BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian
Penelitian pada tahap ini akan menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional, Net Interest Margin, Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio terhadap Return Saham, dan apakah Return On Assets mampu memoderasi pengaruh Capital Adequacy Ratio, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional, Net Interest Margin, Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio terhadap Return Saham. Populasi dalam penelitian ini seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar dan aktif di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013-2017, yakni 21 perusahaan. Jumlah sampel yang diperoleh bedasarkan kriteria adalah 21 perusahaan dengan jumlah observasi sebanyak 105 unit analisis ( 21 perusahaan x 5 tahun). Jumlah populasi dan sampel dapat dilihat pada lampiran.
5.1.1 Uji Statistik Deskripsi
Statistika deskriptif ini merupakan metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan, peringkasan, dan penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna dan juga menatanya ke dalam bentuk yang siap untuk dianalisis. Dengan kata lain, statistika deskriptif ini merupakan fase yang membicarakan mengenai penjabaran dan penggambaran termasuk penyajian data.
Dalam fase ini dibahas mengenai ukuran-ukuran statistik seperti ukuran pusat, ukuran sebaran, dan ukuran lokasi dari persebaran / distribusi data.
Analisis statistika deskriptif ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran (deskripsi) mengenai suatu data agar data yang tersaji menjadi mudah
dipahami dan informatif bagi orang yang membacanya. Statistika deskriptif menjelaskan berbagai karakteristik data seperti rata-rata (mean), jumlah (sum) simpangan baku (standard deviation), varians (variance), rentang (range), nilai minimum dan maximum dan sebagainya.
Statistik deskriptif memberikan gambaran tentang suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skweness (kemencengan distribusi). Tabel 5.1 akan memberikan gambaran tentang statistik deskriptif dari penelitian ini
Tabel 5. 1
Deskripsi Statistik Penelitian Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
CAR 105 -,29 ,73 ,3034 ,22972
BOPO 105 ,66 11,74 2,6955 1,94082
NIM 105 ,02 3,09 ,6243 ,57187
NPL 105 ,15 2,74 1,3968 ,49377
LDR 105 ,01 ,33 ,1054 ,06814
Return Saham 105 0,4 33 22,9336 5,69231
ROA 105 ,00 1,10 ,2407 ,23753
Valid N (listwise) 105
Sumber : Output SPSS
Berdasarkan hasil perhitungan Tabel Statistika deskriptif diatas menunjukkan bahwa
1. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR)
Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) dengan 105 selama periode 2013-2017 memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 0.3034% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0,22972. Nilai rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) terendah (minimum) pada periode tersebut adalah - 0,29% yang dicapai oleh Bank Victoria Internasional Tbk pada tahun 2013. Sedangkan nilai rasio Capital
Adequacy Ratio (CAR) tertinggi (Maximum) pada periode tersebut adalah 0,73%
yang dicapai oleh Bank Nationalnobu Tbk pada tahun 2016. Rata-rata Capital Adequacy Ratio bank sebesar 0.3034 berarti bahwa rata-rata bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017 untuk menghasilkan return saham sebesar 0,30% dari setiap satu aktiva yang dihasilkan. Dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0,22972 menunjukkan bahwa tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari sebaran nilai return saham maksimum dan minimum
2. Variabel Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Variabel Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dengan 105 selama periode 2013-2017 memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 2,6955% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 1,94082. Nilai rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terendah (minimum) pada periode tersebut adalah 0,66% yang dicapai oleh Bank of India Indonesia Tbk pada tahun 2017. Sedangkan nilai rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tertinggi (Maximum) pada periode tersebut adalah 11,74 % yang dicapai oleh Bank Bukopin Tbk pada tahun 2017.
Rata-rata Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 2,6955 berarti bahwa rata-rata bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017 untuk menghasilkan return saham sebesar 2,6955% dari setiap satu aktiva yang dihasilkan. Dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 1,94082 menunjukkan bahwa tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari sebaran nilai return saham maksimum dan minimum
3. Variabel Net Interest Margin (NIM)
Variabel Net Interest Margin (NIM) dengan 105 selama periode 2013-2017 memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 0,6243 % dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0,57187. Nilai rasio Net Interest Margin (NIM) terendah (minimum) pada periode tersebut adalah 0,02% yang dicapai oleh Bank Nationalnobu Tbk pada tahun 2013. Sedangkan nilai rasio Net Interest Margin (NIM) tertinggi (Maximum) pada periode tersebut adalah 3,09% yang dicapai oleh Bank China Construction Bank Ind, Tbk pada tahun 2015. Rata-rata Net Interest Margin (NIM) sebesar 2,6955 berarti bahwa rata-rata bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017 untuk menghasilkan return saham sebesar 0,6243 % dari setiap satu aktiva yang dihasilkan. Dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0,57187 menunjukkan bahwa tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari sebaran nilai return saham maksimum dan minimum
4. Variabel Non Performing Loan (NPL)
Variabel Non Performing Loan (NPL) dengan 105 selama periode 2013-2017 memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 1,3968% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0,49377 ;. Nilai rasio Non Performing Loan (NPL) terendah (minimum) pada periode tersebut adalah 0,15% yang dicapai oleh Bank Mitraniaga Tbk pada tahun 2013. Sedangkan nilai rasio Non Performing Loan (NPL) tertinggi (Maximum) pada periode tersebut adalah 2,3% yang dicapai oleh Bank Jabar Banten Tbk pada tahun 2016. Rata-rata Non Performing Loan (NPL) sebesar 1,3968 berarti bahwa rata-rata bank yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2013-2017 untuk menghasilkan return saham sebesar 1,3968%
dari setiap satu aktiva yang dihasilkan. Dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0,49377 menunjukkan bahwa tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari sebaran nilai performance maksimum dan minimum
5. Variabel Return On Assets
Variabel Return On Assets dengan 105 selama periode 2013-2017 memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 0,2407% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0,23753%. Nilai rasio Return On Assets (ROA) terendah (minimum) pada periode tersebut adalah 0% yang dicapai oleh Bank Rakyat Indonesia,Tbk pada tahun 2015. Sedangkan nilai rasio Return On Assets (ROA) tertinggi (Maximum) pada periode tersebut adalah 1.10% yang dicapai oleh Bank Painin Syariah,Tbk pada tahun 2017. Rata-rata Return On Assets (ROA) sebesar 0.2407% berarti bahwa rata-rata bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017 untuk menghasilkan return saham sebesar 0.2407 % dari setiap satu aktiva yang dihasilkan. Dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0.2375% bahwa tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari sebaran nilai return saham maksimum dan minimum
6. Variabel Return Saham
Variabel Return Saham dengan 105 selama periode 2013-2017 memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 22.9336% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 0,06814. Nilai rasio Return saham terendah (minimum) pada periode tersebut adalah 0,4% yang dicapai oleh Bank Panin Syariah, Tbk pada tahun 2017. Sedangkan nilai return saham tertinggi (Maximum) pada periode tersebut
adalah 33% yang dicapai oleh Bank Victoria International,Tbk pada tahun 2016.
Rata-rata return saham sebesar 22,9336 berarti bahwa rata-rata bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017 untuk menghasilkan return saham sebesar 22,9336 dari setiap satu aktiva yang dihasilkan. Dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 5,69231 menunjukkan bahwa ada kesenjangan yang cukup besar dari sebaran nilai return saham maksimum dan minimum
5.2 Hasil Pengujian dan Analisis Data