NINING KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG
3. Pengaruh Teknik Effluarage Terhadap Intensitas Nyeri
Pada Ibu Persalinan Kala I Di Klinik Nining Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016. Nyeri merupakan keadaan yang tidak enak berkenaan dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan, ditandai oleh kekhawatiran, ketidak enakan dan perasaan yang tidak dihindari. Nyeri juga dapat menyebabkan peregangan otot-otot polos sehingga dapat menyebabkan rasa sakit dan Nyeri merupakan sensasi tidak nyaman yang bersifat individual. Klien merespon terhadap nyeri yang dialaminya dengan beragam cara, misalnya berteriak, meringis. Oleh karena nyeri bersifat subjektif, maka perawat mesti peka terhadap sensasi nyeri yang dialami klien (Asmadi, 2008).
Penanganan nyeri pada proses persalinan merupakan hal yang sangat penting karena penentu apakah seorang ibu bersalin dapat bersalin dengan normal atau diakhiri dengan suatu tindakan dikarenakan nyeri. Suatu tindakan untuk mengatasi nyeri dibedakan menjadi tindakan farmakologis dan non farmakologis. Merupakan tanggung jawab seorang perawat dalam mengurangi nyeri secara farmakologis (Asmadi, 2008).
Setelah dilakukan teknik effluarage kepada 8 orang responden yang mengalami nyeri persalinan ibu kala I, nampak sekali pengaruh skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik effluarage , berarti dapat disimpulkan bahwa teknik effluarage dapat menurunkan skala nyeri.dan teknik effluarage juga digunakan untuk mengalihkan perhatian seseorang dari rasa sakit, dan teknik effluarage untuk relaksasi.
Berdasrkan hasil uji statistik dengan menggunakan paired simple t-test nilai perbedaan rerata sebesar 0,750 .Diperoleh bahwa nilai p (pvalue =0,003) = (p< 0,05) sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik effluarage. Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa teknik effluarage dapat mengalihkan perhatian responden persalinan ibu kala I terhadap penurunan tingkat nyeri yang dirasakanya. Teknik effluarage mempunyai pengaruh yang positif dengan penurunan tingkat nyeri yaitu jika pemberian teknik effluarage sering dilakukan maka tingkat nyeri dapat berkurang.
Penelitian Sadiyanto (2011) yang berjudul pengaruh massage
effleurage terhadap pengurangan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada primipara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest dan posttestdesign. Sampel penelitian ini adalah 34 responden yang dipilih secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan nilai nyeri setelah intervensi sebanyak 3,27. Uji paired t tes diperoleh intensitas nyeri sebelum dilakukan metode masase effluarage rata ratanya adalah 7,647. Setelah dilakukan metode masase effluarage rata ratanya adalah 6,117.nilai perbedaan rata rata sebelum dan sesudah dilakukan metode masase effluarage adalah 1,53 (t-hitung :8,260 dan t-tabel :1,960).dengan nilai p (0,000) < α(0,050).ada perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dilakukan dan setelah dilakukan metode.masase effluarage.hasil penelitian ini dinyatakan bahwa metode masase effluarage dapat digunakan sebagai intervensi dalam asuhan kebidanan.kepada ibu bersalin . KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian yang telah dilakukan terhadap 8 orang responden pasien persalinan ibu kala I di klinik nining kecamatan lubuk pakam kabupaten deli serdang.
Setelah dilakukan observasi kepada 8 orang responden, dapat dilihat bahwa penurunan tingkat nyeri pada umur yang lebih tinggi terdapat pada umur 20- 25 tahun
sebanyak 4 orang (50,0%),
sedangkan pada pekerjaan yang lebih tinggi terdapat pada IRT sebanyak 6 orang (75,0%) , sedangkan pada pendidikan yang lebih tinggi terdapat pada pendidikan SMP sebanyak 4 orang(50,0%)
1. Penurunan tingkat nyeri pada persalinan ibu kala I yang dirasakan responden sebelum diberi teknik effluarage menunjukkan bahwa, responden yang mengatakan tingkat nyeri yang dirasakan kategori tidak ada nyeri yaitu tidak ada responden yang mengatakan tidak ada nyeri, untuk kategori nyeri ringan yaitu sebesar 3 orang (37,5%) , kategori nyeri sedang yaitu sebesar 4 orang (50,0%) , kategori nyeri berat yaitu sebesar 1 orang (12,5%), dan kategori nyeri sangat berat yaitu tidak ada responden yang mengatakan nyeri yang dirasakan sangat berat.
2. Penurunan tingkat nyeri pada persalinan ibu kala I yang dirasakan responden sesudah diberi teknik effluarage menunjukan bahwa, responden yang mengatakan tingkat nyeri yang dirasakan kategori tidak ada nyeri yaitu sebanyak 2 orang (25,0%) , untuk kategori nyeri ringan sebesar 4 orang (50,0%), kategori nyeri sedang sebesar 2 orang (25,0%), kategori nyeri berat tidak ada responden yang mengatakan nyeri yang dirasakan berat, dan kategori nyeri sangat berat tidak ada responden yang mengatakan nyeri yang dirasakan sangat berat.
3. Dari poin dua dan tiga dapat dilihat bahwa ada perubahan tingkat nyeri yang terjadi setelah pemberian teknik effluarage pada responden persalinan ibu kala I dengan tingkat nyeri sebelum diberi teknik effluarage, dan terdapat perbedaan yang bermakna antara variabel teknik effluarage didapatkan nilai P= 0,001 (p<0,05) terdapat perubahan tingkat nyeri persalinan ibu kala I karena nilai p Value < 0,05.
2. Saran
2.1 Bagi Pasien
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam menggunakan teknik back effluarage (masase
punggung) untuk
menurunkan nyeri persalinan ibu kala I.
2.2. Bagi Klinik Nining
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan bahan masukan bagi seluruh staf diklinik nining kecamatan lubuk pakam kabupaten deli serdang khususnya bagian pegawai dalam memberikan pelayanan pada persalinan ibu kala I.
2.3. Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai bacaan di perpustakaan kampus Medistra Lubuk Pakam dan sebagai bahan masukan bagi pengembangan ilmu.
2.4. Bagi Peneliti
Diharapkan agar dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan pengalaman peneliti tentang Pengaruh teknik effluarage terhadap penurunan tingkat nyeri pada persalinan ibu kala 1 di klinik nining kecamatan lubuk pakam kabupaten deli serdang tahun 2016.
DAFTAR PUSTAKA
Asmadi, (2010). Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika
Asrinah., Putri, S.S., Sulistyorini, D.,Muflihah, I.S., & Sari, D.N. (2010).Asuhan kebidanan masa persalinan. Yogyakarta: GrahaIlmu Danuatmaja, Benny., & Meiliasari,
Mila.(2009). Persalinan normal tanparasa sakit. Jakarta: Puspa Swaka
Gadysa (2009). Konsep dan penatalaksanaan nyeri. Jakarta:EGC
Hakim, Samuel, (2009). Musik Nyeri Sectio.
http://fuadbahsin.wordpress. com/2008/10/17/musik-nyeri-sectio-caesaria/html
diakses tanggal 11 April 2012
Hallen.(2009). Methodisth healthcare system of San
Antonio, Ltd.
http://www.mhshealth.com/ CPM/2010PainManagement Scale.pdf diperoleh tanggal 20 April 2016
Hidayat, A. A, (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika Idmgarut. (2009). Nyeri dalam
persalinan “teknik dan cara penanganannya”. Jakarta:
Trans Info Media
Jitiwiyono, S, (2010). Asuhan Keperawatan Post Operasi dengan Pendekatan NANDA. Yuha Medika, Yogyakarta
Kinney, Mc., & Sloane, Emily. (2011).Maternal child nursing 1st.Phyladelphia: WB. Saunders
Kozier. (2010). Penanganan nyeri persalinan dengan metode nonfarmakologi.
Malang:Bayumedia
Maryunani, Anik. (2010). Nyeri
dalam persalinan“teknik
dan cara
penanganannya”.Jakarta:
Trans Info Media
Maslikhanah. (2011). Penerapan teknik pijat effleurage sebagai upaya penurunan nyeri persalinan pada ibu inpartu kala I faseaktif ..pdf diperoleh tanggal 16 Maret 2011
Masruroh, Imas. (2009). Efektifitas teknik masase (Counter-Pressure) terhadap penurunan intensitas nyeri pada fase aktif persalinan normal di ruang bersalin RSUD pdf.diperoleh tanggal 11 April 2016 Monsdragon. (2004). Pregnancy Information (Effleurage danmassage). http:/ /www. Monsdragon .org/pregnancy/effleurage.ht ml diperoleh tanggal 20 januari 2016 NANDA, Internasional, (2010). Diagnosa Keperawatan Defenisi dan Klasifikasi. Jakarta: EGC Notoatmodjo, Soekidjo, (2010).Metodologi Penelitian Kesehatan.jakarta :Rineka Cipta
Nursalam, (2010). Konsep dan Penerapan Metodologi
Penelitian Ilmu
Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika Potter and Perry, 2009. Fundamental
Keperawatan (Konsep, Proses, dan Praktik). Jakarta: EGC
Prasetyo, S. Nian, 2010. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta: Graha Ilmu Potter, Patricia A. & Perry, Griffin
Anne.(2009). Buku Ajar fundamental keperawatan: konsep, proses danpraktik
edisi 4. Alih
bahasa:Komalasari, Renata. Jakarta: EGC
Rahmat(2010). Efek Teknik Masase Effleurage Pada Abdomen Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Disminore Primer. Malang : Bayumedia
Reeder, S.J., Martin, L.l., & Griffin, D.K.(2011). Maternity nursing: family,newborn,
and women’s health
care.Alih bahasa, Afiyanti, Y., et al.Jakarta: EGC
Rusmayanti, 2012. Manajemen Nyeri
Pasca Operasi.
http://medicastore.com. Diakses tanggal 11/04/2016 Saifuddin, (2010). Perbedaan antara
pengontrolan nyeri pinggang persalinan dengan teknik superficial heat-cold dan teknik counter pressure terhadap efektifitas pengurangan nyeri pinggang pada kala I persalinan studi di RB
wilayah Klaten.
http://jurnal.pdii.lipi.go.id/a dmin/jurnal/34076976. pdf diperoleh tanggal 4 April 2016
Sastroasmoro, S, (2010). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto
Sugiono, (2009). Metode Penelitian dan Administrasi. Bandung: Alfabeta
Sri Rejeki (2011) Tingkat nyeri persalinan melalui therapi alat mekanik manual penekan regiosakralis pada persalinan kala I, Preseding.Unimus.
Tamsuri, Anas. (2009). Konsep dan penatalaksanaan nyeri. Jakarta:EGC
Tamsuri, 2010. Teknik Distraksi.
http://qitun.blogspot.com/20 08/11/teknik distraksi.html Winknjosastro, Hanifa. (2002). Ilmukebidanan edisi ketiga. Jakarta:Yayasan Pustaka Sarwono Prawiroharjo