• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen serambi edukasi september 2015 (Halaman 44-46)

Pelaksanaan model tari pendidikan

dilaksanakan berdasarkan langkag-langkah pembelajaran tari pendidikan yang terdiri atas

perencanaan, pelaksaanaan, dan evaluasi

dengan melihat keterampilan siswa

berdasarkan 5 indikator kemampuan siswa dalam tari pendidikan. Berikut langkah- langkah pembelajaran tari pendidikan:

1. Proses Perencanaan Tari Pendidikan Pada tahap perencanaan penulis terlebih

dahulu mempersiapkan rancangan tari

pendidikan sebelum melaksanakan eksperimen tari pendidikan itu sendiri. Rancangan sintaks model tari pendidikan yang dirancang adalah sebagai berikut:

a) Tahap I Pemberian Stimulus

Pada tahap ini siswa diberikan

stimulus berupa gerak alam sebagai rangsangan awal untuk melihat intuisi

dan ekspresi alami siswa. Dari

stimulus yang diberikan melalui video gerak alam yang diperlihatkan kepada siswa, diharapkan dapat memunculkan intuisi gerak dari siswa yang lahir dari naluri siswa, tergerak dari hati mereka tanpa mereka pelajari sebelumnya. b) Tahap II Perwujudan Gerak

Setelah diberikan stimulus, kemudian siswa diminta mewujudkan gerak yang mereka ciptakan sendiri sesuai intuisi dari dalam diri siswa berdasarkan video gerak alam yang diperlihatkan. Dengan adanya intuisi kemudian siswa akan mengekspresikan gerakannya.

Kealamiahan ekspresi yang

ditunjukkan oleh anak-anak ialah berupa ekspresi yang berasal dari pribadi siswa itu sendiri, dengan adanya intuisi yang muncul dari dalam

diri siswa maka siswa akan

menuangkannya dalam bentuk

ekspresi, yakni penuangan emosi yang berasal dari dalam diri anak, terbebas dari pengaruh dan intervensi dari orang lain

c) Tahap III Bekerja Dalam Kelompok Siswa dikelompokkan menjadi tiga

kelompok berdasarkan kesamaan

bentuk gerak yang mereka tuangkan berdasarkan intuisi pada masing-

masing siswa setelah diberikan

stimulus berupa video gerak alam. Dalam kelompok diharapkan siswa

dapat menunjukkkan spontanitas

menstilir gerak dalam kelompok, mengembangkan respon gerak dan memadukan berbagai gerak yang muncul dalam kelompok.

2. Proses Pelaksanaan Tari Pendidikan Dalam Pembelajaran Tari

Setelah merancang rencana pembelajaran, maka setelah itu dilakukan pembelajaran tari pendidikan sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Berikut uraian dari pelaksanaan

tari pendidikan berdasarkan tahapan

pembelajaran yang telah dirancang: a) Pelaksanaan Tahap I

Pada tahap pertama dalam penelitian ini, penulis memberikan stimulus

kepada para siswa dengan

memperlihatkan berbagai macam

video yang berhubungan dengan gerak alam. Disini penulis mengambil tema yang berhubungan dengan lingkungan sekitar, yakni dengan mengambil gerak hewan yang sehari-hari biasa diamati langsung oleh anak, maka

sehubungan dengan itu penulis

memperlihatkan video-video yang

menunjukkan gerak-gerak alam seperti kupu-kupu, unggas, dan kodok. Hewan

tersebut merupakan hewan-hewan

yang mudah dan diamati dan juga sering mereka jumpai di lingkungan sekitar mereka.

b) Pelaksanaan Tahap II

Intuisi yang muncul dari siswa melalui video, berikutnya akan diikuti oleh ekspresi gerak siswa. Para siswa dengan sendirinya mengajukan diri untuk menunjukkan bagaimana gerak hewan yang pernah mereka amati. Penulis kemudian menunjuk siswa satu persatu untuk maju agar tiap anak mendapat kesempatan yang sama. Siswa yang maju memperlihatkan berbagai macam gerak, ada gerak kodok melompat, kupu-kupu terbang, ikan berenang, bebek makan, bebek

berjalan, dan burung yang

mengangkasa. Para siswa terlihat ceria, bersemangat, dan begitu percaya diri dalam menyampaikan gerak yang

mereka maksudkan. Dari gerak- gerak yang mereka sampaikan, dari suatu nama gerak muncul berbagai gerak yang mana antara satu anak dan anak yang lain berbeda. Hal tersebut wajar karena muncul dari intuisi masing- masing anak, hal tersebur murni alamiah dari dalam diri siswa. Dari berbagai gerak yang ditunjukkan oleh

para siswa sebagian besar

menunjukkan gerak hewan kupu-kupu,

burung dan kodok sehingga

berdasarkan gerak tersebut siswa dibagi kedalam tiga kelompok gerak. c) Pelaksanaan Tahap III

Sejak dimulainya penelitian yakni dengan memberikan stimulus kepada siswa, telah terlihat intuisi gerak dan kealamiahan ekspresi dari para siswa.

Saat siswa satu persatu akan

memperlihatkan gerakannya, muncul berbagai macam gerak yang setelah dikelompokkan menjadi tiga kelompok gerak. Setiap siswa memang memiliki intuisi yang baik dalam penyampaian gerak mereka, akan tetapi dari sisi spontanitas gerak terdapat perbedaan

yang muncul pada tiap siswa.

Spontanitas siswa diamati ketika siswa telah berada dalam kelompok. Saat teman memperlihatkan gerak dalam kelompok, maka terlihat spontanitas muncul dari siswa lainnya untuk ikut menunjukkan gerak yang lain. Pada tiap kelompok dapat terlihat bahwa antara satu siswa dengan siswa memiliki berbagai bentuk penuangan gerak.

Dari satu nama gerak, tiap-tiap menunjukkan gerak yang berbeda- beda. Pada gerak kodok, ada siswa yang meninjukkan gerakan kodok melompat yaitu dengan melompat- lompat lurus ke depan. Saat salah satu siswa menunjukkan gerakan tersebut, ada siswa yang berseru bahwa dia bisa

juga menunjukkan gerak kodok

melompat, setelah temnannya selesai

menunjukkan gerak tersebut,

bergantian dengan temannya dengan menunjukkan gerak kodok melompat yang berbeda yaitu melompat dengan arah kekiri dan ke kanan. Sedangkan pada kelompok kupu-kupu, ada siswa

yang menunjukkan gerak kupu-kupu yang terbang, dan juga ada kupu-kupu yang sedang hinggap. Terlihat dalam

kelompok gerak kupu-kupu ini,

walaupun tidak begitu terlihat

perbedaan dalam menunjukkan gerak, namun antara satu dan yang lain saling menunjukkan gerak dan saling belajar gerak tersebut. Kemudian pada gerak

burung, terlihat siswa banyak

menunjukkan gerak, mereka

menunjukkan berbagai jenis burung yaitu gerakan burung yang terbang tinggi mengangkasa layaknya burung

elang, melihat temannya

mempraktekkan gerakan burung elang sehingga ada temannya yang terespon

untuk bergerak menunjukkan

bagaimana burung elang yang terbang menukik untuk menangkap mangsa, dan ada juga yang menunjukkan gerakan burung berjalan, mematuk- matuk makanan, dan berkicau.

Dengan adanya kelompok maka dari gerak-gerak yang telah diperlihatkan secara individu, dapat dikembangkan maupun diolah kembali menjadi gerak yang lebih indah dengan adanya kontribusi dari teman-teman dalam kelompok.

3. Evaluasi Proses Pembelajaran Tari Dengan Menggunakan Model Tari Pendidikan

Evaluasi pembelajaran tari menggunakan

model tari pendidikan dilaksanakan

berdasarkan indikator amatan yang muncul pada tiap tahapan pelaksanaan. Berikut akan disampaikan hasil evaluasi pembelajaran tari pendidikan:

Evaluasi pembelajaran tahap I

Selama menonton video yang ditampilkan,

semua siswa terlihat antusias dalam

memperhatikan video tersebut, sehingga dari beberapa siswa langsung ada yang bersorak menyebutkan nama-nama hewan yang muncul dalam video tersebut. Kemudian ada yang

berbincang dengan temannya langsung

membahas hewan seperti di video yang telah

mereka lihat sendiri, mereka langsung

memperlihatkan mimik muka seperti

mencontohkan apa yang hewan tersebut lakukan. Dari keempat belas siswa, dalam intuisi gerak terlihat 2 siswa telah memiliki

intuisi yang baik setelah mendapat stimlus dari menonton video gerak alam, sedangkan sepuluh anak sudah memiliki intuisi yang baik dan selebihnya ada dua anak yang sudah cukup baik dalam merespon stimulus.

Evaluasi Pembelajaran Tahap II

Berdasarkan intuisi dalam diri siswa, maka para siswa ditunjuk satu persatu untuk maju ke depan kelas untuk menunjukkan ekspresi gerak yang mereka tuangkan berdasarkan intuisi mereka masing-masing. Para siswa maju dengan mencontohklan berbagai gerak hewan seperti kodok, kupu-kupu dan burung. Dalam penuangan gerak, ada yang menunjukkan gerak berbeda dari nama gerak yang sama, namun ada juga siswa yang hanya menirukan kembali gerak yang telah dipraktekkan oleh teman yang telah maju sebelumnya. Pada kealamiahan ekspresi, 2 anak telah dapat mengekspresikan diri dengan sangat baik, dan

5 orang siswa dengan baik telah

mengekspresikan dirinya, selebihnya 7 orang

siswa sudah cukup baik dalam

mengekspresikan dirinya.

Evaluasi Pembelajaran Tahap III

Pada tahap ini siswa telah bekerja dalam kelompok, yang dibagi berdasarkan tiga kelompok gerak yaitu gerak burung, gerak kupu-kupu dan gerak kodok. Para siswa masing-masing menunjukkan gerakan mereka secara individu dalam kelompok, lalu teman yang lain juga saling menunjukkan gerak, saling memberikan pendapat dan ide terhadap gerak temannya. Berdasarkan hal tersebut

maka dalam kelompok akan terjadi

pengembangan gerak, setelah itu siswa memadukan antara satu gerak dengan gerak yang lain sehingga gerak gerak tersebut dapat dirangkai menjadi gerakan yang indah. Pada spontanitas gerak sudah terlihat 6 siswa yang memiliki spontanitas yang sangat tinggi, dan 4 siswa lainnya memiliki spontanitas yang baik, selebihnya 4 orang siswa sudah cukup baik dalam spontanitas gerak. Untuk pengembangan respon gerak, 6 siswa mengembangkan respon gerak dengan sangat baik, 6 siswa telah tergolong baik dalam pengembangan respon gerak dan ada 2 siswa yang cukup baik dalam pengembangan respon gerak.

Sedangkan pada kemampuan memadukan gerak dalam kelompok ada 5 siswa sudah dengan sangat baik mampu memadukan gerak dalam kelompok bersama teman dalam

kelompoknya, 8 orang dengan baik telah ikut

berpartisipasi dalam memadukan gerak,

selebihnya ada 1 siswa yang cukup baik dalam memadukan gerak.

HASIL PENELITIAN DAN

Dalam dokumen serambi edukasi september 2015 (Halaman 44-46)

Dokumen terkait