• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Pengujian Hipoteis 1. Analisis Variansi Tiga Jalan

Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas data prestasi belajar siswa pada penelitian ini dapat diketahui bahwa prasyarat analisis dapat dipenuhi.

Sehingga data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi tiga jalan dan dilanjutkan dengan uji lanjut untuk Ho yang ditolak. Berdasarka hasil uji Anava tiga jalan pada lampiran 22 maka disajikan pada tabel 4. 19 berikut:

Tabel 4.19 Hasil Uji Anava Tiga Jalan

Berdasarkan tebel 4.19 di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dan modul dengan pendekatan ICI

No Yang diuji F hitung p-value Hipotesis Hasil Uji

commit to user

78

mempunyai harga p-value 0,001 (sig < 0,05) , maka Ho ditolak dan H1 di terima berarti ada perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan pendekatan ICI yang menggunakan multimedia dan modul. Hasil analisi untuk kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa diperoleh p-value 0,001 (sig <

0,05) , maka Ho ditolak, berarti ada perbedaan prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi dan kemampuan abstrak rendah.

Sedangkan untuk kemampuan awal terhadap prestasi belajar siswa diperoleh p-value 0,000 (sig < 0,05), maka Ho ditolak, berarti ada perbedaan prestasi belajar

siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah.

Dari tabel 4.19 interaksi antara pembelajaran fisika dengan pendekatan ICI yang menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif dan modul dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa p-value 0,024 (sig < 0,05), maka Ho ditolak, berarti ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan ICI yang menggunakan multimedia dan menggunakan media modul dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa. Sedangkan interaksi pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif dan modul dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar siswa p-value 0,205 (sig > 0,05) maka Ho diterima, berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan ICI yang menggunakan Multimedia Interaktif dan menggunakan media Modul dengan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk pengujian iteraksi antara kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar siswa diperoleh harga signifikansi 0,307 (sig > 0,05) maka Ho diterima, berarti tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir abstrak dengan

commit to user

79

kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar siswa. Dan interaksi untuk media pembelajaran kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal mempunyai p-value 0,411 (sig > 0,05) maka Ho diterima, berarti tidak ada interaksi antara

media pembelajaran, kemampuan berpikir abstrak, kemampuan awal terhadap prestasi belajar siswa.

2. Uji Lanjut

Hasil penelitian menunjukan bahawa media, kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui perbedaan prestasi dari siswa yang belajar dengan pendekatan ICI dengan menggunakan multimedia interaktif dan media modul, dan perbedaan prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah serta kemampuan awal tinggi dan rendah maka dilakukan uji lanjut dangan mengguakan Estimated Marginal Means yang hasilnya dapat dilihat pada lampiran 23.

Hasil pengujian data prestasi belajar antara kelas yang belajar dengan pendekatan ICI menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif dan modul diperoleh p-value sebesar 0,000 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran multimedia dan modul. Kelas yang diberi pembelajaran dengan multimedia interaktif mempunyai rata-rata nilai prestasi 84,500 sedangkan untuk kelas yang belajar dengan media modul mempunyai rata-rata 77,218. Jadi kelas yang belajar dengan multimedia interktif berada pada posisi lebih atas dari kelas yang belajar dengan media modul, hal ini

commit to user

80

menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan multimedia lebih baik dibandingkan dengan menggunakan modul.

Hasil pengujian lanjut data prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah dapat dilihat pada lampiran 23.

Dari hasil analisis uji lanjut dengan Estimated Marginal Means dapat dilihat bahwa rata-rata prestasi belajar kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi adalah 86,611 dan untuk kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah adalah 73,464. Ini berarti bahawa siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah.

Sedangkan hasil pengujian lanjut data prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah dapat dilihat pada lampiran 23 . Dari hasil dapat dilihat bahwa rata-rata prestasi belajar kelompok siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi adalah 86,743 dan untuk kelompok siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah adalah 71,860. Ini berarti bahawa siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.

Pengujian lanjut untuk interaksi antara media pembelajaran dan kemampuan berpikir abstrak diperoleh rata-rata prestasi belajar siswa yang belajar menggunakan multimedia interaktif untuk kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi adalah 88,92 dan kolompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah diperoleh nilai rata-rata 87,82, sedangkan untuk siswa kelas yang belajar dengan menggunakan media modul

commit to user

81

kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi mempunyai nilai prestasi belajar rata-rata 87,33 sedang kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah 67,29. Hali ini dapat disimpulkan bahwa untuk siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi penggunaan media pembelajaran multimedia ataupun modul perbedaan prestasi belajarnya tidak terlalu signifikan, tetapi untuk siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah penggunaan media belajar multimedia dan modul perbedaan prestasi yang dirai sangat signifikan, dimana penggunaan multimedia memberikan pengaruh positif pada prestasi belajar siswa.

Untuk bisa lebih jelas maka dapat dilihat rangkuman hasil uji anava tiap sel seperti pada tabel 4.20 berikut ini.

Tabel 4.20 Rangkuman hasil uji anava tiap sel Kemampuan

commit to user

82

D. Pembahasam Hipotesis

Dokumen terkait