• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen Volume 6 Nomor 1, Januari-Juni 2016 ISSN: (Halaman 44-54)

Data hasil penelitian berupajawabanyangdiperolehdarisisw

a terhadap pertanyaan-

pertanyaanyang tertuang dalam angket yang berisi skala motivasi

tentang faktor-

faktoryangmempengaruhimotivasibel ajarsiswakelasVIII dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 5 WohaTahun Pelajaran 2015/2016 berupa data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka atau bilangan- bilangan.Selanjutnya data yang bersifat kuantitatif, yang berwujud angka-angka hasil perhitungan dari jawaban siswa terhadap pertanyaandianalisis dengan menggunakan aplikasi pengolah statistik yaitu software SPSS versi 20 untuk Windows. Dari hasil olah statistik tersebut, berikut adalah deskripsi data variabel motivasi

siswa berdasarkan output SPSS (Lampiran 13)

Tabel 4.1 Deskripsi Data Variabel Motivasi Siswa

Variabel N Min Max Sum Mean Std. Dev Varia nce Motivasi 50 24 38 1.584 31,68 3,755 14,1 Faktor Ins 50 10 20 822 16,44 2,628 6,9 Faktor 50 10 20 854 17,08 2,530 6,4 Eks.

Sumber : Data diolah

Dari tabel di atas terungkap bahwa jumlah sampel (N) adalah 50, masing-masing skor terendah (Min) untuk skor skala motivasi : 24 faktor instrinsik : 10 dan faktor ekstrinsik : 10. Sedangkan skor tertinggi untuk skala motivasi : 38 faktor instrinsik : 20 dan faktor ekstrinsik : 20, dengan total skor (Sum) untuk skala motivasi : 1,584 faktor instrinsik : 822 dan faktor ekstrinsik : 854. Adapun rata- rata (Mean) skala motivasi : 31,68 faktor instrinsik : 16,44 dan faktor ekstrinsik : 17,08. Yang lainnya adalah standar deviasi dan nilai varians data.

Untuk melihat distribusi frekuensi persentase skala motivasi dapat dilihat dalam output SPSS berikut ini :

Tabel 4.2 Deskripsi Persentase Skala Motivasi Siswa

Persent ase

Frequency Percent Valid Percent Cumulativ e Percent 60 2 4.0 4.0 4.0 65 4 8.0 8.0 12.0 70 6 12.0 12.0 24.0 75 12 24.0 24.0 48.0 80 4 8.0 8.0 56.0 85 11 22.0 22.0 78.0 90 8 16.0 16.0 94.0 95 3 6.0 6.0 100.0 Total 50 100.0 100.0

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 20.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skala motivasi

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1272 siswa kesemuanya berada di atas 50%

atau dalam kategori tinggi. Yang persentasenya tertinggi adalah yang memiliki persentase 75% yaitu terdistribusi sebanyak 12 orang atau 24%. Distribusi frekuensi untuk faktor instrinsik dan ekstrinsik dapat pula dilihat dalam output SPSS berikut ini :

Tabel 4.3 Deskripsi Frekuensi Persentase Faktor Instrinsk

Freque ncy Percent Valid Percent Cumula tive Percent 50 4 8.0 8.0 8.0 70 6 12.0 12.0 20.0 80 19 38.0 38.0 58.0 90 13 26.0 26.0 84.0 100 8 16.0 16.0 100.0 Total 50 100.0 100.0 Sumber : Data diolah

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor faktor instrinsik siswa sebanyak 4 orang berada pada 50% atau dalam kategori rendah. Sedangkan sisanya 46 orang lebih dari 50% atau dalam kategori tinggi. Yang distribusi persentasenya tertinggi adalah yang memiliki persentase 80% yaitu terdistribusi sebanyak 19 orang atau 38%.

Tabel 4.4Deskripsi Frekuensi Persentase Faktor Ekstrinsik

Frequency Percent Valid Percent Cumulati ve Percent 50 2 4.0 4.0 4.0 60 2 4.0 4.0 8.0 70 4 8.0 8.0 16.0 80 12 24.0 24.0 40.0 90 19 38.0 38.0 78.0 100 11 22.0 22.0 100.0 Total 50 100.0 100.0

Sumber : Data diolah

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor faktor ekstrinsik siswa sebanyak 2 orang

berada pada 50% atau dalam kategori rendah. Sedangkan sisanya 48 orang lebih dari 50% atau dalam kategori tinggi. Yang distribusi persentasenya tertinggi adalah yang memiliki persentase 90% yaitu terdistribusi sebanyak 19 orang atau 38%.

Hasilanalisis

datadisajikandengancaradijumlahkan dan dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh persentase. Hasil persentase tersebut kemudian ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat deskriptif. Halinidimaksudkanuntukmempermud ahdalam memahamihasilakhirdalam mengkualifikasikan hasil penelitian tersebut. Berikut ini disajikan data secara keseluruhan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. a. Faktor Instrinsik

Guna mengungkap faktor instrinsik yang mempengaruhi motivasi siswa kelasVIII dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 digunakan 10 butir pertanyaan, Masing-masingpertanyaan diberikan 2 opsi jawaban yaitu setuju dan tidak setuju, yang skornya adalah 0 untuk tidak setuju dan 2 untuk setuju. Sehingga skor minimal = 0 x 10 = 0 dan skor maksimal = 2 x 10 = 20. Jadi rentang skor=0–20 =20. Intervalkelas=20:2=10. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat tabel kategori sebagai berikut:

Tabel 4.5 Kategori Faktor Intrinsik

Interval Skor Interval Persentase Kategori

10,1 - 20 0,0 – 10,0 51 % - 100 % 0 % - 50 % Tinggi Rendah

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1273 Dari kriteria tersebut, apabila

siswa mempunyai persentase skor antara 0% - 50%, maka faktor instrinsiknya termasuk dalam kategori rendah, apabila antara 5 1% - 1 0 0 %, maka termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis deskriptif persentase pada lampiran menunjukkan bahwa rata-rata skor faktor instrinsik 16,44 dengan persentase 82,2 % dan termasuk kategori tinggi. Dari jawaban skala motivasi masing-masing siswa diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut :

Tabel 4.6 Distribusi Faktor Instrinsik Interval

Persentase

Kriteria Frekuensi Persentase

51 % - 100 % 0 % - 50 % Tinggi Rendah 46 4 92 % 8 % Jumlah 50 100%

Sumber : data yang diolah Lebih jelasnya gambaran faktor instrinsik yang mempengaruhi motivasi siswa disajikan secara grafis pada diagram batang berikut ini.

Tabel 4.7 Deskripsi Tiap Indikator Faktor Instrinsik yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

3 Minat 15,7 78,7% Tinggi

4 Bakat 15 75% Tinggi

Sumber : data yang diolah

Be r da sar kan tabel 4.7 di atas tampak bahwa indikator kesehatan bagi siswa kelasVIII SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 sangat mempengaruhi motivasinya dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi (94%). Hal tersebut disebabkan hampir seluruh siswa menjaga kebugaran tubuh dan mengoptimalkan fungsi organ tubuh melalui aktivitas olahraga secara baik sehingga menghindarkan mereka dari berbagai penyakit sehingga kondisi ini akan menunjang siswa untuk dapat belajar secara baik.

Indikator perhatian siswa kelas VIII di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam mempengaruhi motivasi mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani termasuk kategori tinggi (82,7%). Hal Gambar 4.1 Grafik Distribusi

Faktor Instrinsik yang Mempengaruhi Motivasi Belajar 100% 0% KATEGORI TINGGI RENDAH

Gambar 4.2 Grafik Distribusi Indikator Faktor Instrinsik yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 94% 82.70% 78.70% 75% Kesehatan

Indikator Perhatian Minat Bakat

No Indikator Rata-rata

Skor Persentase Kriteria 1 Kesehatan 18,8 94% Tinggi 2 Perhatian 16,5 82,7% Tinggi

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1274 tersebut dikarenakan sebagian besar

siswa memperhatikan pelajaran yang diajarkan oleh guru serta berkonsentrasi penuh selama mengikuti pelajaran pendidikan jasmani.

Untuk indikator minat siswa kelas VIII di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016dalam mempengaruhi motivasi mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani termasuk kategori tinggi (78,7%). Hal tersebut dikarenakan pelajaran pendidikan jasmani yang dilaksanakan guru dipandang siswa menarik dan sesuai dengan cita-cita dari sebagian besar siswa.

Terakhir untuk indikator bakat siswa siswa kelas VIII di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam mempengaruhi motivasi mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani termasuk kategori tinggi(75%). Hal tersebut dikarenakan para siswa telah memiliki hobi kemampuan pada berbagai bidang olahraga yang diajarkan serta memiliki keinginan untuk mengembangkannya.

b. Faktor Ekstrinsik

Guna mengungkap faktor ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi siswa kelas VIII dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 digunakan 10 butir pertanyaan, Masing-masing pertanyaan diberikan 2 opsi jawaban yaitu setuju dan tidak setuju, yang skornya adalah 0 untuk tidak setuju dan 2 untuk setuju. Sehingga skor minimal : 0 x 10 = 0 dan skor maksimal : 2 x 10 = 20. Jadi rentang skor :0 – 20 = 20. Interval kelas: 20 :

2 = 10. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat tabel kategori sebagai berikut:

Tabel 4.8 Kategori Faktor Ekstrinsik

Interval Skor Interval Persentase Kategori

10,1 - 20 0,0 – 10,0 51 % - 100 % 0 % - 50 % Tinggi Rendah

Sumber : data yang diolah

Berdasarkan kriteria tersebut, apabila siswa mempunyai persentase skor antara 0%- 50%, maka faktor ekstrinsiknya termasuk dalam kategori rendah, apabila antara 51%- 100% maka faktor eksterinsiknya termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis deskriptif persentase pada lampiran menunjukkan bahwa rata-rata skor faktor ekstrinsik sebesar 1,708 dengan persentase 85,4% dan termasuk kategori tinggi. Ditinjau dari jawaban angket masing-masing siswa diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.9 Distribusi Faktor Ekstrinsik

Interval Persentase

Kriteria Frekuensi Persentase

51 % - 100 % 0 % - 50 % Tinggi Rendah 48 2 96 % 4 % Jumlah 50 100%

Sumber : data yang diolah

Lebih jelasnya data tentang

faktor ekstrinsik yang

mempengaruhi motivasi siswa kelas VIII dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 dapat disajikan secara grafis pada diagrambatang berikut ini.

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1275 Faktor ekstrinsik yang

mempengaruhi motivasi mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi yaitu 96%, sedangkan selebihnya yaitu 4% dalam kategori rendah. Ditinjau dari tiap-tiap indikator faktor ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar siswa diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut dan grafik:

Tabel 4.10 DeskripsiTiap Indikator Faktor Instrinsik yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Sumber : data yang diolah

Berdasarkan tabel dan grafik di atas tampak bahwa metode mengajar dari guru pendidikan jasmani kelas VIII di SMPN 5 Woha mampu mempengaruhi motivasi siswa mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi (82%). Hal ini disebabkan cara mengajar yang dilakukan guru telah bervariasi sehingga mudah diterima oleh siswa.

Alat pelajaranyang adadi

SMPN 5 Woha mampu

mempengaruhi motivasi dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi (77,3%). Hal ini disebabkan alat-alat yang digunakan dalam pelajaran pendidikan jasmani sudah dianggap cukup modern, lengkap dan penuh inovatif sehingga mampu mendorong siswa untuk lebih sunguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani.

Waktu mengajar yang diterapkan pihak sekolah telah mampu mempengaruhi motivasi siswa kelas VIII di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi (92%).Hal ini disebabkan karena jam pelajaran yang diterapkan cenderung terlalu sore sehingga membuat siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani karena sebelumnya siswa mengikuti pelajaran lain di dalamkelas yang melelahkan.

Kondisi lingkungan siswa kelas VIII di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 mempengaruhi motivasinya dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi(96%). Hal ini Gambar 4.4 Grafik Distribusi

Indikator Faktor Eksstrinsik yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

100% 50% 0%

8727%.30%75%92.00%

Indikator

Metode Mengajar Alat Pelajaran

Waktu Kondisi Lingkungan

Gambar 4.3 Grafik Distribusi Faktor Eksstrinsik yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

150% 100% 50% 0% KATEGORI TINGGI RENDAH

No Indikator Rata-rata Persentase Kriteria 1 Metode mengajar 16,4 82% Tinggi 2 Alat pelajaran 15,5 77,3% Tinggi

3 Waktu 18,4 92% Tinggi

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1276 disebabkan karena lingkungan

keluarga maupun lingkungan pergaulan siswa yaitu teman-teman mereka mendukung kepada mereka dalam melakukan kegiatan olahraga. PEMBAHASAN

Motivasi mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan, karena motivasi merupakan salah satu faktor yang memungkinkan siswa lebih konsentrasi, lebih semangat dan menimbulkan perasaan gembira sehingga siswa tidak mudah bosan, tidak mudah lupa dalam usahanyauntukbelajar. Bagisiswa, motivasi ini sangat penting karena dapat menggerakkan perilakunya kearah yang positif sehingga mampu menghadapi segala tuntutan, kesulitan serta menanggung resiko dalam studinya. Menurut Catharina (2004:112) mengatakan bahwa motivasi mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya. Disini motivasi adalah sangat penting, motivasi merupakan konsep yang menjelaskan alasan seseorang berperilaku.

Pada dasarnya motivasi belajar seseorang ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor instrinsik yang ada pada diri siswa dan faktor ekstrinsik yang tumbuh atas dorongan dari luar diri siswa. Hasil deskripsi data menunjukkan bahwa faktor instrinsik pada diri siswa kelas VIII

di SMPN 5 Woha mampu

mempengaruhi motivasinya dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dalam kategoritinggi (82,2%). Hal ini disebabkan siswa kelas VIII di SMPN 5 WohaTahun Pelajaran 2015/2016 telah memiliki

derajat kesehatan yang sangat tinggi (80,46%). Hal tersebut dikarenakan dengan mengikuti pelajaran penjas tubuh aktif bergerak semua sehingga organ-organ tubuh berfungsi dengan baik dan kebugaran tubuh akan terjaga. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:54) yang menyatakan bahwa kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya. Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan kesehatan badannya tetap terjamin.

Secara keseluruhan mereka juga telah memiliki perhatian yang tinggi pada mata pelajaran pendidikan jasmani (79,2%). Hal tersebut dikarenakan siswa selalu memperhatikan dan berkonsentrasi sewaktu menerima pelajaran pendidikan jasmani. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:56) yang menyatakan bahwa untuk menjamin hasil yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya.

Mereka juga memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani (78,7%), Hal tersebut dikarenakan pelajaran penjas berada di lapangan sehingga bisa melampiaskan kejenuhan setelah mengikuti pelajaran eksak di dalam kelas serta pelajarannya menarik. Akibatnya siswa merasa puas dan senang mengikuti pelajaran penjas. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:57) yang menyatakan bahwa kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang dan disitu diperoleh kepuasan.

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1277 Mereka memiliki bakat dalam

bidang olahraga yang tinggi (75%). Hal tersebut dikarenakan siswa mengikuti pelajaran penjas sesuai dengan kemampuan bakat yang dimilikinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:57) yang menyatakan bahwa jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu.

Selain dipengaruhi faktor instrinsik yang tinggi, motivasi siswa kelas VIII dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 juga dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik yang masuk dalam kategori tinggi pula (85,4%). Bahkan jika dilihat dari bobot persentase yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik memiliki persentase yang sedikit lebih tinggi dalam mempengaruhi motivasi siswa kelas VIII SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani.

Ditinjau dari tiap-tiap indikator faktor ekstrinsik diketahui bahwa metode mengajar guru di SMPN 5 Woha mempengaruhi motivasi siswa dalam kategori tinggi (82%). Hal tersebut dikarenakan metode mengajar guru penjas yang mudah dipahami dan diterima oleh siswa serta bervariasi sehingga tidak membosankan siswa dalam menerima pelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:65) yang menyatakan bahwa guru yang progresif berani mencoba metode-

metode yang baru, yang dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar, dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

Alat pelajaran pendidikan jasmani yang ada di SMPN 5 Woha mempengaruhi motivasi siswa dalam kategori tinggi (77,3%). Hal tersebut dikarenakan peralatan yang lengkap sangat diperlukan untuk kelancaran proses belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:68) yang menyatakan bahwa alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa.

Waktu pelajaran

mempengaruhi motivasi siswa dalam kategori tinggi (92%). Mereka termotivasi belajar di pagi hari. Hal tersebut dikarenakan siswa yang seharusnya beristirahat di sore harinya akan tetapi digunakan untuk menerima pelajaran penjas sehingga tidak bisa berkonsentrasi penuhdalam menerima pelajaran. Halini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:68) yang menyatakan bahwa waktu sekolah juga mempengaruhi belajar siswa, jika terjadi siswa terpaksa masuk sekolah disore hari sebenarnya kurang dapat dipertanggung jawabkan. Di mana siswa harus beristirahat, tetapi terpaksa masuk sekolah, hingga mereka mendengarkan pelajaran sambil mengantuk.

Kondisi lingkungan

mempengaruhi motivasi siswa dalam kategori tinggi (96%). Hal tersebut dikarenakan siswa terpengaruh dengan lingkungan teman- temannya

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1278 yang suka terhadap aktivitas

olahraga penjas serta suasana pembelajaran yang menyenangakan. Hal ini sesuai dengan pendapat Max Darsono (2000:67) yang menyatakan bahwa lingkungan siswa ada tiga yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Guru harus berusaha mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menampilkan diri secara menarik, dalam rangka membantu siswa termotivasi dalam belajar.

Secara umum dapat dijelaskan bahwa motivasi merupakan faktor batin yang memiliki fungsi menimbulkan, mendasari, dan mengarahkan perbuatan seseorang dalam belajar. Seorang yang besar motivasinya akan giat berusaha, tampak gigih, tidak mau menyerah untuk meningkatkan prestasi serta memecahkan masalah yang dihadapinya. Sebaliknya siswa yang motivasinya rendah, tampak acuh tak acuh, mudah putus asa, perhatiannya tidak tertuju pada pelajaran yang akibatnya siswa akan mengalami kesulitan belajar. Motivasi juga dapat menggerakkan siswa mengarahkan tindakan serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna bagi kehidupannya.

Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar motivasi belajar seorang siswa akan semakin besar kesuksesannya dalam belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Menurut Slameto (2003:170) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas,

konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia. Perilaku yang termotivasi dan diperhatikan terus- menerus yang disertai dengan rasa senang, dan pada akhirnya akan memperoleh hasil yang memuaskan dari kegiatan tersebut.

Dengan adanya berbagai faktor baik instrinsik maupun ekstrinsik yang mampu mempengaruhi motivasi siswa kelas VIII di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani, hal tersebut tentunya akan berdampak positif terhadap kegiatan pembelajaran penjas yang telah diikuti oleh siswa, selain kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara baik, hasil yang akan dicapai siswa pun juga akan menjadi lebih baik pula. Dengan demikian megenai penguasaan materi yang diterima oleh siswa akan mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran penjas itu sendiri yang meliputi: pengembangan aspek fisik, pengembangan psikomotor, pengembangan kognitif dan pengembangan psikis / afektif pada diri siswa.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Faktor instrinsik pada diri siswa kelas VIII di SMPN 5 Woha Tahun Pelajaran 2015/2016

mampu mempengaruhi

motivasinya dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi (92%) sedangkan faktor ekstrinsik juga

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1279

mampu mempengaruhi

motivasinya dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dalamkategori tinggi pula (96%). 2. Tingginya pengaruh faktor

intrinsik terhadap motivasi siswa disebabkan siswa telah memiliki derajat kesehatan yang tinggi (94%), memiliki perhatian yang tinggi pada mata pelajaran pendidikan jasmani (82,7%), memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani (78,7%), serta memiliki

Depdikbud. 2003. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian MataPelajaran Pendidikan Jasmani. Jakarta Dimiyati & Mujiono. 2002. Belajar

dan Pembelajaran. Jakarta: Dirjen Perguruan Tinggi dan Depdikbud

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Hadi, Sutrisno. 1990. Metodologi Research Jilid 1. Yogyakarta: Andi Offset .

bakat dalam bidang olahraga yang . 2001. Metodologi tinggi (75%). Sedangkan tingginya

pengaruh faktor ekstrinsik disebabkan karena metode mengajar guru memiliki variasi yang tinggi (82%), alat pelajaran pendidikan jasmani yang ada

Research Jilid 2. Yogyakarta: Andi Offset

Hamalik, Oemar. 2001. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan PendekatanSistem. Jakarta: Bumi Aksara

memiliki inovasi dan kelengkapan . 2005. Kurikulum yang tinggi (77,3%), waktu

pelajaran memiliki kesesuaian dengan kondisi siswa yang tinggi pula (92%) serta kondisi lingkungan yang mendukung tinggi (96%).

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Azari, Akyas. 2000. Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta: Teraju

Azwar, Saifuddin. 2004. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Darsono. Max dkk. 2000. Belajar

Dan Pembelajaran.

Semarang: IKIP

dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Antariksa

Natawidjaya, Rochman. 1979. Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV Mutiara

Sardiman A. M. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers

Singarimbun, Masri. dan Effendi, Sofian. 1989. Metode Penelitian Survai. Jakarta: PT Pustaka

Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-

Faktor yang

Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Subardjah, Herman. 2000. Psikologi Olahraga. Jakarta: Depdiknas Sudradjat SW, 1985. Statistika

Nonparametrik. Bandung: CV Armico 58

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1280 Sugiyono. 2009. Metode Penelitian

Kuantitatif dan Kualitatif. CV.Alfabeta:

Bandung

Suryabrata, Sumadi. 1984. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT Raja Grafindo Persada

Surya, Mohammad. 2004. Psikologi

Pembelajaran dan

Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisi

Tri Anni, Catharina dkk. 2004. Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK UNNES Semarang Press

Walgito, Bimo. 2003. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Yogyakarta

Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan 1281 MENINGKATKAN KECEPATAN DAN KELINCAHAN DALAM

PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN MENGGUNAKAN

Dalam dokumen Volume 6 Nomor 1, Januari-Juni 2016 ISSN: (Halaman 44-54)