• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Pengolahan Vertikal Elemen Alternatif Strategi

Berdasarkan hasil pengolahan elemen alternatif strategi secara vertikal didapatkan Elemen alternatif yang paling berpengaruh pada strategi pemasaran daging kebab sapi pada PT. Sari Kreasi Boga Jakarta Selatan adalah meningkatkan kualitas mutu produk dengan bobot sebesar 0.351, dikarenakan

125

mutu produk erat kaitannya mengenai kualitas produk yang merupakan kunci sukses dalam suatu perusahaan. Adanya permasalahan terkait kualitas pada produk berupa kemasan dan juga label perlu adanya perhatian khusus megenai hal tersebut dengan meningkatkan quality control dalam proses pengemasan agar kualitas produk dapat terjamin ketika sampai ke tangan konsumen, hal ini sejalan dengan hasil penelitian Harry (2014:85) yang menyatakan bahwa kualitas produk terus ditingkatkan dengan melakukan kontrol, karena kualitas mutu produk akan mempengaruhi keberadaan produk di pasar.

Alternatif strategi kedua adalah melakukan penetrasi harga dengan bobot sebesar 0.340. Pada alternatif ini menjadi suatu strategi dalam bersaing dengan perusahaan yang memproduksi produk sejenis. Harga yang dipasarkan oleh PT. Sari Kreasi Boga yaitu pada ukuran 2 kg yaitu Rp 125.000 dan pada ukuran 4 kg yaitu Rp 235.000. Harga yang dipasarkan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 2 pesaing sejenis yaitu PT. Sahara Bogatama dan Kebab Central. Penetrasi harga dilakukan untuk dapat menarik kembali minat konsumen dalam membeli produk daging kebab sapi diimbangi dengan kualitas produk yang akan dipasarkan serta agar dapat terus bersaing dalam harga yang ada di pasar, hal tersebut sejalan dengan konsep Bloom dan Boone (2006:70), yang menyatakan bahwa strategi penetrasi harga dapat dilakukan secara substansial dengan menurunkan harga produk guna mempertahankan atau menarik lebih banyak konsumen.

Alternatif strategi ketiga yaitu memperbesar cakupan pemasaran dengan bobot sebesar 0.165, sejalan dengan yang disampaikan Suryana (2013:209),

126

bahwa tempat yang menarik bagi konsumen adalah tempat yang paling strategis, menyenangkan, dan efisien dan salah satu tujuannya dengan memperluas segmentasi atau cakupannya. Alternatif strategi ini menjadi strategi yang memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi proses pemasaran produk. Dikarenakan produk daging kebab sapi ini yang tidak bisa tahan lama apabila berada di suhu yang tidak sesuai, selain itu untuk meminimalisir kendala pada pendistribusian produk di luar pulau jawa.

Alternatif strategi keempat yaitu memberikan promosi penjualan dengan bobot sebesar 0.092. Alternatif ini dilakukan sebagai strategi komunikasi pendekatan terhadap produk sehingga membuat daya tarik konsumen terhadap produk dan membuat konsumen tidak mudah bosan terhadap produk dengan memberikan potongan harga kepada konsumen, selain itu memaksimalkan pemasaran melalui sosial media, hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Suryani (2015: 136) sosial media saat ini bukan hanya sekedar laman pertemanan, tetapi sudah menjadi gelombang baru ekonomi dalam perusahaan melakukan pemasaran dan proses bisnis.

Alternatif strategi terakhir yaitu memberikan pelatihan kepada karyawan dengan bobot sebesar 0.052, alternatif strategi ini menjadi prioritas terakhir dalam proses pemasaran yang dilakukan perusahaan. Fungsi karyawan dalam pemasaran adalah dalam pelayanan untuk dapat meningkatkan kepuasan pada konsumen dalam melakukan pembelian. Selain dalam pelayanan, pelatihan karyawan dalam pemasaran dilaksanakan agar dapat karyawan semakin termotivasi dalam bekerja, sesuai dengan konsep Yazid (2001:134) bahwa

127

sebuah usaha agar dapat berjalan dengan optimal diperlukan karyawan yang memiliki motivasi kerja yang tinggi.

128 BAB VI

KESIMPULAN & SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini dengan judul ‘’Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi Boga, Jakarta Selatan’’. Maka dapat dihasilkan sebuah kesimpulan sebagai berikut:

1. PT. Sari Kreasi Boga dalam melakukan Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi dianalisis berdasarkan faktor bauran pemasaran (marketing mix) yang terbagi atas 7P yaitu a) Produk (Product) : aspek dalam produk kebab daging sapi yaitu berupa kemasan, brand name, label, variasi jenis produk, dan garansi b) Harga (Price) : harga jual tersebut ditentukan dengan cara penetapan harga plus laba. c) Tempat/Distribusi (Place): lokasi pemasaran berada di wilayah Jakarta dan Bogor dengan proses distribusi secara langsung ataupun tidak langsung. d) Promosi (Promotion): promosi yang digunakan melalui website, sosial media, pameran, dan media cetak. e) Tenaga Kerja (People): Manajemen SDM yang diterapkan pada PT. Sari Kreasi Boga cukup baik dengan penerapan budaya perusahaan. f) Lingkungan Fisik (Physical Evidence): berupa cold storage,

freezer, serta alat transportasi motor & thermo car. g) Proses (Process) :

Proses pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan yaitu pada kecepatan pelayanan yang diberikan perusahaan disesuaikan dengan jarak

129

pengiriman . Serta aktor yang berpengaruh dalam pemasaran perusahaan yaitu President Director, General Manager, dan Logistic Manager.

2. Alternatif strategi yang dapat diterapkan pada Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi Boga Jakarta Selatan terdiri dari meningkatkan kualitas mutu produk, melakukan penetrasi harga, memperbesar cakupan pemasaran. Memberikan promosi penjualan, dan memberikan pelatihan kepada karyawan.

3. Berdasarkan hasil analisis dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) diketahui bahwa prioritas utama dalam Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi Boga adalah:

a. Meningkatkan kualitas mutu produk dengan bobot 0.351, dikarenakan mutu produk erat kaitannya mengenai kualitas produk yang merupakan kunci sukses dalam suatu perusahaan. Adanya permasalahan terkait kualitas pada produk berupa kemasan dan juga label perlu adanya perhatian khusus mengenai hal tersebut dengan meningkatkan quality

control dalam proses pengemasan agar kualitas produk dapat terjamin

ketika sampai ke tangan konsumen.

b. Strategi alternatif kedua yaitu melakukan penetrasi harga dengan bobot 0,340. pada alternatif ini menjadi suatu strategi dalam bersaing dengan perusahaan yang memproduksi produk sejenis. Penetrasi harga dilakukan untuk dapat menarik kembali minat konsumen dalam membeli produk daging kebab sapi diimbangi dengan kualitas produk

130

yang akan dipasarkan serta agar dapat terus bersaing dalam harga yang ada di pasar.

c. Strategi alternatif ketiga yaitu memperbesar cakupan pemasaran dengan bobot 0.165. Alternatif strategi ini menjadi strategi yang memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi proses pemasaran produk. Dikarenakan produk daging kebab sapi ini yang tidak bisa tahan lama apabila berada di suhu yang tidak sesuai, selain itu untuk meminimalisir kendala pada pendistribusian produk di luar pulau jawa. d. strategi alternatif keempat yaitu memberikan promosi penjualan dengan bobot 0.092, alternatif ini dilakukan dalam proses pemasaran yang dilakukan perusahaan untuk menambah daya tarik konsumen terhadap produk.

e. Strategi alternatif yang terakhir yaitu memberikan pelatihan kepada karyawan dengan bobot 0.052, alternatif strategi ini menjadi prioritas terakhir dalam proses pemasaran yang dilakukan perusahaan. Fungsi karyawan dalam pemasaran adalah dalam pelayanan untuk meningkatkan kepuasan kepada konsumen maka diperlukan pelatihan agar karyawan semakin termotivasi dalam bekerja.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan mengenai ’Strategi Pemasaran Daging Kebab Sapi di PT. Sari Kreasi Boga, Jakarta Selatan, maka dapat penulis sarankan beberapa hal sebagai berikut :

131

1. PT. Sari Kreasi Boga perlu melakukan peningkatan kualitas mutu pada produk. Mutu produk yang perlu ditingkatkan yaitu:

a. Pengemasan

Pada pengemasan perlu dilakukan evaluasi serta perbaikan dengan cara penambahan jumlah lilitan plastik dalam proses pengemasan agar mengurangi resiko kerusakan produk yang diterima oleh konsumen.

b. Label

Pada label perlu dicantumkan logo halal dari MUI, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan sebagai acuan bagi konsumen untuk memilih dan membeli produk. 2. PT. Sari Kreasi Boga perlu melakukan evaluasi dalam penentuan proses

produksi produk agar dapat melakukan penetrasi harga dalam pasar, hal tersebut dilakukan agar dapat terus bersaing dengan perusahaan sejenis dan harga yang dipasarkan sesuai dengan kualitas produk yang diberikan perusahaan guna dapat menarik kembali minat konsumen dalam membeli produk daging kebab sapi.

3. PT. Sari Kreasi Boga perlu memiliki distributor yang berada diluar jabodetabek, dikarenakan agar pemasaran lebih dapat meluas serta dapat memudahkan konsumen dalam mendapatkan produk, disertai dengan penambahan jumlah tenaga kerja, khususnya tenaga pemasar yang sudah terlatih untuk memperlancar proses distribusi produk ke tangan konsumen. Selain itu perlu melakukan promosi secara memberikan program

132

diskon/potonga serta memaksimalkan media online seperti Instagram, twitter, facebook dalam promosi serta penjualan melalui e-commerce dan

GoShop by Gojek guna dapat memudahkan konsumen dalam pembelian

produk.

4. Tugas dan fungsional pada setiap divisi perlu ditingkatkan dan diperinci pada setiap bagiannya, sehingga dapat memudahkan pemimpin perusahaan untuk dapat memulai mentransformasikan pengetahuan yang dimiliki terhadap quality control pada setiap strategi pemasaran yang akan dilaksanakan perusahaan .

133

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Thamrin dan Francis Tantri. 2018. Manajemen Pemasaran. Depok: Raja Grafindo.

Abidin, Harahap dan Asmarawati. 2017. Pemasaran. Malang: UB Pres. Adam, Muhammad. 2015. Manajemen Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta. Adhagssani, Fakhriyan Sefti. 2016. Strategi pemasaran 7P di Cherryka Bakery.

[SKRIPSI] Universitas Negeri Yogyakarta.

Alma, Buchari. 2011. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa Cetakan

Kesembilan. Bandung: Alfabeta.

Andayani, Sri Ayu. 2017. Manajemen Agribisnis. CV. Media Cendika: Bandung. Aniatussolikhah, Kiki Andri. 2015. Strategi Pemasaran Usaha Kecil dan

Menengah (UKM) Heejou Bags. [SKRIPSI]. Institut Pertanian Bogor.

Antonio, Muhammad Syaf’i. 2009. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.

Assauri, Sofjan. 2005. Manajemen Usahawan Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo. Assauri, Sofjan. 2010. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Raja Grafindo.

Assauri, Sofjan. 2013. Strategic Marketing. Jakarta: Raja Grafindo.

Bloom Paul N, dan Louise N. Boone. Strategi Pemasaran Produk. Jakarta: Prestasi.

Boyd, Harper W dkk. 2000. Manajemen Pemasaran – Suatu Pendekatan Strategis

Dengan Orientasi Global Edisi 2 Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Candra, Reski Mai dan Dianing Sucita. 2015. Sistem Pakar Penentuan Jenis

Plastik Berdasarkan Sifat Plastik Terhadap Makanan yang akan Dikemas Menggunakan Metode Certainty Factor (CV. Minapack Pekanbaru).

Vol.1 No.2 PP. 80. UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Dalilah, E. 2006. Evaluasi Nilai Gizi dan Karakteristik Protein Daging Sapi dan

Hasil Olahannya. Bogor: IPB Press.

Desrosier, N W. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan Edisi III. Jakarta: Universitas Indonesia.

Downey, D dan Erickson, Steven. 1987. Manajemen Agribisnis Edisi Kedua. Erlangga: Jakarta.

134

Gomes, Faustinus Condoso. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi.

Gumbira, Sa'id. dan A. Harizt Intan. 2004. Manajemen Agribisnis. Jakarta: Ghalia

Indonesia.

Harry. 2014. Analisis Strategi Pemasaran Rumah Makan Bebek Gendut Bogor. [SKRIPSI]. Insititut Pertanian Bogor.

Hayani, Nurahmi. 2012. Manajemen Pemasaran Bagi Pendidikan Ekonomi. Pekanbaru: Suska Press.

Hermawan. 2002. Marketing. Jakarta: Gramedia.

Hurriyati, Ratih. 2008. Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Bandung: Alfabeta.

Karang, Kartika Dewi . 2016. Analisis Strategi Bauran Pemasaran Buah

Naga(Studi Kasus Pada Sabila Farm. [Skripsi]. Fakultas Pertanian.

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Kasmir. 2010. Pemasaran Bank. Jakarta: Kencana.

Kasmir, dan Jafar. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Prenada Media.

Kotler, Philip. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi Kedua Belas Jilid 1. Jakarta: PT. Indeks Gramedia.

Kotler, P dan Garry Amstrong. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Lawrie, RA. 2003. Ilmu Daging. Jakarta: Universitas Indonesia.

Lupiyoadi, Rambat. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa, Teori, dan Praktek Edisi

Pertama. Jakarta: Salemba Empat.

Lupiyoadi, Rambat. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa Berbasis Kompetensi. Jakarta: Salemba Empat.

Marimin, Taufik Djatna, Suharjito, Syarif Hidayat, Ditdit N. Utama, Retno Astuti, Sri Martini. 2013. Teknik dan Analisis Pengambilan Keputusan Fuzzy

dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Marimin dan Nurul Maghfiroh. 2010. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan

dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Novebriyanti, Imelda. 2016. Penetapan Prioritas Strategi Bauran Pemasaran

135

Nurochim, dan Purwanto. 2010. Manajemen Bisnis. Cipta Karya Mulia: Jakarta. Nurpitasari, Dwi Ratna. 2017. Pendekatan Cost-Plus Pricing dalam Penentuan

Harga Jual Roti Pada UD. Ganysha Kediri. Vol. 01 No.2 PP-1-13.

Universitas PGRI Kediri.

Panuhun. 2012. Daging sebagai protein hewani yang aman, sehat, utuh, dan

halal. Kencana: Jakarta.

Pridasari, Khalida. 2012. Analisis Strategi Pemasaran UKM Penghasil Produk

Kerajinan Kreatif Keramik Pada CV Munti Bali, Bogor. [SKRIPSI].

Institut Pertanian Bogor.

Purnomo. 2007. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia – Press.

Retnoningsih, DKK. 2016. Pemilihan Prioritas Strategi Pemasaran Coklat

Olahan Berdasarkan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi kasus di Perusahaan Magic Chocolate, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali). PP

25-37. Universitas Udayana: E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata.

Rianto, M Nur. 2015. Pemasaran Strategik Pada Asuransi Syariah. Bekasi: Gramata Publishing.

Rosyalina, DKK. Strategi Pemasaran Teh Celup Goalpara Industri Hilir Teh

PT. Perkebunan Nusantara VIII (Studi Kasus Industri Hilir Teh PTPN VIII Bandung, Provinsi Jawa Barat). Vol.6 No.1 PP 44-53. Universitas

Padjajaran: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh.

Saaty, Thomas L. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin. Jakarta: PT Gramedia.

Sedjati, Retina Sri. 2018. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: Depublish. Soekartawi. 2013. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo. Soeparno. 2015. Ilmu dan Teknologi Daging. Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press.

Solihin, Ismail. 2012. Manajemen Strategik. Bandung: Erlangga.

Sonbait, Lukas Y. 2011. Kesukaan Konsumen Terhadap Olahan Daging Sapi. Papua: FPPIK Papua.

Subagyo, Ahmad. 2010. Marketing in Business. Jakarta: Mitra Wacana Media. Sudaryono. 2016. Manajemen Pemasaran (Teori & Implementasi). Yogyakarta:

136

Andi Offset.

Sumarwan, Ujang. 2015. Pemasaran Strategik : Perspektif perilaku konsumen

dan marketing plan. Bogor: IP Press.

Sunarto. 2004. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: AMUS.

Suryana. 2013.Kewirausahaan Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.

Suyoto. 2007. Marketing Strategy Top Brand Indonesia. Yogyakarta: Andi. Swandayani, Dian. 2009. Kebab, Cita Rasa dan Sebuah Identitas. Yogyakarta:

Majalah Ilmiah Populer.

Swastha, Basu. 2002. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta: Liberty Offset.

Tjiptono, Fandy. 2003. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Press. Tjiptono, Fandy. 2014. Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Andi Press.

Ulfah, Yasarah Fauziah. 2017. Analisis Strategi Pemasaran Produk Teh Hijau

Celup Cap Dua Petani (Studi Kasus di Gapoktan Karya Mandiri Sejahtera, Desa Cibodas, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat). PP. 198-211. Fakultas Pertanian Universitas

Padjajaran.

Umar, Husein. 2008. Strategi Management In Action (Konsep, Teori, dan Teknik

Menganalisis Manajemen Strategis). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka

Utama.

Wibowo, Mohamad Emir dkk. 2018. Strategi Pemasaran Produk Sosis Siap

Makan (Studi Kasus: PT. Primafood Internasional). Vol.3 No.1, PP.

29-38. Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Wijaya, Marissa Arum. Analisis Preferensi Konsumen Dalam Membeli Daging

Sapi di Pasar Tradisional. [SKRIPSI]. Fakultas Pertanian Universitas

Sebelas Maret.

Windarti, Tias dan Mariaty Ibrahim. 2017. Pengaruh Kualitas Produk dan

Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Produk Donat Mandu (Studi Kasus: CV. Donat Madu Cihanjuang). Vol.4 No.2 PP 1-10.

Universitas Bina Widya.

138

Lampiran 1. Wawancara Identifikasi Bauran Pemasaran (In-depth interview)

Narasumber: General Manager

1. Bagaimanakah sejarah berdirinya PT. SKB? 2. Dimana alamat lokasi PT. SKB?

3. Bagaimana Struktur organisasi PT. SKB? 4. Apa visi, misi PT. SKB?

Narasumber: General Manager, Logistic Manager, dan General Affair

Manager

1. Bagaimanakah kegiatan dan cara kerja pemasaran di PT. SKB?

2. Adakah target penjualaan produk daging kebab sapi per tahun atau per bulan? Jika ada berapa jumlahnya?Apakah saat ini sudah mencapai target penjualan? 7 P – Bauran Pemasaran

1. Apa saja jenis produk daging kebab sapi di PT. SKB?

2. Bagaimana cara menentukan jenis produk daging kebab sapi yang akan dipasarkan (variasi produk, kemasan, garansi)?

3. Bagaimana kualitas produk daging kebab sapi yang dipasarkan oleh PT. SKB?

4. Bagaimana cara PT. SKB menentukan harga dari setiap produk daging kebab sapi yang akan dipasarkan?

5. Bagaimana sistem pembayaran dari konsumen kepada SKB? Apakah memiliki kendala?

6. Apa saja media promosi yang digunakan saat ini?

7. Jenis promosi yang seperti apa yang sudah dilakakukan oleh PT. SKB? 8. Selain di lokasi ini apakah ada tempat pemasaran lainnya?

9. Bagaimana saluran distribusi yang diterapkan perusahaan? 10. Saluran distribusi mana yang lebih menguntungkan? 11. Bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh PT. SKB? 12. Pelatihan atau budaya apa yang diterapkan perusahaan? 13. Apa saja fasilitas penunjang dalam proses pemasaran?

14. Bagaimana proses/mekanisme pemasaran produk daging kebab sapi dari PT. SKB hingga kepada tangan konsumen?

15. Apa kendala dalam bauran pemasaran (produk, harga, promosi, tempat, tenaga kerja, lingkungan fisik, dan proses)

16. Bagaimana cara menangani kendala bauran pemasaran pemasaran (produk, harga, promosi, tempat, tenaga kerja, lingkungan fisik, dan proses)

139

Lampiran 2. Kuisioner terbuka untuk FGD (Focus Grup Discusion) Penyusunan elemen-elemen pada Strategi Pemasaran PT. SKB. (In-depth interview)

Narasumber: General Manager, Logistic Manager, dan General Affair

Manager

1. Apakah dengan meneliti strategi pemasaran daging kebab sapi di PT. Sari Kreasi Boga ini sesuai dengan keadaan untuk dapat mengatasi permasalahan perusahaan?

2. Apakah pada proses pemasaran daging kebab sapi di PT. SKB sudah sesuai dengan konsep bauran pemasaran (marketing mix)7P?

3. Dalam memutuskan dan menentukan kebijakan mengenai pemasaran siapa saja (aktor) yang mempunyai wewenang?

4. Pada faktor-faktor pemasaran dengan konsep bauran pemasaran (marketing mix) 7P yang sudah dijelaskan, apa yang dapat diterapkan menjadi sebuah alternatif strategi pemasaran untuk mengatasi permasalahan pemasaran perusahaan ?

140

Lampiran 3. Kuesioner Penelitian