• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Alternatif Strategi

HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Alternatif Strategi

Pengolahan vertikal yang ketiga yaitu dilakukan pada elemen tingkat keempat. Pengolahan ini dilakukan untuk menunjukkan elemen alternatif strategi mana yang paling berpengaruh dalam tujuan (goal) pada strategi pemasaran daging kebab sapi pada PT. Sari Kreasi Boga Jakarta Selatan. Elemen pada tingkat alternatif strategi yaitu meningkatkan kualitas mutu produk, melakukan penetrasi

Aktor Bobot Prioritas

President Director 0.691 1

General Manager 0.218 2

105

harga, memperbesar cakupan pemasaran. Memberikan promosi penjualan, dan memberikan pelatihan kepada karyawan.

Pengolahan vertikal ini dilakukan dengan melakukan perbandingan yang bertujuan untuk mengetahui elemen mana yang lebih penting dari pada elemen lainnya. Pada pengolahan vertikal elemen alternatif dilakukan dengan membandingkan antara elemen meningkatkan kualitas mutu produk terhadap elemen melakukan penetrasi harga, memperbesar cakupan pemasaran, memberikan promosi penjualan, dan memberikan pelatihan kepada karyawan. Kemudian elemen melakukan penetrasi harga terhadap elemen memperbesar cakupan pemasaran, memberikan promosi penjualan, dan memberikan pelatihan kepada karyawan. Elemen memperbesar cakupan pemasaran terhadap elemen memberikan promosi penjualan, dan memberikan pelatihan kepada karyawan. Terakhir pada elemen memberikan promosi penjualan terhadap memberikan pelatihan kepada karyawan.

Perbandingan ini dinilai dengan skala 1 sampai 9 dimana semakin besar nilai terhadap suatu elemen, maka semakin penting elemen tersebut. Penilaian dilakukan oleh pakar/informan yang terdiri dari General Manager, Logistic

Manager, General Affair Manager, Operational Manager, Production Manager,

dan Brand Manager. Perbandingan tersebut lalu diolah dengan menggunakan

software komputer yaitu Expert Choice 11 untuk melihat bobot prioritas elemen

dan untuk melihat Consistency Ratio (CR), dimana jika CR < 0,10 yang berarti jawaban yang diberikan oleh pakar telah bersifat konsisten. Setelah diolah dan.

106

diketahui bobot pada setiap elemen pada tingkat alternatif stratetgi, maka akan diketahui urutan prioritas setiap elemen pada tingkat alternatif strategi tersebut. Hasil pengolahan vertikal elemen aktor dapat diketahui pada Tabel 11 berikut: Tabel 11. Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Alternatif Strategi

Alternatif Strategi Bobot Prioritas Meningkatkan Kualitas Mutu Produk 0.351 1 Melakukan Penetrasi Harga 0.340 2 Memperbesar Cakupan Pemasaran 0.165 3 Memberikan Promosi Penjualan 0.092

4 Memberikan Pelatihan Kepada Karyawan 0.052 5

Sumber : Lampiran 7

Tabel 11 menyajikan data mengenai hasil pengolahan vertikal pada elemen Alternatif strategi, berdasarkan hasilnya yang paling berpengaruh pada strategi pemasaran daging kebab sapi pada PT. Sari Kreasi Boga Jakarta Selatan adalah meningkatkan kualitas mutu produk dengan bobot sebesar 0.351, kedua yaitu melakukan penetrasi harga dengan bobot sebesar 0.340, ketiga yaitu memperbesar cakupan pemasaran dengan bobot sebesar 0.165, keempat yaitu memberikan promosi penjualan dengan bobot sebesar 0.092, dan prioritas alternatif terakhir yaitu memberikan pelatihan kepada karyawan dengan bobot sebesar 0.052.

5.2 Pembahasan

Pembahasan selama penelitian ini dipaparkan berdasarkan permasalahan penelitian mengenai Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi

107

Boga yang meliputi identifikasi faktor-faktor, identifikasi alternatif strategi serta menganilisis prioritas pada Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi Boga, sebagai berikut:

5.2.1 Analisis Elemen Faktor dan Aktor yang Berpengaruh dalam Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi Boga

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi Boga Jakarta Selatan ini merupakan elemen faktor dan elemen aktor yang disusun dalam sebuah struktur hierarki. Elemen faktor ditinjau dari konsep bauran pemasaran (7P), hal ini sejalan dengan penelitian (Ulfah, 2017:2015) yang menjadikan bauran pemasaran (7P) yaitu Produk (Product), Harga (Price), Tempat/Distribusi (Place), Promosi (Promotion), Tenaga Kerja (People), Lingkungan Fisik (Physical Evidence), dan Proses

(Process) sebagai elemen faktor yang dalam pemasaran produk.

Elemen aktor yang berpengaruh dalam Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi Boga Jakarta Selatan yaitu President Director, General

Manager, dan Logistic Manager. Aktor merupakan orang atau individu yang

memiliki pengaruh dalam pemilihan atau penentuan faktor dalam pengambilan keputusan akhir dari alternatif strategi yang ada, sejalan dengan yang dipaparkan (Rizky, 2011:38) aktor berpengaruh dalam perencanaan strategi perusahaan serta dalam pengambilan suatu keputusan. Adapun penjelasan mengenai elemen faktor dan aktor dalam pemasaran adalah sebagai berikut:

108 5.2.1.1 Faktor Bauran Pemasaran dalam Strategi Pemasaran Daging Kebab

Sapi di PT. Sari Kreasi Boga

Terdapat 7 faktor dalam Strategi Pemasaran di PT. Sari Kreasi Boga yaitu Produk (Product), Harga (Price), Tempat/Distribusi (Place), Promosi

(Promotion), Tenaga Kerja (People), Lingkungan Fisik (Physical Evidence), dan

Proses (Process). Adapun penjelasan dari 7 faktor dalam pemasaran daging kebab sapi di PT. Sari Kreasi Boga sebagai berikut:

1. Produk (Product)

Pemasaran pada suatu produk selalu memperhatikan aspek pada setiap produk yang dimiliki untuk memberikan informasi dan menjamin kualitas produk tersebut, hal ini sejalan dengan teori dari Assauri (2010:200) bahwa Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar (baik berwujud atau tidak berwujud) untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan. Aspek yang ada di dalam produk yang dipasarkan oleh PT. SKB berupa daging kebab sapi antara lain adalah kemasan, brand name, label, garansi, variasi jenis produk, dan pelayanan.

Kemasan pada produk daging kebab sapi saga ini menggunakan jenis plastik poly ethylene (PE) sebagaimana sependapat (Candra & Sucita, 2015:79) bahwa jenis plastik yang dapat digunakan untuk kategori makanan basah olahan yaitu salah satunya jenis plastik poly ethylene (PE), jenis plastik yang cocok untuk pengemasan makanan basah olahan lainnya yaitu LDPE, HDPE, PP, PS.

Brand name atau merek dagang dari PT. SKB yaitu ‘’Kebab Saga’’ yang berarti

sebuah petualangan, yang dimana perusahaan berharap agar produk daging kebab sapi saga ini akan dapat mencakup seluruh Indonesia bahkan ke dunia.

109

Label kemasan pada produk saga memberikan informasi kepada konsumen mengenai produk daging kebab sapi. Informasi mengenai produk yang dicantumkan dalam label diantaranya nama brand, kode produksi produk dan tanggal kadaluarsa produk, hal ini sejalan dengan Abdullah dan Tantri (2018:160) yang menyatakan bahwa label adalah bagian dari sebuah produk yang membawa informasi verbal tentang produk atau tentang penjualnya. PT. SKB memberikan garansi atau jaminan penggantian produk yang rusak ketika sampai ditangan konsumen apabila itu merupakan kesalahan dari produsen , sependapat dengan Shinta (2011: 78) yang menyatakan bahwa garansi suatu jaminan dari produsen bila barang yang terbeli tidak sesuai dengan yang ditawarkan dan konsumen dapat mengembalikannya.

2. Harga (Price)

Harga yang diberikan oleh PT. SKB menggunakan strategi harga plus laba, sejalan dengan Nurpitasari (2017:9) yang menyatakan bahwa penentuan harga dengan cost plus pricing guna dapat memaksimalkan laba yang diterima perusahaan.

3. Tempat/Distribusi (Place)

PT. SKB memiliki lokasi pemasaran yang mudah dijangkau atau dapat dikatakan strategis berada di wilayah Jakarta dan kota Bogor, hal tersebut sejalan dengan teori dari Kotler (2006:63) Perusahaan sebaiknya memilih tempat yang mudah dijangkau dengan kata lain strategis. Distribusi yang diterapkan oleh PT. SKB menggunakan distribusi langsung kepada konsumen dan distribusi tidak

110

langsung dengan pemesanan melalui telepon dan sms bagi konsumen yang tidak dapat melakukan pembelian langsung bisa menggunakan jasa pengiriman motor,

thermocar, ekspedisi, dan bis antar kota, sependapat dengan Pridasari (2012:39)

yang menggunakan distribusi secara langsung dengan tujuan membantu konsumen melihat dan memilih sendiri produk yang akan dibeli dan distribusi secara tidak langsung guna memudahkan konsumen agar tidak perlu data ke lokasi untuk mendapatkan suatu produk.

4. Promosi (Promotion)

Promosi yang digunakan oleh PT. Sari Kreasi Boga dalam memasarkan produknya yaitu melalui Website dan Sosial Media, mengikuti pameran, dan mengenalkan produk melalui Banner, Brosur, dan Pamflet. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aniatussolikhah (2015:13) media digital website dan sosial media serta media cetak seperti pada katalog untuk menjadi media promosi produk yang dipasarkan, dan media digital lebih di optimalkan dalam pemasaran produk karena lebih hemat dari segi biaya dan juga dapat menjangkau konsumen tanpa ada batasan tempat dan waktu.

5. Tenaga Kerja (People)

Tenaga Kerja yang terlibat dan lebih mengetahui perihal proses pemasaran produk pada PT. Sari Kreasi Boga yaitu pada divisi logistik dan brand, sejalan dengan yang disampaikan oleh Cendani (2016:13) yang menyatakan bahwa pengetahuan karyawan dan juga pelayanan karyawan kepada konsumen

111

dikarenakan semakin baik pelayanan yang diberikan maka akan meningkatkan kepuasan pada konsumen.