• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI

2.7 Software Jack 6.1

2.7.5 Posture Evaluation Index (PEI)

2.8.1.5 House of Quality (HOQ)

QFD merupakan matriks komprehensif untuk mendokumentasikan informasi, persepsi, dan keputusan. Matriks ini dikenal dengan nama HOQ dan sering dianggap sebagai keseluruhan proses dari QFD. HOQ digunakan untuk menerjemahkan serangkaian customer requirement yang didapat dari penelitian pasar dan data yang berasal dari proses benchmarking menjadi sejumlah prioritas target teknis yang dibutuhkan untuk memuaskan customer requirement tersebut. Terdapat berbagai macam versi HOQ yang tidak jauh berbeda satu sama lainnya. Kemampuannya untuk diadaptasi berdasarkan kebutuhan dari jenis masalah tertentu adalah salah satu kelebihan yang dimilikinya. Format umum dari HOQ terdiri dari 6 komponen utama, yaitu:

1. Customer requirements (matriks kebutuhan konsumen) – merupakan serangkaian atribut dari produk yang dibutuhkan dan diinginkan keberadaannya oleh konsumen.

2. Planning matrix (matriks perencanaan) – mengilustrasikan persepsi konsumen terhadap kondisi pasar yang diteliti.

3. Technical responses (matriks karakteristik/ respon teknis) – berisikan daftar terstruktur mengenai hal-hal teknis yang dapat digunakan untuk memuaskan keinginan konsumen.

4. Technical priorities, benchmarks, and targets (matriks teknis) – berisikan informasi deskriptif yang berhubungan dengan respon teknis yang digunakan untuk mendata prioritas dari respon teknis, mengukur kinerja teknis yang dihasilkan oleh pesaing, dan mengukur tingkat kesulitan dalam mengembangkan respon teknis.

5. Interrelationship matrix (matriks hubungan) – mengilustrasikan persepsi perusahaan terhadap korelasi antara keinginan konsumen dengan respon teknis yang telah ditetapkan; dilambangkan dengan 3 simbol yang masing-masing mewakili tingkat hubungan kuat, sedang, dan lemah.

6. Technical correlation matrix (matriks korelasi karakteristik/ respon teknis) – digunakan untuk mengidentifikasi korelasi antarrespon teknis.

Gambar 2.10. HOQ

Sumber: Tapke, J., Muller, A., Johnson, G., & Sieck, J. (n.d.). Steps in Understanding the House

of Quality.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam membuat HOQ adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi suara konsumen (voice of customer)

Voice of customer merupakan masukan utama bagi proses pembuatan HOQ. Melalui proses identifikasi suara konsumen ini, didapatkan informasi mengenai kebutuhan yang diinginkan keberadaannya oleh konsumen dalam suatu produk/ jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Langkah-langkah mendapatkan voice of customer adalah sebagai berikut:

a. memperoleh suara konsumen melalui wawancara, kuesioner terbuka, komplain pelanggan, dan lain-lain;

b. menyortir voice of customer ke dalam beberapa kategori (need/ benefit, dimensi kualitas, dan lain-lain); serta

c. memasukkan hasil interpretasi kebutuhan konsumen ke dalam matriks kebutuhan konsumen.

2. Membuat matriks perencanaan

Matriks perencanaan adalah bagian horizontal dari matriks HOQ. Matriks tersebut dapat diselesaikan dengan menyelesaikan tahapan-tahapan sebagai berikut:

a. Mengidentifikasi tingkat kepentingan konsumen untuk tiap kebutuhan. Penentuan tingkat kepentingan konsumen digunakan untuk mengetahui sejauh mana konsumen memberikan penilaian terhadap pentingnya suatu kebutuhan konsumen. Tingkat kepentingan konsumen yang didapat melalui penyebaran kuesioner dapat dihitung menggunakan formula (2.9) Tingkat kepentingan  #$ %&'()*+ ,-($)$+ ./*)* $&'()*+ 0-.,123-2 (2.9) b. Mengidentifikasi tingkat kepuasan konsumen terhadap produk yang sudah

ada.

Pengukuran tingkat kepuasan konsumen terhadap produk dimaksudkan untuk mengukur bagaimana tingkat kepuasan konsumen setelah pemakaian produk yang akan dianalisis. Tingkat kepuasan konsumen dihitung menggunakan formula (2.10)

Tingkat kepuasan  #$ %&'()*+ ,-($)$+ ./*)* $&'()*+ 0-.,123-2 (2.10)

c. Menentukan target untuk tiap kebutuhan

Nilai target ini ditentukan oleh pihak perusahaan untuk mewujudkan tingkat kepuasan yang diinginkan oleh konsumen.

d. Menentukan rasio perbaikan

Rasio perbaikan merupakan perbandingan antara nilai yang diharapkan pihak perusahaan dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk. Perhitungan rasio perbaikan menggunakan formula (2.11)

Rasio perbaikan  8$29/*: /-,'*.*28*09-: (2.11) e. Menentukan titik jual (sales point)

Titik jual adalah kontribusi suatu kebutuhan konsumen terhadap daya jual produk. Penilaian terhadap titik jual terdiri dari:

• 1 = titik jual tidak ada atau rendah • 1,2 = titik jual menengah

• 1,5 = titik jual kuat f. Menghitung raw weight

Raw weight merupakan nilai keseluruhan dari data-data yang dimasukkan

dalam matriks perencanaan tiap kebutuhan konsumen untuk proses perbaikan selanjutnya dalam upaya pengembangan produk. Perhitungan

raw weight dilakukan dengan memanfaatkan formula (2.12)

;<= =>?@AB  tingkat kepentingan % rasio perbaikan % titik jual (2.12) g. Menormalisasi raw weight

Normalized raw weight merupakan nilai dari raw weight yang dibuat

dalam skala antara 0 – 1 atau dibuat dalam bentuk persentase. Normalized

raw weight dihitung menggunakan formula (2.13)

EFGH<I?J>K G<= =>?@AB  T LMN NOPQRSLMN NOPQRS (2.13) 3. Membuat matriks informasi teknis

Matriks ini memuat informasi teknis yang merupakan bagian di mana perusahaan melakukan penerapan metode yang mungkin untuk direalisasikan dalam usaha memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Dalam hal ini, perusahaan mentranslasikan kebutuhan konsumen menjadi respon teknis, mengolahnya hingga membentuk matriks karakteristik/ respon

teknis, matriks hubungan, matriks teknis, dan matriks korelasi antarrespon teknis. Matriks informasi teknis dibuat dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

a. Mengidentifikasi respon teknis untuk memenuhi kebutuhan

Pada tahap ini, perusahaan mengidentifikasi kebutuhan teknis yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga dihasilkan respon teknis untuk setiap keinginan dan kebutuhan konsumen. Keadaan ini menunjukkan bagaimana perusahaan akan memberikan respon terhadap apa yang diinginkan konsumen.

b. Menentukan hubungan antara respon teknis dengan kebutuhan

Hubungan ini ditentukan oleh perusahaan karena aspek-aspek yang dinilai tidak dapat dimengerti oleh orang awam. Jenis hubungan yang terdapat dalam matriks ini adalah:

• Hubungan kuat (●), yaitu hubungan yang terjadi bila respon teknis, sebagai hal-hal yang dilakukan perusahaan, berhubungan sangat erat atau sangat mempengaruhi terpenuhinya keinginan konsumen. Dalam perhitungan bobot, hubungan kuat diberi nilai 9.

• Hubungan sedang (○), yaitu hubungan yang terjadi bila respon teknis berhubungan erat atau mempengaruhi terpenuhinya keinginan konsumen. Dalam perhitungan bobot, hubungan sedang diberi nilai 3. • Hubungan lemah (▲), yaitu hubungan yang terjadi bila respon teknis

tidak begitu mempengaruhi terpenuhinya keinginan konsumen. Dalam perhitungan bobot, hubungan lemah diberi nilai 1.

c. Menghitung prioritas respon teknis

Penentuan ini menunjukkan prioritas yang akan dikembangkan lebih dulu berdasarkan kepentingan teknis. Sebelumnya, ditentukan terlebih dahulu nilai kontribusi tiap respon teknis untuk kemudian diurutkan sehingga didapatkan urutan prioritas respon teknis yang akan dikembangkan. Perhitungan nilai kontribusi dilakukan dengan menggunakan formula (2.14)

Kontribusi  Σ Bobot keterhubungan % XFGH<I?J>K G<= =>?@AB (2.14)

d. Menentukan arah pengembangan respon teknis

Arah pengembangan respon teknis merupakan arah perubahan yang harus dilakukan perusahaan terhadap respon teknis untuk dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Simbol-simbol yang digunakan pada ruang arah pengembangan adalah sebagai berikut:

• ↑, di mana pemenuhan kepuasan konsumen akan tercapai jika respon teknis mencapai nilai yang lebih besar, lebih berat, dan lebih tinggi; • ↓, di mana pemenuhan kepuasan konsumen akan tercapai jika respon

teknis mencapai nilai yang lebih kecil, lebih ringan, dan lebih pendek; dan

• O, di mana pemenuhan kepuasan konsumen akan tercapai jika respon teknis dapat memenuhi target tertentu.

e. Menentukan hubungan antarrespon teknis

Hubungan antarrespon teknis merupakan hubungan dan saling keterkaitan antar masing-masing aspek respon teknis. Hubungan yang terbentuk adalah sebagai berikut:

• Hubungan kuat positif (●), yaitu hubungan di mana bila salah satu item respon teknis mengalami peningkatan atau penurunan, hal tersebut akan berdampak kuat pada peningkatan atau penurunan item yang terkait. Hubungan ini merupakan hubungan yang searah, yaitu apabila salah satu item mengalami peningkatan, maka item lain yang terkait akan mengalami peningkatan juga.

• Hubungan positif (○), yaitu hubungan searah di mana bila salah satu item respon teknis mengalami peningkatan atau penurunan, hal tersebut akan menyebabkan peningkatan atau penurunan pada item lain yang terkait.

• Hubungan negatif (×), yaitu hubungan yang berlawanan arah di mana bila salah satu item respon teknis mengalami peningkatan, hal tersebut akan menyebabkan penurunan pada item lain yang terkait.

• Hubungan kuat negatif (X), yaitu hubungan berlawanan arah yang kuat dengan dampak akibat peningkatan salah satu item pada respon teknis sangat kuat pada penurunan item lain yang terkait.

Tidak seluruh item dari respon teknis akan memiliki keterkaitan atau memiliki pengaruh terhadap item lainnya sehingga ada kemungkinan adanya kolom yang kosong. Penentuan hubungan antarrespon teknis ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi adanya trade-off yang mungkin perlu dilakukan.

f. Mengumpulkan informasi benchmarking yang kompetitif

Pada tahap ini, diuraikan mengenai informasi akan keunggulan karakteristik pesaing yang dilakukan dengan membandingkan masing-masing nilai respon teknis yang ada.

g. Menetapkan target awal untuk tiap respon teknis

Dari respon teknis dan evaluasinya, perusahaan selanjutnya menentukan target yang ingin dicapai, yaitu penentuan sampai sejauh mana respon teknis dapat memenuhi keinginan konsumen. Target diekspresikan sebagai ukuran performansi fungsi dari respon teknis, yang selanjutnya akan menjadi target aktivitas pengembangan. Target ini ditentukan dapat berdasarkan skala nilai yang sama dengan evaluasi respon teknis, dapat juga dengan keterangan tindakan yang akan diambil.

h. Membuat dan menganalisis HOQ

Dokumen terkait