BAB IV METODE PENELITIAN
BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1.3. Hasil Uji Hipotesis Penelitian
5.1.3.3. Hasil Uji Hipotesis 3 dengan Path Analysis
Pada uji hipotesis tiga dilakukan dengan Path Analysis. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 5.10 berikut ini.
Tabel 5.10 Hasil Uji Path Analysis Untuk Persamaan Sub Struktural 1 Coefficientsa
a. Dependent Variable: MLR (Z)
Sumber : Lampiran 10 (Data Diolah, 2015) ANOVAa
a. Dependent Variable: MLR (Z)
b. Predictors: (Constant), Leverage(X6),AKB(X4),UDK(X3),UP(X5),Kom Independen(X2),KI(X1)
Sumber : Lampiran 10 (Data Diolah, 2015) Model Summary
a. Predictors: (Constant), Leverage(X6),AKB(X4),UDK(X3), UP(X5),Kom Independen(X2),KI(X1)
b. Dependent Variable: MLR (Z)
Sumber : Lampiran 10 (Data Diolah, 2015)
Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada tabel 5.10, maka diperoleh persamaan sub struktural 1 berikut ini :
Z = 0,040X1 – 0,330X2 – 0,014X3 – 1,999X4 – 1,348X5 + 0,893X6
Berdasarkan persamaan sub struktural 1 tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kepemilikan Institusional (X1)
Variabel kepemilikan institusional mempunyai koefisien regresi sebesar 0,040 artinya setiap kenaikan penerapan pengawasan yang dilakukan untuk menjamin kemakmuran pemegang saham sebesar 1% maka dapat dikatakan peningkatan manajemen laba rill sebesar 4% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel kepemilikan institusional sebesar 0,609 atau 60,9% lebih besar dari α = 5% maka pengaruh kepemilikan institusional secara langsung tidak signifikan terhadap manajemen laba rill.
2. Komisaris Independen (X2)
Variabel komisaris independen mempunyai koefisien regresi sebesar -0,330 artinya setiap penurunan penerapan pelaksanaan strategi perusahaan, pengawasan manajemen dalam mengelola perusahaan serta mewajibkan terlaksananya akuntabilitas sebesar 1% maka dapat dikatakan peningkatan manajemen laba rill sebesar 33% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel komisaris independen sebesar 0,146 atau 14,6% lebih besar dari α = 5% maka pengaruh komisaris independen secara langsung tidak signifikan terhadap manajemen laba rill.
3. Ukuran Dewan Komisaris (X3)
Variabel ukuran dewan komisaris mempunyai koefisien regresi sebesar -0,014 artinya setiap berkurangnya anggota dewan komisaris sebesar 1%
maka akan terjadi penurunan manajemen laba rill sebesar 1,4% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi variabel ukuran dewan komisaris sebesar 0,177 atau 17,7% lebih besar dari α = 5% maka pengaruh ukuran dewan komisaris secara langsung tidak signifikan terhadap manajemen laba rill.
4. Arus Kas Bebas (X4)
Variabel arus kas bebas mempunyai koefisien regresi sebesar -1,999 artinya setiap penurunan variabel arus kas bebas sebesar 1% maka akan terjadi peningkatan manajemen laba rill sebesar 19,99% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi variabel arus kas bebas sebesar 0,719 atau 71,9% lebih besar dari α = 5% maka pengaruh arus kas bebas secara langsung tidak signifikan terhadap manajemen laba rill.
5. Ukuran Perusahaan (X5)
Variabel ukuran perusahaan mempunyai koefisien regresi sebesar 1,348 artinya setiap penurunan variabel ukuran perusahaan sebesar 1% maka akan terjadi peningkatan manajemen laba rill sebesar 13,48% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel ukuran perusahaan sebesar 0,845 atau 84,5% lebih besar dari α = 5% maka pengaruh ukuran perusahaan secara langsung tidak signifikan terhadap manajemen laba rill.
6. Leverage (X6)
Variabel leverage mempunyai koefisien regresi sebesar 0,893 artinya setiap kenaikan variabel leverage sebesar 1% maka akan terjadi peningkatan manajemen laba rill sebesar 89,3% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel leverage sebesar 0,000 atau 0% lebih kecil dari α = 5% maka pengaruh leverage secara langsung signifikan terhadap manajemen laba rill.
7. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Nilai koefisien (R) sebesar 0,812 tetapi koefisien determinasi (adjusted R square) sebesar 0,622 atau 62,2%. Hal ini berarti variabel kepemilikan institusional (X1), komisaris independen (X2), ukuran dewan komisaris (X3), arus kas bebas (X4), ukuran perusahaan (X5), dan leverage (X6) dapat menjelaskan variabel manajemen laba rill sebesar 62,2%. Sedangkan sisanya 37,8% dijelaskan oleh variabel lain diluas model estimasi ini.
8. Hasil Error
Berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh R2 sebesar 0,660, maka besarnya error 1 (e1) = √(1-0,660) = 0,583.
Tabel 5.11 Hasil Uji Path Analysis Untuk Persamaan Sub Struktural 2
a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan (Y)
Sumber : Lampiran 11 (Data Diolah, 2015) ANOVAa
a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan (Y)
b. Predictors: (Constant), MLR(Z),AKB(X4),UDK(X3),UP(X5),Kom Independen(X2),KI(X1),Leverage(X6)
Sumber : Lampiran 11 (Data Diolah, 2015) Model Summary
a. Predictors: (Constant), MLR(Z),AKB(X4),UDK(X3), UP(X5),Kom Independen(X2),KI(X1),Leverage(X6)
b. Dependent Variable: Nilai Perusahaan (Y) Sumber : Lampiran 11 (Data Diolah)
Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada tabel 5.11, maka diperoleh persamaan sub struktural 2 berikut ini :
Y = 0,075X1 – 0,603X2 – 0,020X3 + 9,417X4 + 2,239X5 + 0,279X6 - 0,547Z Berdasarkan persamaan sub struktural 2 tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kepemilikan Institusional (X1)
Variabel kepemilikan institusional mempunyai koefisien regresi sebesar 0,075 artinya setiap kenaikan penerapan pengawasan yang dilakukan untuk menjamin kemakmuran pemegang saham sebesar 1% maka dapat dikatakan peningkatan nilai perusahaan sebesar 7,5% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel kepemilikan institusional sebesar 0,092 atau 9,2% lebih besar dari α = 5% maka pengaruh kepemilikan institusional secara tidak langsung tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
2. Komisaris Independen (X2)
Variabel komisaris independen mempunyai koefisien regresi sebesar -0,603 artinya setiap penurunan penerapan pelaksanaan strategi perusahaan, pengawasan manajemen dalam mengelola perusahaan serta mewajibkan terlaksananya akuntabilitas sebesar 1% maka dapat dikatakan penurunan nilai perusahaan sebesar 60,3% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel komisaris independen sebesar 0,231 atau 23,1% lebih besar dari α = 5% maka pengaruh komisaris independen secara tidak langsung tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
3. Ukuran Dewan Komisaris (X3)
Variabel ukuran dewan komisaris mempunyai koefisien regresi sebesar -0,020 artinya setiap berkurangnya anggota dewan komisaris sebesar 1%
maka akan terjadi peningkatan nilai perusahaan sebesar 2% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi variabel ukuran dewan komisaris sebesar 0,231 atau 23,1% lebih besar dari α = 5% maka
pengaruh ukuran dewan komisaris secara tidak langsung tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
4. Arus Kas Bebas (X4)
Variabel arus kas bebas mempunyai koefisien regresi sebesar 9,417 artinya setiap kenaikan variabel arus kas bebas sebesar 1% maka akan terjadi peningkatan nilai perusahaan sebesar 94,17% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi variabel arus kas bebas sebesar 0,043 atau 4,3% lebih kecil dari α = 5% maka pengaruh arus kas bebas secara tidak langsung signifikan terhadap nilai perusahaan.
5. Ukuran Perusahaan (X5)
Variabel ukuran perusahaan mempunyai koefisien regresi sebesar 2,239 artinya setiap kenaikan variabel ukuran perusahaan sebesar 1% maka akan terjadi peningkatan nilai perusahaan sebesar 22,39% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel ukuran perusahaan sebesar 0,038 atau 3,8% lebih kecil dari α = 5% maka pengaruh ukuran perusahaan secara tidak langsung signifikan terhadap nilai perusahaan.
6. Leverage (X6)
Variabel leverage mempunyai koefisien regresi sebesar 0,279 artinya setiap kenaikan variabel leverage sebesar 1% maka akan terjadi peningkatan nilai perusahaan sebesar 27,9% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel leverage sebesar 0,245 atau 24,5% lebih besar dari α = 5% maka pengaruh leverage secara tidak langsung tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
7. Manajemen Laba Rill (Z)
Variabel manajemen laba rill (Z) mempunyai koefisien regresi sebesar -0,547 artinya setiap penurunan penerapan variabel manajemen laba rill sebesar 1% maka akan terjadi penurunan nilai perusahaan sebesar 54,7%
dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Signifikansi dari variabel manajemen laba rill sebesar 0,012 atau 1,2% lebih kecil dari α = 5% maka pengaruh manajemen laba rill secara langsung signifikan terhadap nilai perusahaan.
8. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Nilai koefisien (R) sebesar 0,497 tetapi koefisien determinasi (adjusted R square) sebesar 0,145 atau 14,5%. Hal ini berarti variabel kepemilikan institusional (X1), komisaris independen (X2), ukuran dewan komisaris (X3), arus kas bebas (X4), ukuran perusahaan (X5), leverage (X6) dan manajemen laba rill (Z) dapat menjelaskan variabel manajemen laba rill sebesar 14,5%. Sedangkan sisanya 85,5% dijelaskan oleh variabel lain diluar model estimasi ini.
9. Hasil Error
Berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh R2 sebesar 0,247, maka besarnya error 1 (e1) = √(1-0,247) = 0,868
Analisis jalur (Path Analysis) dalam penelitian ini dapat digambarkan melalui path analysis seperti pada gambar 5.3 berikut ini.
Gambar 5.4 Hasil Path Analysis
Pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total dapat dilihat pada tabel 5.12 berikut ini:
Tabel 5.12 Pengaruh Langsung, Tidak Langsung dan Total
Pengaruh
Lanjutan Tabel 5.12
X1 → Y (p1) 0,075 -0,02188 0,05312
X2 → Y (p2) -0,603 0,18051 -0,42249
X3 → Y (p3) -0,020 0,007658 -0,012342
X4 → Y (p4) 9,417 1,093453 10,510453
X5 → Y (p5) 2,239 0,737356 2,976356
X6 → Y (p6) 0,279 0,488471 0,767471
Sumber : Lampiran 12 (Data Diolah, 2015)
Untuk mendeteksi pengaruh mediasi, maka dalam penelitian ini dapat menghitung kekuatan pengaruh tidak langsung menggunakan sobel test dengan rumus : t =
1. Mediasi manajemen laba rill atas kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan
Standar error dari koefisien pengaruh tidak langsung (Sp1p13) berikut ini : Sp1p13 = √p132Sp12 + p12Sp132 + Sp12Sp132
= √(-0,547)2 (0,077)2 + (0,040)2 (0,211)2 + (0,077)2 (0,211)2 = √-1,774010161.10-3 + 7,12336.10-5 + 2,63965009.10-4
= -√1,438811552.10-3 = -1,199504711
Berdasarkan hasil Sp1p13 dapat dihitung nilai t statistik uji sobel pengaruh mediasi :
thitung = ,
, = 0,0182
Kesimpulan : thitung < ttabel (0,0182 < 1,96) maka manajemen laba rill bukan sebagai variabel intervening.
2. Mediasi manajemen laba rill atas komisaris independen terhadap nilai perusahaan
Standar error dari koefisien pengaruh tidak langsung (Sp2p13) berikut ini : Sp2p13 = √p132Sp22 + p22Sp132 + Sp22Sp132
= √(-0,547)2 (0,224)2 + (-0,330)2 (0,211)2 + (0,224)2 (0,211)2 = √-0,01501311 - 4,8483369.10-3 + 2,233885696.10-3
= -√0,017627561 = -0,132768825
Berdasarkan hasil Sp1p13 dapat dihitung nilai t statistik uji sobel pengaruh mediasi :
thitung = ,
, = -1,3596
Kesimpulan : thitung > ttabel (-1,3596 < 1,96) maka manajemen laba rill bukan sebagai variabel intervening.
3. Mediasi manajemen laba rill atas ukuran dewan komisaris terhadap nilai perusahaan
Standar error dari koefisien pengaruh tidak langsung (Sp1p13) berikut ini : Sp3p13 = √p132Sp32 + p32Sp132 + Sp32Sp132
= √(-0,547)2 (0,011)2 + (-0,014)2 (0,211)2 + (0,011)2 (0,211)2 = √-3,6204289.10-5 - 8,726116.10-6 + 5,387041.10-6
= -√3,9543364.10-5 = -1,988551332
Berdasarkan hasil Sp1p13 dapat dihitung nilai t statistik uji sobel pengaruh mediasi :
thitung = ,
, = -3,8510
Kesimpulan : thitung > ttabel (-3,8510 > 1,96) maka manajemen laba rill bukan sebagai variabel intervening.
4. Mediasi manajemen laba rill atas arus kas bebas terhadap nilai perusahaan Standar error dari koefisien pengaruh tidak langsung (Sp4p13) berikut ini : Sp4p13 = √p132Sp42 + p42Sp132 + Sp42Sp132
= √(-0,547)2 (0,000)2 + (-1,999)2 (0,211)2 + (0,000)2 (0,211)2 = √0 - 0,177917948 + 0
= -√0,177917948 = -0,42180321
Berdasarkan hasil Sp1p13 dapat dihitung nilai t statistik uji sobel pengaruh mediasi :
thitung = ,
, = -2,5923
Kesimpulan : thitung < ttabel (-2,592 < 1,96) maka manajemen laba rill bukan sebagai variabel intervening.
5. Mediasi manajemen laba rill atas ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan
Standar error dari koefisien pengaruh tidak langsung (Sp5p13) berikut ini : Sp5p13 = √p132Sp52 + p52Sp132 + Sp52Sp132
= √(-0,547)2 (0,000)2 + (-1,348)2 (0,211)2 + (0,000)2 (0,211)2 = √0 - 0,080899287 + 0
= -√0,080899287 = -0,284427999
Berdasarkan hasil Sp1p13 dapat dihitung nilai t statistik uji sobel pengaruh mediasi :
thitung = ,
, = -2,5924
Kesimpulan : thitung < ttabel (-2,5924 < 1,96) maka manajemen laba rill bukan sebagai variabel intervening.
6. Mediasi manajemen laba rill atas leverage terhadap nilai perusahaan Standar error dari koefisien pengaruh tidak langsung (Sp1p13) berikut ini : Sp6p13 = √p132Sp62 + p62Sp132 + Sp62Sp132
= √(-0,547)2 (0,094)2 + (0,893)2 (0,211)2 + (0,094)2 (0,211)2 = √-2,643810724.10-3 + 0,035503226 + 3,93387556.10-4 = √0,033252802
= 0,18235351
Berdasarkan hasil Sp1p13 dapat dihitung nilai t statistik uji sobel pengaruh mediasi :
thitung = ,
, = 2,6784
Kesimpulan : thitung < ttabel (2,6784 > 1,96) maka manajemen laba rill sebagai variabel intervening.