BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Tingkat Pemahaman Agama Masyarakat Di Dusun Ulu Salo Desa Pattuku Limpoe Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone.
Bila melihat pemahaman masyarakat desa dalam memahami agama tidak bisa dipisahkan dari kultur masyarakat desa tersebut. Masyarakat desa yang sering diidentikkan dengan kekunoan, kampungan, ketinggalan zaman.
Agama yang berkembang di lingkungan masyarakat desa, kecenderungannya budaya atau kebiasaan di masyarakat desa mempengaruhi cara mereka beragama. Oleh karena itu agama lebih sering dilihat dalam aspek sakralitas dan ritualnya dari pada ritual sosialnya yang menyentuh masyarakat akan tetapi masyarakat kurang memahami akan bahaya meminum tuak pahit karena minuman ini dapat merusak organ tubuh manusia tetapi masyarakat yang suka minum tuak pahit tidak menghiraukan hal itu seperti wawancara saya dengan Pasoro yang mengatakan bahwa:
“ at disini jarang sholat 5 waktu secara berjamaah karena ” (wawancara 07 Maret 2016)
Hampir senada dengan hasil wawancara saya dengan salah satu responden saya H.Taslim bahwa,
“kita jarang melaksanakan sholat berjamaah di mesjid kalau bukan hari jumat karena masyarakat disini sholat masing- ” (wawancara 05 Maret 2016)
Namun ada juga masyarakat yang sholat dimesjid pada saat waktu maghrib tetapi itupun bisa dikatakan 3 orang atau 2 orang seperti wawancara saya dengan Sadaren yang menyatakan bahwa:
“A b w b shalat jumat tapi hanya beberapa orang tidak seperti pada saat shalat ,” ( wawancara 25 februari 2016 )
Hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman agama didusun ulu salo karena hanya beberapa orang yang melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah dan terkadang mereka hanya sholat di rumah dan agama merupakan system yang mencakup cara bertingkah laku dan berperasaan yang bercorak khusus, dan merupakan system kepercayaan yang juga bercorak khusus. Agama berkeyakinan bahwa ada sejenis dunia spiritual yang mengajukan tuntutan terhadap perilaku, cara berfikir dan perasaan kita.
2. Fenomena Komunitas Peminum Tuak Pahit Di Dusun Ulu Salo Desa Pattuku Limpoe Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone.
Indonesia merupakan Komunitas Muslim terbesar, dan kita sendiri bagian dari bangsa ini, namun Kurangnya pengetahuan akan bahaya khamar (tuak pahit) di kalangan masyarakat, ataupun dampak positif dari khamar (tuak pahit) yang sering kita jumpai nampaknya tidak lagi mereka hiraukan karena untuk mendapatkan tuak pahit itu sangat mudah Kemudian dikatakan pula bahwa keseringan meminum tuak pahit dapat menjadikan konsumsi
berlebih yang hanya membuang-buang uang, dikarenakan untuk mendapatkan tuak pahit itu dengan jalan membeli dari pembuat tuak pahit namun masyarakat mempunyai cela untuk meminum tuak pahit seperti hasil wawancara saya dengan Ruse sebagai berikut:
“Saya biasa minum tuak pahit biasanya berkumpul karena kalau sendiri biasa tidak enak minum tuak pahit (wawancara 25 februari 2016 )
Hal yang hampir senada dengan hasil wawancara dengan ferdi bahwa,
“Aku minum tuak pahit biasanya sendiri dan biasa secara beramai-ramai (wawancara 28 Februari 2016)
Namun ada juga masyarakat yang ikut minum tuak pahit karena faktor pergaulan seperti hasil wawancara saya dengan Laccang bahwa :
“K minum tuak pahit biasanya kumpul-kumpul sama teman kalau ada teman saya yang minum tuak pahit minumka juga (wawancara 28 Februari 2016 )
Hasil wawancara diatas menunjukan bahwa masyarakat minum tuak pahit dilakukan secara berkelompok namun ada juga masyarakat yang minum tuak pahit karena faktor sering berkumpul sama teman-temannya yang suka minum tuak pahit. namun dalam pergaulan seseorang sering kejalan yang salah sehingga masyarakat terjerumus dalam pergaulan yang
salah. Disamping itu masyarakat biasa minum tuak pahit agar dia merasa percaya diri seperti hasil wawancara berikut dengan Heri bahwa,
“Saya biasanya minum tuak pahit baru pergi kepesta pernikahan karna tidak seru kalau dipanggil teman piminum tuak pahit baru tidak ikut karna saya dicuekin kalau tidak minumka juga karna katanya bukan teman sejati kalau tidak minum tuak pahit juga, baru saya juga merasa tidak enak kalau tidak minum karna teman-teman yang lain minum semua masa saya tidak jadi saya juga ikut minum baru pergi (wawancara 25 Februari 2016)
Namun ada juga seseorang minum tuak pahit supaya dia merasa tidak malu didepan banyak orang karena pemikirin sebagian masyarakat ini bahwa dengan meminum tuak pahit dia merasa jago dan merasa pintar seperti wawancara saya dengan Sadaren sebagai berikut :
“Aku minum tuak pahit baru biasa kepesta supaya pede dan tidak merasa malu karna kalau saya kepesta kalau ada elektonk saya biasa naik menyumbangkan lagu satu atau lebih jadi kalau saya sudah minum tuak pahit saya tidak malu joget-joget sama temanku tetapi kalau tidak mimum tuak pahitka dulu baru menyanyi malu-maluka joget” (wawancara 29 Februari 2016)
Hal ini hampir senada yang diungkapkan oleh Pire, sebagai berikut :
“Saya biasa minum tuak pahit baru kepesta supaya saya merasa pede karna kalau saya tidak minum baru pergi saya tidak merasa pede kalau banyak orang apa lagi kalau uda banyak cewek saya malu bicara kalau belum minum tuak pahit.(wawancara 29 Februari 2016)
Hasil wawancara di atas mendeskripsikan bahwa seseorang meminum tuak pahit karena dia tidak merasa percaya diri kalau dia belum minum tuak pahit, agar dia merasa percaya diri didepan banyak orang dengan jalan dia
minum tuak pahit agar dia percaya diri walaupun banyak orang dan dilakukan secara berkelompok atau kumpul-kumpul sama teman-teman sepermainanya.
3. Penyebab Terbentuknya Komunitas Peminum Tuak Pahit Di Dusun Ulu Salo Desa Pattuku Limpoe Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone.
Dalam masyarakat atau kelompok-kelompok sepermainan.Masing-masing kelompok memiliki ciri khas sendiri, atau kegiatan khas tersendiri.Untuk dapat diterima sebagai anggota kelompok, biasanya remaja yang termasuk dalam kelompok ini harus mengikuti aturan dalam kelompok.
Misalnya, cara berbusana, maupun minuman-minuman keras. Karena seringnya seseorang berkumpul dengan teman yang suka minum tuak pahit sehingga dia juga ikut meminum tuak pahit seperti hasil wawancara saya dengan heri sebagai berikut:
“ b b -kumpul sama teman-teman saya baru pergi membeli tuak pahit baru saya minum tuak pahit secara ramai- ” (wawancara 29 Februari 2016)
Hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa seseorang sebelum minum tuak pahit dia berkumpul bersama masyarakat yang lain yang suka minum tuak pahit dan biasanya juga masyarakat minum tuak pahit setelah
selesai melakukan pekerjaan secara bergotong royong seperti hasil wawancara Saya dengan Bustang bahwa,
“b b pekerjaan dan dia memanggil kita untuk membantunya atau dikerjakan secara gotong royong jadi disitulah kalau sudah selesai baru dia belikan kita tuak pahit baru diminum secara ”(wawancara 29 Februari 2016)
Hal ini hampir senada dengan hasil wawancara dengan ferdi sebagai berikut:
“aku biasanya minum tuak pahit kalau selesai bergotong royong sebagai ajang seru-seruan untuk menghilangkan rasa cape.(wawancara 01 Maret 2016)
Peneliti menganalisis hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa masyarakat minum tuak pahit apabila sedang berkumpul-kumpul karena masyarakat merasa bahwa dengan berkumpul sama masyarakat yang lain dapat menghilangkan rasa cape apa bila dia sudah melakukan sebuah pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama atau bergotong royong, namun pemahaman masyarakat bahwa dengan minum-minuman tuak pahit bisa menghilangkan rasa cape namun anggapan tersebut tidak tepat karna dengan minum tuak pahit atau khamar dapat merusak kesehatan bahkan bisa membuat organ tubuh rusak. Meminum tuak pahit bukan pada saat bergotong royong namun karena adanya ajakan dari seorang teman seperti hasil wawancara saya dengan Laccang sebagai berikut:
“biasanya saya disini minum tuak pahit karena baku panggil-panggil sama teman, karna kalau teman panggil pergi minum tuak pahit kalau menolak tidak enak rasanya karna kita bersahabat jadi saya ikut juga untuk ramai-ramai minum tuak pahit”(wawancara 01 Maret 2016)
Hal yang hampir senada yang dikemukakakan oleh Sadaren bahwa,
“Saya minum tuak pahit kalau temanku panggil saya sebab kalau napanggilka baru tidak ikutka minum bukanka sahabat sejati jadi saya pergi supaya ramai-ramaika minum tuak pahit karena kalau sendirika minum tuak tidak enak tapi kalau saya bersama teman-temanku enak rasanya minum tuak pahit karna ramai- ” (w w 05 Maret 2016)
Namun apa yang diungkapkan laccang hampir sama apa yang diungkapkan oleh Heri bahwa :
Kalau teman-teman disini ikut minum tuak pahit karna biasa kita kumpul-kumpul kalau malam sama teman, jadi kalau uda ada teman yang ngajak pergi minum iya sama-sama semua maki rama-ramai supaya seruh (wawancara 01 Maret 2016)
Dari hasil wawancara di atas menujukan bahwa seseorang minum tuak pahit dilakukan secara berkelompok karena menerima ajakan dari teman kelompoknya. Seperti wawancara saya salah satu tokoh masyarakat (H.Taslim) sebagai berikut:
“masyarakat disini minum tuak pahit karna baku panggil-panggil sama masyarakat yang lain ( wawancara 05 maret 2016).
Hal ini hampir senada yang diungkapkan salah satu tokoh agama (Muhasim) sebagai berikut:
“ sehingga didaerah sini banyak yang ”(w w 05 20 6)
Namun ada masyarakat ikut minum tuak pahit karena adanya ajakan dari masyarakat lainnya sehingga dia juga ikut minum tuak pahit demi sebuah kelompok agar dia juga mudah mendapatkan tuak pahit seperti wawancara saya dengan Ruse sebagai berikut:
“Untuk mendapatkan tuak pahit biasa saya pergi dirumahnya temanku karna orang tuanya biasa bikin tuak pahit jadi saya pergi disana sama teman-teman saya minum tuak pahit karna tidak dibeli tapi biasa orang tuanya temanku tidak bikin saya kumpul-kumpul uang sama temanku baru pergi beli tuak pahit sepuluh liter baru saya minum sama-sama teman saya” (w w 0 20 6 )
Namun hal ini hampir senada dengan hasil wawancara dengan informan yang lain bahwa untuk mendapatkan tuak pahit menurut dia sangat mudah karena hanya perlu membutuhkan modal baru bisa mendapatkan tuak pahit seperti hasil wawancara saya dengan Ferdi sebagai berikut:
“Saya biasa mendapatkan tuak pahit dengan cara membeli, biasa saya beli sendiri tuak pahit biasa juga ceka-ceka dengan teman kalau uang saya tidak cukup untuk beli sendiri baru saya minum sama-sama. (wawancara 08 maret 2016)
Hampir senada dengan hasil wawancara saya dengan salah satu responden saya Ruse bahwa,
“Kalau saya mau minum tuak pahit saya beli sendiri karna harga tuak pahit murah hanya 5.000 sudah dapat 1 liter tidak sama kalau minuman botol mahal dan biasa juga kumpul kumpul uang sama
teman kalau tidak cukup untuk beli sendiri baru diminum ”(w w 05 maret 2016)
Dari hasi wawancara di atas menunjukan bahwa untuk mndapatkan tuak pahit itu sangat mudah karena cukup mempunyai uang lima ribu rupiah dia sudah bisa mendapatkan tuak pahit(khamar) untuk dia minum bersama dengan kelompoknya. Dengan harga yang begitu murah seseorang sudah bebas meminum tuak pahit.