• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Berdasarkan data yang diperoleh setelah penelitian di SMA Negeri 1 Sragen selesai dan data dianalisa, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Siswa yang belajar dengan pendekatan konseptual interaktif dengan menggunakan multimedia interaktif mempunyai prestasi belajar lebih baik dari siswa yang menggunakan media modul. Pembelajaran dengan multimedia interaktif memberikan rerata nilai hasil belajar induksi elektromagnet lebih baik dari siswa yang belajar dengan menggunakan media modul. Dari hasil analisis variansi hasil Test of Between-Subjects Effects untuk nilai signifikansi media pembelajar terhadap prestasi hasil belajar sebesar 0.001, dan rerata siswa yang belajar dengan pendekatan konseptual interaktif dengan menggunakan multimedia interaktif adalah 84,50 sedangkan untuk siswa yang belajar dengan media modul mempunyai rerata prestasi hasil belajar 77,22.

2. Kemampuan berpikir abstrak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi hasil belajar pada meteri induksi elektromagnet. Hal ini dapat terlihat dari hasil analisis varian hasil Test of Between-Subjects Effects diperoleh harga signifikansi sebesar 0.001. Siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi mempunyai rerata nilai prestasi hasil belajar 88,11 dan siswa yang mempunyai kemampuan abstrak rendah mempunyai rerata nilai prestasi hasil belajar 75,22. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan berfikir

commit to user

98

abstrak siswa sangat mempengaruhi prestasi hasil belajar pada materi induksi elektromagnat.

3. Kemampuan awal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi hasil belajar pada meteri induksi elektromagnet. Hal ini dapat terlihat dari hasil analisis varian hasil Test of Between-Subjects Effects diperoleh harga signifikansi sebesar 0.000. Siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi mempunyai rerata nilai prestasi hasil belajar 86,74 dan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah mempunyai rerata nilai prestasi hasil belajar 71,68.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa sangat mempengaruhi prestasi hasil belajar pada materi induksi elektromagnat.

4. Ada interaksi antara pengguguanaan media pembelajar multimedia interaktif dan media modul pada pembelajaran yang menggunakan pendekatan konseptual interaktif dengan kemampuan abtrak siswa. Hal ini dapat terlihat dari hasil analisis varian hasil Test of Between-Subjects Effects diperoleh harga signifikansi sebesar 0.003. Rata-rata prestasi belajar siswa yang belajar menggunakan multimedia interaktif untuk kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi adalah 88,92 dan kolompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah diperoleh nilai rata-rata 81,82, sedangkan untuk siswa kelas yang belajar dengan menggunakan media modul kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi mempunyai nilai prestasi belajar rata-rata 87,33 sedang kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah 68,29. Hali ini dapat disimpulkan bahwa untuk siswa yang mempunyai kemampuan berpikir

commit to user

99

abstrak tinggi penggunaan media pembelajaran multimedia ataupun modul perbedaan prestasi belajarnya tidak terlalu signifikan, tetapi untuk siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah penggunaan media belajar multimedia dan modul perbedaan prestasi yang diraih sangat signifikan, dimana penggunaan multimedia memberikan pengaruh positif pada prestasi belajar siswa.

5. Tidak ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dengan kemampuan awal. Hasil analisis variansi hasil Test of Between-Subjects Effects diperoleh harga signifikansi untuk interksi antara media pembelajaran

dengan kemampuan awal adalah 0,473, hal ini menunjukan bahwa tidak ada interkasi antara media pembelajaran dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar siswa. Artinya hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengguaan media dan kemampuan awal secara bersamaan tidak mempengaruhi prestasi belajar siswa

6. Tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal siswa. Hasil analisis variansi hasil Test of Between-Subjects Effects diperoleh harga signifikansi untuk interksi antara kemampuan berpikir abstrak dengan kemampuan awal adalah 0,637, hal ini menunjukan bahwa tidak ada interkasi antara kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar siswa. Artinya hasil penelitian ini menunjukan bahwa krmampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal secara bersamaan tidak mempengaruhi prestasi belajar siswa.

commit to user

100

7. Tida ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran, kemampuan berpikir abstrak dan kemampuann awak siswa. Hasil analisis variansi hasil Test of Between-Subjects Effects diperoleh harga signifikansi untuk interksi

antara media pembelajaran, kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal adalah 0,414, hal ini menunjukan bahwa tidak ada interkasi antara media belajar, kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar siswa. Artinya hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran, kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan awal secara bersamaan tidak mempengaruhi prestasi belajar siswa.

B. Implikasi 1. Implikasi Teoritis

a. Pembelajara fisika dengan pendekatan konseptual interaktif menggunakan media pembelajaran multimedia interktis dan media modul dapat diterapkan pada semua siswa dengan kemampuan berpikir abstrak tinggi maupun rendah

b. Pembelajara fisika dengan pendekatan konseptual interaktif menggunakan media pembelajaran multimedia interktis dan media modul dapat diterapkan dalam pembelajaran fisika sehingga dapat membantu siswa untuk memahami dan memukan konsep-konsep yang bersikap abstrak , dan siswa akan lebih termotivasi lagi untuk memanfaatkan sumber belajar yang banyak berkembang di internet.

commit to user

101 2. Implikasi Praktis

a. Guru perlu menerapkan pendekatan konseptual interaktif dengan menggunakan media pembelajaran multimedia interkatif, agar siswa dapat dengan mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang berifat abstrak pada materi induksi elektromagnet dan membuka wawasan siswa.

b. Guru perlu memahami kemampuan berpikir abstrak siswa sebab kemamampuan berpikir abstrak siswa merupakan bentuk aktualisasi kemampuan siswa. Dengan mengetahui kemampuan berpikir abtrak siswa guru dapat dengan tepat memilih media yang cocok dengan jenis materi yang akan dipelajari dan kemampuan abtrak siswa. Guru dapat memberikan tes-tes kecil untuk mengetahui kemampuan berpikir abstrak siswa .

c. Guru perlu memahami kemampuan awal siswa sebab kemamampuan awal siswa merupakan prasyarat untuk menguasai materi yang akan dipelajari.

Dengan mengetahui kemampuan awal siswa guru dapat dengan strategi pembelajaran yang cocok dengan jenis materi yang akan dipelajari dan. Guru dapat memberikan tes-tes kecil berupa pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui kemampuan awal siswa .

d. Sokolah yang sudah memprogramkan E-Leaerning hendaknya segera mengadakan pelatihan pada simua guru untuk memanfaatkannya dan mengoptimalkan media internet untuk pembelajaran.

C. Saran-saran

Berdasarkan hasil penelitian dan implikasi di atas , maka dikemukakan saran-saran sebagai berikut:

commit to user

102 1. Kepada Guru

a. Dalam pembelajaran fisika dengan ICI pada materi induksi elektromagnet sebaiknya menggunakan multimedia interaktif sebagai media pembelajarannya. Dengan multimedia siswa akan banyak menemukan sumber belajar dan menanbah wawasan.

b. Guru hendaknya memperhatikan kemampuan awal siswa untuk menentukan strategi yang tapat dalam proses pembelajaran. Kemampuan berpikir awal dapat digali dengan cara memberi pertanyaan-pertanyaan sebelum pembelajaran dimulai. Dengan mengetahui kemampuan awal siswa guru bisa menentukan dengan tepat pelajaran dimulai dari mana.

c. Guru hendaknya kreatif untuk membuat media pembelajaran, untuk membantu siswa dalam mempelajari konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak. Dan senantiasa guru memanfaatkan fasilitas sekolah yang telah tersedia antara lain: intranet, internet dengan jaringan untuk e- learning di sekolah.

2. Kepada Peneliti

a. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian yang sejenis dengan materi yang berbda.

b. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan variabel bebas yang lain, misalnya motivasi siswa, kreativitas siswa atau sikap ilmiah siswa.

Dokumen terkait