• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen ISSN Volume.5 No.2 Juni Agustus 2016 (Halaman 82-85)

PENDAHULUAN 1. Latar belakang

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam didirikan pada tahun 1958. Pertama sebagai rumah sakit pembantu, pada tahun 1979 menjadi Rumah Sakit Umum kelas D sesuai SK. Menkes RI No 5/Mkes/SK.II tahun 1979, pada tahun 1987 menjadi Rumah Sakit Umum Daerah kelas C sesuai dengan SK Menkes RI No.303/Menkes/SK. VI tahun 1987, tahun 2002 menjadi Lembaga Teknis daerah berbentuk Badan berdasarkan Keputusan Bupati Deli Serdang No. 264 tanggal 01 Mei 2002, Dan tahun 2008 menjadi RSUD kelas B sesuai keputusan Menkes

RI No.405/Menkes/SK. IV tahun 2008.

Kedudukan Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah sebagai Pelaksana Teknis Daerah. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai Pelaksana Teknis Daerah. Dalam melaksanakan tugas pokoknya rumah sakit ini mempunyai tugas: (1) menyelenggarakan pelayanan medis, (2) Menyelenggarakan Pelayanan Penunjang Medis, (3) Menyelenggarakan Pelayanan Asuhan Keperawatan, (4) Menyelenggarakan Pendidikan

dan Pelatihan, (5)

Menyelenggarakan Administrasi Umum dan Keuangan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam dipimpin oleh Direktur dibantu oleh seorang Sekretaris dan 3 (tiga) orang Kepala Bidang, 13 (tiga belas) Sub Bidang dan didukung oleh tenaga Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Gigi, paramedis perawat dan perawat, serta tenaga non medis lainnya dengan total pegawai sebanyak 252 (Struktur Pegawai Terlampir).

Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam berada di daerah kota Lubuk Pakam (Ibukota Kabupaten Deli Serdang) ± 29 km dari kota Medan (Ibukota Provinsi Sumatera Utara). Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang

Lubuk Pakam mempunyai luas areal ± 2 Ha dengan luas bangunan ±10.362 m2 . Visi Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang adalah pelayanan yang unggul dalam mutu, prima dalam pelayanan dan menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan yang paripurna dan proaktif untuk mewujudkan masyarakat sehat 2010, sedangkan misinya adalah: a. Memberikan pelayanan prima

serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat

b. Mewujudkan pelayanan kesehatan rujukan spesialis secara profesional sesuai standar pelayanan medis. c. Mengebangkan sarana dan

prasarana sebagai tempat pendidikan, penelitian dan pengembangan.

Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di RSUD Deli Serdang terdiri dari (1) Instalasi Gawat Darurat, (2) Instalasi Bedah Sentral, (3) Instalasi Rawat Jalan, (4) Instalasi Rawat Inap (5) Sarana dan prasarana penunjang medis seperti Apotik, Gizi, Radiologi dan lain-lain. Instalasi rawat inap memiliki 151 tempat tidur terbagi dalam 10 ruangan perawatan, 2 ruang perawatan VIP Anggrek dan Teratai, 2 ruangan perawatan anak dan bayi Kenanga dan Flamboyan, 2 ruang perawatan kelas I Dahlia dan Seroja, I ruang perawatan kelas II Mawar, 1 ruang ICU dan 2 ruang perawatan kelas III Melur dan Melati.

2. Analisa Bivariat

Analisa bivariat dilakukan untuk mengetahui pengaruh

pemberian jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 2016, dengan hasil seperti tertera pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.1 Rata-rata, Standar Deviasi, Lower, Upper, p value

Skala Penurunan Tekanan Darah Paired Test P value Rata-rata Standar deviasi 95% Confidence Interval Lower Upper Sebelum & Sesudah 0,600 0,699 0,100 1,100 0,024

Tabel 4.2 Distribusi rerata antara sebelum dan sesudah dilakukan

pemberian jus

mengkudu

Skala Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Mean Standar deviasi P value N Sebelum Sesudah 2,50 1,90 0,707 0,568 0,024 10 10

Hasil analisis rata-rata skala penurunan tekanan darah sebelum dilakukan pemberian jus mengkudu 2,50 dengan standar deviasi (SD) 0,707 dan sesudah dilakukan pemberian jus mengkudu didapatkan rata-rata

1,90 dengan standar deviasi (SD) 0,568 terlihat nilai mean perbedaan antara observasi sebelum dan sesudah. Terlihat nilai mean perbedaan antara observasi sebelum dan sesudah 0,600 dengan standar deviasi (SD) 0,699.

Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,024 maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian jus mengkudu.

B. Pembahasan

Diuraikan pembahasan tentang pengaruh pemberian jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien tekanan darah di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 2016.

1. Analisa Bivariat

Dari hasil penelitian (Hartin Suidah) menunjukkan bahwa tekanan darah responden sebelum dilakukan minum mengkudu dan tekanan darah setelah dilakukan minum mengkudu mengalami penurunan, hal ini di tandai dengan didapatkan rerata MAP sebelum diberikan terapi minum mengkudu sebesar 116.2672 mmHg, sedangkan MAP setelah diberikan terapi minum mengkudu sebesar 110.3332 mmHg, dan didapatkan rerata penurunan tekanan darah sebesar 5.934 mmHg. Hasil tersebut didapatkan dari Uji Paired t Test dengan menggunakan SPSS 16.0 diperoleh hasil sig. (2-tailed) atau p value = 0.000 (<0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh mengkudu

terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Sedangkan Hasil analisis rata-rata skala penurunan tekanan darah sebelum dilakukan pemberian jus mengkudu 2,50 dengan standar deviasi (SD) 0,707 dan sesudah dilakukan pemberian jus mengkudu didapatkan rata-rata 1,90 dengan standar deviasi (SD) 0,568. Terlihat nilai mean perbedaan antara observasi sebelum dan sesudah 0,600 dengan standar deviasi (SD) 0,699. Dengan menggunakan uji statistic paired T Test diperoleh nilai p = 0,024 (p <0,05). Dengan demikian penelitian ini menemukan bahwa ada pengaruh pemberian jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam.

Hipertensi dapat

didefenisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg (Smith Tom, 1995).

Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastolnya antara 95-104 mmHg, hipertensi sedang jika tekanan diastolnya antara 105-114 mmHg, dan hipertensi berat bila tekanan diastolnya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini berdasarkan peningkatan tekanan diastolik karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik (Smith Tom, 1995). Sebuah studi menunjukkan bahwa kandungan scopolentin dalam buah mengkudu dapat berfungsi melebarkan pembuluh darah yang menyempit. Dengan demikian, jantung tidak terlalu keras memompa darah

sehingga tekanan darah dapat kembali normal.

Untuk mengurangi terjadinya hipertensi dapat melakukan pemberian jus mengkudu. Jus buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan menghambat enzim ACE (Norman, K., 2008). Berdasarkan Sebuah studi menunjukkan bahwa kandungan scopolentin dalam buah mengkudu dapat berfungsi melebarkan pembuluh darah yang menyempit. Dengan demikian, jantung tidak terlalu keras memompa darah sehingga tekanan darah dapat kembali normal.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen ISSN Volume.5 No.2 Juni Agustus 2016 (Halaman 82-85)