• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Hasil Tangkapan

Sumber : Modifikasi dari Wiryawan (2009) berdasarkan wawancara (2011)

Gambar 17 Ilustrasi Peta Daerah Penangkapan Ikan di Teluk Jakarta

4.3 Hasil Tangkapan

Komposisi ikan hasil tangkapan di Muara Kamal dan Muara Cilincing diperoleh pada musim paceklik. Muslim paceklik diwakili hasil tangkapan pada bulan Januari. Hasil tangkapan yang tertangkap ialah teri galer (Stolephorus sp.), belanak (Valamugil sp.), tembang (Sardinella sp.), kembung perempuan (Rastrelliger sp.), pepetek (Leiognathus sp.) dan kuniran (Upeneus sp.). Selain itu juga tertangkap ikan kurisi (Nemipterus sp.), kuro (Eleutheronema sp.) dan sembilang (Euristhmus sp.).

Ikan teri galer (Stolephorus sp.)

Panjang total maksimal ikan teri galer yang tertangkap yaitu sebesar 8,3 cm dengan panjang cagak 6,7 cm, sedangkan panjang total minimal ikan teri galer yang tertangkap sebesar 6 cm dengan panjang cagak 5,1 cm (Gambar 18). Gambar 17 menunjukkan hubungan positif antara panjang total dan panjang cagak ikan teri galer, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak.

45 Garis Lm (length at first maturity) pada Gambar 17 mempunyai nilai 8,4 cm. Hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang belum layak tangkap. Ikan teri galer memiliki berat maksimal 3 gram dan berat minimal 2 gram (Gambar 19).

Gambar 18 Panjang ikan teri galer hasil tangkapan bulan Januari 2011 Model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan teri galer yaitu ln W = -2,393 + 1,652 ln L (R2=69,8%). Hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar -2,393; b sebesar 1,652 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,698 (Gambar 20). Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b<3 yang artinya ikan teri galer yang tertangkap bersifat allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobotnya.

46 Gambar 19 Berat ikan teri galer hasil tangkapan bulan Januari 2011

Gambar 20 Hubungan panjang dan berat ikan teri galer Ikan Belanak (Valamugil sp.)

Panjang total maksimal ikan belanak yang tertangkap yaitu 20,3 cm dengan panjang cagak 17,8 cm, sedangkan panjang total minimal ikan belanak yang tertangkap yaitu 15,5 cm dengan panjang cagak 13,3 cm (Gambar 21). Gambar 21

47 menunjukkan hubungan positif antara panjang total dan panjang cagak ikan belanak, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak. Garis Lm (Length at first maturity) pada Gambar 21 mempunyai nilai 40,0 cm. Hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang belum layak tangkap. Ikan belanak memiliki berat maksimal 85 gram dan berat minimal 55 gram (Gambar 22).

Gambar 21 Panjang ikan belanak hasil tangkapan bulan Januari 2011 Model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan belanak yaitu ln W = -0,957 + 1,797 ln L (R2=78,9%). Hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar -0,957; b sebesar 1,797 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,789 (Gambar 23). Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b<3 yang artinya ikan belanak yang tertangkap bersifat allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobotnya.

48 Gambar 22 Berat ikan belanak hasil tangkapan bulan Januari 2011

Gambar 23 Hubungan panjang dan berat ikan belanak Ikan tembang (Sardinella sp.)

Panjang total maksimal ikan tembang yang tertangkap yaitu sebesar 13,8 cm dengan panjang cagak 11,5 cm, sedangkan panjang total minimal ikan tembang yang tertangkap yaitu sebesar 7,6 cm dengan panjang cagak 6,8 cm (Gambar 24).

49 Gambar 24 menunjukkan hubungan positif antara panjang total dan panjang cagak ikan tembang, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak. Garis Lm (Length at first maturity) pada Gambar 24 mempunyai nilai 15,0 cm. Hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang belum layak tangkap. Ikan tembang memiliki berat maksimal 25 gram dan berat minimal 4 gram (Gambar 25).

Model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan tembang yaitu ln W = -5,769 + 3,393 ln L (R2=89,6%). Hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar -5,769; b sebesar 3,393 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,896 (Gambar 26). Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b>3 yang artinya ikan tembang yang tertangkap bersifat allometrik positif, yaitu pertumbuhan bobot lebih cepat dari pertumbuhan panjangnya.

50 Gambar 25 Berat ikan tembang hasil tangkapan bulan Januari 2011.

Gambar 26 Hubungan panjang dan berat ikan tembang Ikan kembung perempuan (Rastrelliger sp.)

Panjang total maksimal ikan kembung perempuan yang tertangkap yaitu sebesar 15,5 cm dengan panjang cagak 14 cm, sedangkan panjang total minimal ikan kembung perempuan yang tertangkap yaitu sebesar 14,5 cm dengan panjang cagak 13 cm (Gambar 27). Gambar 27 menunjukkan hubungan positif antara

51 panjang total dan panjang cagak ikan kembung perempuan, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak. Garis Lm (length at first maturity) pada Gambar 27 mempunyai nilai 20,0 cm. Hal ini menunjukkan ikan-ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang belum layak tangkap. Ikan kembung perempuan memiliki berat maksimal 50 gram dan berat minimal 40 gram (Gambar 28).

Model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan kembung perempuan yaitu ln W = - 4,299 + 2,998 ln L (R2=78,7%). Hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar -4,299; b sebesar 2,998 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,787 (Gambar 29). Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b<3 yang artinya ikan kembung perempuan yang tertangkap bersifat allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobotnya.

52 Gambar 28 Berat ikan kembung perempuan hasil tangkapan bulan Januari 2011.

Gambar 29 Hubungan panjang dan berat ikan kembung perempuan Ikan pepetek (Leiognathus sp.)

Panjang total maksimal ikan pepetek yang tertangkap yaitu sebesar 14 cm dengan panjang cagak 12 cm, sedangkan panjang total minimal ikan pepetek yang tertangkap yaitu sebesar 6,8 cm dengan panjang cagak 5,6 cm (Gambar 30).

53 Gambar 30 menyatakan hubungan positif antara panjang total dan panjang cagak ikan pepetek, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak. Garis Lm (Length at first maturity) pada Gambar 30 mempunyai nilai 11,0 cm. Hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang belum layak tangkap. Ikan pepetek memiliki berat maksimal 55 gram dan berat minimal 5 gram (Gambar 31).

Model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan pepetek yaitu ln W = 2,328+ 0,279 ln L (R2=4,0%). Hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar 2,328; b sebesar 0,279 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,04 (Gambar 32). Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b<3 yang artinya ikan pepetek yang tertangkap bersifat allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobotnya.

54 Gambar 31 Berat ikan pepetek hasil tangkapan bulan Januari 2011

Gambar 32 Hubungan panjang dan berat ikan pepetek Ikan Kuniran (Upeneus sp.)

Panjang total maksimal ikan kuniran yang tertangkap yaitu sebesar 21 cm dengan panjang cagak 18 cm, sedangkan panjang total minimal ikan yang

55 tertangkap yaitu sebesar 18 cm dengan panjang cagak 15 cm (Gambar 33). Gambar 33 menunjukkan hubungan positif antara panjang total dan panjang cagak ikan kuniran, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak. Garis Lm (Length at first maturity) pada Gambar 33 mempunyai nilai 20,0 cm. Hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang sudah layak tangkap. Ikan kuniran memiliki berat maksimal 120 gram dan berat minimal 75 gram (Gambar 34).

Model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan kuniran yaitu ln W = - 3,788 + 2,814 ln L (R2=88,9%). Hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar -3,788; b sebesar 2,814 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,889 (Gambar 35). Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b<3 yang artinya ikan kuniran yang tertangkap bersifat allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobotnya.

56 Gambar 34 Berat ikan kuniran hasil tangkapan bulan Januari 2011

Gambar 35 Hubungan panjang dan berat ikan kuniran Ikan Kurisi (Nemipterus sp.)

Panjang total maksimal ikan kurisi yang tertangkap yaitu sebesar 21 cm dengan panjang cagak 18 cm, sedangkan panjang total minimal ikan kurisi yang tertangkap yaitu sebesar 18 cm dengan panjang cagak 14,8 cm (Gambar 36). Gambar 36 menunjukkan hubungan positif antara panjang total dan panjang cagak

57 ikan kurisi, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak. Garis Lm (length at first maturity) pada Gambar 36 mempunyai nilai 14,0 cm. Hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang sudah layak tangkap. Ikan kurisi memiliki berat maksimal 110 gram dan berat minimal 85 gram (Gambar 37).

Model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan kurisi yaitu ln W = 0,264 + 1,461 ln L (R2=78,5%). Hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar 0,264; b sebesar 1,461 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,785 (Gambar 38). Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b<3 yang artinya ikan kurisi yang tertangkap bersifat allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobotnya.

58 Gambar 37 Berat ikan kurisi hasil tangkapan bulan Januari 2011

Gambar 38 Hubungan panjang dan berat ikan kurisi Ikan Kuro (Eleutheronema sp.)

Panjang total maksimal ikan kuro yang tertangkap yaitu sebesar 37 cm dengan panjang cagak 31,5 cm, sedangkan panjang total minimal ikan yang tertangkap yaitu sebesar 30 cm dengan panjang cagak 26 cm (Gambar 39).

59 Gambar 39 menunjukkan hubungan positif antara panjang total dan panjang cagak ikan kuro, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak. Garis Lm (Length at first maturity) pada Gambar 39 mempunyai nilai 50,0 cm. Hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang belum layak tangkap. Ikan kuro memiliki berat maksimal 450 gram dan berat minimal 200 gram (Gambar 40).

Model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan kuro yaitu ln W = - 3,23 + 2,568 ln L (R2=74,9%). Hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar -3,23; b sebesar 2,568 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,749 (Gambar 41). Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b<3 yang artinya ikan kuro yang tertangkap bersifat allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobotnya.

60 Gambar 40 Berat ikan kuro hasil tangkapan bulan Januari 2011

Gambar 41 Hubungan panjang dan berat ikan kuro Ikan Sembilang (Euristhmus sp.)

Panjang total maksimal ikan sembilang yang tertangkap yaitu sebesar 43 cm dengan panjang cagak 41,6 cm, sedangkan panjang total minimal ikan sembilang yang tertangkap yaitu sebesar 37,8 cm dengan panjang cagak 35,2 cm (Gambar 42). Gambar 42 menunjukkan hubungan positif antara panjang total dan panjang

61 cagak, pertambahan panjang total seiring dengan pertambahan panjang cagak. Garis Lm (Length at first maturity) pada Gambar 42 mempunyai nilai 35,0 cm. Hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap memiliki ukuran yang sudah layak tangkap. Ikan sembilang memiliki berat maksimal 380 gram dan berat minimal 290 gram (Gambar 43).

Gambar 44 menunjukkan bahwa model persamaan regresi linier antara panjang dan berat yang menunjukkan hubungan antara panjang total dan berat ikan sembilang yaitu ln W = - 5,873 + 3,168 ln L (R2=90,3%), dapat dilihat bahwa hubungan panjang dan berat dinyatakan dengan nilai a sebesar -5,873; b sebesar 3,168 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,903. Berdasarkan persamaan tersebut didapat nilai b>3 yang artinya ikan sembilang yang tertangkap bersifat allometrik positif, yaitu pertumbuhan bobot lebih cepat dari pertumbuhan panjangnya.

62 Gambar 43 Berat ikan sembilang hasil tangkapan bulan Januari 2011

Gambar 44 Hubungan panjang dan berat ikan sembilang

Dokumen terkait