ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Data Penelitian
4. Hasil Uji Hipotesis
Hasil uji hipotesis diperoleh dari hasil olah data dengan menggunakan program SPSS. Hasil pengujian hipotesis dilihat dari tingkat signifikansinya. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F dan uji t. Bentuk pengujiannya adalah :
a. Uji F Tabel 4.11 Uji F ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression .005 4 .001 31.074 .000a Residual .002 54 .000 Total .007 58
a. Predictors: (Constant), DIFF(FDR,1), DIFF(ROA,1), DIFF(DER,1), DIFF(CAR,1)
b. Dependent Variable: DIFF(LR,1)
Berdasarkan pada tabel ANOVA diatas diperoleh nilai F hitung sebesar 31,074 dengan probabilitas sebesar 0.000. Karena probabilitas lebih kecil dari derajat kesalahan α 5% atau 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat digunakan untuk mengestimasi variabel dependen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CAR, DER, ROA, dan FDR berpengaruh
77
secara simultan terhadap risiko likuiditas.Sehingga hipotesis 1 (H1) dalam penelitian ini diterima.
b. Uji t
Pengujian parsial terhadap koefisien regresi secara parsial menggunakan uji-t pada tingkat keyakinan 95% dan tingkat kesalahan dalam analisa (α) 5%.
Tabel 4.12 Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolera nce VIF 1 (Constant) .0005 .001 -.698 .488 DIFF(CAR,1) .422 .056 .614 7.487 .000 .835 1.198 DIFF(ROA,1) .344 .134 .202 2.570 .013 .910 1.099 DIFF(DER,1) -.002 .001 -.223 -2.722 .009 .836 1.196 DIFF(FDR,1) .045 .015 .222 2.907 .005 .960 1.042 a. DependentVariable: DIFF(LR,1)
Pembahasan mengenai hasil pengujian hipotesis adalah sebagai berikut
1) Nilai konstanta sebesar 0,0005 dengan signifikansi 0,488 lebih besar dari 0,05. Menyatakan bahwa nilai constant dalam penelitian ini tidak signifikan karena lebih besar dari 0,05. Meskipun demikian, hal ini tidak menjadi permasalahan dalam menentukan variabel dependen Y. dikarenakan
78
variabel X1, X2, X3, dan X4 dalam penelitian ini berbentuk rasio. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilainya tidak sama dengan nol. Dengan demikian variabel Y dapat dijelaskan pengaruhnya oleh variabel X1, X2, X3, dan X4.
2) Uji-t untuk b1 yaitu pengaruh Difference Capital Adequacy
Ratio terhadap Difference Risiko Likuiditas
Dilihat dari nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000
Dari hasil pengujian hipotesis dapat diketahui variabel CAR memiliki nilai beta positif, hal tersebut berarti menunjukkan bahwa CAR memiliki pengaruh positif terhadap risiko likuiditas. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hipotesis alternatif kedua (H2), yang menyebutkan bahwa CAR memiliki pengaruh positif terhadap risiko likuiditas.
Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Akhtar, et al (2011) yang menemukan bahwa hubungan antara CAR terhadap risiko likuiditas pada bank konvensional memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Dikarenakan permodalan bank yang terdiri dari dua kelompok, dimana pada kelompok modal pelengkap terdapat risiko bank tidak dapat mengembalikan modal pinjaman yang telah jatuh tempo. Sehingga peningkatan modal juga akan meningkatkan risiko.
79
3) Uji-t untuk b2 yaitu pengaruh Debt to Equity Ratio (DER)
terhadap risiko likuiditas.
Nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,009. Dari hasil pengujian di atas dapat diketahui bahwa variabel DER memiliki nilai beta negatif, hal tersebut berarti menunjukkan bahwa DER memiliki pengaruh negatif terhadap risiko likuiditas. Maka pada hipotesis 3, H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Ahmed, et al (2011) yang menyatakan bahwa DER memiliki hubungan yang negatif dan signifikan terhadap risiko likuiditas pada bank. Rivai dan Arifin (2010) menjelaskan bahwa sumber dana bank yang terbesar berasal dari dana pihak ketiga,disamping dana lainnya yg berasal dari pinjaman dan modal sendiri. Abdullah (2003) menyatakan bahwa sumber dana yang berasal dari DPK merupakan sumber dana yang paling stabil. Selain itu karakter bank syariah yang unik, memiliki sumber dana tidak berbiaya seperti misalnya; giro wadiah, tabungan mudharabah yang berada dibawah saldo tertentu, tabungan wadiah, deposito dan sertifikat deposito yang telah jatuh tempo tetapi belum dicairkan, transfer masuk yang belum dicairkan oleh nasabah, setoran jaminan atas pembukaan L/C, dan setoran jaminan atas penerbitan Bank Garansi (Rivai dan Arifin, 2010 :666).
80
Berdasarkan kondisi tertentu yang tersebut diatas, maka apabila bank memiliki utang atau sumber dana yang tidak berbiaya semakin besar, maka bank akan dapat menurunkan kegagalan bank dalam memenuhi likuiditasnya tanpa harus mengalami trade-off terhadap profitabilitas dan meningkatkan beban biaya.
4) Uji-t untuk b3 pengaruh Return On Asset terhadap risiko likuiditas
Nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,013 Dari hasil pengujian di atas dapat diketahui bahwa variabel ROA memiliki nilai beta positif, hal tersebut berarti menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh positif terhadap risiko likuiditas.Maka pada hipotesis 4, H0 ditolak dan Ha
diterima. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Akhtar, dan Sadaqat (2011) yang menyatakan bahwa ROA memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap risiko likuiditas pada bank syariah.
Tujuan dalam manajemen dana bank syariah adalah untuk memperoleh profit yang optimal. Hal itu dapat direalisasi dengan memberikan pembiayaan yang sebesar-besarnya. Namun di sisi lain, bank harus menyediakan dana kas untuk memenuhi kewajiban yang harus segera dibayar. Dengan banyaknya pemberian pembiayaan tersebut, maka risiko
81
likuiditas akan meningkat. Dikarenakan kemungkinan nasabah akan gagal bayar (Muhammad, 2005:48)
5) Uji-t untuk b4 pengaruh Financing to Deposit Ratio terhadap
risiko likuiditas
Nilai signifikannya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,005
Dari hasil pengujian di atas dapat diketahui bahwa variabel FDR memiliki nilai beta positif, hal tersebut dapat diartikan bahwa FDR memiliki pengaruh positif terhadap risiko likuiditas. Maka pada hipotesis 5, H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil ini sesuai dengan pernyataan Abdullah (2003) yang menyatakan bahwa rasio dari total loans atau LDR (FDR) memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap risiko pada bank. Semakin banyak bank menyediakan pembiayaan maka semakin rendah bank menyimpan aset likuid, maka dari itu bank akan menghadapi masalah likuiditas. Selain itu, Rivai dan Arifin (2010) juga menjelaskan, bahwa semakin tinggi FDR suatu bank, berarti bank semakin tidak likuid, sehingga semakin tinggi pula risiko bank tidak dapat memenuhi kewajiban tepat pada waktunya atau hanya dapat memenuhi kewajiban melalui pinjaman darurat atau dengan kata lain semakin tinggi pula risiko likuiditasnya.
82