Dan Loan To Deposit Ratio (LDR) Terhadap Harga Saham Bank Pemerintah Di Indonesia Periode 2004-
HASIL PENELITIAN Model Regresi Panel
Terdapat 3 pendekatan dalam memilih model regresi panel yang tepat. Y aitu model Common Effect, Fixed Effect dan
Random Effect. Model random effect tidak
bisa digunakan jika banyaknya unit cross-
section lebih kecil dibanding banyaknya
periode waktu sehingga pada penelitian ini, pendekatan model yang mungkin adalah
common effect atau fixed effect. Untuk
memilih model regresi panel dengan pendekatan mana yang digunakan maka dilakukan uji chow. Uji chow digunakan untuk mengetahui apakah model common effect ataukan fixed effect yang akan dipilih untuk pendugaan.
Effects Test Statistic Prob.
Cross-section F 27.158580 0.0000
Cross-section Chi-
square 63.413138 0.0000
Nilai signifikansi dari uji F sebesar 0,0000 sehingga Ho ditolak yang artinya sekurang-kurangnya terdapat satu intersep pada unit cross-section yang tidak sama sehingga model yang cocok digunakan adalah model fixed effect.
Pembentukan Model
Variable Coefficient
ROA 554.0238
LDR 99.15924
C -5910.929
Maka model yang didapatkan adalah sebagai berikut.
Uji Parsial
Uji parsial digunakan untuk mengetahui apakah secara individu variabel independent mempengaruhi harga saham pada bank pemerintah. Uji parsial menggunakan statistic uji t. Hasil uji parsial adalah sebagai berikut.
Variable Prob.
CAR 0.9504
ROA 0.0001
LDR 0.0000
C 0.0000
V ariabel yang berpengaruh signifikan adalah variabel ROA dan LDR. Sedangkan variabel CAR tidak terbukti signifikan dengan alpha 0.05. Hal ini karena p-value hasil uji parsial untuk variabel ROA dan LDR adalah kurang dari alpha 0.05, dan untuk variabel CAR yang dinyatakan tidak signifikan adalah lebih dari 0.05.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan CAR tidak signifikan terhadap harga saham. Dalam hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai CAR dengan probabilitas lebih dari batas ketentuan nilai signifikan 0.05 yaitu 0.9504 dan koefisien menunjukan nilai yang negatif -0.036281. maka dapat disimpulkan bahwa H1 tidak dapat diterima. Penurunan CAR memperlihatkan rendahnya kemampuan bank dalam menutupi penurunan aktivanya akibat adanya kerugian-kerugian pada bank tersebut. Sebagai investor, mereka tidak akan melihat bagaimana bank menutup penurunan aktivanya yang disebabkan karena kerugian. Melainkan investor akan melihat faktor lain seperti laba bank atau penyaluran kredit bank karena investor
tidak tertarik dengan tinggi rendahnya CAR pada bank tersebut. Seperti contoh pada tahun 2004-2011 dengan CAR yang cenderung stabil justru harga saham naik. Meskipun pada tahun 2008 cenderung turun dikarenakan imbas dari krisis global. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan ROA mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Dalam hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai ROA dengan probabilitas kurang dari batas ketentuan nilai signifikan 0.05 yaitu 0.0001 dan koefisien menunjukan nilai yang positif yaitu 554.0238 maka dapat diinterpresentasikan sebagai setiap penambahan satu satuan ROA maka harga saham akan naik sebesar 554.0238 satuan jika variabel lain dianggap bernilai konstan. Dan dapat disimpulkan bahwa H2 diterima. Berdasarkan deskripsi variabel penelitian, dapat dilihat bahwa dalam periode 2004-2011 nilai ROA pada bank pemerintah di Indonesia cenderung naik meskipun tidak signifikan. Hanya pada bank BRI nilai ROA cenderung menurun tetapi tidak banyak dan kemudian bisa naik kembali dan diikuti harga saham yang ikut naik. Investor dalam menanamkan dananya pada suatu bank selalu melihat laba yang diperoleh bank tersebut. Semakin banyak laba yang diperoleh, maka semakin banyak investor yang akan menempatkan dananya tersebut. Rasio ini selalu dilihat oleh para investor untuk melihat bagaimana bank dalam memperoleh laba.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan LDR mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Dalam hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai LDR dengan probabilitas kurang dari batas ketentuan nilai signifikan 0.05 yaitu 0.0000 dan koefisien menunjukan nilai yang positif yaitu 99.15924 maka dapat diinterpresentasikan sebagai setiap penambahan satu satuan LDR maka harga saham akan naik sebesar 99.15924 satuan jika variabel lain dianggap bernilai
konstan. Dan dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. Berdasarkan deskripsi variabel penelitian, dapat dilihat bahwa dalam periode 2004-2011 nilai LDR pada semua bank pemerintah di Indonesia cenderung stabil atau sehat dan diikuti harga saham yang ikut naik. Ini disebabkan dengan penyaluran kredit yang besar memungkinkan laba dari hasil kredit dapat menarik investor untuk menanamkan dananya pada suatu bank tersebut. Dan harga saham akan naik seiring dengan banyaknya investor pada bank tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan CAR, ROA dan LDR secara bersama-sama atau simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham. Dalam hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai p-
value kurang dari alpha 0.05 yaitu sebesar
0.000000, yang berarti secara bersama- sama atau simultan variabel rasio
keuangan CAR, ROA dan LDR
berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada bank pemerintah di Indonesia dengan tingkat kesalahan < 0.05. Fungsi dari bank itu sendiri adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana. Menghimpun dana dapat dilihat dari rasio CAR kemudian penyaluran dana dapat dilihat dari rasio LDR. Jika kedua rasio tersebut dan memperlihatkan hasil yang baik maka ROA dari bank tersebut akan tinggi atau dapat diindikasikan bahwa laba yang diterima bank tersebut akan meningkat. Dengan meningkatnya laba harga saham akan naik maka investor tidak akan ragu menempatkan dananya pada bank tersebut. Dengan ini maka rasio keuangan sangat penting digunakan oleh investor dalam menganalisis untuk bank atau perusahaan mana ia akan menempatkan dana dan membeli saham perusahaan atau bank tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap harga saham adalah rasio keuangan Return On Asset (ROA). Rasio ini sangat penting mengingat keuntungan yang diperoleh dari
penggunaan aset dapat mencerminkan tingkat efiensi suatu bank. Sebagai investor, dalam menempatkan dananya pada suatu bank jelas mengharapkan sebuah keuntungan yang besar. Dan laba yang diperoleh dari penggunaan asetnya dapat dilihat dari rasio ROA ini. Dengan semakin besarnya laba yang diperoleh maka banyak investor yang akan menempatkan dananya pada bank tersebut. Ini yang akan membuat pergerakan harga saham naik sedikit demi sedikit dan deviden yang dibayarkan juga akan semakin tinggi.
KESIMPULAN
Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak
memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham bank pemerintah di Indonesia periode 2004-2011. Dan H1 tidak diterima. Ini menandakan bahwa naik turunnya nilai CAR tidak mempengaruhi naik turunnya harga saham dikarenakan investor lebih melihat faktor selain CAR untuk
memutuskan dimana dia akan
menanamkan dana dan membeli saham pada bank tersebut. Dapat dilihat bahwa pada tahun 2004-2011 CAR bank pemerintah cederung stabil dan harga saham cenderung menguat.
Return On Asset (ROA) mempunyai
pengaruh positif signifikan terhadap harga saham bank pemerintah di Indonesia periode 2004-2011. Dan H2 diterima. Ini menandakan bahwa kenaikan nilai ROA akan memicu kenaikan harga saham atau dengan kata lain semakin tinggi nilai ROA maka semakin tinggi pula nilai harga sahamnya. Hal ini disebabkan tingginya nilai ROA memperlihatkan laba yang diperoleh bank tinggi. Ini yang membuat banyak investor berebut untuk menginvestasikan danannya pada bank tersebut karena deviden yang dibayarkan juga akan semakin tinggi dan hal ini bisa menaikan harga saham bank tersebut.
Loan to Deposit Ratio (LDR)
mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap harga saham bank pemerintah di Indonesia periode 2004-2011. Dan H3
diterima. Ini menandakan bahwa semakin tinggi tingkat LDR (sampai batas ketentuan BI yaitu ≤ 110% dinilai sehat), maka diikuti dengan harga saham yang relatif tinggi pula. Dengan tingkat LDR tinggi yang bisa dikendalikan bank, maka laba dari penyaluran kredit yang tinggi akan menarik investor untuk menanamkan dana dan membeli saham bank tersebut.
Capital Adequacy Ratio (CAR),
Return On Asset (ROA) dan Loan to
Deposit Ratio (LDR) secara bersama –
sama atau simultan mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Rasio keuangan sangat penting bagi investor dikarenakan untuk melihat keadaaan bank tersebut sehat atau tidak. Keputusan untuk menginvestasikan dana investor kepada bank tidak lepas dari rasio keuangan. Jika rasio keuangan bank baik maka akan mempengaruhi pergerakan harga saham yang semakin tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap harga saham adalah rasio keuangan Return On Asset (ROA). Rasio ini sangat penting mengingat keuntungan yang diperoleh dari penggunaan aset dapat mencerminkan tingkat efiensi suatu bank. Sebagai investor, dalam menempatkan dananya pada suatu bank jelas mengharapkan sebuah keuntungan yang besar. Dan laba yang diperoleh dari penggunaan asetnya dapat dilihat dari rasio ROA ini. Dengan semakin besarnya laba yang diperoleh maka banyak investor yang akan menempatkan dananya pada bank tersebut. Ini yang akan membuat pergerakan harga saham naik sedikit demi sedikit dan deviden yang dibayarkan juga akan semakin tinggi.
SARAN
Bagi pihak investor yang akan melihat harga saham pada perbankan diharapkan tidak hanya melihat dari ketiga rasio keuangan (CAR,ROA,LDR) saja,tetapi harus memperhatikan rasio keuangan lainnya juga. Hal ini dikarenakan rasio
keuangan (CAR,ROA, LDR) jika dilihat dari koefosien determinasinya (R2) hanya berpengaruh 60,44% dalam penentuan harga saham, sedangkan 39,56% lagi dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.
Bagi pihak perbankan yang menginginkan harga sahamnya selalu naik dan tinggi seharusnya memperhatikan rasio keuangan ROA dan LDR. Ini disebabkan karena kedua rasio keuangan yang diteliti oleh peneliti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Karena yang dilihat oleh investor adalah laba bank yang tinggi akan mempengaruhi pergerakan harga saham yang semakin tinggi pula.
Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya mengembangkan variabel-variabel lain selain rasio keuangan CAR, ROA dan LDR sebagai variabel yang dapat mempengaruhi harga saham pada perbankan di Indonesia. Disamping itu peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode analisis yang berbeda atau alat anaisis yang lain sehingga dapat mengembangkan hasil dari penelitian ini.
DAFTAR RUJUKAN
Abdullah, Faisal. 2003. Manajemen
Perbankan (T eknik Analisis Kinerja
Keuangan Bank). Cetakan pertama.
Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta : Erlangga
Bank Indonesia. (online),
(http://www.bi.go.id), diakses 18 September 2012
Bank Mandiri (online),
(http://www.mandiri.co.id), diakses 5 Oktober 2012
Bank Negara Indonesia (online),
(http://www.bni.co.id), diakses 1 Oktober 2012
Bank Rakyat Indonesia (online),
(http://www.bri.co.id), diakses 3 Oktober 2012
Bank Tabungan Negara (online),
(http://www.btn.co.id), diakses 7 Oktober 2012
Bungin, Burhan. 2005. Metodologi
Penelitian kuantitatif (Komunikasi, Ekonomi, Dan kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya).
Edisi pertama. Jakarta : Prenada Media
Dendawijaya, Lukman. 2005. Manajemen
Perbankan. Edisi ke-2. Jakarta :
Ghalia Indonesia
Duniainvestasi.com (online), diakses 10 Oktober 2012
Fahmi, Irham. 2006. Analisis Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Dan
Politik. Bandung : PT Refika
Aditama
Greene, W . H. 2000. Econometric Analysis
4th edition. New Jersey. Prentice- Hall Inc Upper Saddle River Gujarati, Damodar N & Dawn C Porter.
2012. Dasar – Dasar
Ekonometrika. Edisi ke-5. Jakarta :
Salemba Empat
Gujarati, Damodar N. 1995. Ekonometrika
Dasar. Jakarta : Erlangga
Gujarati, Damodar N. 2004. Basic
Econometrics 4th edition. New
Y ork. McGraw-Hill
Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi. Edisi ke-2. Malang : Salemba Empat Hsiao, C. 2003. Analysis of Data Panel
2th edition. USA. Cambridge University Press
Istanti, Rahmawati Duri. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Permorming Loan (NPL), dan Return On Asset (ROA) T erhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Y ang T erdaftar di BEI.
Skripsi tidak diterbitkan (online),
(eprints.unisbank.ac.id/58/,diakses
20 november 2012)
Praditasari ,KurniaWindias. 2009. Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank T erhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Y ang Go
Public Periode 2004-2008. Sripsi
tidak diterbitkan (online),
(www.gunadarma.ac.id/.../Artikel_ 20205713.pdf, diakses 29 agustus 2012)
Purwasih, Ratna. 2009. Pengaruh Rasio CAMEL T erhadap Perubahan Harga Saham Perusahaan Perbankan Y ang Go Public Di
Bursa Efek Indonesia (BEI) T ahun
2006-2008. Skripsi tidak
diterbitkan (online),
(http://eprints.undip.ac.id/22957/, diakses 18 agustus 2012)
Rinati, Ina. 2009. Pengaruh Net Profit
Margin (NPM), Return On Asset
(ROA) Dan Return On Equity
(ROE) T erhadap Harga Saham
Pada Perusahaan Y ang T ercantum
Dalam Indeks LQ45. Skripsi tidak
diterbitkan (online), (http://library.gunadarma.ac.id/repo sitory/view/12518/pengaruh-net- profit-margin-npm-return-on- assetsroa-dan-return-on-equity-roe- terhadap-hargasaham-pada- perusahaan-yang-tercantum-
dalamindeks-lq45.html, diakses 1 september 2012)
Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan Kebijakan
Moneter Dan Perbankan. Edisi ke-
5. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Suardana, Ketut Alit. 2006. Pengaruh Rasio CAMEL T erhadap Return
Saham. Skripsi tidak diterbitkan
(online),
(http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/o k alit suardana.doc, diakses 5 september 2012)
Sukendar. G., dan Zainal, A. 2007. Faktor- faktor yang Mempengaruhi
Permintaan Ekspor Sepatu Olah Raga dan Sepatu Kulit Indonesia
(tahun 2000-2006). Depok.
Kampus UI
Sumarsono, Hadi. 2009. Buku Ajar Mata
Kuliah Ekonometrika. Malang :
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
Syauta, Rizky Christian & Indra Widjaja. 2009. Analisis Pengaruh Rasio ROA, LDR, NIM, Dan NPL
T erhadap Abnormal Return Saham Perbankan Di Indonesia Pada Periode Sekitar Pengumuman
Subprime Mortgage. Jurnal
Aplikasi Keuangan Dan Akuntansi, (online),
(http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/ Search.html?act=tampil&id=70090 &idc=72, diakses 25 agustus 2012) Taswan. 2006. Manajemen Perbankan
Konsep, T eknik Dan Aplikasi.
Y ogjakarta: UPP STIM YKPN Y ogyakarta
Universitas Negeri Malang. 2010.
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah,
Edisi Kelima: Sripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Laporan Penelitian. Malang : Universitas Negeri Malang Wijayanti. 2010. Analisis Kinerja
Keuangan Dan Harga Saham Perbankan Di Bursa Efek
Indonesia (BEI). Jurnal Ekonomi,
(online),
(http://jiae.ub.ac.id/index.php/jiae/a rticle/view/118, diakses 20 agustus 2012)
__________________________________________