• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen Volume XI / Nomor 02 / Agustus 2020 (Halaman 31-37)

KETERAMPILAN BERBICARA SISWA

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pratindakan

Kegiatan yang dilaksanakan pada pratindakan yaitu mencari data awal tentang keterampilan berbicara melalui observasi dan wawancara. Observasi dilaksanakan pada hari Senin, 18 Juli 2019. Adapun hasil

observasi dapat dilihat pada Tabel 2.

Adapun analisis data pencapaian keterampilan berbicara siswa ditunjukan pada Tabel 3.

Pelaksanaan Siklus I

Siklus I dimulai dengan perencanaan.

Kegiatan perencanaan dilakukan secara

bertahap dimulai dari (1) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan sintaks model pembelajaran Time Token;

(2) menyiapkan buku-buku penunjang pembelajaran; (3) menyusun rubrik penilaian dan lembar observasi keterampilan berbicara siswa dan; (4) membuat dan menyiapkan media, meliputi: stop watch sebagai pengatur waktu, kupon bicara, dan nomor kepala.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan dan observasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2019. Adapun langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan meliputi (1) Kegiatan awal dengan tahapan: melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa, guru menyiapkan fisik dan psikis siswa dalam mengawali

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN - Devi Miswantina

kegiatan pembelajaran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran; (2) Kegiatan Inti melalui: guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi klasikal, guru memberi kupon bicara 30 detik pada setiap siswa. guru memberi tugas pada siswa, guru meminta siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum bicara, dan guru memberi nilai berdasarkan rubrik penilaian;

(3) Kegiatan akhir yang dilakukan melalui:

guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum jelas dan guru memberikan evaluasi penguatan kepada siswa mengenai materi yang telah dipelajari. Pelaksanaan kegiatan pada siklus I dapat dilihat pada Gambar 2.

Selama pelaksanaan siklus I, siswa sangat antusias. Seluruh siswa turut berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan

model Time Token. Pada siklus ini, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam berbicara, terutama pada indikator percaya diri. Siswa juga kurang lancar dalam berbicara dan masih menggunakan bahasa ibu/ bahasa daerah selama berbicara.

Adapun hasil observasi dapat dilihat pada Tabel 4.

Adapun analisis data pencapaian keterampilan berbicara siswa dapat dilihat pada Tabel 5.

Berdasarkan hasil pada Tabel 4, keterampilan berbicara siswa telah mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari persentase kategori baik yang meningkat dari 6% menjadi 31%. Tahap akhir dari Siklus I yaitu refleksi. Meskipun telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal, namun siklus akan dilanjutkan ke siklus II untuk memastikan bahwa keterampilan berbicara siswa benar-benar meningkat dan bukan merupakan suatu kebetulan. Oleh karena itu, perlu beberapa perbaikan yang harus dilakukan. Tabel 6 akan menampilkan kendala dan perbaikan yang akan dilakukan pada siklus II.

Pelaksanaan Siklus II

Pada prinsipnya, pelaksanaan siklus II sama dengan siklus I. Namun siklus II sudah memuat perbaikan dari siklus I.

Tahapan dimulai dari perencanaan. Pada tahap perencanaan dilakukan beberapa hal yaitu (1) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan sintaks model pembelajaran Time Token. RPP telah memuat perbaikan dari siklus ; (2) menyiapkan buku-buku penunjang pembelajaran; (3)

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN - Devi Miswantina

menyusun rubrik penilaian dan lembar observasi keterampilan berbicara siswa; (4) membuat dan menyiapkan media, meliputi:

stop watch sebagai pengatur waktu, kupon bicara, dan nomor kepala. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan dan observasi. Tahap ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2019. Adapun langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan yaitu (1) Kegiatan awal, yaitu dengan melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa, guru menyiapkan fisik dan psikis siswa dalam mengawali kegiatan pembelajaran dan menyampaikan tujuan

pembelajaran; (2) Kegiatan inti, yaitu guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi klasikal, memberi kupon bicara 30 detik pada setiap siswa, memberi tugas pada siswa, meminta siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum bicara, dan memberi nilai berdasarkan rubrik penilaian;

(3) Kegiatan akhir, dilakukan guru dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum jelas dan memberikan evaluasi penguatan kepada siswa mengenai materi yang telah dipelajari.

Pelaksanaan kegiatan pada siklus II salah satunya dapat ditujukkan pada Gambar 3.

Selama pelaksanaan siklus II, keterampilan berbicara siswa sudah lebih baik. Pada siklus ini, sebagian besar siswa telah mencapai kategori Baik. Meskipun masih terdapat siswa yang menggunakan bahasa ibu/bahasa daerah, namun siswa sudah lebih lancar dan percaya diri. Adapun hasil observasi dapat dilihat pada Tabel 7.

Adapun analisis data pencapaian keterampilan berbicara siswa dapat dicermati pada Tabel 8.

Tahap akhir dari siklus II refleksi.

Peningkatan keterampilan berbicara siswa ditunjukkan pada keberhasilan pencapaian tingkatan keterampilan berbicara siswa, dimana pada pratindakan hanya 1 siswa berkategori Baik dan yang lainnya masih pada kategori Cukup, Kurang, dan Sangat Kurang Baik. Kemudian pada siklus I meningkat menjadi 5 atau 31% siswa berada pada tingkatan Baik dan 11 atau 69% siswa berada pada tingkatan Cukup.

Pada siklus II, keterampilan berbicara siswa

terus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terletak pada jumlah siswa yang mencapai kategori Sangat Baik yaitu pada Siklus II menjadi 31% atau 5, 56% atau 9 siswa pada kategori baik, dan 13% atau 12 siswa berada pada kategori Cukup. Jika dijumlahkan, maka 87% telah mencapai kategori minimal Baik. Jumlah ini telah mencapai keberhasilan minimal dengan sekurang-kurangnya 75% dari jumlah siswa memiliki keterampilan berbicara berkategori minimal Baik.

SIMPULAN

Berdasarkan pelaksanaan pembela-jaran pada siklus I dan II, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Time Token dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri Krembangan. Peningkatan ini dapat diketahui dari persentase siswa yang telah mencapai kategori baik. Pada pratindakan sebesar 6% menjadi 87% pada siklus I dan siklus II.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, saran yang direkomendasikan antara lain (1) pembelajaran dengan menggunakan time token ini bisa terus dilaksanakan; dan (2) perlu adanya inovasi terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan model time token ini agar keterampilan berbicara siswa dapat berkembang dengan maksimal.

DAFTAR RUJUKAN

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Bumi Angkasa.

Iskandarwassid dan Suendar, Dadang. 2011.

Strategi Pembelajaran Bahasa.

Bandung: Angkasa.

Muammar. 2008. Pembelajaran Berbicara yang Terabaikan pada Mata Ajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar.

Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Perspektif (Nomor 27 Tahun 2008).

Mudini dan Purba, Salamat. 2009.

Pembelajaran Berbicara. Jakarta:

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Nasional.

Pardjono. et al. 2007. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta:

Lembaga Penelitian UNY.

Saddhono, Kundharu dan Slamet. 2012.

Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia. Jakarta:

Erlangga.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN - Devi Miswantina

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

Dalam dokumen Volume XI / Nomor 02 / Agustus 2020 (Halaman 31-37)