4.1 Gambaran Umum Lokasi
Penelitian
Desa Sekip adalah salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang yang luasnya 471 Ha dan terdiri dari 16 dusun. Jumlah penduduknya pada tahun 2016 adalah 18.641 orang dengan 1584 kepala keluarga. Letak geografis Desa Sekip berada pada 9”88”83”06” BT – 35”66”99” LS. Adapun batas-batasnya adalah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara :
berbatasan dengan Desa emp. Kualanamu
b. Sebelah Timur :
berbatasan dengan Desa Sukamandi Hilir
c. Sebelah Barat :
berbatasan dengan Desa Bakaran Batu
d. Sebelah Selatan :
berbatasan dengan Desa Pagar Jati
SD Negeri 101902 terdiri dari 188 orang, sekolah ini bersebelahan dengan sekolah SDLB.
Batas wilayah SD Negeri 101902 adalah :
a. Sebelah Utara :
berbatasan dengan Desa emp. Kualanamu
b. Sebelah Timur :
berbatasan dengan Dusun III Desa Pagar Jati
c. Sebelah Barat :
berbatasan dengan SDLB Sekip
d. Sebelah Selatan :
berbatasan dengan Simpang Pantai Labu
4.2 Analisa Univariat
Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti mengenai “Hubungan Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di SD Negeri No.101902 Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016” dengan menggunakan kuesioner, maka diperoleh hasil-hasil analisa univariat sebagai berikut.
4.2.1 Distribusi karakteristik responden
Rincian distribusi karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Distribusi Karakteristik Responden di SD Negeri No.101902 Desa
Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016 No Karakteristik Frekuensi (orang) Persentase (%) 1 Usia : 6-9 tahun 10-12 tahun 30 30 50,0 50,0 Total 60 100 2 Kelas : Satu Dua Tiga Empat Lima 10 10 10 10 10 16,7 16,7 16,7 16,7 16,7
Enam 10 16,7
Total 60 100
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan usia adalah kelompok usia 6-9 tahun yang berjumlah 30 orang (50,0%) dan usia 10-12 tahun sebanyak 30 orang (50,0 %). Berdasarkan kelas satu berjumlah 10 orang (16,7%), kelas dua berjumlah 10 orang (16,7%), kelas tiga berjumlah 10 orang (16,7 %), kelas empat berjumlah 10 orang (16,7%),kelas lima berjumlah 10 orang (16,7%) dan kelas enam berjumlah 10 orang (16,7%). 4.2.2 Personal Hygiene
Hasil penilaian yang menunjukkan distribusi personal hygiene dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.2 Distribusi Responden Mengenai Personal
Hygiene Siswa
Sekolah
Dasar di SD Negeri no. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016 N O Personal Hygiene Sekolah Dasar Frekuen si (orang) Persenta se (%) 1 Baik 11 18,3 2 Cukup 34 56,7 3 Kurang 15 25,0 Total 60 100
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa distribusi responden berdasarkan personal hygiene terdiri dari personal hygiene baik sebanyak
11 orang (18,3%), cukup 34 orang (56,7%), kurang 15 orang (25,0%). 4.2.3 Lembar Observasi Sanitasi Lingkungan
Hasil penilaian yang menunjukkan distribusi observasi sanitasi lingkungan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.3 Distribusi Observasi
Mengenai Sanitasi
Lingkungan
dengan kejadian Diare pada siswa sekolah dasar SD Negeri 101902
Desa Sekip Kabuppaten Deli Serdang Tahun 2016
NO Observasi Sanitasi Lingkungan Frekuensi (f) Persenta se (%) 1 Baik 0 0,0 2 Cukup 1 25,0 3 Kurang 3 75,0 Total 4 100
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa distribusi responden berdasarkan lembar observasi lingkungan terdiri dari sanitasi lingkungan baik 0 (0,0%),
cukup 1 (25,0%), kurang 3 (75,0%). 4.2.4 Kejadian diare pada siswa sekolah dasar
Data mengenai ada tidaknya kejadian diare pada siswa responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4.4 Distribusi Responden
Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016 NO Kejadian Diare pada Siswa Frekuensi (orang) Persentase (%)
Sekolah Dasar
1 Terjadi 32 53,3
2 Tidak Terjadi 28 46,7
Total 60 100
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa terjadinya diare pada siswa responden adalah sebanyak 32 orang atau sebesar 53,3 %, dan yang tidak terjadi sebanyak 28 orang atau sebesar 46,7%.
4.3 Analisa Bivariat
Setelah analisa univariat didapatkan, maka dilakukan analisa bivariat untuk mengetahui ada tidaknya hubungan variabel independen dengan dependen. Hasil analisa bivariat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
4.3.1 Hubungan personal hygiene dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabuupaten Deli Serdang Tahun 2016
Hubungan personal hygiene dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri no. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016:
Tabel 4.5 Distribusi Responden
Mengenai Hubungan
Personal Hygiene dengan Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016
Melalui tabel di atas dapat diketahui bahwa distribusi responden dengan kejadian diare pada siswa
sekolah dasar adalah responden personal hygiene baik berjumlah 11 orang (11,8%), cukup 34 orang(56,7%), dan kurang 15 orang (25,0%). Distribusi responden tanpa kejadian diare pada siswa adalah responden dengan personal hygiene baik 2 orang (3.3%), cukup 19 orang (31,7%), kurang 11 orang (18,3%). Jumlah keseluruhan responden yang memiliki personal hygiene baik ada11 orang (18,3%), cukup 34 orang (56.7%), kurang 15 orang (25,0%).
Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan Uji Chi-square diperoleh nilai p = 0,019. Nilai p lebih kecil dari taraf α (p < 0,05 ) sehingga Ha diterima, artinya ada hubungan hygiene dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016.
4.3.2 Hubungan sanitasi
lingkungan dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri No.
101902 Desa Sekip
Kabupaten Deli Serdang tahun 2016
Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.6 Distribusi Observasi
Mengenai Sanitasi
Lingkungan dengan
kejadian Diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang tahun 2016
NO Sanitasi Lingkungan Kejadian Diare pada Siswa Jumlah P (value) Terjadi Tidak Terjadi n % N % n % 1 Baik 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0,046 2 Cukup 0 0,0 1 25,0 1 25,0 3 Kurang 3 75,0 0 0,0 3 75,0 Total 34 100 17 100 51 100
Melalui tabel di atas dapat diketahui bahwa distribusi observasi dengan kejadian diare pada siswa adalah baik berjumlah 0 orang (0,0%), cukup 0 orang (0,0%), kurang 3 (75,0%). Distribusi observasi tanpa kejadian diare pada siswa adalah baik 0 orang (0,0%), cukup 1(25,0%), kurang 0 (0,0%). Jumlah keseluruhan observasi adalah baik 0 (0,0%), cukup 1 (25,0%), dan kurang 3 (75,0%). Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan Uji Chi-square diperoleh nilai p = 0,046. Nilai p lebih kecil dari taraf α (p < 0,05 ) sehingga Ha diterima, artinya ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang
PEMBAHASAN
5.1 Karakteristik Responden Karakteristik responden di SD Negeri No. 101902 Sekip yang memiliki proporsi tertinggi adalah kelompok usia 6-9 tahun dengan jumlah 32 orang (53,3%). Besar kemungkinan hal tersebut dikarenakan responden kurang mengerti dengan kebersihan pada dirinya sendiri. Proporsi tertinggi berdasarkan kelas adalah kelas 2 dengan jumlah 9 orang (15%). Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuannya.
5.2 Personal Hygiene di SD Negeri No. 101902 Desa
Sekip Kabupaten Deli
Serdang Tahun 2016
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa personal hygiene siswa yang cukup memiliki proporsi tertinggi, yakni sebanyak 34 orang (56,7%). Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseorang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Dimana peningkatan pengetahuan mempunyai hubungan yang positif dengan kebersihan diri sendiri. Oleh karena itu, semakin baik pengetahuan siswa tentang diare maka kemungkinan siswa terkena diare semakin rendah. Sebaliknya jika pengetahuan siswa kurang maka kemungkinan siswa menderita diare juga tinggi.
Kelas yang tergolong rendah karena siswa di SD Negeri 101902 ada yang tidak mengerti tentang diare dan kebanyakan siswanya tidak mengerti dengan tingkat pencegahan diare. Kurangnya pengetahuan siswa juga dapat dikarenakan oleh faktor usia, dimana kebanyakan siswa berusia 6-9 tahun. Karena siswa SD Negeri 101902 kurang mengetahui bahaya jajanan di luar serta kebersihan pada dirinya sendiri.
5.3 Sanitasi Lingkungan di SD Negeri No. 101902 Desa
Sekip Kabupaten Deli
Serdang Tahun 2016
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan yang kurang memiliki proporsi tertinggi, yakni 3 (75,0%). Sanitasi Lingkungan merupakan suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.
Hal dalam kebersihan sanitasi lingkungan juga dapat dipengaruhi oleh usia, dimana sebagian besar siswa di SD Negeri No.101902 merupakan kurangnya pengetahuan siswa terhadap kebersihan lingkungan. Usia yang semakin tinggi pada seseorang biasanya menurun kepada kebiasaan
yang lebih baik serta lebih memahami kebersihan lingkungan dan diri sendiri. Sebaliknya jika usia yang semakin rendah pada seseorng biasanya menurun kepada kebiasaan yang lebih buruk serta tidak memahami kebersihan lingkungan dan diri sendiri. 5.4 Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa siswa dengan kejadian diare memiliki proporsi yang lebih tinggi dibandingkan responden yang siswa tidak mengalami kejadian diare, yakni berjumlah 32 orang (53,3%). Menurut WHO (2016), diare adalah berak cair lebih dari tiga kali dalam 24, dan lebih menitik beratkan pada konsistensi tinja dari pada menghitung frekuensi berak.
Kejadian diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang bisa saja dikarenakan oleh personal hygiene yang dalam pembahasan sebelumnya di ata sudah dalam criteria cukup serta sanitasi lingkungan yang dalam pembahasan sebelumnya di atas sudah dalam kriteria kurang.
5.5 Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di SD Negeri No. 101902 Desa
Sekip Kabupaten Deli
Serdang Tahun 2016
Berdasarkan Hasil Uji Chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan personal hygiene dengan kejadian diare pada sisw sekolah dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016.
Hal ini terlihat dari analisa statistik dengan metode Uji Chi-square tersebut dimana p = 0,019 < taraf α 0,05 sehingga Ha diterima, yakni ada hubungan dari kedua variabel tersebut.
Cukupnya personal hygiene siswa berpotensi menyebabkan kejadian diare. Hal ini terlihat dari hasil kuesioner dimana responden dengan kejadian diare memiliki proporsi tertinggi adalah responden yang personal hygiene cukup, yakni sebanyak 34 orang (56,7%). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Anna Nurjannah (2016) yang menyatakan bahwa ada hubungan personal hygiene dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar (p=0,018).
5.6 Hubungan Sanitasi
Lingkungan dengan
Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016
Berdasarkan hasil Uji Chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada siswa sekolah dasar di SD Negeri No. 101902 Desa Sekip Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016.
Hal ini terlihat dari analisa statistik dengan metode Uji Chi-square tersebut dimana p = 0,046 < taraf α 0,05 sehingga Ha diterima, yakni ada hubungan dari kedua variabel tersebut.
Kurangnya sanitasi lingkungan dapat mengakibatkan kejadian diare pada siswa sekolah dasar. Hal ini terlihat dari hasil observasi dimana responden dengan kejadian diare yang memiliki proporsi tertinggi adalah responden yang kurang, yakni
sebanyak 3 orang (75,0%). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Umiati (2010) yang menyatakan bahwa ada hubungan sanitasi lingkungan degan kejadian diare pada siswa sekolah dasar (p=0,018).
Penyuluhan perlu dilakuan secara persuasif tidak terlalu formal di lakukan dalam setiap ada kesempatan dengan materi sanitasi lingkungan yang berkaitan dengan penyakit diare.