• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN Model Regresi Panel

Dalam dokumen Dilema Ekonomi Pasar Tradisional versus (Halaman 49-55)

Dan Loan To Deposit Ratio (LDR) Terhadap Harga Saham Bank Pemerintah Di Indonesia Periode 2004-

HASIL PENELITIAN Model Regresi Panel

Terdapat 3 pendekatan dalam memilih model regresi panel yang tepat. Y aitu model Common Effect, Fixed Effect dan

Random Effect. Model random effect tidak

bisa digunakan jika banyaknya unit cross-

section lebih kecil dibanding banyaknya

periode waktu sehingga pada penelitian ini, pendekatan model yang mungkin adalah

common effect atau fixed effect. Untuk

memilih model regresi panel dengan pendekatan mana yang digunakan maka dilakukan uji chow. Uji chow digunakan untuk mengetahui apakah model common effect ataukan fixed effect yang akan dipilih untuk pendugaan.

Effects Test Statistic Prob.

Cross-section F 27.158580 0.0000

Cross-section Chi-

square 63.413138 0.0000

Nilai signifikansi dari uji F sebesar 0,0000 sehingga Ho ditolak yang artinya sekurang-kurangnya terdapat satu intersep pada unit cross-section yang tidak sama sehingga model yang cocok digunakan adalah model fixed effect.

Pembentukan Model

Variable Coefficient

ROA 554.0238

LDR 99.15924

C -5910.929

Maka model yang didapatkan adalah sebagai berikut.

Uji Parsial

Uji parsial digunakan untuk mengetahui apakah secara individu variabel independent mempengaruhi harga saham pada bank pemerintah. Uji parsial menggunakan statistic uji t. Hasil uji parsial adalah sebagai berikut.

Variable Prob.

CAR 0.9504

ROA 0.0001

LDR 0.0000

C 0.0000

V ariabel yang berpengaruh signifikan adalah variabel ROA dan LDR. Sedangkan variabel CAR tidak terbukti signifikan dengan alpha 0.05. Hal ini karena p-value hasil uji parsial untuk variabel ROA dan LDR adalah kurang dari alpha 0.05, dan untuk variabel CAR yang dinyatakan tidak signifikan adalah lebih dari 0.05.

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan CAR tidak signifikan terhadap harga saham. Dalam hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai CAR dengan probabilitas lebih dari batas ketentuan nilai signifikan 0.05 yaitu 0.9504 dan koefisien menunjukan nilai yang negatif -0.036281. maka dapat disimpulkan bahwa H1 tidak dapat diterima. Penurunan CAR memperlihatkan rendahnya kemampuan bank dalam menutupi penurunan aktivanya akibat adanya kerugian-kerugian pada bank tersebut. Sebagai investor, mereka tidak akan melihat bagaimana bank menutup penurunan aktivanya yang disebabkan karena kerugian. Melainkan investor akan melihat faktor lain seperti laba bank atau penyaluran kredit bank karena investor

tidak tertarik dengan tinggi rendahnya CAR pada bank tersebut. Seperti contoh pada tahun 2004-2011 dengan CAR yang cenderung stabil justru harga saham naik. Meskipun pada tahun 2008 cenderung turun dikarenakan imbas dari krisis global. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan ROA mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Dalam hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai ROA dengan probabilitas kurang dari batas ketentuan nilai signifikan 0.05 yaitu 0.0001 dan koefisien menunjukan nilai yang positif yaitu 554.0238 maka dapat diinterpresentasikan sebagai setiap penambahan satu satuan ROA maka harga saham akan naik sebesar 554.0238 satuan jika variabel lain dianggap bernilai konstan. Dan dapat disimpulkan bahwa H2 diterima. Berdasarkan deskripsi variabel penelitian, dapat dilihat bahwa dalam periode 2004-2011 nilai ROA pada bank pemerintah di Indonesia cenderung naik meskipun tidak signifikan. Hanya pada bank BRI nilai ROA cenderung menurun tetapi tidak banyak dan kemudian bisa naik kembali dan diikuti harga saham yang ikut naik. Investor dalam menanamkan dananya pada suatu bank selalu melihat laba yang diperoleh bank tersebut. Semakin banyak laba yang diperoleh, maka semakin banyak investor yang akan menempatkan dananya tersebut. Rasio ini selalu dilihat oleh para investor untuk melihat bagaimana bank dalam memperoleh laba.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan LDR mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Dalam hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai LDR dengan probabilitas kurang dari batas ketentuan nilai signifikan 0.05 yaitu 0.0000 dan koefisien menunjukan nilai yang positif yaitu 99.15924 maka dapat diinterpresentasikan sebagai setiap penambahan satu satuan LDR maka harga saham akan naik sebesar 99.15924 satuan jika variabel lain dianggap bernilai

konstan. Dan dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. Berdasarkan deskripsi variabel penelitian, dapat dilihat bahwa dalam periode 2004-2011 nilai LDR pada semua bank pemerintah di Indonesia cenderung stabil atau sehat dan diikuti harga saham yang ikut naik. Ini disebabkan dengan penyaluran kredit yang besar memungkinkan laba dari hasil kredit dapat menarik investor untuk menanamkan dananya pada suatu bank tersebut. Dan harga saham akan naik seiring dengan banyaknya investor pada bank tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan CAR, ROA dan LDR secara bersama-sama atau simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham. Dalam hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai p-

value kurang dari alpha 0.05 yaitu sebesar

0.000000, yang berarti secara bersama- sama atau simultan variabel rasio

keuangan CAR, ROA dan LDR

berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada bank pemerintah di Indonesia dengan tingkat kesalahan < 0.05. Fungsi dari bank itu sendiri adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana. Menghimpun dana dapat dilihat dari rasio CAR kemudian penyaluran dana dapat dilihat dari rasio LDR. Jika kedua rasio tersebut dan memperlihatkan hasil yang baik maka ROA dari bank tersebut akan tinggi atau dapat diindikasikan bahwa laba yang diterima bank tersebut akan meningkat. Dengan meningkatnya laba harga saham akan naik maka investor tidak akan ragu menempatkan dananya pada bank tersebut. Dengan ini maka rasio keuangan sangat penting digunakan oleh investor dalam menganalisis untuk bank atau perusahaan mana ia akan menempatkan dana dan membeli saham perusahaan atau bank tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap harga saham adalah rasio keuangan Return On Asset (ROA). Rasio ini sangat penting mengingat keuntungan yang diperoleh dari

penggunaan aset dapat mencerminkan tingkat efiensi suatu bank. Sebagai investor, dalam menempatkan dananya pada suatu bank jelas mengharapkan sebuah keuntungan yang besar. Dan laba yang diperoleh dari penggunaan asetnya dapat dilihat dari rasio ROA ini. Dengan semakin besarnya laba yang diperoleh maka banyak investor yang akan menempatkan dananya pada bank tersebut. Ini yang akan membuat pergerakan harga saham naik sedikit demi sedikit dan deviden yang dibayarkan juga akan semakin tinggi.

KESIMPULAN

Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak

memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham bank pemerintah di Indonesia periode 2004-2011. Dan H1 tidak diterima. Ini menandakan bahwa naik turunnya nilai CAR tidak mempengaruhi naik turunnya harga saham dikarenakan investor lebih melihat faktor selain CAR untuk

memutuskan dimana dia akan

menanamkan dana dan membeli saham pada bank tersebut. Dapat dilihat bahwa pada tahun 2004-2011 CAR bank pemerintah cederung stabil dan harga saham cenderung menguat.

Return On Asset (ROA) mempunyai

pengaruh positif signifikan terhadap harga saham bank pemerintah di Indonesia periode 2004-2011. Dan H2 diterima. Ini menandakan bahwa kenaikan nilai ROA akan memicu kenaikan harga saham atau dengan kata lain semakin tinggi nilai ROA maka semakin tinggi pula nilai harga sahamnya. Hal ini disebabkan tingginya nilai ROA memperlihatkan laba yang diperoleh bank tinggi. Ini yang membuat banyak investor berebut untuk menginvestasikan danannya pada bank tersebut karena deviden yang dibayarkan juga akan semakin tinggi dan hal ini bisa menaikan harga saham bank tersebut.

Loan to Deposit Ratio (LDR)

mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap harga saham bank pemerintah di Indonesia periode 2004-2011. Dan H3

diterima. Ini menandakan bahwa semakin tinggi tingkat LDR (sampai batas ketentuan BI yaitu ≤ 110% dinilai sehat), maka diikuti dengan harga saham yang relatif tinggi pula. Dengan tingkat LDR tinggi yang bisa dikendalikan bank, maka laba dari penyaluran kredit yang tinggi akan menarik investor untuk menanamkan dana dan membeli saham bank tersebut.

Capital Adequacy Ratio (CAR),

Return On Asset (ROA) dan Loan to

Deposit Ratio (LDR) secara bersama –

sama atau simultan mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Rasio keuangan sangat penting bagi investor dikarenakan untuk melihat keadaaan bank tersebut sehat atau tidak. Keputusan untuk menginvestasikan dana investor kepada bank tidak lepas dari rasio keuangan. Jika rasio keuangan bank baik maka akan mempengaruhi pergerakan harga saham yang semakin tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap harga saham adalah rasio keuangan Return On Asset (ROA). Rasio ini sangat penting mengingat keuntungan yang diperoleh dari penggunaan aset dapat mencerminkan tingkat efiensi suatu bank. Sebagai investor, dalam menempatkan dananya pada suatu bank jelas mengharapkan sebuah keuntungan yang besar. Dan laba yang diperoleh dari penggunaan asetnya dapat dilihat dari rasio ROA ini. Dengan semakin besarnya laba yang diperoleh maka banyak investor yang akan menempatkan dananya pada bank tersebut. Ini yang akan membuat pergerakan harga saham naik sedikit demi sedikit dan deviden yang dibayarkan juga akan semakin tinggi.

SARAN

Bagi pihak investor yang akan melihat harga saham pada perbankan diharapkan tidak hanya melihat dari ketiga rasio keuangan (CAR,ROA,LDR) saja,tetapi harus memperhatikan rasio keuangan lainnya juga. Hal ini dikarenakan rasio

keuangan (CAR,ROA, LDR) jika dilihat dari koefosien determinasinya (R2) hanya berpengaruh 60,44% dalam penentuan harga saham, sedangkan 39,56% lagi dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.

Bagi pihak perbankan yang menginginkan harga sahamnya selalu naik dan tinggi seharusnya memperhatikan rasio keuangan ROA dan LDR. Ini disebabkan karena kedua rasio keuangan yang diteliti oleh peneliti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Karena yang dilihat oleh investor adalah laba bank yang tinggi akan mempengaruhi pergerakan harga saham yang semakin tinggi pula.

Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya mengembangkan variabel-variabel lain selain rasio keuangan CAR, ROA dan LDR sebagai variabel yang dapat mempengaruhi harga saham pada perbankan di Indonesia. Disamping itu peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode analisis yang berbeda atau alat anaisis yang lain sehingga dapat mengembangkan hasil dari penelitian ini.

DAFTAR RUJUKAN

Abdullah, Faisal. 2003. Manajemen

Perbankan (T eknik Analisis Kinerja

Keuangan Bank). Cetakan pertama.

Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan

Praktek. Jakarta : Erlangga

Bank Indonesia. (online),

(http://www.bi.go.id), diakses 18 September 2012

Bank Mandiri (online),

(http://www.mandiri.co.id), diakses 5 Oktober 2012

Bank Negara Indonesia (online),

(http://www.bni.co.id), diakses 1 Oktober 2012

Bank Rakyat Indonesia (online),

(http://www.bri.co.id), diakses 3 Oktober 2012

Bank Tabungan Negara (online),

(http://www.btn.co.id), diakses 7 Oktober 2012

Bungin, Burhan. 2005. Metodologi

Penelitian kuantitatif (Komunikasi, Ekonomi, Dan kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya).

Edisi pertama. Jakarta : Prenada Media

Dendawijaya, Lukman. 2005. Manajemen

Perbankan. Edisi ke-2. Jakarta :

Ghalia Indonesia

Duniainvestasi.com (online), diakses 10 Oktober 2012

Fahmi, Irham. 2006. Analisis Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Dan

Politik. Bandung : PT Refika

Aditama

Greene, W . H. 2000. Econometric Analysis

4th edition. New Jersey. Prentice- Hall Inc Upper Saddle River Gujarati, Damodar N & Dawn C Porter.

2012. Dasar – Dasar

Ekonometrika. Edisi ke-5. Jakarta :

Salemba Empat

Gujarati, Damodar N. 1995. Ekonometrika

Dasar. Jakarta : Erlangga

Gujarati, Damodar N. 2004. Basic

Econometrics 4th edition. New

Y ork. McGraw-Hill

Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi. Edisi ke-2. Malang : Salemba Empat Hsiao, C. 2003. Analysis of Data Panel

2th edition. USA. Cambridge University Press

Istanti, Rahmawati Duri. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Permorming Loan (NPL), dan Return On Asset (ROA) T erhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Y ang T erdaftar di BEI.

Skripsi tidak diterbitkan (online),

(eprints.unisbank.ac.id/58/,diakses

20 november 2012)

Praditasari ,KurniaWindias. 2009. Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank T erhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Y ang Go

Public Periode 2004-2008. Sripsi

tidak diterbitkan (online),

(www.gunadarma.ac.id/.../Artikel_ 20205713.pdf, diakses 29 agustus 2012)

Purwasih, Ratna. 2009. Pengaruh Rasio CAMEL T erhadap Perubahan Harga Saham Perusahaan Perbankan Y ang Go Public Di

Bursa Efek Indonesia (BEI) T ahun

2006-2008. Skripsi tidak

diterbitkan (online),

(http://eprints.undip.ac.id/22957/, diakses 18 agustus 2012)

Rinati, Ina. 2009. Pengaruh Net Profit

Margin (NPM), Return On Asset

(ROA) Dan Return On Equity

(ROE) T erhadap Harga Saham

Pada Perusahaan Y ang T ercantum

Dalam Indeks LQ45. Skripsi tidak

diterbitkan (online), (http://library.gunadarma.ac.id/repo sitory/view/12518/pengaruh-net- profit-margin-npm-return-on- assetsroa-dan-return-on-equity-roe- terhadap-hargasaham-pada- perusahaan-yang-tercantum-

dalamindeks-lq45.html, diakses 1 september 2012)

Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan Kebijakan

Moneter Dan Perbankan. Edisi ke-

5. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Suardana, Ketut Alit. 2006. Pengaruh Rasio CAMEL T erhadap Return

Saham. Skripsi tidak diterbitkan

(online),

(http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/o k alit suardana.doc, diakses 5 september 2012)

Sukendar. G., dan Zainal, A. 2007. Faktor- faktor yang Mempengaruhi

Permintaan Ekspor Sepatu Olah Raga dan Sepatu Kulit Indonesia

(tahun 2000-2006). Depok.

Kampus UI

Sumarsono, Hadi. 2009. Buku Ajar Mata

Kuliah Ekonometrika. Malang :

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

Syauta, Rizky Christian & Indra Widjaja. 2009. Analisis Pengaruh Rasio ROA, LDR, NIM, Dan NPL

T erhadap Abnormal Return Saham Perbankan Di Indonesia Pada Periode Sekitar Pengumuman

Subprime Mortgage. Jurnal

Aplikasi Keuangan Dan Akuntansi, (online),

(http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/ Search.html?act=tampil&id=70090 &idc=72, diakses 25 agustus 2012) Taswan. 2006. Manajemen Perbankan

Konsep, T eknik Dan Aplikasi.

Y ogjakarta: UPP STIM YKPN Y ogyakarta

Universitas Negeri Malang. 2010.

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah,

Edisi Kelima: Sripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Laporan Penelitian. Malang : Universitas Negeri Malang Wijayanti. 2010. Analisis Kinerja

Keuangan Dan Harga Saham Perbankan Di Bursa Efek

Indonesia (BEI). Jurnal Ekonomi,

(online),

(http://jiae.ub.ac.id/index.php/jiae/a rticle/view/118, diakses 20 agustus 2012)

__________________________________________

Dilema Ekonomi : Pasar Tradisional versus

Dalam dokumen Dilema Ekonomi Pasar Tradisional versus (Halaman 49-55)