• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

BAB IV

HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada Bab IV ini peneliti akan menguraikan hasil penelititan, analisis data

hasil penelitian dan pembahasan yang telah dirumuskan pada Bab I. Peneliti

membagi menjadi 4 bagian sub bab yaitu hasil penelitian, analisis, pembahasan

dan keterbatasan penelitian.

4.1 Hasil Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian tahun lalu.

Penelitian tahun lalu merupakan penelitian implementasi perangkat pembelajaran

yang melihat kemunculan indikator-indikator karakteristik Pendidikan

Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Pada penelitian ini meneliti keefektifan

pendekatan PMRI terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa. Berikut ini hasil

penelitian yang diperoleh.

4.1.1 Deskripsi Pembelajaran PMRI di Kelas Eksperimen

4.1.1.1 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Dokumentasi

Deskripsi pembelajaran setiap pertemuan akan dijelaskan beserta

kemunculan karakteristik PMRI dalam proses pembelajaran. Pada setiap

pertemuan akan memunculkan kelima karakteristik PMRI dengan keterangan

seperti berikut.

PMRI 1 = Karakteristik penggunaan konteks PMRI 2 = Karakteristik penggunaan model

PMRI 3 = Karakteristik pemanfaatan konstruksi siswa PMRI 4 = Karakteristik interaktivitas

1. Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2014 pada

pukul 09.35-11.20 WIB. Pada kegiatan awal guru mengkondisikan suasana kelas

supaya kondusif karena pembelajaran dilakukan setelah jam istirahat pertama

kemudian mengucapkan salam kepada siswa dan menyampaikan materi yang

akan dipelajari hari ini yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Tidak lupa

guru juga melakukan presensi untuk mengecek kehadiran siswa. Setelah itu guru

mengajak siswa untuk bermain “mencari pasangan”. Siswa terlihat antusias untuk melakukan permainan tersebut. Berikut transkripsi yang menunjukkan munculnya

karakteristik PMRI 1 dan PMRI 4.

G : Ya kalau tidak ada, pak W nanti akan membagi kertas setiap anak untuk membentuk kelompok melalui potongan kertas ini kemudian kita bermain mencari pasangan. Nanti siswa mengambil satu per satu, yang warnanya sama menjadi satu kelompok. Paham?

SS : Pahamm…

Guru memanggil satu per satu nama siswa untuk mengambil potongan kertas secara tertib .

G : Ya, yang sudah mendapat potongan kertas duduk dahulu.

Sudah?? Nanti yang warnanya merah duduk disini, cari temannya sendiri. Kelompok 2 yang warnanya ini disini duduk berhadap-hadapan.

Siswa mencari teman sekelompoknya berdasarkan warna yang didapatkannya

X11: Pak, warna biru dimana?

G : Ohh iya yang wana biru disini. Duduk daling berhadap-hadapan. X2 : Yang kuning pak??

G : Ohh ya ada wana kuning disini. Hijau disini

Setiap kelompok menyusun potongan kertas menjadi bentuk lingkaran.

Setiap kelompok menyebutkan pecahan yang terbentuk dari lingkaran tersebut

sesuai kertas yang diarsir dan menjadikan pecahan itu menjadi nama

salah satu temannya untuk menjadi ketua supaya setiap kelompok terdapat salah

satu siswa yang mampu mengkoordinir kelompoknya.

Pada kegiatan inti guru membagikan LKS yang terdiri dari dua buah cerita

yang mencerminkan karakteristik PMRI 1. Pada soal cerita nomor 1

menggunakan konteks memotong roti tawar dan pada soal cerita nomor 2

menggunakan konteks memotong dan menggoreng tahu. Konteks yang disajikan

dalam soal cerita tersebut merupakan konteks yang dekat dengan kehidupan siswa

sehari-hari.

Setelah siswa mendapatkan LKS, guru meminta ketua kelompok untuk

maju mengambil roti tawar dan tahu sebagai media yang digunakan untuk

membantu siswa menyelesaikan soal. Penggunaan media tersebut menunjukkan

munculnya karakteristik PMRI 2. Media yang dibagikan pertama yaitu roti tawar

untuk mengerjakan soal nomor 1. Kelompok yang sudah mendapat roti tawar

langsung mengerjakan soal yang ada di LKS dengan berdiskusi. Bagi yang sudah

selesai mengerjakan soal pertama, ketua kelompok mengambil media selanjutnya

untuk mengerjakan soal nomor selanjutnya yaitu tahu. Siswa diberi kebebasan

untuk cara memotong roti tawar dan tahu sesuai keinginan mereka tetapi sesuai

dengan perintah dalam soal.

Pembagian media dibagi satu persatu supaya siswa dapat fokus pada setiap

nomor soal. Guru selalu berkeliling mendampingi setiap kelompok saat

mengerjakan LKS. Setiap anggota kelompok memberikan pendapat mereka saat

mengerjakan LKS. Siswa tidak segan untuk bertanya pada guru jika ada instruksi

yang kurang jelas. Berikut ini gambar yang menunjukkan siswa menyelesaikan

Gambar 4.1 Kegiatan Siswa Menyelesaikan Soal Menggunakan Roti Tawar

Gambar 4.2 Kegiatan Siswa Menyelesaikan Soal Menggunakan Tahu

Setelah semua kelompok selesai mengerjakan LKS, dilanjutkan presentasi

hasil diskusi kelompok yang mencerminkan karakteristik PMRI 4. Kegiatan

presentasi hasil diskusi merupakan kegiatan yang jarang dilakukan oleh guru

sebelum menggunakaan pendekatan PMRI sehingga siswa masih bingung cara

mempresentasikan hasil diskusinya. Berikut ini transkripsi kegiatan presentasi.

G : Kelompoknyna siapa yang belum selesai??? Pak W minta semuanya mendengarkan dahulu..

Ternyata anak-anak sudah pintar hanya pak W ingin anak2 berani tampil di depan berbicara apa yang kamu lakukan tadi. Boleh ketuanya, boleh wakilnya. Dari kelompoknya siapa dahului???

BS : Ketuanya saja pakk…

G : Caranya maju bagaimana? Tidak asal maju, tugasmu yang sudah kamu kerjakan itu dibicarakan di depan. Ya sekarang kelompoknya X17 maju dibawa tugasnya. Salah tidak apa-apa karena kita sedang belajar. Perhatikan teman kalian ketua kelompok biru mau mempresentasikan hasil kerjanya.

BS : Sttttt

G : Perhatikan teman kalian ketua kelompok biru mau mempresentasikan hasil kerjanya

X17 :

Soalnya dibaca pak??

G : Ya silahkan boleh dibaca soal…… X17

:

Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar.

G : Diulangi,koncomu masih belum bisa belajar dengan baik menghargai teman. jika ada temannya yang berbicara yang lain mendengarkan. Begitu juga jika pak guru sedang berbicara yang lain mendengarkan. Ya silahkan rizka diulangi dibaca.

X17 :

Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagian roti tawar yang dimiliki Tika sekarang? G : Ya coba ditulis di papan tulis.

X17 menulis jawaban kelompoknya

Pada saat kegiatan presentasi guru memberikan kesempatan pada siswa

untuk bertanya atau memberi tanggapan pada kelompok yang sedang

mempresentasikan hasil diskusi yang menunjukkan karakteristik PMRI 3 dan

PMRI 4. Namun pada kesempatan untuk bertanya atau memberi tanggapan belum

muncul dalam pembelajaran. Setelah kelompok mempresentasikan pekerjaan

mereka, guru mengecek jawaban siswa dan mengajak siswa tepuk tangan sebagai

penghargaan pada siswa yang sudah berani mempresentasikan hasil diskusi

kelompoknya.

Setelah setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru

memberikan penjelasan soal pertama tentang penjumlahan pecahan berpenyebut

sama menggunakan media roti tawar. Melalui penjelasan tersebut siswa diminta

untuk membuat cara menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama lalu

berpenyebut sama, setiap siswa diusahakan untuk memberikan pendapat mereka

kemudian pendapat tersebut dijadikan satu. Membuat cara menyelesaikan pecahan

yang berpenyebut sama ini merupakan karakteristik PMRI 4. Berikut ini gambar

kegiatan siswa berdiskusi membuat pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut

sama.

Gambar 4.3 Kegiatan Siswa Berdiskusi Membuat Pola Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

Setelah tiap kelompok selesai membuat cara penyelesaian masing-masing

perwakilan kelompok membacakan hasil diskusi mereka. Siswa membuat

rumusan pola penjumlahan dengan bermusyawarah sehingga setiap siswa

berperan memberikan pendapat dalam berdiskusi. Dari cara penyelesaian yang

telah dibuat oleh siwa tiap kelompok, siswa dibimbing guru membuat kesimpulan

bersama-sama tentang cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut

sama. Guru dan siswa melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan pola

penjumlahan berpenyebut sama. Dalam tanya jawab, salah satu siswa memberikan

pendapatnya bahwa jika penjumlahan pecahan berpenyebut sama itu hanya

pembilangnya saja yang dijumlahkan dan penyebutnya tetap sama. Kegiatan

menyimpulkan ini menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 3.

Setelah menyimpulkan bersama, tidak lupa guru memberikan kesempatan

bertanya. Kegiatan selanjutnya guru membagikan lembar soal evaluasi, siswa

mengerjakan soal evaluasi yang dikerjakan secara mandiri. Guru memberikan

waktu 15 menit pada siswa untuk mengerjakan soal dan jika sudah selesai siswa

mengumpulkan lembar pekerjaan evaluasi dan LKS. Serta mengumpulkan media

yang telah digunakan. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam

dan berdoa.

2. Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2014, pukul

08.10-09.20 WIB. Kegiatan diawali dengan berdoa dan memberi salam. Guru

mengkondisikan suasana kelas dengan mengatur tempat duduk siswa yang kurang

serius saat mengikuti pembelajaran. Kemudian guru mengajak siswa untuk

bernyanyi “ambilkan bulan” untuk memotivasi siswa yang termasuk karakteristik PMRI 1. Setelah bernyanyi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu

penjumlahan pecahan berbeda penyebut. Kemudian guru membagi siswa ke

dalam beberapa kelompok dengan cara siswa mengambil satu kartu. Pengambilan

kartu dilakukan satu per satu sesuai nomor urut presensi. Sebelum siswa

mengambil kartu, guru dan siswa menyepakati norma kelas selama pembelajaran.

Pada kegiatan menyepakati norma kelas ini menunjukkan munculnya karakteristik

PMRI 4. Berikut ini transkripsi yang menunjukkan siswa menyepakati norma

kelas.

G : “Oiya sebelum melanjutkan pelajaran, ada aturan mengikuti pelajaran. Yang pertama kalau ada yang menjelaskan yang lain mendengarkan, kedua kalau mau bertanya angkat tangan terlebih dahulu tidak asal bicara. Setuju??” BS : “Setuju..”

G : “Belum semua setuju. Setuju semua??”” SS : “Setujuuu…”

Setelah semua menyepakati norma, pembagian kelompok dimulai.

Pembagian kelompok ini menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 5. Semua

siswa yang sudah mendapat kartu berkumpul di dalam kelompok mereka

masing-masing sesuai kartu yang mereka dapat (berbentuk bangun datar). Saat

pembentukan kelompok, guru mendampingi siswa untuk mengatur tempat duduk.

Berikut gambar ketika siswa sedang mencari teman sekelompoknya.

Gambar 4.4 Siswa Mencari Teman Sekelompoknya

Setelah siswa siap untuk mengikuti pembelajaran, guru membacakan soal

pecahan “Dafa dan Putri”. Setelah menceritakan soal, guru mendemonstrasikan memotong terang bulan dan membagi potongan terang bulan sesuai yang ada

dalam cerita. Guru membacakan soal yang ada dalam cerita dan siswa mencoba

menjawab dengan mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum menjawab.

Kegiatan ini mencerminkan karakteristik PMRI 1 dan PMRI 5. Berikut gambar

Gambar 4.5 Siswa Bersama Guru Mendemonstrasikan Penjumlahan Pecahan Menggunakan Kue Terang Bulan

Guru membagikan LKS dan media yang digunakan yaitu papan terang

bulan dan papan pecahan. Media tersebut mampu membuat siswa antusias dalam

pembelajaran. Papan pecahan yang yang diberikan kepada siswa yaitu pecahan 1

utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperenaman, dan seperdelapanan).

Berikut ini media yang digunakan dalam pembelajaran.

Gambar 4.6 Media Papan Pecahan (Sebelah Kiri) dan Papan Terang Bulan (Sebelah Kanan)

Setelah media diterima setiap kelompok, siswa mencoba mencari jawaban

dengan alat bantu media yang mereka terima. Pertama siswa mengerjakan soal

nomor 1 menggunakan media papan terang bulan. Pada soal nomor dua, isswa

menyelesaikan soal dengan menggunakan papan pecahan. Dalam penggunaan

untuk bertanya pada guru. Setiap kelompok saling berdiskusi untuk menemukan

hasil jawaban mereka. Kegiatan berdiskusi tersebut menunjukkan munculnya

karakteristik PMRI 4. Berikut ini gambar siswa sedang berdiskusi bersama

kelompoknya.

Gambar 4.7 Siswa Berdiskusi Bersama Kelompoknya

Setelah siswa selesai mengerjakan LKS bersama dengan teman

sekelompoknya, setiap kelompok memilih salah satu wakil kelompok untuk

mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya yang menunjukkan karakteristik

PMRI 4. Guru membahas hasil diskusi siswa satu per satu dan memberikan

kesempatan pada siswa yang belum jelas atau memberikan tanggapan pada

kelompok yang sedang presentasi (PMRI3 dan PMRI 4). Terdapat beberapa

kelompok yang memberikan tanggapan karena jawaban yang mereka temukan

berbeda. Kemudian guru menjelaskan jawaban yang tepat dengan menggunakan

media papan terang bulan. Berikut ini gambar siswa mempresentasikan jawaban

Gambar 4.8 Perwakilan Kelompok Mempresentasikan Hasil Diskusi

Kegiatan akhir guru menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal

penjumlahan pecahan berpenyebut beda kemudian siswa bersama guru menarik

kesimpulan bersama-sama. Hal ini menunjukkan munculnya karakteristik PMRI

5. Kemudian guru membagi soal evaluasi kepada siswa untuk dikerjakan.

Beberapa saat kemudian siswa mengumpulkan hasil pekerjaan di meja guru.

Ketika semua siswa sudah mengumpulkan, guru menutup pembelajaran dengan

mengucapkan salam dan mempersiapkan siswa untuk mengikuti pelajaran

selanjutnya.

3. Pertemuan Ketiga

Pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2014, pukul

08.10-09.20 WIB. Pada kegiatan awal guru membuka pembelajaran dengan salam

kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu penjumlahan berbeda

penyebut. Setelah semua siap mengikuti pembelajaran, guru membagi siswa

menjadi beberapa kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. Setelah siswa

berkumpul didalam kelompok mereka masing-masing, guru mengingatkan

beberapa norma yang berlaku selama pembelajaran seperti pada pertemuan lalu.

Beberapa saat kemudian guru mengadakan kuis cepat tepat. Siswa

sudah selesai guru mengecek jawaban siswa dan memberikan bintang kepada

siswa yang mengerjakan soal dengan benar. Kuis cepat tepat ini membuat siswa

antusias dalam menjawab terlebih ketika mendapatkan bintang seperti gambar

berikut.

Gambar 4.9 Siswa Berebut Menjawab Saat Kuis Cepat Tepat

Guru membagikan LKS pada setiap siswa dan membagikan media papan

pecahan pada setiap kelompok yang mencerminkan karakteristik PMRI 4. Siswa

berdiskusi bersama teman sekelompoknya dan mengerjakan soal yang ada di

LKS. Pada soal pertama guru menyajikan permasalahan kontekstual kemudian

siswa menyelesaikan soal menggunakan media papan pecahan yang

memunculkan karakteristik PMRI 1. Pada soal kedua siswa mengerjakan dengan

cara mereka sendiri tanpa menggunakan media. Siswa mengerjakan soal pecahan

berpenyebut berbeda dengan cara penyelesaiannya sendiri untuk menyamakan

penyebut. Kegitan ini yang memunculkan karakteristik PMRI 2. Guru selalu

mendampingi siswa saat mengerjakan LKS di setiap kelompok. Berikut ini

Gambar 4.10 Siswa Mengerjakan Soal Secara Berkelompok

Setelah siswa selesai mengerjakan LKS, perwakilan dari masing-masing

kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan menuliskan dipapan tulis

yang merupakan pencerminan karakteristik PMRI 4. Bagi kelompok yang

menjawab benar mendapatkan bintang sebagai penghargaan. Penghargaan bintang

ini mampu membuat siswa menjadi lebih aktif untuk mengikuti pembelajaran.

Setelah selesai, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya jika ada

yang belum jelas atau ingin menanggapi jawaban dari kelompok lain. Pada

kesempatan tersebut banyak siswa yang berani untuk menanggapi jawaban teman

yang presentasi karena berbeda jawaban dengan kelompok yang presentasi. Hal

tersebut ditunjukkan pada transkripsi sebagai berikut.

G : “1 3 + 3

4 = 13

12 benar atau salah anak-anak?” X17 : “ salah pak…”

G : “ya kita cek bersama-sama. 1

3 + 3 4 = 12 + 12 = ? Coba X23 12 : 3 = berapa? X23 :”4”. G : “iya. 4 x 1 = berapa??” X23 : “4”. G : “ lalu, 12 : 4 = berapa? BS : “3”. G : “3 x 3= berapa?” BS : ” 9” G : iya, jadi 1 3 + 3 4 = 4 12 + 9 12 = 13

12. Ya, jawaban X17 benar hanya tadi tidak dituliskan caranya”.

Di akhir pembelajaran, guru membuat beberapa pertanyaan kemudian

menunjuk beberapa siswa untuk menjawab kemudian menarik kesimpulan

bersama-sama. Kegiatan menyimpulkan pola penjumlahan berbeda penyebut

memunculkan karakteristik PMRI 3. Setelah itu guru membagikan soal evaluasi

pada siswa untuk dikerjakan secara individu. Beberapa saat setelah siswa selesai

mengerjakan soal evaluasi, guru menutup pembelajaran dengan memberikan

beberapa nasihat kepada siswa sebagai refleksi dan penguatan kepada siswa

(PMRI 5). Kemudian memberikan tugas rumah pada siswa untuk membuat 2 soal

tentang pecahan berbeda penyebut yang akan dikumpulkan pada pertemuan

berikutnya. Penugasan ini merupakan kegiatan yang memunculkan karakteristik

PMRI 5. Setelah semua siswa pahan tugas rumah, guru menutup pembelajaran

dengan doa serta salam penutup.

4. Pertemuan Keempat

Pertemuan keempat dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2014, pukul

08.10-09.20 WIB. Sebelum masuk pada kegiatan awal, guru menasehati siswa

terlebih dahulu karena siswa terlambat masuk kelas setelah istirahat. Guru

mengawali pembelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dengan

memunculkan karakteristik PMRI 5. Kemudian siswa diajak untuk bermain papan

harga untuk memotivasi siswa. Sebelum dilakukan permainan guru mengajak

siswa untuk mengingat kembali penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan

penjumlahan berpenyebut berbeda.

Guru mengajak bermain papan harga, setiap siswa mengambil kartu papan

harga yang senilai setengah dan satu guru menjelaskan petunjuk permainan yaitu

dibacakan oleh guru. Ketika guru menyebutkan suatu bilangan, maka siswa

mencari temannya agar jumlah bilangan yang terbentuk dalam kelompoknya

sesuai dengan bilangan yang disebutkan oleh guru. Setelah semua mendapatkan

kartu papan harga, guru membacakan cerita tentang pecahan, kemudian siswa

berkumpul bersama sesuai jumlah pecahan yang dibacakan oleh guru. Berikut ini

gambar ketika siswa bermain papan harga.

Gambar 4.11 Siswa Bermain Papan Harga

Selesai bermain papan harga, guru mengkondisikan suasana kelas supaya

kondusif. Guru kembali mengingatkan siswa pola penjumlahan pecahan

berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan

beberapa pertanyaan. Siswa berebut untuk menjawab pertanyaan tersebut. Guru

menggunakan reward bintang untuk siswa yang dapat menjawab dan menjelaskan langkah penyelesaian dengan tepat.

Pada kegiatan inti, guru membagikan LKS kepada siswa, kemudian siswa

berdiskusi bersama didalam kelompok. Kelompok sesuai dengan kelompok pada

pertemuan lalu. Saat siswa berdiskusi untuk membuat kesimpulan, guru

mendampingi siswa disetiap kelompok. Kegiatan berdiskusi bersama teman

sekelompok ini menunjukkan karakteristik PMRI 4. Setelah semua kelompok

dengan menuliskan dipapan tulis. Guru membahas setiap hasil kerja kelompok

dan memberikan kesempatan pada siswa yang belum paham. Kesempatan untuk

bertanya yang menunjukkan karakteristik PMRI 3 itu ternyata tidak ada yang

bertanya.

Kesimpulan yang dibuat oleh tiap kelompok pada dasarnya memiliki

makna yang sama tetapi dalam kata-kata yang berbeda, sehingga guru dan siswa

menarik kesimpulan bersama-sama dari beberapa hasil kerja kelompok yang

menunjukkan karakteristik PMRI 3. Di akhir kegiatan, guru memberikan

kesempatan bertanya lagi pada siswa yang masih belum jelas supaya memastikan

siswa sudah paham semua. Selanjutnya guru membagikan lembar evaluasi kepada

siswa untuk dikerjakan secara mandiri. Beberapa saat kemudian siswa

mengumpulkan pekerjaan mereka masing-masing. Guru menutup pembelajaran

dengan doa dan salam.

4.1.1.2 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Pengamatan

Data keterlaksanaan proses pembelajaran diperoleh dari pengamatan

peneliti terhadap pelaksanaan pembelajaran yang ada di kelas eksperimen. Peneliti

mengamati melalui lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Aspek yang

diamati meliputi munculnya kelima karakteristik PMRI dalam proses

pembelajaran. Berikut ini data keterlaksanaan proses pembelajaran.

Tabel 4.1 Data Keterlaksanaan Pembelajaran Berdasarkan Pengamatan

Pertemuan

ke-Aspek Kegiatan Total Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 40 2 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 34 3 3 2 4 2 2 3 3 3 2 3 2 29 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 42 Total Skor Seluruh Pertemuan 145 Rata-Rata Skor Seluruh Pertemuan 36,25

4.1.2 Deskripsi Pembelajaran PMRI di Kelas Kontrol

Proses pembelajaran di kelas kontrol dilakukan sebanyak 2 kali. Secara

umum proses pembelajaran di kelas kontrol pada setiap pertemuan kegitannya

hamper sama. Guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam proses

pembelajaran. Saat menjelaskan cara pengerjaan soal, guru menggunakan metode

ceramah. Metode tanya jawab digunakan saat tanya jawab membahas soal. Jenis

soal yang digunakan oleh guru merupakan soal isian. Pembelajaran di kelas

kontrol tidak menggunakan alat peraga untuk menjelaskan materi penjumlahan

pecahan berpenyebut sama maupun berpenyebut berbeda.

Proses pembelajaran secara umum diawali dengan guru menunjuk salah

satu siswa untuk memimpin doa. Siswa memberikan salam kepada guru dan guru

membalas salam siswa. Sebelum pembelajaran dimulai, guru mengkondisikan

suasana kelas supaya kondusif. Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran

yaitu penjumlahan pecahan. Tidak lupa guru mengecek kehadiran siswa yang

tidak berangkat pada hari itu.

Kegiatan inti guru meminta siswa untuk membuka buku paket yang

dimiliki siswa kemudian guru menjelaskan secara lisan di depan kelas tentang

penjumlahan pecahan penyebut sama maupun penjumlahan berpenyebut berbeda

dan sesekali menuliskan cara penyelesaian penjumlahan pecahan di papan tulis

dari contoh soal. Namun ketika guru menjelaskan didepan kelas, siswa yang

duduk dibagian belakang tidak fokus dalam mengikuti pembelajaran tetapi justru

sibuk dengan kegiatannya sendiri yaitu menggambar pesawat.

Saat menjelaskan, guru memberikan contoh soal kemudian menunjuk

meminta siswa mengerjakan soal latihan yang ada di buku paket secara mandiri.

Guru berkeliling saat siswa mengerjakan tugas untuk mengecek pekerjaan siswa.

Jika siswa sudah selesai maka guru membahas bersama dengan meminta siswa

menuliskan jawaban di papan tulis bagi siswa yang mau dan berani maju

menuliskan jawabannya.

Pada kegiatan akhir guru memberikan kesempatan pada siswa untuk

bertanya jika ada yang belum paham. Kemudian guru menuliskan 5 soal di papan

tulis untuk dikerjakan secara mandiri. Jika siswa sudah selesai mengerjakan

diperbolehkan untuk menyiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya.

4.1.3 Data Hasil Belajar

Data hasil belajar diperoleh dari rata-rata skor yang didapatkan melalui

tes. Tes dikerjakan oleh siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes

dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretest dan posttest. Data hasil belajar dari

Dokumen terkait