U Balai Desa Karangduwur
P. Hasil Tindakan
yang dijabarkan dalam pembahasan dapat disimpulkan tindakan yang dilakukan pada siklus I maupun siklus II membawa peningkatan baik aktivitas belajar maupun hasil belajar. Aktivitas belajar Matematika mengalami peningkatan dari rerata skor 3,00 pada kondisi awal menjadi 4,21 pada kondisi akhir, berarti meningkat 1,21. Persentase jumlah siswa dalam kategori aktivitas belajar baik meningkat dari 17,14% menjadi 97,14%, berarti meningkat 80%. Hasil belajar mengalami peningkatan dari rerata 58,86 pada kondisi awal menjadi 92,94 pada kondisi akhir, berarti meningkat 34,08. Persentase jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat dari 40% menjadi 97,14%, berarti meningkat 57,14%.
Dengan demikian hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa Pembelajaran Kooperatif TGT model (Ajataka) bermedia kartu soal dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika materi soal cerita FPB dan KPK pada siswa kelas V semester 1 SD Negeri 1 Karangduwur tahun pelajaran 2013/2014 dapat terbukti.
Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dikemukakan di muka, maka dapat ditarik beberapa simpulan hasil penelitian berikut ini.
Pertama, hipotesis mengatakan melalui pembelajaran kooperatif TGT modelAjataka (Aku Jawab Tantangan Kamu) bermedia Kartu Soal dapat meningkatkan aktivitas belajar Matematika materi soal cerita FPB dan KPK bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Karangduwur pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Dari data empirik diperoleh melalui pembelajaran kooperatif TGT model Ajataka (Aku Jawab Tantangan Kamu) bermedia Kartu Soal dapat meningkatkan aktivitas belajar Matematika, dari level rendah 27% pada kondisi awal menjadi level tinggi 92%, pada kondisi akhir. Disimpulkan melalui pembelajaran kooperatif TGT model Ajataka (Aku Jawab Tantangan Kamu) bermedia Kartu Soal dapat meningkatkan aktivitas belajar Matematika materi soal cerita FPB dan KPK bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Karangduwur pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.
Kedua, hipotesis mengatakan melalui pembelajaran kooperatif TGT model Ajataka (Aku Jawab Tantangan Kamu) bermedia kartu soal dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi soal cerita FPB dan KPK bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Karangduwur pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Dari data empirik diperoleh melalui pembelajaran kooperatif
Disimpulkan melalui pembelajaran kooperatif TGT model Ajataka (Aku Jawab Tantangan Kamu) bermedia kartu soal dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi soal cerita FPB dan KPK bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Karangduwur pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.
Ketiga, pembelajaran kooperatif TGT model Ajataka (Aku Jawab Tantangan Kamu) bermedia kartu soal dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika materi soal cerita FPB dan KPK bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Karangduwur pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.
Q. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, simpulan dan implikasi yang telah diuraikan di atas, berikut ini diusulkan saran-saran sebagai berikut.
Pertama, saran kepada guru Matematika hendaknya menggunakan temuan hasil penelitian tersebut sebagai acuan dalam mengajarkan materi soal cerita KPK dan FPB. Guru perlu meningkatkan motivasi peserta didik melalui teknik kreatif. Salah satunya melalui pertandingan.
Kedua, berhubung kemampuan peserta didik dalam menerjemahkan soal cerita menjadi kalimat matematika siswa masih jauh dari yang diharapkan, maka kemampuan tersebut perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, guru matematika hendaknya dapat mengembangkan kemampuan tersebutmelalui kegiatan yang bervariasi.
diterima siswa, baik yang berkemampuan tinggi maupun yang berkemampuan rendah.
Keempat, dalam upaya meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita sederhana di kalangan siswa kelas V SD di UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Unit Kecamatan Petanahan Kebumen, guru kelas perlu memperhatikan aspek membaca pemahaman dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama, karena kedua aspek tersebut telah terbukti memiliki peran yang penting dalam menyelesaikan soal cerita.
Kelima, aspek aktivitas belajar siswa dalam pembelajaranmatematika perlu mendapat porsi perhatian yang lebih banyak. Perlu diciptakan kebiasaan pada siswa untuk membaca-baca buku-buku pelajaran, berlatih, bertanya, menjawab pertanyaan, menyusun kalimat secara runtut dan mudah dipahami, agar mereka terangsang untuk bergairah belajar.
Keenam, guru kelas disarankan agar menyelenggarakan kegiatan game/pertandinganyang dilangsungkan secara periodik dan berjenjang. Siswa perlu secara terus-menerus dimotivasi untuk mengikuti game tersebut. Dalam penyelenggaraan lomba diusahakan ada hadiahnya. Konsekuensi dari tindakan itu adalah guru kelas perlu menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memberikan bimbingan yang lebih intensif kepada siswa.
Ketujuh, saran kepada peneliti lain, adalah agar mereka mengadakan penelitian serupa dengan melibatkan lebih banyak lagi variabel bebas,
Berdasarkan simpulan di atas dapat diberikan saran sebagai berikut: 1. Penelitian ini perlu diuji coba pada subyek yang lain.
2. Perlu dilakukan pengembangan pembelajaran kooperatif yang lain
3. Perlu dirancang pembelajaran kooperatif dengan berbagai metode pembelajaran yang berbeda.
Asrori, Mohammad. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Wacana Prima. RJ. Sunarjo dkk. 2006. Bersahabat dengan Matematika 5 untuk Kelas 5 SD/MI.
Jakarta: Pusat Perbukuan.
Davis, Tricia M. Shepherd, Brooke and Zwiefelhofer, Tara. 2009. Reviewing for Bhineka Cipta.
Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD. Jakarta: Depdiknas.
Hamalik, O. 2004. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Ibrahim dan Shaodih, 1996. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Indonesia. 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang
StandarNasional Pendidikan. Jakarta: Sekretariat Negara. Karso, dkk. 2005. Pendidikan Matematika. Jakarta: Universitas Terbuka
Mukhtar. 2003. Evaluasi yang Sukses Pedoman Mengukur Kinerja Pembelajaran. Jakarta: Sasama Mitra Suksesa.
Nasution. 1995. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Qonita Alya. 2009. Kamus Bahasa Indonesia untuk Pendidikan Dasar. Jakarta: PT Indahjaya Adipratama.
Ristasa, R.A. 2011. Pedoman Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Purwokweto: Departemen Pendidikan Nasional, Universitas Terbuka, UPBJJ Purwokerto.
Roeseffendi, dkk. 1992. Pendidikan Matematika 3. Jakarta : Depdikbud. Roestiyah NK. 1988. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
S. Nasution. 1982. Berbagai Pendekatan dalam Proses belajar dan Mengajar. Bandung: Bumi Akasara
Slameto. 2001. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Angkasa.
Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.
Susilana, Rudi dan Riyana, Cepi. 2007. Media Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.
Syaiful Basri Djamarah, & Aswan Zain. 2006. Strategi belajarmengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Wahyudi. 2008. Pembelajaran Matematika di SD. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Wardani, I.G.A.K., Wihardit K. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wiriaatmadja, Rochiati. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas Bandung: Remaja Rosdakarya.
Y. Padmono. 1999. Penelitian Tindakan Kelas I. Surakarta: Universitas Sebelas Maret