3. PENGUMPULAN DATA
3.5 Hasil Pengumpulan Data Terkait Analisis Ergonomi
Untuk menjalankan simulasi kegiatan menyetrika pada
dibutuhkan input data berupa dimensi meja setrika aktual, antropometri penyetrika, serta aktivitas dan postur penyetrika. Namun, sebelum membahas mengenai data yang akan digunakan sebag
dikumpulkan terlebih dahulu data keluhan penyetrika mengenai bagian tubuh yang dirasa lelah selama menyetrika. Adapun detail data yang didapatkan akan dijabarkan pada subbab
3.5.1 Data Keluhan Penyetrika
Data keluhan penyetrika yang didapat melalui kuesioner ditampilkan pada gambar 3.2. Dari gambar
dirasakan oleh penyetrika selama menyetrika terletak pada bagian kaki. Hal ini mendukung pernyataan pada pe
mana keluhan utama yang menjadi penyebab kelelahan dalam menyetrika adalah karena keharusan untuk berdiri dalam jangka waktu lama. Demikian pula, keluhan pada leher, pundak, dan punggung yang menempati posisi 2
mendukung penyebab kelelahan akibat keharusan untuk membungkuk dan menundukkan kepala saat menyetrika karena desain tinggi meja setrika yang tidak sesuai dengan antropometri penyetrika.
Gambar 3.1. Frekuensi Menyetrika Ibu Rumah Tangga
3.5 Hasil Pengumpulan Data Terkait Analisis Ergonomi
Untuk menjalankan simulasi kegiatan menyetrika pada software
data berupa dimensi meja setrika aktual, antropometri penyetrika, serta aktivitas dan postur penyetrika. Namun, sebelum membahas mengenai data yang akan digunakan sebagai input software
dikumpulkan terlebih dahulu data keluhan penyetrika mengenai bagian tubuh yang dirasa lelah selama menyetrika. Adapun detail data yang didapatkan akan
subbab-subbab berikut. 3.5.1 Data Keluhan Penyetrika
Data keluhan penyetrika yang didapat melalui kuesioner ditampilkan pada Dari gambar 3.2 tersebut, dapat dilihat bahwa keluhan utama yang oleh penyetrika selama menyetrika terletak pada bagian kaki. Hal ini mendukung pernyataan pada penelitian awal yang ditampilkan pada bab 1, di mana keluhan utama yang menjadi penyebab kelelahan dalam menyetrika adalah karena keharusan untuk berdiri dalam jangka waktu lama. Demikian pula, keluhan pada leher, pundak, dan punggung yang menempati posisi 2, 3, dan 4 juga mendukung penyebab kelelahan akibat keharusan untuk membungkuk dan menundukkan kepala saat menyetrika karena desain tinggi meja setrika yang tidak sesuai dengan antropometri penyetrika.
21%
57% 22%
Frekuensi Menyetrika
Ibu Rumah Tangga
< 3 hari seminggu 3-5 hari seminggu > 5 hari seminggu
Frekuensi Menyetrika Ibu Rumah Tangga
software Jack 6.1,
data berupa dimensi meja setrika aktual, antropometri penyetrika, serta aktivitas dan postur penyetrika. Namun, sebelum membahas Jack 6.1, perlu dikumpulkan terlebih dahulu data keluhan penyetrika mengenai bagian tubuh yang dirasa lelah selama menyetrika. Adapun detail data yang didapatkan akan
Data keluhan penyetrika yang didapat melalui kuesioner ditampilkan pada tersebut, dapat dilihat bahwa keluhan utama yang oleh penyetrika selama menyetrika terletak pada bagian kaki. Hal ini nelitian awal yang ditampilkan pada bab 1, di mana keluhan utama yang menjadi penyebab kelelahan dalam menyetrika adalah karena keharusan untuk berdiri dalam jangka waktu lama. Demikian pula, keluhan , 3, dan 4 juga mendukung penyebab kelelahan akibat keharusan untuk membungkuk dan menundukkan kepala saat menyetrika karena desain tinggi meja setrika yang tidak
< 3 hari seminggu 5 hari seminggu > 5 hari seminggu
Gambar 3.2. Bagian Tubuh yang Dirasa Lelah
Data keluhan ini kemudian akan dipertimbangkan sebagai salah satu acuan dalam perancangan desain meja setrika yang lebih ergonomis.
3.5.2 Data Dimensi Meja Setrika Aktual
Secara garis besar, komponen penyusun meja setrika terbagi menjadi 3 elemen, yaitu board tempat menyetrika, rak pakaian, dan tempat meletakkan setrika. Dari 3 elemen tersebut, kemudian ditentukan variabel-variabel utama yang akan menjadi obyek pengukuran awal. Adapun variabel-variabel utama yang diukur adalah berupa panjang, lebar, dan tinggi meja setrika; panjang, lebar, dan tinggi rak pakaian; tebal board; serta panjang dan lebar tempat setrika. Variabel-variabel tersebut dipilih untuk menjadi obyek pengukuran dengan pertimbangan bahwa variabel-variabel tersebut merupakan variabel-variabel yang paling berpengaruh terhadap dimensi keseluruhan meja setrika. Tidak semua variabel diukur oleh penyetrika pada pengukuran awal mengingat meja setrika memiliki sangat banyak variasi ukuran.
Pada penelitian ini, berhasil dikumpulkan 31 data dimensi meja setrika dalam berbagai variasi ukuran dengan melakukan pengukuran langsung menggunakan alat pengukur berupa meteran. Spesifikasi untuk ke-31 data yang diambil peneliti dapat dilihat pada lampiran 2 (dinyatakan dalam satuan cm).
163 117 63 42 112 120 49 36 3 34 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180
Bagian Tubuh yang Dirasa Lelah
Dapat dilihat pada lampiran 2 bahwa terdapat sangat banyak kombinasi ukuran variabel meja setrika. Namun, dalam penelitian ini digunakan spesifikasi meja setrika yang ditunjukkan pada nomor 24 lampiran 2 dengan pertimbangan bahwa variabel yang paling berpengaruh bagi kenyamanan penyetrika adalah variabel tinggi meja setrika, di mana salah satu keluhan yang dinyatakan oleh penyetrika adalah berupa keharusan untuk membungkuk selama menyetrika. Dalam hal ini, dipilih meja setrika dengan variabel tinggi yang paling tinggi, yaitu 94 cm, dengan asumsi bahwa jika meja setrika yang tinggi saja tidak dapat mengakomodasi sisi ergonomi penyetrika selama menyetrika, apalagi meja setrika dengan tinggi yang lebih rendah yang mengharuskan penyetrika untuk lebih membungkuk. Adapun variabel-variabel lain nantinya akan digunakan sebagai pembanding dalam menentukan dimensi yang tidak dikonfigurasikan untuk meja setrika baru.
3.5.3 Data Antropometri
Data antropometri yang digunakan adalah data antropometri ibu rumah tangga DKI Jakarta yang diambil dengan melakukan pengukuran langsung menggunakan antropometer dan timbangan terhadap sampel sebanyak 210 responden. Dimensi tubuh yang diukur untuk kepentingan penelitian ini meliputi: • berat badan (weight),
• tinggi badan (stature),
• panjang dari pantat hingga lutut (buttock-knee length),
• panjang dari pantat hingga sisi belakang betis (buttock-popliteal length), • tinggi tubuh dalam posisi duduk yang diukur dari lantai hingga paha (popliteal
height),
• lebar pantat (hip breadth), • lebar perut (abdominal depth),
• jarak dari siku hingga ujung jari (elbow-fingertip length), • tinggi siku dalam posisi berdiri (elbow height),
• tinggi siku dalam posisi duduk (sitting elbow height), • panjang kaki (foot length), dan
• lebar kaki (foot breadth).
Rekapitulasi data antropometri ibu rumah tangga berdasarkan persentilnya dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2. Rekapitulasi Data Antropometri berdasarkan Persentil
DIMENSI PERSENTIL 5% 50% 95% Weight 41.59 50.40 66.87 Stature 142.45 153.30 163.36 Buttock-knee length 44.99 49.70 55.56 Buttock-popliteal length 36.20 40.10 46.36 Popliteal height 34.85 38.90 43.01 Hip breadth 30.30 34.40 39.81 Abdominal depth 15.09 18.80 25.83 Elbow-fingertip length 34.85 37.80 41.51 Elbow height 80.94 90.65 101.67
Sitting elbow height 16.28 22.70 29.22
Foot length 20.60 24.30 26.80
Foot breadth 7.85 10.40 11.80
3.5.4 Data Aktivitas dan Postur Penyetrika
Secara umum, aktivitas penyetrika dalam menyetrika dibagi ke dalam 3 elemen utama, yaitu:
1. Penyetrika mengambil pakaian yang akan disetrika. Postur tubuh penyetrika disesuaikan dengan posisi pakaian yang akan disetrika. Mengingat lokasi penempatan pakaian yang akan disetrika berbeda-beda untuk setiap penyetrika, maka pada analisis ergonomi yang dilakukan pada penelitian ini, peneliti tidak mengikutsertakan faktor ini.
2. Penyetrika melakukan gerakan memaju-mundurkan tangan yang memegang setrika sambil melipat pakaian. Postur tubuh penyetrika agak membungkuk dengan kepala menunduk.
3. Penyetrika mengambil pakaian yang telah disetrika dari atas meja setrika dan meletakkannya pada rak pakaian di bawah meja setrika. Postur tubuh membungkuk untuk menjangkau rak pakaian.
Seluruh aktivitas dilakukan dalam posisi berdiri dengan frekuensi aktivitas yang bersifat repetitif.