• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasam Hipotesis 1. Hipotesi Pertama

3. Hipotesis Ketiga

Ho3: Tidak ada perbedaan prestasi belajar fisika bagi siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah.

H13: Ada perbedaan prestasi belajar fisika bagi siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah.

Kemampuan awal adalah kemampuan yang harus dimiliki siswa sehubungan dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari oleh siswa. Dengan demikinan kemampuan awal tentunya menjadi prasyarat untuk depat memperoleh kemampuan baru yang lebih tinggi. Apabila pada proses pembelajaran terjadi pengalaman baru yang sesuai dengan kemampuan awal yang telah dimilikinya maka akan terjadi penguatan pengetahuan pada diri siswa tersebut. Maka siswa yang mempunyai kemampuan awal yang tinggi akan mendapatkan penguatan yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.

Dari tabel 4.19 hasil Test of Between-Subjects Effects diperoleh harga signifikansi untuk kemampuan awal sebesar 0.000 berarti hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif diterima, ini menunjukan bahwa ada pengaruh kemampuan awal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil analisis uji lanjut dengan Post Hoc Test dapat dilihat bahwa rata-rata prestasi

commit to user

88

belajar kelompok siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi adalah 86,74 dan untuk kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah adalah 71,68, artinya siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah. Hal ini terjadi karena siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih mudah memahami konsep yang baru yang ada hubungannya dengan konsep yang telah dimilikinya yang artinya proses asimilasi akan terjadi dengan baik, sedangkan untuk siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah tentunya masih perlu membangun pengetahuan pengetahun prasyarat untuk memperoleh pengetahuan yang baru. Hal ini sesuai dengan hipotesis pada penelitian ini.

Gambar 4.13 Estimated Marginal Means of Prestasi: Kemampuan Awal

Gambar 4.13 dapat dijelaskan bahwa kelompok siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi mempunyai nilai rata-rata prestasi belajar yang lebih baik dari kelompok siswa yang mempunyai keampuan awal redah.

0 20 40 60 80 100

rendah ʸn ggi

Esmated marginal Means

Kemampuan Awal

Es m ated Marginal Means of Prestasi

commit to user

89 4. Hipotesis Keempat

HoA,B: Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan kemampuan berpikir abstrak siswa.

H1A,B: Ada interaksi antara media pembelajaran dengan kemampuan berpikir abstrak siswa.

Berdasarkan tabel 4.19 hasil Test of Between-Subjects Effects diperoleh harga signifikansi untuk interksi antara media pembelajaran dengan kemampuan berpikir abstrak adalah 0,024 ( sig< 0,05) ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukan bahwa ada interkasi antara media pembelajaran dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa. Artinya hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengguaan media dan kemampuan berpikir abstrak secara bersamaan mempengaruhi prestasi belajar siswa, ini sesua dengaan hipotesis pada penelitian ini.

Pengujian lanjut untuk interaksi antara media pembelajaran dan kemampuan berpikir abstrak diperoleh rata-rata prestasi belajar siswa yang belajar menggunakan multimedia interaktif untuk kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi adalah 88,92 dan kolompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah diperoleh nilai rata-rata 81,42 sedangkan untuk siswa kelas yang belajar dengan menggunakan media modul kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi mempunyai nilai prestasi belajar rata-rata 87,33 sedang kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah 68,29, artinya interaksi antara media dan kemampuan berpikir abstrak tidak terjadi pada semua level. Hali ini dapat

commit to user

90

disimpulkan bahwa untuk siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi penggunaan media pembelajaran multimedia ataupun modul perbedaan prestasi belajarnya tidak terlalu signifikan, kerena siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi akan lebih mudah untuk berpikir secara logis hanya dengan membaca atau mendengarkan saja. Apabila siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi diberikan pembelajaran dengan multimedia maka hasilnya akan lebih baik lagi. Tetapi untuk siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah penggunaan media belajar multimedia dan modul menunjukkan perbedaan prestasi yang diraih sangat signifikan, dimana penggunaan multimedia memberikan pengaruh positif pada prestasi belajar siswa.

Multimedia interaktif yang dilengkapi dengan animasi sangat membantu siswa yang kemampuan berpikir abstraknya rendah untuk memvisualkan konsep-konsep yang sebenarnya nyata tapi tidak terlihat, seperti halnya konsep tentang induksi magnetik.

Veron A Madnesen (1983) dan Peter Sheal (1989) seperti dikutip oleh Eman Suherman mengemukakan bahwa kebermaknaan belajar tergantutung bagaimana cara belajar. Jika belajar hanya dengan membaca bisa mencapai 10%, dari mendengar 20%, dari melihat 30%, mendengar dan melihat 50%, mengatakan-komunikasi 70% dan belajar dengan melakukan dan mengkomunikasikan bisa mencapai 90%. Pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif dengan media pembelajaran multimedia interaktif bisa memfasilitasi siswa melakukan proses mendengar melihat dan mengkomunikasikan ide-ide sehingga dapat mencapai hasil belajar yang lebih

commit to user

91

optimal. Jadi siswa yang termasuk dalam katagori kemampuan berpikir abstraknya rendah sangat tertolong dengan penggunaan multimedia interaktif yang memungkinkan siswa dapat melihat gambar-gambar atau animasi-animasi dan vidio yang bisa memvisualkan konsep-konsep tentang induksi magnetik yang sifatnya sangat abstrak .

Gambar 4.14 Estimated marginal Means of prestasi: Media*Kemampuan Berpikir Abstrak.

Gambar 4.14 dapat dijelaskan kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah perbedaan penggunaan media belajar multimedia dan modul pengaruhnya tidak signifikan tetapi untuk kelompok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah penggunaan media berpengaruh secara signifikan. Kelopok siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah memperoleh prestasi belajar lebih baik jika menggunakan media belajar mulimedia dibandingkan media modul.

Es m ated marginal Means of prestasi

TINGGI RENDAH

Dokumen terkait