkatan satuan kerja perangkat daerah dan pada akhirnya pada tingkat daerah Kabupaten/Kota. Pemenuhan kebutuhan dan

pembangunan daerah. Mengoptimalisasikan sumber daya untuk menghasilkan berbagai kebutuhan masyarakat adalah jalan pendekat bagi mensejahterakan masyarakat.

Dalam era otonomi daerah, keberadaan pendidikan dasar menjadi kewenangan pemerintah daerah. Blue print atau cetak biru kebijakan pendidikan daerah menjadi barometer keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah bidang pendidikan. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan pendidikan sehingga pendidikan menjadi salah satu indikator penyelenggaraan pemerintahan daerah. Oleh karena itu pemerintah daerah membutuhkan kebijakan pendidikan secara keseluruhan. Manajemen pendidikan daerah merupakan bagian tidak terpisahkan dari manejemen pemerintahan dan pembangunan daerah. Manajemen mutu pendidikan merupakan bagian dari manajemen pendidikan daerah. Dalam manajemen pendidikan daerah teruraikan keseluruhan strategi dan kebijakan tahunan, lima tahunan dan duapuluh tahunan yang akan dilaksanakan pada bidang pendidikan di daerah. Sedangkan manajemen mutu pendidikan memuat strategi dan kebijakan yang dilakukan pada program dan kegiatan pendidikan daerah dalam jangka waktu tertentu misalnya satu tahunan.

Sehubungan dengan betapa pentingnya managemen mutu dalam organisasi, Creech (dalam Usman, 2009) mengatakan bahwa ”Lima pilar yang menunjang managemen mutu, yaitu Product, Process, Organization, Leadership dan Commitment.” Aktivitas semua sumber daya organisasi menjadi faktor dinamis sehingga organisasi tersebut tidak mati (Entropi negatif). Dalam organisasi pendidikan, adalah perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang merupakan aktivitas dinamis yang membuat unggul dalam produk proses pendidikan (Product and Services Education Exellence). Kehadiran manajemen mutu dalam pendidikan daerah memberikan energi baru sehingga kebijakan pendidikan daerah mendapatkan pencerahan ataupun perbaikan khususunya dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan setiap program dan kegiatan pendidikan daerah. Hubungan pemerintah daerah dengan kebutuhan masyarakat merupakan essensi dari otonomi daerah karena pada hakekatnya kehadiran pemerintahan merupakan memberikan jawaban atas berbagai kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan pelayanan pendidikan.

Kebijakan pendidikan daerah memberikan percepatan tercapainya kebutuhan pelayanan pendidikan yang diharapkan masyarakat. Kebutuhan pelayanan pendidikan daerah merupakan salah satu kebutuhan primer dari berbagai kebutuhan masyarakat daerah. Untuk mengujudnyatakan kebutuhan itu adalah menjadi suatu keharusan membuat grand desain kebijakan pendidikan daerah. Dokumen perencanaan pembangunan daerah termasuk didalamnya kebijakan pendidikan daerah adalah bagian tidak terpisahkan

mengaktualisasikan program dan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan pendidikan daerah,maka pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan pendidikan daerah.

Kebijakan pendidikan daerah memiliki faktor faktor yang beraneka ragam baik kuantitas maupun kualitasnya. Kebijakan sekolah adalah salah satu elemen penting dalam merumuskan kebijakan pendidikan daerah. Berkaitan dengan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam kebijakan sekolah, maka Duke dan Canady (dalam Syafaruddin, 2008:119 ) mengatakan bahwa fokus kebijakan sekolah adalah (1) Melibatkan staf dalam pengambilan keputusan, (2) Kurikulum, (3) Imbalan dan hukuman, (4) Keterlibatan Orangtua, (5) Peluang bagi pelajar dan (6) Iklim sekolah. Pemerintah daerah membutuhkan strategi dan kebijakan untuk mengembangkan daya dukung sekolah dalam mempermudah dan mempercepat terselenggaranya pendidikan di daerah. Kurikulum sekolah merupakan strategi pembelajaran yang diemban sumber daya pendidikan (guru, staf labotorium, staf administrasi dan sebagainya). Dengan mempedoman kurikulum yang diterbitkan pemerintah maka pemerintah daerah dapat memperkaya dengan sumber daya daerah dan kearifan lokal yang dimiliki daerah.

Kebutuhan layanan pendidikan daerah merupakan bahan baku untuk merumuskan kebijakan pendidikan daerah. Layanan pendidikan yang bagaimana yang dibutuhkan masyarakat merupakan salah satu pertanyaan yang perlu dikembangkan dan dikelola serta perlu dicarikan jalan keluarnya. Untuk menganalisa kebutuhan pelanggan atas produktivitas suatu organisasi, Deming (dalam Tjiptono dan Diana, 2003) mengatakan bahwa ”Siklus Deming dikembangkan untuk menghubungkan antara produksi suatu produk dengan kebutuhan pelanggan dan memfokuskan sumber daya semua departemen (riset, desain, produksi dan pemasaran) dalam suatu usaha kerja sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ada lima tahapan dalam siklus deming itu, yaitu (1) Mengadakan riset konsumen dan menggunakannya dalam perencanaan produk/Plan; (2) Menghasilkan produk/Do; (3) Memeriksa produk apakah telah dihasilkan sesuai dengan rencana /Check; (4) Memasarkan produk tersebut/Act; (5) Menganalisa bagaimana produk tersebut diterima di pasar dalam hal kualitas, biaya dan kriteria lainnya/Analyze”

Kebutuhan pelanggan (masyarakat) atas pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas merupakan titik fokus perhatian merumuskan kebijakan pendidikan dasar daerah. Untuk merumuskan kebutuhan pendidikan dasar itu, maka pemerintah daerah mengambil masukan yang berlangsung dalam musyawarah pembangunan daerah pada setia tingkatan musrenbang. Masukan masyarakat atas pendidikan dasar yang diharapkan menjadi

diterbitkan pemerintah daerah. Pendidikan dasar (sekolah dasar) merupakan kewenangan pendidikan yang dimiliki pemerintah daerah dalam era otonomi daerah. Kebijakan pendidikan dasar daerah dapat mempercepat dan mempermudah penciptakan generasi emas seperti yang disampaikan dalam berbagai pertemuan.

Pembangunan pendidikan daerah merupakan tugas pemerintahan sehingga alokasi penggunaan sumber dana mendapatkan skala prioritas. Pelayanan pendidikan dasar membutuhkan skala prioritas dari kegiatan pembangunan daerah sehingga kebutuhan layanan pendidikan masyarakat dapat terpenuhi dengan maksimal. Kemampuan pemerintah daerah sangat tergantung kepada memformulasikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat kedalam rencana strategis daerah. Sebagai salah satu skala prioritas pembangunan daerah, maka pelayanan pendidikan dasar diharapkan mendapatkan dukungan dari semua stakeholders kebijakan daerah baik pemerintah daerah (eksekutif) maupun dewan perwakilan rakyat daerah (legislatif).

Kehadiran pemerintahan menjadi jawaban atas perwujudnya kebutuhan masyarakat melalui optimalisasi program dan kegiatan pemerintah daerah. Untuk meningkatkan daya dukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah, maka dari itu sangat dibutuhkan strategi dan kebijakan mutu program dan kegiatan perangkat daerah. Berhubungan dengan organisasi yang mengarusutamakan managemen mutu, Goetsch dan Davis (dalam Tjiptono dan Diana, 2003), mengatakan bahwa ada sepuluh komponen yang harus diperhatikan organisasi yang berlandaskan managemen mutu, yaitu : (1) Fokus kepada pelanggan ; (2) Obsesi terhadap kualitas ; (3) Pendekatan Ilmiah ; (4) Komitmen jangka panjang ; (5) Kerja sama tim (team work) ; (6) Perbaikan sistem secara berkesinambungan ; (7) Pendidikan dan Pelataihan ; (8) Kebebasan yang terkendali ; (9) Kesatuan tujuan dan (10) Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.

Pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemangku kepentingan kesejahteraan masyarakat baik dari masyarakat, dunia usaha maupun dari pihak lainnya. Kehadiran pemerintah daerah membutuhkan profesionalitas, akuntabilitas, transparan dan responsivitas perangkat daerah. Dengan demikian perangkat daerah dapat menerjemahkan kebutuhan masyarakat kedalam program dan kegiatan daerah. Manajemen mutu pelayanan pemerintahan menjadi suatu kebutuhan organisasi pemerintah daerah sehingga pelayanan pemerintah daerah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan maksimal. Masyarakat sebagai objek dari kebijakan daerah, maka kebutuhan masyarakat menjadi dasar merumuskan berbagai kebijakan daerah. Kebutuhan pelayanan pendidikan merupakan kebutuhan

pembangunan daerah setiap tahunnya. Dengan demikian bahwa masyarakat merupakan subjek dan objek program dan kegiatan pemerintahan dan pembangunan daerah. Optimalisasi tugas dan fungsi perangkat daerah akan mempermudah dan mempercepat pemenuhan kebutuhan pelayanan pendidikan masyarakat. Kinerja perangkat daerah menjadi barometer keberhasilan mewujudnyatakan kebutuhan pelayanan pendidikan daerah. The excellent of education services adalah visi perangkat pendidikan daerah sehingga masyarakat merasakan kehadiran pemerintah daerah itu.

Pelayanan pendidikan daerah merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang perlu diaktualisasikan. Aktualisasi pelayanan pendidikan yang maksimal merupakan sinergitas seluruh pemangku kepentingan pendidikan daerah. Pemerintah daerah mengoperasionalisasikan tugas dan fungsi pemerintahan dan pembangunan daerah kedalam perangkat daerah. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan mencapai tujuannya, tidak terlepas dari keberdayaan perangkat daerah. Berkaitan dengan keberadaan pemimpin dalam organisasi pemerintahan, maka Rasyid (1996:61) yang mengatakan bahwa”Untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan yang kompleks memerlukan figur pemimpin yang bukan saja mengerti tapi juga memiliki kemampuan, ketrampilan, visi, integritas, wisdom untuk melayani masyarakat.”

Untuk mempercepat pencapaian visi dan misi pendidikan daerah, program dan kegiatan pendidikan daerah dirumuskan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pemerintah daerah. Kehadiran perangkat daerah yang berkualitas akan mempermudah mencapaian tujuan dari setiap kegiatan pendidikan daerah. Daya dukung sumber daya perangkat daerah melalui intelektualitas dan integritas dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga kehadiran pemerintahan berkesesuaian dengan terbina hubungan pemerintahan dengan masyarakat.