BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Hasil penelitian dalam penulisan ini akan menjelaskan uji statistik deskriptif serta pengukuran terhadap variabel berdasarkan data yang sudah diperoleh serta akan mengolah menggunakan SmartPLS.
1. Analisis Deskriptif
Pada uji deskriptif ini, penulis mendeskripsikan data-data yang diperoleh dari responden. Adapun data yang dimiliki dari responden dapat ditampilkan berikut ini:
a. Karakteristik responden
1) Karakteristik responden berdasarkan Umur
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan
mustahik yang masih aktif dalam program zakat community development. Hasil pengelompokkan data mustahik berdasarkan
umur ini dapat dilihat pada tabel 4.1
Tabel 4.1 Karakteristik Responden berdasarkan umur
No. Umur Frekuensi Persentase
1. 21 – 30 2 2,6
2. 31 – 40 19 24,7
3. 41 – 50 21 27,2
4. >50 35 45,5
Berdasarkan tabel 4.1 di atas, peneriman manfaat yang lebih banyak yaitu pada umur lebih dari 50 tahun. Dimana
mustahik yang menerima manfaat pada program zakat community development di Sumatera Barat sebesar 45,5 %
diterima oleh mustahik memiliki umur 51 lebih.
2) Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Hasil pengelompokkan responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut:
Tabel 4.2 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
No. Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1. Laki-Laki 49 63,6
2. Perempuan 28 36,4
Jumlah 77 100%
Berdasarkan tabel 4.2, diketahui bahwa dalam program
zakat community development yang dijalankan di Sumatera
Barat diterima oleh mustahik yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 63,6%.
b. Analisis Deskriptif Variabel Penelitian
Penghimpunan serta penyajian supaya dapat dipahami dengan mudah, maka data yang diperoleh dapat dijabarkan menggunakan analisis deskriptif. Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu Progam Zakat Community Development (ZCD) dan Pengentasan Kemiskinan. Pengukuran yang dilakukan menggunakan variabel ini diukur dengan menggunakan skala likert yang sudah dimodifikasi menjadi genap dengan skor terendah 1 (sangat tidak setuju) serta skor tertinggi 4 (sangat setuju). Adapun dalam perhitungan intervalnya yaitu sebagai berikut:
Interval = (nilai maksimal - nilai minimal) Jumlah kelas
= 4 - 1 4 = 0,75
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, maka skala distribusi kriteria dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Sangat rendah = 1,00 - 1,74
Rendah = 1,75 - 2,49
Tinggi = 2,50 - 3,24
Sangat tinggi = 3,25 – 4,00
1) Hasil analisis deskriptif variabel independen (X)
Adapun variabel independen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah program zakat community development (X). Oleh karena itu analisis deskriptif terhadap variabel independen diperoleh sebagai berikut:
Tabel 4.3 Variabel Program zakat community development
kode Indikator Mean Kriteria
X1.1 Melakukan kegiatan pertemuan
anggota merupakan salah satu upaya untuk mencapati tujuan
dilakukan program zakat
community development
3,571 Sangat tinggi
X1.2 Kesuksesan kelompok pada
program zakat community
development dapat menjadi contoh bagi kelompok fakir miskin lain
3,273 Sangat tinggi
X1.3 Meningkatkan keterampilan
mustahik dapat meningkatkan
kualitas mustahik dalam
mengelola bantuan dalam bentuk
program zakat community
development
3,494 Sangat tinggi
X1.4 Program zakat community
development tidak hanya
meningkatkan aspek ekonomi,
tapi juga aspek spiritual
mustahik
X1.5 BAZNAS memberikan
tambahan modal usaha untuk
pemberdayaan mustahik
sehingga dapat menjadikan
mustahik menjadi muzakki
3,506 Sangat tinggi
X1.6 Program zakat community
development memiliki jenis
usaha yang sama dalam
kelompok pemberdayaan
mustahik
3,545 Sangat tinggi
X1.7 Sebagian penghasilan yang
diperoleh dari program zakat
community development sudah
diberikan untuk membayar zakat dan juga bersedekah
3,325 Sangat tinggi
X1.8 Program zakat community
development memiliki
pendamping untuk
mengembangkan usaha
3,584 Sangat tinggi
X1.9 Pelaksanaan program zakat
community development dengan
sistem pemberdayaan dapat
meningkatkan usaha mustahik
3,429 Sangat tinggi
X1.10 Kerjasama antara muzakki
dengan pendamping program
dapat memperkuat
pengembangan usaha dalam
program zakat community
development
3,351 Sangat tinggi
X1.11 Program zakat community
development senantiasa
menciptakan lingkungan
spiritual yang baik
3,494 Sangat tinggi
Rata-rata total 3,45 Sangat tinggi
Sumber: Data olahan SmartPLS version 3.0
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada tabel 4.3, diketahui bahwa rata-rata penilaian responden terhadap variabel program zakat community development termasuk kepada kriteria sangat tinggi dengan rata-rata 3,45. Adapun indikator yang dinilai tertinggi oleh responden berada pada kode X1.8 yakni Program zakat
community development memiliki pendamping untuk mengembangkan usaha sebesar 3, 584. Sementara itu penilaian terendah pada variabel program zakat community development yaitu pada indikator dengan kode X1.2 yaitu kesuksesan kelompok pada program zakat community development dapat menjadi contoh pengembangan usaha bagi masyarakat lain dengan nilai sebesar 3, 273.
2) Hasil analisis deskriptif variabel dependen (Y)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengentasan kemiskinan. Adapun analisis deskriptif variabel dependen dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut:
Tabel 4.4 variabel Pengentasan Kemiskinan
Kode Indikator Mean Kriteria
Y1.1 Penghasilan yang diperoleh
dapat memenuhi kebutuhan
makan 3X sehari lengjkap
dengan menu empat sehat lima sempurna
3,545 Sangat tinggi
Y1.2 Penghasilan yang diperoleh
dapat memenuhi kebutuhan
minum anggota keluarga
3,494 Sangat tinggi
Y1.3 Penghasilan yang diperoleh
dapat memenuhi bermacam
kebutuhan pakaian untuk
menutupi aurat
3,442 Sangat tinggi
Y1.4 Memiliki rumah semi permanen
(dinding rumah semi permanen dan lantai rumah dari semen)
3,545 Sangat tinggi
Y1.5 Memiliki fasilitas MCK di
dalam rumah sendiri
3,364 Sangat tinggi
Y1.6 Tambahan penghasilan dapat
memenuhi fasilitas perlengkapan rumah
3,351 Sangat tinggi
Y1.7 Penghasilan yang diperoleh
dapat digunakan untuk membeli pakaian seragam sekolah anak
3,156 tinggi
Y1.8 Penghasilan yang diperoleh
dapat digunakan untuk membeli
perlengkapan alat tulis sekolah anak
Y1.9 Penghasilan yang diperoleh
dapat memenuhi kelanjutan
pendidikan anak saya
3,558 Sangat tinggi
Y1.10 Memiliki jaminan Kesehatan berupa BPJS atau jenis lainnya
3,390 Sangat tinggi
Y1.11 Memiliki kendaraan untuk
melakukan kegiatan sehari-hari
3,416 Sangat tinggi
Y1.12 Melalui program pemberdayaan
zakat dapat meningkatkan
ibadah anggota keluarga
3,403 Sangat tinggi
Rata-rata total 3,44 Sangat tinggi
Sumber: Data olahan SmartPLS version 3.0
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada tabel 4.3, diketahui bahwa rata-rata penilaian responden terhadap variabel pengentasan kemiskinan rata-rata memiliki nilai 3,44 sehingga penilaiannya berada pada kriteria sangat tinggi. Indikator yang memiliki nilai tertinggi terdapat pada kode Y1.8 yakni penghasilan yang diperoleh dapat digunakan untuk membeli perlengkapan alat tulis sekolah anak yaitu sebesar 3,597. Namun penilaian terendah pada variabel pengentasan kemiskinan berada pada nilai 3,156 yaitu pada indikator dengan kode Y1.7 yaitu penghasilan yang diperoleh dapat digunakan untuk membeli pakaian seragam sekolah anak. 2. Uji Model Pengukuran Outer Model
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menggunakan program SmartPLS 3 Student Version, diperoleh hasil sebagai berikut: Pengujian menggunakan outer model ini dilakukan untuk melihat hubungan secara spesifikasi terhadap indikator-indikator variabel. Untuk menilai hubungan terhadap indikator variabel menggunakan outer model ini dilakukan uji validitas dan juga reabilitas. Adapun uji outer model yang diperoleh dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Convergent Validity
Nilai uji pada convergent validity diperoleh dari nilai outer
indikator tersebut akan dinyatakan valid, dan nilai outer model setiap indikator 0,50 sampai 0,60 dapat diterima. Untuk hasil yang penulis peroleh dari setiap variabel X dan Y yaitu:
Tabel 4.5 Nilai Outer Loading
Variabel Indikator Outer
Loading Keputusan Program Zakat Community Development (X1) X1.1 0,472 Tidak Valid X1.2 0,413 Tidak Valid X1.3 0,457 Tidak Valid X1.4 0,639 Valid X1.5 0,744 Valid X1.6 0,149 Tidak Valid X1.7 0,755 Valid X1.8 0,667 Valid X1.9 0,789 Valid X1.10 0,743 Valid X1.11 0,815 Valid Kemiskinan (Y1)
Y1.1 0,281 Tidak Valid
Y1.2 0,170 Tidak Valid
Y1.3 0,461 Tidak Valid
Y1.4 0,421 Tidak Valid
Y1.5 0,603 Valid
Y1.6 0,463 Tidak Valid
Y1.7 0,374 Tidak Valid
Y1.8 0,701 Valid
Y1.9 0,669 Valid
Y1.10 0,835 Valid
Y1.11 0,734 Valid
Y1.12 0,471 Valid
Sumber: Data olahan SmartPLS 3.0 Student Version
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, diketahui beberapa indikator yang dinyatakan tidak valid, karena memiliki nilai outer loading kecil dari 0,70. Oleh karena itu terdapat pada variabel X terdapat indikator X1.1, X1.2, X1.3, dan X1.4 dinyatakan tidak valid karena nilai outer loading berada pada nilai kurang dari 0,70. Selain itu, pada variabel kemiskinan, juga terdapat enam indikator yang dinyatakan tidak valid karena memiliki nilai kurang dari 0,70. Adapun indikator tersebut yaitu, Y1.1, Y1.2, Y1.3, Y1.4, Y1.6 dan
Y1.7. Sehingga indikator yang dinyatakan valid dapat di akumulasikan pada tabel 4.6 di bawah ini:
Tabel 4.6 Nilai Outer Loading
Variabel Indikator Outer Loading
Program Zakat Community
Development (X1) X1.4 0,639 X1.5 0,744 X1.7 0,755 X1.8 0,667 X1.9 0,789 X1.10 0,743 X1.11 0,815 Kemiskinan (Y1) Y1.5 0,603 Y1.8 0,701 Y1.9 0,669 Y1.10 0,835 Y1.11 0,734
Sumber: Data olahan SmartPLS 3.0 Student Version
Berdasarkan hasil yang dilakukan menggunakan program
SmartPLS 3.0 Student Version ini dihasilkan nilai outer loading
disetiap indikator. Penilaian setiap indikator dinyatakan valid jika memiliki nilai loading besar dari 0,5. Jika dilihat dari tabel 4.1 di atas untuk variabel program zakat community development dapat dilihat pada X1.4 memiliki nilai 0,639 nilai X1.4 lebih besar dari 0,5. Artinya indikator pada X1.4 ini dinyatakan valid, sehingga indikator X1.4 (Peningkatan attitude) berpengaruh terhadap variabel X1 (program zakat community development).
Pada indikator X1.5 diketahui dari tabel 4.1 memiliki nilai indikator loading yaitu 0,744. Nilai X1.5 memiliki nilai lebih besar dari 0,5 sehingga indikator X1.5 dinyatakan valid. Dengan dinyatakan valid indikator X1.5 (Pengembangan modal kelompok), maka indikator X1.5 dinilai berpengaruh terhadap variabel X1 (program zakat community development).
Selain itu nilai indikator X1.7 juga memiliki nilai indikator
indikator X1.7 ini dinyatakan valid. Karena itu nilai indikator X1.7 (alokasi usaha yang dikembangkan) berpengaruh terhadap variabel X1 (program zakat community development). Untuk indikator X1.8 diketahui juga memiliki nilai di atas 0,5 yaitu senilai 0,667. Sehingga indikator X1.8 ini dinyatakan valid. Oleh sebab itu indikator X1.8 (Pengelolaan usaha yang dikembangkan) berpengaruh terhadap variabel X1 program zakat community
development).
Dilihat juga pada indikator X1.9 memiliki nilai indikator
loadingnya yaitu 0,789. Dimana nilai ini lebih besar dari 0,5
sehingga indikator X1.9 dinyatakan valid. Sehingga indikator X1.9 (Pengelolaan usaha yang dikembangkan) berpengaruh terhadap variabel program zakat community development. Kemudian terdapat indikator memiliki nilai 0,743 yaitu indikator X1.10 dalam hal ini juga memiliki nilai lebih besar dari 0,5 sehingga indikator X1.10 dinyatakan valid. Oleh karena itu
indikator X1.10 (pola kerjasama yang dikembangkan)
berpengaruh pada variabel X1 (program zakat community
development).
Selanjutnya untuk indikator X1.11 terhadap variabel X1 memiliki nilai sebesar 0,815. Dengan nilai X1.11 yang memiliki nilai besar dari 0,5, artinya indikator X1.15 dinyatakan valid. Oleh karena itu indikator X1.15 (lingkungan spiritual) berpengaruh terhadap variabel X1 yaitu Program zakat
community development.
Untuk variabel Y1 terdapat lima indikator, dimana indikator Y1.5 memiliki nilai outer loading 0,603. Artinya nilai ini lebih besar dari nilai 0,5 sehingga variabel Y1.5 dinyatakan valid. Maka dari itu, indikator X1.5 (indikator tempat tinggal) berpengaruh terhadap variabel Y1 yaitu variabel Kemiskinan. Selanjutnya untuk indikator Y1.8 juga memiliki nilai yang lebih
besar dari 0,5 yaitu 0,734. Sehingga variabel Y1.8 dinyatakan valid. Maka dari itu variabel Y1.8 (indikator pendidikan fokus kepada perlengkapan alat tulis sekolah anak) berpengaruh terhadap variabel kemiskinan. Kemudian, indikator Y1.9 memiliki nilai besar dari 0,5 yaitu 0,603. Sehingga indikator Y1.9 (indikator pendidikan fokus kepada pemenuhan kebutuhan kelanjutan pendidikan anak) berpengaruh terhadap variabel kemiskinan.
Selain itu, dilihat juga masing-masing indikator pada Indikator Y1.10 terdapat nilai outer loading besar dari 0,5 yaitu sebesar 0,701. Oleh karena itu indikator Y1.10 dinyatakan valid, sehingga indikator Y1.10 (indikator kesehatan) berpengaruh terhadap variabel Y1 (variabel kemiskinan). Pada nilai outer
loading 0,669 terdapat indikator Y1.11 yang memiliki nilai lebih
besar dari 0,5. Sehingga indikator Y1.11 (indikator transportasi) dinyatakan valid dan indikator Y1.11 berpengaruh terhadap variabel kemiskinan.
2) Discriminant Validity
Uji discriminan validity digunakan untuk mengetahui nilai konstruk memiliki diskriminan yang baik. Uji discriminant
validity dinyatakan valid jika nilai cross loading lebih besar dari
nilai loading. Selain itu juga dapat digunakan model lain dalam mengetahui nilai konstruk yaitu dengan melakukan perbanidngan nilai Squareroot of Average Variance Extracted (AVE). Nilai konstruk dikatakan baik apabila memiliki nilai AVE lebih besar dari 0,50. Berdasarkan hasil uji penelitian menggunakan
Tabel 4.6 Nilai Cross Loading
Indikator X1 (Program Zakat Community Development) Y1 (Kemiskinan) X1.4 0,639 0,385 X1.5 0,744 0,456 X1.7 0,755 0,553 X1.8 0,667 0,510 X1.9 0,789 0,640 X1.10 0,743 0,491 X1.11 0,815 0,688 Y1.5 0,540 0,603 Y1.8 0,423 0,701 Y1.9 0,292 0,669 Y1.10 0,540 0,835 Y1.11 0,553 0,734
Sumber: Data olahan SmartPLS 3.0 Student Version
Berdasarkan nilai cross loading yang ditampilkan pada tabel 4.2 di atas, nilai outer loading setiap indikator terhadap konstruknya memiliki nilai yang lebih besar daripada nilai cross
loadingnya. Untuk nilai X1.4 memiliki nilai outer loading sebesar
0,639 sementara nilai cross loadingnya yaitu X1.4 terhadap Y1 0,385. Artinya indikator X1.4 (peningkatan attitude) dinyatakan valid serta dapat menjelaskan variabel X1 (program zakat
community development).
Selanjutnya untuk indikator X1.5 memiliki nilai outer
loading yaitu 0,744. Sementara itu nilai cross loading X1.5
terhadap Y1 sebesar 0,456. Artinya indikator X1.5 dinyatakan valid, sehingga indikator X1.5 (pengembangan modal kelompok) dapat menjelaskan serta dapat melakukan pengukuran terhadap variabel X1 (program zakat community development). Kemudian dilihat juga X1.7 memiliki nilai loading sebesar 0,755. Nilai ini juga lebih besar dari nilai cross loading X1.7 terhadap Y1 sebesar
dikembangkan) dinyatakan valid dan dinyatakan dapat menjelaskan variabel X1 yaitu program zakat community
development.
Selain itu, juga terdapat indikator X1.8 memiliki nilai outer
loading lebih besar daripada nilai cross loadingnya yaitu nilai
X1.8 0,667. Sementara cross loadingnya untuk X1.8 terhadap Y1 sebesar 0,510. Hal serupa juga terdapat pada indikator X1.9 yaitu nilai outer loading sebesar 0,789 yang memiliki nilai loading lebih besar daripada nilai cross loading. Nilai cross loading X1.9 terhadap Y1 yaitu 0,640. Oleh karena itu, nilai X1.8 dan X.9 dinyatakan valid karena memiliki nilai loading yang lebih besar daripada cross loading. Maka dari itu, indikator X1.8 (pengelolaan usaha yang dikembangkan) dan indikator X1.9 (jumlah jaringan kerja) dapat menjelaskan variabel X1 (program
zakat community development).
Kemudian juga X1.10 memiliki nilai loadingnya yaitu 0,743. Kemudian nilai cross loadingnya memiliki nilai lebih kecil daripada nilai loading, yaitu nilai cross loading untuk X1.10 terhadap Y1 sebesar 0,491. Selanjutnya nilai X1.11 memiliki nilai loading sebesar 0,815. Sedangkan nilai cross loading kecil dari nilai loading yaitu untuk nilai X1.11 terhadap Y1 sebesar 0,688. Oleh karena itu, maka nilai X1.10 (pola kerjasama yang dikembangkan), dan X1.11 (lingkungan spiritual) dinyatakan valid dan dapat menjelaskan variabel X1 karena memiliki nilai
outer loading lebih besar daripada nilai cross loading.
Untuk variabel Y1, dilihat dari tabel 4.3 nilai Y1.5, Y1.8, dan Y1.9 memiliki nilai outer loading sebesar 0,603; 0,701 dan 0,669. Sementara itu nilai masing-masing cross loading yaitu untuk Y1.5 terhadap X1 0,540. Kemudian untuk nilai cross
loading indikator Y1.8 terhadap X1 sebesar 0,423. Kemudian
masing-masing indikator Y1.5 (indikator tempat tinggal), Y1.8(indikator pendidikan fokus kepada perlengkapan alat tulis sekolah anak) dan Y1.9 (indikator pendidikan fokus kepada pemenuhan kebutuhan kelanjutan pendidikan anak) dinyatakan valid dan dapat menjelaskan variabal Y1 (variabel kemiskinan).
Kemudian juga terdapat variabel Y1.10 dan Y1.11 yang memiliki nilai outer loading lebih besar dari nilai cross loading. Dimana untuk indikator Y1.10 memiliki nilai outer loading 0, 835 sementara nilai cross loading Y1.10 terhadap X1 yaitu 0,540. Untuk indikator Y1.11 terdapat nilai outer loading sebesar 0,734 sementara itu nilai cross loading Y1.11 terhadap X1 sebesar 0,553. Oleh karena itu indikator Y1.10 (indikator kesehatan) Y1.11 (indikator transportasi) dinyatakan valid dan dapat menjelaskan variabel kemiskinan.
Untuk uji terhadap average variance extracted (AVE) dengan mengacu kepada nilai AVE diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:
Tabel 4.7
Nilai Average Variance Extracted (AVE)
Variabel Average Variance Extracted (AVE)
Program zakat
community development
(X1)
0,545
Kemiskinan (Y1) 0,508
Sumber: Data olahan SmartPLS 3.0 Student Version
Hasil yang ditunjukkan dalam pengolahan data
menggunakan SmartPLS menunjukkan hasil 0,545. Artinya dalam hal ini, variabel X1 (program zakat community development) dinyatakan valid karena nilainya lebih besar dari 0,5. Begitu juga dengan nilai Y1 (kemiskinan) juga dinyatakan valid karena memiliki nilai AVE besar dari 0,5 yaitu sebesar 0,508.
3) Reliability
Pengukuran yang dilakukan untuk melakukan uji validitas yaitu dengan melihat nilai croanbach alpha dan composite
reliablity. Adapun nilai composite reliablity dan croanbach alpha
jika besar dari 0,70 maka dapat dikatakan reliable. Dalam penelitin ini, dapat diperoleh nilai composite reliablity dan
croanbach alpha yaitu
Uji composite reliability dilakukan untuk menilai variabel yang reliabel. Variabel yang dinyatakan reliabel jika memiliki nilai > 0,70. Berdasarkan uji penelitian ini, diketahui nilai
composite reliabel sebagai berikut:
Tabel 4.8
Nilai Composite Reliablity (CR)
Variabel Nilai CR
X1 (Program zakat community
dveelopment)
0,893
Y1 (Kemiskinan) 0,836
Sumber: Data olahan SmartPLS 3.0 Student Version
Dilihat dari tabel 4.8, setiap variabel memiliki nilai > dari 0,70 yaitu variabel X1 (program zakat community development) memiliki nilai 0,893, kemudian variabel Y1 (kemiskinan) memiliki nilai composite reliability 0,836. Sehingga variabel X1 dan Y1 dinyatakan memiliki reliabilitas yang tinggi.
Sementara nilai croanbach alpha dalam pengujian yang penulis lakukan, diperoleh nilai croanbach alpha sebagai berikut:
Tabel 4.9 Nilai Croanbach Alpha
Variabel Nilai Croanbach alpha
X1 (program zakat community
development)
0,861
Y1 (kemiskinan) 0,762
Berdasarkan tabel 4.5, dapat diketahui bahwasanya nilai setiap variabel X1 dan Y1 memiliki nilai besar dari 0,70. Sehingga dapat dinyatakan bahwasanya variabel pada X1 (program zakat community development) dan variabel Y1 (kemiskinan) reliabel.
Selain pengujian yang dilakukan terhadap composite
reliablity, dan croanbach alpha juga dilakukan pengujian pada uji multicollinearity untuk mengetahui hubungan indikator yang
dilakukan dengan melihat nilai VIF. Apabila nilai VIF kecil dari 3,33 maka hasil yang dilakukan tidak terjadi multicollinearity. Dalam pengujian yang penulis lakukan dapat diperoleh hasil sebagia berikut:
Tabel 4.10
Variance Inflation Factor (VIF)
Variabel Indikator VIF
Program zakat Community Development (X1) X1.4 1,686 X1.5 2,040 X1.7 1,730 X1.8 1,548 X1.9 2,001 X1.10 1,731 X1.11 1,993 Kemiskinan (Y1) Y1.5 1,179 Y1.8 1,821 Y1.9 1,828 Y1.10 2,162 Y1.11 1,309
Sumber: Data olahan SmartPLS 3.0 Student Version
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengujian
menggunakan SmartPLS dapat diketahui bahwasanya indikator X1.4, X1.5, X1.7, X1.8, X1.9, X1.10, X1.11, Y1.5, Y1.8, Y1.9, Y1.10, Y1.11 tidak terjadi multicolinierity karena memiliki nilai VIF kurang dari 3,33 sehingga semua indikator dapat dinyatakan valid.
3. Pengujian Inner Model
Setelah dilakukan uji outer model, dilakukan pengujian inner
model yaitu untuk melakukan pengujian terhadap model struktural akurat
atau tidak. Hasil yang penulis peroleh dari penelitian ini yaitu:
a) Koefisien Determinasi (R-Square/R2)
Dalam melakukan penilaian terhadap koefisien determinasi dalam penelitian ini yaitu digunakan kategori untuk pengujian determinasi ini. Dimana kategori tersebut yaitu: apabila terdapat nilai R2 0,25 sampai 0,49 maka hubungan antar variabel dinilai lemah, kemudian jika nilai R2 antara 0,50 sampai 0,75 maka hubungan antar variabel dinilai sedang. Sedangkan hubungan antara variabel akan dinilai kuat apabila memiliki R2 > 0,75.
Berdasarkan hasil penelitian penulis diperoleh nilai R2 sebagai berikut:
Tabel 4.11 Nilai R-square (R2)
Variabel R2 (Original Sampel)
Y1 (Kemiskinan) 0,544
Sumber: Data olahan SmartPLS 3.0 Student Version
Dari tabel di atas, diperoleh nilai R2 pada Y1 yaitu 0,499. Hasil ini apabila dilihat pada kategori pada penilain R2 berada pada nilai 0,50 sampai dengan 0,75 yang memiliki hubungan sedang. Dengan ini di artikan bahwa variabel Program zakat community development dapat berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan di Sumatera Barat sebesar 54,4%, sementara itu 55,9 % diduga berasal dari variabel lainnya yang tidak dijelaskan dalam penelitan ini.
b) Predective Relevance (Q-Square/Q2)
Uji Q square dilakukan untuk menilai apakah variabel laten memiliki kekuatan dari model struktural. Untuk menilai Q square ini dilakukan dengan menggunakan rumus uji goodness fit model yaitu Q2= 1- [(1-R12) (1-R22)]. Kriteria dari uji Q square apabila memiliki
nilai > dari 0,35 artinya observasi yang dihasilkan oleh model struktural dinilai kuat. Untuk itu, pada penelitian ini didapatkan nilai R2 berdasarkan tabel 4.7 , maka dapat diketahui nilai Q2 sebagai berikut: Q2 = 1- (1-R12) Q2 = 1 – (1 - 0,5442) Q2 = 1 – (1-0,295) Q2 = 1- 0,705 Q2 = 0,295
Berdasarkan nilai Q square 0,295, nilai Q square yang diperoleh berada pada 0,15 – 0,34 sehingga observasi yang dihasilkan model struktural dinilai sedang.
4. pengujian Hipotesis
Dalam melakukan hipotesis harus memperhatikan nilai t statistik pada nilai alpha yaitu 1,96%. Jika menggunakan nilai probabilitas t statistik p > 5%. Hipotesis yang akan diterima jika memenuhi nilai t statistik > 1,96. Namun sebaliknya jika t statistik memiliki nilai < 1,96 maka hipotesis ditolak. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka diperoleh nilai sebagai berikut:
Tabel 4.12
Nilai T statistik dan Nilai probabilitas
Path coefficient T statistic
(׀O/STDEV׀)
P Value
X1 (Program ZCD ) => Y1
(Kemiskinan)
15,883 0,000
Sumber: Data olahan SmartPLS 3.0 Student Version Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dinilai bahwa:
H01 : variabel program zakat community development (X1)
tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel pengentasan
Ha1 : variabel program zakat community development berpengaruh signifikan terhadap variabel pengentasan kemiskinan (Y1) di Sumatera Barat
Berdasarkan perhitungan yang diperoleh untuk X1 => Y1 pada SmartPLS 3 Student Version diperoleh nilai t statistik sebagaimana ditampilkan pada t tabel 4.8 yaitu 15,883 . Nilai ini dinyatakan > dari 1,96, maka dalam hal ini H1 diterima sementara H0 ditolak. Artinya dapat dinyatakan dalam hal ini variabel X1 (program zakat community
develoment) berpengaruh signifikan terhadap variabel Y1 (kemiskinan
di Sumater Barat).
Gambar 4.1 Model Struktural