BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
a. Hasil penelitian Oleh Ajeng Nurul Fatimah (2014), berjudul “Meningkatkan Kreativitas Anak Menggunakan Media Barang Bekas Pada Kelompok B TK Mekar Arum Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan media barang bekas dapat meningkatkan kreativitas anak. Persamaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan sekarang yaitu bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak. Adapun perbedaannya ada dalam aspek media yang digunakan, yaitu penelitian terdahulu menggunakan media barang bekas sedangkan yang akan dilakukan saat ini melalui kegiatan melukis.
b. Hasil penelitian yang kedua oleh Siti Rochayah (2012), berjudul
”Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Metode Bermain Plastisin Pada Siswa Kelompok B TK Masyithoh 02 Kawunganten Cilacap Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012”,. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui metode bermain plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak.
Persamaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan sekarang yaitu bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak. Adapun perbedaannya ada dalam aspek media yang digunakan, yaitu penelitian terdahulu melalui metode bermain plastisin sedangkan yang akan dilakukan saat ini melalui kegiatan melukis.
24
c. Hasil Penelitian yang ketiga Oleh Suyatmi (2014), “Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Menggambar Pada Aanak Kelompok A di TK Aba Ngabean 2”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui aktivitas menggambar dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini. Persamaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan sekarang yaitu bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak.
Adapun perbedaannya ada dalam aspek media yang digunakan, yaitu penelitian terdahulu melalui aktivitas menggambar sedangkan yang akan dilakukan saat ini melalui kegiatan melukis.
d. Hasil penelitian yang keempat oleh Eki Asfari (2021), dengan judul “ Pelaksanaan Pembelajaran Seni Ilustrasi (Doodle) Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Centered Learning (SCL) Pada Kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar Provinsi Sulawesi Selatan “. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis tentang, proses pembuatan seni ilustrasi (doodle) dan kualitas hingga faktor penunjang dalam proses pengerjaan dengan menggunakan model pembelajaran student centered learning (SCL). Persamaan penelitian di atas dengan skripsi peneliti yaitu sama-sama menggunakan model pembelajaran student centered learning (SCL) dalam meningkatkan proses belajar dan kualitas karya pada siswa. perbedaannya terletak pada objek penelitian yaitu penelitian Eki Asfari proses pembelajara pada seni ilustrasi sedangkan penulis meneliti proses pembelajaran pada seni lukis.
e. Hasil penelitian yang kelima oleh Mirsan (2020), dengan judul “Proses Berkarya Seni Lukis Dengan Media Kaca Di Sanggar Seni Gunturu Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba”. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan tentang, proses ide pengkaryaan seni lukis.
Persamaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan sekarang yaitu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam bidang seni lukis. Sedangkan perbedaannya ada dalam aspek media yang digunakan, yaitu penelitian terdahulu menggunakan media kaca dalam melukis, sedangkan yang akan dilakukan peneliti saat ini menggunakan media kanvas dalam melukis.
f. Hasil penelitian yang keenam oleh Nurfajri Rezky Simulia (2021), dengan judul “Proses Berkarya Seni Lukis Menggunakan Bahan Pewarna Alam Bagi Peserta Didik Kelas XI MIPA 1 SMAN 6 Bone”. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan tentang, proses ide pengkaryaan seni lukis.
Persamaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan sekarang yaitu sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam berkarya seni lukis. Sedangkan perbedaannya terletak pada bahan yang di gunaka yaitu penelitian terdahulu menggunakan pewarna alam dalam melukis, sedangkan yang akan dilakukan peneliti saat ini menggunakan bahan cat air dalam melukis.
g. Hasil penelitian yang ke tujuh oleh Lita Arafu (2013), dengan judul “Makna Dan Tema Lukisan Karya Vivi Kurnia Kumalasari “. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis tentang, proses
26
pemaknaan pada lukisan. Persamaan penelitian di atas dengan skripsi peneliti yaitu sama-sama belajar dan membahas tentang seni lukis. Sedangkan perbedaannya terletak pada objek penelitian yaitu penelitian Lita Arafu membahas terkait substansi atau makna daripada lukisan sedangkan penulis meneliti tentang kemampuan dalam melukis.
B. Kerangka Pikir
Berdasarkan landasan teori tersebut, maka kerangka berpikir dapat digambarkan sebagai berikut:
C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah kemampuan berkarya seni Lukis pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar dapat di teliti dengan menggunakan model pembelajaran student centered learning (SCL).
28 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian 1. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini termasuk metode “deskriptif kualitatif”, yang artinya metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang biasanya digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alami, yang mana peneliti berperan sebagai instrumen kunci (Sugiyono, 2008:15). Dalam arti lain deskriptif kualitatif ialah berusaha mengungkapkan suatu atau memberi gambaran secara objektif sesuatu dengan kenyataan sesungguhnya.
Erat kaitannya dalam proses penelitian, yaitu bagaimana cara menyajikan data berdasarkan kenyataan yang ada dengan proses pengamatan dan wawancara mengenai kemampuan berkarya seni lukis dengan menggunakan model pembelajaran Student Centered Learning (SCL) pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.
2. Variabel penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif, yakni berusaha mengungkapkan dan menggambarkan apa adanya tentang proses berkarya seni lukis dengan menggunakan model pembeljaran student centered learning (SCL) dalam pembelajaran seni budaya. Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti tidak membedakan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Adapun yang menjadi variabel-variabel dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Proses berkarya seni lukis dengan menggunakan model pembelajaran Student Centered Learning (SCL) pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar?
b. Kemampuan berkarya seni lukis dengan menggunakan model pembelajaran Student Centered Learning (SCL) pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar
3. Desain penelitian
Desain penelitian pada hakikatnya merupakan strategi mengatur penelitian dan dibuat sebagai kerangka acuan dalam melaksanakan penelitian.
Dalam proses penelitian ini, peneliti berupaya menyusun kerangka acuan yang meliputi perencanaan penelitian, pelaksanaan penelitian, pengumpulan data (observasi, tes praktik, dokumentasi), analisis data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan kerangka acuan yang telah dibuat, maka disusunlah desain penelitian sebagai berikut
30
B. Lokasi, Waktu dan Subjek Penelitian 1. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian ini terletak di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Sultan Alauddin No. 259, Gn. Sari, Kec.
Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Alasan peneliti memilih SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar sebagai tempat penelitian, yaitu:
a. SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar merupakan salah satu sekolah yang banyak diminati.
b. Kurangnya pemahaman siswa terhadap mata pelajaran ini khususnya dalam bidang seni lukis dan mudah-mudahan dengan penelitian yang saya lakukan nanti pemahaman, pengetahuan dan kreativitas siswa dapat meningkat.
2. Waktu Penelitian
Waktu Penelitian telah di laksanakan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021.
3. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar, dengan jumlah terdiri dari 12 orang siswa.
Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah Kemampuan berkarya seni lukis dengan menggunakan model pembelajaran student centered learning (SCL).
C. Definisi Operasional Variabel
Berdasarkan Variabel Tersebut, maka perlu dilakukan pendefenisian oprasional variabel untuk memperjelas dan menghindari pendefenisian yang keliru. Adapun defenisi oprasional variabel tersebut adalah :
1. Proses berkarya seni lukis yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu proses dalam menentukan konsep, ide atau gagasan, menyiapkan alat dan bahan, membuat sket, pewarnaan dan finishing pada pengkarya seni lukis.
32
2. Kemampuan berkarya seni lukis pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar yang dimaksud, yaitu hasil yang dicapai oleh para siswa dalam berkarya seni lukis.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, lembar dokumentasi, dan lembar penilaian praktik.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah awal dalam penelitian, karena bertujuan untuk mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Teknik observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaanya.
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting aalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar (Sutrisno,1986).
Dalam penelitian kualitatif, observasi lebih dipilih sebagai alat karena peneliti dapat melihat, mendengar, atau merasakan informasi yang ada secara langsung. Saat peneliti terjun langsung ke lapangan, informasi yang muncul bisa saja sangat berharga. Dari teknik observasi dikumpulkan data tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi hasil karya seni lukis pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.
b. Tes praktik
Tes adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan seseorang. Dalam hal ini tes praktik akan dilakukan dengan mengarahkan siswa melakukan praktik dalam melukis.
c. Wawancara
Slamet (2011) dalam Edi menyebutkan bahwa wawancara adalah cara yang dipakai untuk memperoleh informasi melalui kegiatan interaksi social antara peneliti dengan dengan yang diteliti. Dalam hal ini informasi yang dapat diperoleh dari hasil mewawancarai pengunjung atau peserta pameran.
d. Dokumentasi
Teknik ini dilakukan untuk melengkapi perolehan data dilapangan baik pada saat melakukan observasi maupun pada saat melakukan wawancara berupa gambar atau foto. Data yang diperoleh merupakan apa yang dapat menunjukkan proses dan hasil penelitian. Pemilihan cara ini sebagai salahsatu cara untuk memperoleh data secara tepat, cepat dan efisien.
F. Teknik Analisis Data
Setelah data yang dibutuhkan telah terkumpul, maka selanjutnya penulis mengolah data secara terpisah dengan teknik sebagai berikut:
34
1. Proses analisa ini dimulai dengan membaca, mempelajari, dan menelaah selutuh data dari hasil observasi, tes praktik, wawancara, dan dokumentasi kemudian diperiksa kembali sehingga lengkap dan benar.
2. Kategorisasi data dan membuat rangkuman dari data-data yang dianggap penting diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
3. Data-data tersebut disusun menjadi bagian serta menyusun uraian-uraian dengan struktur data yang diperoleh.
4. Pemeriksaan kebenaran data, kemudian diadakan penghalusan data dari responden untuk kemudian diadakan penafsiran.
5. Kemudia hasil tes praktik peserta didik dinilai.
35 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari kegiatan penelitian tentang hasil karya peserta didik melalui proses pelaksaan pembelajaran seni lukis dengan menggunakan cat air pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakasanakan selama empat kali pertemuan, pada pertemuan pertama peneliti melakuakan observasi dan pengenalan awal tentang seni lukis. Pada pertemuan kedua memberikan praktik melukis, pada pertemuan ketiga melakukan evaluasi karya peserta didik dan pada pertemuan ke empat melakukan penilaian karya peserta didik.
Dari wawancara dari siswa yang berada di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar, rata-rata siswa mengungkapkan ketertarikan terhadap proses pembuatan karya seni lukis karena baru pertama kali mereka membuat karya seni lukis.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka data yang telah diolah dan dianalisis disajikan dalam bentuk deskritif kualitatif, yang bertujuan untuk mendiskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah atau bidang-bidang tertentu, sesuai dengan indikator dalam fokus penelitian. Adapun hasil analisis masing-masing data tersebut sebagai berikut.
36
1. Kemampuan Berkarya Seni Lukis Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Centered Learning (SCL) Pada Siswa XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
Pelaksanaan pembelajaran seni lukis ini pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. setiap peserta didik membuat karya ini secara individu. yang melalui beberapa tahap dalam pembuatannya yaitu sebagai berikut:
a. Perencana pembelajaran student centered learning (SCL)
Merupakan suatu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Peserta didik diharapkan aktif mandiri dalam proses belajarnya, bertanggung jawab dan berinisiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya berdasarkan kebutuhan, para guru beralih fungsi menjadi fasilitator dan sebagai materi pembelajar.
Dalam pelaksanaan pembelajaran salah satu faktor yang paling menentukan adalah system yang di gunakan, sebagai penunjang dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah-sekolah. Untuk di ketahui bersama bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran guru, materi dan metode tidak akan berjalan dengan lancar tanpa ada system yang mengatur secara struktur.
Minat belajar siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar dalam pembelajaran seni lukis dengan menggunakan model pembelajaran student centered learning (SCL) sangatlah antusias dalam menerima pelajaran tentang seni lukis tersebut, bahkan dalam melakukan proses pengerjaan tugas seni lukis dengan media kanvsas tersebut siswa mampu menyelesaikan dan
memaksimalkan tugas yang telah di berikan oleh guru dan dapat diselsaikan degan waktu yang telah ditentukan.
b. Proses pembelajaran student centered learning (SCL) 1.) Pendahuluan
Pada pertemuan pertama peneliti di mulai dengan memperkenlan diri dan memberikan materi gambaran pemahaman awal tentang seni lukis yang bersifat teoritis Pada pertemuan pertama ini juga guru yang bersangkuan memberikan penjelasan tentang seni lukis, memperlihatkan contoh karya seni lukis, memberikan penjelaskan tentang alat dan bahan yang di perlukan saat melukis serta bagaimana cara menggunakannya dan pada pertemuan pertama ini guru langsung memberikan tugas kepada siswa.
Dalam proeses pelaksanaan pembelajaran seni lukis pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar siswa dituntut untuk memiliki pemahaman dan kualitas dalam pembelajaran seni lukis yang memerlukan konsep, ide atau gagasan, teknik dan kreativitas.
2.) Proses berkarya
Kegiatan belajar-mengajar pada proses berkarya siswa dalam Pembelajaran seni lukis. Langkah-langkah dalam Pembelajaran seni lukis dimulai dengan membuat konsep, kemudian sketsa dilanjutkan dengan pewarnaan sampai dengan finishing karya. dalam kegiatan Pembelajaran seni lukis pada pratindakan peneliti memberi penjelasan singkat tentang kriteria melukis yang meliputi konsep, ide atau gagasan, Kreativitas, dan Teknik. Kemudian peneliti menyuruh
38
siswa untuk membuat sketsa. Dengan kata lain, peneliti hanya memberikan sebatas rangsangan atau stimulus kepada siswa untuk melukis sesuai dengan konsep dan kemampuan siswa.
3.) Evaluasi pembelajaran
Hasil karya seni lukis dengan menggunakan model pembelajaran Student Centre Learning (SCL) siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar telah diberikan evaluasi oleh peneliti yakni berpedoman dari beberapa aspek peneliaian meliputi: konsep, Ide atau gagasan, Kreativitas dan Teknik.
4.) Menentukan konsep ide atau gagasan karya berdasarkan materi pembelajaran Pada tahap ini sebelum siswa membuat karya seni lukis terlebih dahulu peneliti memberikan materi tentang teknik dan cara pembuatan karya seni lukis dan memperlihatkan beberapa contoh karya seni lukis dan memperagakan teknik dan cara pembuatan karya seni lukis tersebut didepan kelas mulai dari pengenalan alat dan bahan dan juga cara membuat pola sket terlebih dahulu dengan menggunakan pencil sebelum menggunakan kuas dan cat untuk masuk di pewarnaan. Setelah itu peneliti menjelaskan serta mengarahkan siswa untuk membuat atau menentukan konsep, ide atau gagasan terlebih dahulu yang akan dibuat oleh siswa dan di sini siswa bebas dalam menentukan tema karya yang mereka ingin buat.
c. Menyediakan alat dan bahan
Menyediakan alat dan bahan merupakan tahap awal yang harus dilakukan dalam membuat karya seni lukis. alat dan bahan yang harus disiapkan diantaranya pencil, kanfas, kuas dan cat sebagai alat dan bahan dasar dalam membuat karya
seni lukis. Alat dan bahan yang digunakan dalam mebuat karya seni lukis antara lain :
Gambar 4.1 : Alat dan Bahan Melukis ( Dokumentasi : Anwar, Agustus 2021)
d. Proses pembuatan karya seni Lukis 1.) Membuat Sket
Membuat Sket terlebih dahulu sebagai gambaran dasar dari apa yang mau di Lukis sesuai dengan tema, ide atau gagasan yang diinginkan.
Gambar 4. 2 : Membuat sket pada kanvas
( Dokumentasi : Anwar, Agustus 2021 )
40
2.) Pewarnaan
Pada proses ini sesuai dengan data yang di dapatkan penulis, siswa menggunakan cat air, yang prosesnya di lakukan setelah sket agar yang di Lukis lebih gampang untuk di warnai. Berikut proses pewarnaan pada lukisan:
Gambar 4.3 : Mewarnai karya dengan cat ( Dokumentasi : Anwar, Agustus 2021 )
3.) Finishing
Finishing dalam membuat karya seni lukis merupakan proses penyelesaian atau tahap akhir dalam melukis.
Gambar 4.4: Finishing pada karya (Dokumentasi : Anwar, Agustus 2021)
2. Hasil karya seni lukis siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
Hasil karya seni lukis pada siswa memperlihatkan beberapa aspek yang harus dipenuhi sebagai dasar penilaian ada tiga yaitu, ide atau gagasan, kreativitas, dan teknik. Hasil karya seni lukis dibuat dengan berpatokan pada indikator pencapaian kompetensi dapat dipaparkan dalam tabel sebagai berikut:
42
Tabel. 4.1 Penilaian hasil karya seni lukis pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
No. Nama Siswa
4. Hani Humairah S.
Adam
85 87 95 89 Baik
5 . 5.
Hidayat 90 85 89 88 Baik
6. Jingga Fahira 78 75 88 80,3 Cukup
Baik
44
7. Muh Anhar Pratama 89 89 95 91 Sangat
Baik
8. Nadia 83 80 85 82,6 Baik
9. Nafiah Lukman 87 78 90 85 Baik
10. Nurul Khairatun Hisan
80 85 87 84 Baik
11. Widya Takimpo 80 85 90 85 Baik
12. Yazid Syuaib 87 78 75 80 Cukup
Baik
keterangan :
a. 91 – 100 = Sangat Baik b. 81 - 90 = Baik
c. 71 – 80 = Cukup Baik d. 61 – 70 = Kurang
46