Pelaksanaan model tari pendidikan
dilaksanakan berdasarkan langkag-langkah pembelajaran tari pendidikan yang terdiri atas
perencanaan, pelaksaanaan, dan evaluasi
dengan melihat keterampilan siswa
berdasarkan 5 indikator kemampuan siswa dalam tari pendidikan. Berikut langkah- langkah pembelajaran tari pendidikan:
1. Proses Perencanaan Tari Pendidikan Pada tahap perencanaan penulis terlebih
dahulu mempersiapkan rancangan tari
pendidikan sebelum melaksanakan eksperimen tari pendidikan itu sendiri. Rancangan sintaks model tari pendidikan yang dirancang adalah sebagai berikut:
a) Tahap I Pemberian Stimulus
Pada tahap ini siswa diberikan
stimulus berupa gerak alam sebagai rangsangan awal untuk melihat intuisi
dan ekspresi alami siswa. Dari
stimulus yang diberikan melalui video gerak alam yang diperlihatkan kepada siswa, diharapkan dapat memunculkan intuisi gerak dari siswa yang lahir dari naluri siswa, tergerak dari hati mereka tanpa mereka pelajari sebelumnya. b) Tahap II Perwujudan Gerak
Setelah diberikan stimulus, kemudian siswa diminta mewujudkan gerak yang mereka ciptakan sendiri sesuai intuisi dari dalam diri siswa berdasarkan video gerak alam yang diperlihatkan. Dengan adanya intuisi kemudian siswa akan mengekspresikan gerakannya.
Kealamiahan ekspresi yang
ditunjukkan oleh anak-anak ialah berupa ekspresi yang berasal dari pribadi siswa itu sendiri, dengan adanya intuisi yang muncul dari dalam
diri siswa maka siswa akan
menuangkannya dalam bentuk
ekspresi, yakni penuangan emosi yang berasal dari dalam diri anak, terbebas dari pengaruh dan intervensi dari orang lain
c) Tahap III Bekerja Dalam Kelompok Siswa dikelompokkan menjadi tiga
kelompok berdasarkan kesamaan
bentuk gerak yang mereka tuangkan berdasarkan intuisi pada masing-
masing siswa setelah diberikan
stimulus berupa video gerak alam. Dalam kelompok diharapkan siswa
dapat menunjukkkan spontanitas
menstilir gerak dalam kelompok, mengembangkan respon gerak dan memadukan berbagai gerak yang muncul dalam kelompok.
2. Proses Pelaksanaan Tari Pendidikan Dalam Pembelajaran Tari
Setelah merancang rencana pembelajaran, maka setelah itu dilakukan pembelajaran tari pendidikan sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Berikut uraian dari pelaksanaan
tari pendidikan berdasarkan tahapan
pembelajaran yang telah dirancang: a) Pelaksanaan Tahap I
Pada tahap pertama dalam penelitian ini, penulis memberikan stimulus
kepada para siswa dengan
memperlihatkan berbagai macam
video yang berhubungan dengan gerak alam. Disini penulis mengambil tema yang berhubungan dengan lingkungan sekitar, yakni dengan mengambil gerak hewan yang sehari-hari biasa diamati langsung oleh anak, maka
sehubungan dengan itu penulis
memperlihatkan video-video yang
menunjukkan gerak-gerak alam seperti kupu-kupu, unggas, dan kodok. Hewan
tersebut merupakan hewan-hewan
yang mudah dan diamati dan juga sering mereka jumpai di lingkungan sekitar mereka.
b) Pelaksanaan Tahap II
Intuisi yang muncul dari siswa melalui video, berikutnya akan diikuti oleh ekspresi gerak siswa. Para siswa dengan sendirinya mengajukan diri untuk menunjukkan bagaimana gerak hewan yang pernah mereka amati. Penulis kemudian menunjuk siswa satu persatu untuk maju agar tiap anak mendapat kesempatan yang sama. Siswa yang maju memperlihatkan berbagai macam gerak, ada gerak kodok melompat, kupu-kupu terbang, ikan berenang, bebek makan, bebek
berjalan, dan burung yang
mengangkasa. Para siswa terlihat ceria, bersemangat, dan begitu percaya diri dalam menyampaikan gerak yang
mereka maksudkan. Dari gerak- gerak yang mereka sampaikan, dari suatu nama gerak muncul berbagai gerak yang mana antara satu anak dan anak yang lain berbeda. Hal tersebut wajar karena muncul dari intuisi masing- masing anak, hal tersebur murni alamiah dari dalam diri siswa. Dari berbagai gerak yang ditunjukkan oleh
para siswa sebagian besar
menunjukkan gerak hewan kupu-kupu,
burung dan kodok sehingga
berdasarkan gerak tersebut siswa dibagi kedalam tiga kelompok gerak. c) Pelaksanaan Tahap III
Sejak dimulainya penelitian yakni dengan memberikan stimulus kepada siswa, telah terlihat intuisi gerak dan kealamiahan ekspresi dari para siswa.
Saat siswa satu persatu akan
memperlihatkan gerakannya, muncul berbagai macam gerak yang setelah dikelompokkan menjadi tiga kelompok gerak. Setiap siswa memang memiliki intuisi yang baik dalam penyampaian gerak mereka, akan tetapi dari sisi spontanitas gerak terdapat perbedaan
yang muncul pada tiap siswa.
Spontanitas siswa diamati ketika siswa telah berada dalam kelompok. Saat teman memperlihatkan gerak dalam kelompok, maka terlihat spontanitas muncul dari siswa lainnya untuk ikut menunjukkan gerak yang lain. Pada tiap kelompok dapat terlihat bahwa antara satu siswa dengan siswa memiliki berbagai bentuk penuangan gerak.
Dari satu nama gerak, tiap-tiap menunjukkan gerak yang berbeda- beda. Pada gerak kodok, ada siswa yang meninjukkan gerakan kodok melompat yaitu dengan melompat- lompat lurus ke depan. Saat salah satu siswa menunjukkan gerakan tersebut, ada siswa yang berseru bahwa dia bisa
juga menunjukkan gerak kodok
melompat, setelah temnannya selesai
menunjukkan gerak tersebut,
bergantian dengan temannya dengan menunjukkan gerak kodok melompat yang berbeda yaitu melompat dengan arah kekiri dan ke kanan. Sedangkan pada kelompok kupu-kupu, ada siswa
yang menunjukkan gerak kupu-kupu yang terbang, dan juga ada kupu-kupu yang sedang hinggap. Terlihat dalam
kelompok gerak kupu-kupu ini,
walaupun tidak begitu terlihat
perbedaan dalam menunjukkan gerak, namun antara satu dan yang lain saling menunjukkan gerak dan saling belajar gerak tersebut. Kemudian pada gerak
burung, terlihat siswa banyak
menunjukkan gerak, mereka
menunjukkan berbagai jenis burung yaitu gerakan burung yang terbang tinggi mengangkasa layaknya burung
elang, melihat temannya
mempraktekkan gerakan burung elang sehingga ada temannya yang terespon
untuk bergerak menunjukkan
bagaimana burung elang yang terbang menukik untuk menangkap mangsa, dan ada juga yang menunjukkan gerakan burung berjalan, mematuk- matuk makanan, dan berkicau.
Dengan adanya kelompok maka dari gerak-gerak yang telah diperlihatkan secara individu, dapat dikembangkan maupun diolah kembali menjadi gerak yang lebih indah dengan adanya kontribusi dari teman-teman dalam kelompok.
3. Evaluasi Proses Pembelajaran Tari Dengan Menggunakan Model Tari Pendidikan
Evaluasi pembelajaran tari menggunakan
model tari pendidikan dilaksanakan
berdasarkan indikator amatan yang muncul pada tiap tahapan pelaksanaan. Berikut akan disampaikan hasil evaluasi pembelajaran tari pendidikan:
Evaluasi pembelajaran tahap I
Selama menonton video yang ditampilkan,
semua siswa terlihat antusias dalam
memperhatikan video tersebut, sehingga dari beberapa siswa langsung ada yang bersorak menyebutkan nama-nama hewan yang muncul dalam video tersebut. Kemudian ada yang
berbincang dengan temannya langsung
membahas hewan seperti di video yang telah
mereka lihat sendiri, mereka langsung
memperlihatkan mimik muka seperti
mencontohkan apa yang hewan tersebut lakukan. Dari keempat belas siswa, dalam intuisi gerak terlihat 2 siswa telah memiliki
intuisi yang baik setelah mendapat stimlus dari menonton video gerak alam, sedangkan sepuluh anak sudah memiliki intuisi yang baik dan selebihnya ada dua anak yang sudah cukup baik dalam merespon stimulus.
Evaluasi Pembelajaran Tahap II
Berdasarkan intuisi dalam diri siswa, maka para siswa ditunjuk satu persatu untuk maju ke depan kelas untuk menunjukkan ekspresi gerak yang mereka tuangkan berdasarkan intuisi mereka masing-masing. Para siswa maju dengan mencontohklan berbagai gerak hewan seperti kodok, kupu-kupu dan burung. Dalam penuangan gerak, ada yang menunjukkan gerak berbeda dari nama gerak yang sama, namun ada juga siswa yang hanya menirukan kembali gerak yang telah dipraktekkan oleh teman yang telah maju sebelumnya. Pada kealamiahan ekspresi, 2 anak telah dapat mengekspresikan diri dengan sangat baik, dan
5 orang siswa dengan baik telah
mengekspresikan dirinya, selebihnya 7 orang
siswa sudah cukup baik dalam
mengekspresikan dirinya.
Evaluasi Pembelajaran Tahap III
Pada tahap ini siswa telah bekerja dalam kelompok, yang dibagi berdasarkan tiga kelompok gerak yaitu gerak burung, gerak kupu-kupu dan gerak kodok. Para siswa masing-masing menunjukkan gerakan mereka secara individu dalam kelompok, lalu teman yang lain juga saling menunjukkan gerak, saling memberikan pendapat dan ide terhadap gerak temannya. Berdasarkan hal tersebut
maka dalam kelompok akan terjadi
pengembangan gerak, setelah itu siswa memadukan antara satu gerak dengan gerak yang lain sehingga gerak gerak tersebut dapat dirangkai menjadi gerakan yang indah. Pada spontanitas gerak sudah terlihat 6 siswa yang memiliki spontanitas yang sangat tinggi, dan 4 siswa lainnya memiliki spontanitas yang baik, selebihnya 4 orang siswa sudah cukup baik dalam spontanitas gerak. Untuk pengembangan respon gerak, 6 siswa mengembangkan respon gerak dengan sangat baik, 6 siswa telah tergolong baik dalam pengembangan respon gerak dan ada 2 siswa yang cukup baik dalam pengembangan respon gerak.
Sedangkan pada kemampuan memadukan gerak dalam kelompok ada 5 siswa sudah dengan sangat baik mampu memadukan gerak dalam kelompok bersama teman dalam
kelompoknya, 8 orang dengan baik telah ikut
berpartisipasi dalam memadukan gerak,
selebihnya ada 1 siswa yang cukup baik dalam memadukan gerak.
HASIL PENELITIAN DAN