BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Hasil Validasi Produk
Berikut adalah pembahasan lebih detail mengenai hasil validitas permukaan dan isi.
a. Validitas Permukaan
Dalam validasi ini digunakan dua instrumen yaitu uji kriteria buku pedoman dan uji karakteristik buku pedoman. Berikut penjelasan lebih lanjut dari uji validasi.
1) Uji Kriteria Buku Pedoman
Instrumen uji kriteria buku pedoman disusun dengan 4 indikator kriteria yaitu cover buku pedoman, pembuka buku pedoman, inti buku pedoman, dan penutup buku pedoman. Instrumen menggunakan skala Likert 1-4 dengan keterangan, yaitu empat menunjukkan sangat setuju, tiga menunjukkan setuju, dua menunjukkan kurang setuju, dan satu menunjukkan tidak setuju.
Berikut merupakan data hasil validasi uji kriteria buku pedoman oleh expert judgement (amati pada Lampiran 4.3).
Tabel 4. 3 Hasil Uji Kriteria Buku Pedoman
No Variabel Indikator Validator (Skala Likert 1-4)
Rerata kriteria buku pedoman yaitu 3,89. Perolehan skor dikonversi dengan skala patokan pengubah hasil skor berbentuk angka ke data kualitatif dan rekomendasi(bdk. Widoyoko, 2014).
Tabel 4. 4 Skala Patokan Pengubah Hasil Skor Berbentuk Angka ke Data Kualitatif dan Rekomendasi
No. Rentang Skor Kategori
1 3,26 – 4,00 Sangat Baik
2 2,51 – 3,25 Baik
3 1,76 – 2,50 Kurang Baik 4 1,00 – 1,75 Sangat Kurang Baik
Berdasarkan tabel skala konversi di atas, skor 3,89 yang dikategorikan sangat baik serta mendapat rekomendasi tidak perlu perbaikan.
2) Uji Karakteristik Buku Pedoman
Kualitas karakteristik buku pedoman diukur dengan uji karakteristik buku pedoman. Uji karakteristik buku pedoman memuat lima indikator, yaitu self-instructional atau instruksional dari buku pedoman, self-contained atau isi dari buku pedoman, stand-alone atau sejauh apa buku pedoman dapat dimanfaatkan tanpa bergantung dengan media lain, adaptif atau sejauh apa buku pedoman dapat beradaptasi, dan user friendly atau seberapa mudah buku pedoman dapat digunakan. Instrumen memanfaatkan skala Likert 1-4 dengan keterangan skor, yaitu empat menunjukkan sangat setuju, tiga menunjukkan setuju, dua menunjukkan kurang setuju, dan satu menunjukkan tidak setuju.
Berikut adalah hasil validasi uji karakteristik buku pedoman (amati pada Lampiran 4.5).
Tabel 4. 5 Hasil Uji Validasi Karakteristik Buku Pedoman
No Variabel Indikator Validator (Skala Likert 1-4)
Rerata
Dari tabulasi di atas diperoleh bahwa indikator Self-contained memiliki rerata maksimum, yaitu 4,00. Indikator adaptif memiliki rerata paling rendah, dengan skor 3,43. Rerata keseluruhan hasil validasi uji karakteristik buku pedoman yaitu 3,68. Berdasarkan tabel skala patokan pengubah hasil skor berbentuk angka ke data kualitatif dan rekomendasi (amati pada Tabel 4.4), skor 3,68 dikategorikan sangat baik dan direkomendasikan tidak perlu perbaikan.
b. Validitas Isi
Validasi isi bertujuan mengukur apakah isi buku pedoman yang dibuat sudah sesuai indikator pembelajaran yang efektif. Lembar instrumen validasi memuat sepuluh indikator, yaitu bervariasi, menstimulus, menyenangkan, operasional-konkret, berpikir kritis, kreatif, komunikasi, kolaborasi, multikultural, dan karakter keadilan. Instrumen menggunakan skala Likert 1-4 dengan keterangan, yaitu skor satu mewakili tidak setuju, skor dua mewakili kurang setuju, skor tiga mewakili setuju, dan skor empat mewakili sangat setuju. Berdasarkan uji validasi isi yang sudah peneliti tempuh, maka diperoleh hasil validasi produk dari para validator. Berikut merupakan tabulasi hasil validasi isi (amati pada Lampiran 4.6).
Tabel 4. 6 Hasil Uji Validitas Isi
No Variabel Indikator Validator (Skala Likert 1-4)
Rerata
Indikator operasional konkret, kolaborasi, dan multikultural memiliki rerata maksimum, yaitu 4,00 yang ditunjukkan tabulasi di atas. Perolehan rerata paling minim dimiliki indikator kreativitas, yaitu 3,57. Perolehan rerata keseluruhan hasil validasi produk, yaitu 3,84. Berdasarkan tabel skala patokan pengubah hasil skor berbentuk angka ke data kualitatif dan rekomendasi (amati pada Tabel 4.4), 3,84 dikategorikan sangat baik memperoleh rekomendasi tidak memerlukan perbaikan. Hasil uji validasi kriteria buku pedoman, karakteristik, dan isi buku pedoman direkapitulasi dalam tabulasi berikut.
Tabel 4. 7 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas
No. Rentang Skor Skor Kualifikasi Rekomendasi 1 Validitas Permukaan
a. Kriteria Buku Pedoman 3,89 Sangat Baik Tidak perlu revisi b. Karakteristik Buku Pedoman 3,68 Sangat Baik Tidak perlu revisi 2 Validitas Isi 3,84 Sangat Baik Tidak perlu revisi
Rerata 3,80 Sangat Baik Tidak perlu revisi
Dari tabel rekapitulasi perolehan validasi menunjukkan buku pedoman sudah memenuhi kriteria dari kaidah Pusat Kurikulum dan Perbukuan (2018) dan dibuat sesuai dengan karakteristik buku pedoman. Buku pedoman telah memenuhi indikator dari teori pembelajaran yang efektif. Hal tersebut dilihat dari perolehan rerata keseluruhan uji validitas buku pedoman yaitu 3,80.
Perolehan skor tersebut dikategorikan sudah sangat baik serta tidak perlu perbaikan.
4.1.4 Tahap Implementasi (Implementation)
Buku pedoman diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada tahap implementasi. Penerapan produk ditempuh dengan tiga langkah, yaitu mempersiapkan yang diperlukan sebelum kegiatan, melaksanakan kegiatan, dan mengevaluasi kegiatan. Berikut merupakan pemaparan dari setiap langkah uji coba.
4.1.4.1 Mempersiapkan Kegiatan
Peneliti melibatkan anak yang berusia 9 hingga 12 tahun. Uji coba buku pedoman permainan tradisional dilakukan di RW 08 Desa Karangdukuh, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah. Peneliti mempersiapkan peralatan atau bahan yang dibutuhkan dari setiap permainan, merancang soal-soal formatif untuk setiap permainan serta sumatif yang disesuaikan dengan sepuluh indikator karakter keadilan. Peneliti juga mempersiapkan lembar refleksi dari setiap permainan yang didasarkan pada sepuluh indikator karakter keadilan. Peneliti menggunakan catatan anekdotal dengan log book untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan uji coba produk. Peneliti mempersiapkan kuesioner yang akan diberikan kepada orang tua dan anak. Kuesioner tersebut dimanfaatkan untuk lebih menyelami perkembangan karakter keadilan yang dialami oleh anak.
4.1.4.2 Melaksanakan Kegiatan
Peneliti melakukan pengimplementasian buku pedoman permainan tradisional dengan melibatkan enam anak sebagai subjek penelitian pada tahapan ini. Tahap ini dilakukan oleh fasilitator. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama lima hari berturut secara konsisten, sehingga lebih terlihat peningkatan karakter keadilan yang dialami anak-anak. Dalam pelaksanaannya setiap permainan diimplementasikan dengan pendahuluan, inti, dan penutupan. Hari pertama dilakukan tes awalan yang dikerjakan oleh enam anak dan implementasi permainan Ma Méong-méongan. Hari kedua dilakukan implementasi permainan Tambi-tambian, Permainan Bèklan diimplementasikan di hari ketiga. Permainan Gobak Sodor diimplementasikan di hari keempat. Hari kelima dilakukan implementasi permainan Yéyé dan dilakukan tes akhiran. Kegiatan awal merupakan kegiatan pembukaan. Kegiatan tersebut, yaitu salam pembuka, doa bersama, serta bernyanyi bersama lagu daerah dari permainan tradisional yang dipilih dan lagu yang dimodifikasi lirik lagunya sesuai karakter keadilan. Langkah orientasi berupa penjelasan tujuan permainan, sasaran permainan, dan aturan bermain yang disampaikan oleh fasilitator.
Kegiatan inti dilakukan sesuai dengan langkah-langkah permainan, yaitu pembagian kelompok untuk permainan yang membutuhkan adanya pembagian kelompok atau pengundian urutan bermain untuk permainan yang membutuhkan adanya urutan pemain. Dilanjutkan aksi, yaitu permainan dimainkan oleh anak sesuai dengan aturan dan langkah yang disampaikan oleh fasilitator sebelumnya.
Aksi dalam setiap permainan berbeda, terdapat permainan yang dilakukan dalam satu ronde, atau lebih dari satu ronde. Rekognisi merupakan kegiatan pemberian skor atau mengumumkan pemenang dalam permainan setelah permainan berakhir.
Penghargaan diberikan kepada pemain yang menang dan hukuman diberikan kepada pemain yang kalah sesuai dengan kesepakatan di awal permainan untuk melatih sikap sportif. Lembar refleksi dan soal formatif berdasarkan karakter keadilan yang sudah disediakan dikerjakan oleh anak pada saat debriefing. Setelah anak-anak selesai mengerjakan refleksi dan soal formatif, fasilitator memberikan
kesempatan anak-anak membacakan jawaban mereka dan membahasnya bersama dengan maksud supaya anak-anak lebih mengenal karakter keadilan.
Kegiatan akhir berupa kesimpulan kegiatan. Anak-anak mengemukakan pesan yang mereka peroleh dari permainan. Fasilitator menegaskan kembali terkait nilai-nilai keadilan yang dipelajari dari permainan tersebut. Sebagai kegiatan penutup, anak-anak bersama menyanyikan kembali lagu daerah asal permainan dan lagu yang sudah dimodifikasi lirik lagunya berdasarkan karakter keadilan, kemudian ditutup dengan doa dan salam penutup. Seluruh pelaksanaan kegiatan diakhiri dengan soal akhiran yaitu anak-anak mengerjakan soal yang sama dengan soal awalan. Peneliti juga memberikan kuesioner untuk orang tua untuk memperoleh informasi terkait perkembangan karakter keadilan anak-anak.
4.1.4.3 Mengevaluasi Kegiatan
Peneliti mengevaluasi implementasi dari kegiatan yang sudah dilakukan oleh fasilitator. Anak-anak sangat antusias dan senang ketika peneliti menyampaikan pesan akan diadakannya pengimplementasian permainan tradisional. Ketika hari pengimplementasian kegiatan, anak-anak menghampiri rumah peneliti untuk segera memulai kegiatan. Anak datang ke tempat pengimplementasian lebih awal dari waktu yang semestinya. Ketika pengimplementasian, reaksi anak-anak terlihat antusias. Ketika kegiatan pengimplementasian dimulai, anak-anak mendengarkan penjelasan dari fasilitator mengenai penjelasan singkat permainannya serta aturan bermain dengan saksama, anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh semangat yang ditunjukkan dengan pergerakan anak-anak ketika berkegiatan yang sangat cepat, anak-anak mengerahkan usahanya untuk memenangkan permainan, dan ketika permainan akan disudahi anak-anak selalu meminta bermain lagi. Pada pertemuan hari ke-2 hingga hari ke-5 anak-anak selalu menyebutkan beberapa indikator karakter keadilan khususnya saat sedang bermain (Log book, 2021: 1) (lihat Lampiran 4.22).
Walau demikian, terdapat kendala dalam pelaksanaan di antaranya waktu yang diperlukan tidak sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat. Kegiatan debriefing memerlukan waktu 30 menit, sedangkan dalam buku pedoman
dituliskan hanya memerlukan waktu 10 menit, sehingga perlu adanya perbaikan waktu.
4.1.5 Tahap Evaluasi (Evaluation)
Data dianalisis pada tahap evaluation. Data yang dianalisis, yaitu data hasil evaluasi sumatif untuk memperoleh informasi besar pengaruh dari pengimplementasian buku pedoman. Hal ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah ke-3, yaitu “Apakah penerapan buku pedoman permainan tradisional berpengaruh terhadap karakter keadilan anak usia 9-12 tahun?”.
4.1.5.1 Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif berupa 10 soal pilihan ganda untuk setiap permainan.
Soal tersebut yang didasarkan pada sepuluh indikator karakter keadilan. Di akhir setiap permainan, evaluasi formatif diberikan pada anak. Berikut adalah hasil dari evaluasi formatif (amati pada Lampiran 4.8).
Tabel 4. 8 Hasil Skor Evaluasi Formatif No Indikator Permainan (Skala 1-4)
Rerata memperoleh skor tertinggi sebesar 2,30. Indikator 3 memperoleh skor terendah yaitu 1,88. Indikator 1 dan 7 memperoleh hasil skor 2,04. Meskipun demikian, perolehan rerata soal formatif pada setiap permainan mengalami peningkatan.
4.1.5.2 Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif dalam penelitian ini yaitu soal awalan dan akhiran. Tes awalan diberikan sebelum diimplementasikan lima permainan dan tes akhiran
diberikan setelah seluruh permainan terimplementasikan. Setiap anak menyelesaikan 10 soal pilihan ganda yang setiap soalnya merepresentasikan indikator dari karakter keadilan. Berikut merupakan perolehan evaluasi sumatif (amati pada Lampiran 4.8).
Tabel 4. 9 Hasil Tes Awalan dan Tes Akhiran Evaluasi Sumatif
No Indikator Tes Peningkatan
Awalan Akhiran Selisih %
1 Mau peduli 2,00 4,00 2,00 100,00
2 Mematuhi aturan 2,00 4,00 2,00 100,00
3 Menyelesaikan masalah 1,30 3,50 2,20 169,23 4 Inisiatif berbagi 1,50 3,33 1,83 122,00 5 Menunjukkan sportivitas 2,00 4,00 2,00 100,00
6 Bersikap reseptif 2,00 3,83 1,83 91,50
7 Mencari solusi 1,60 4,00 2,40 150,00
8 Tidak asal menuduh 2,00 3,83 1,83 91,50
9 Bersikap sabar 1,60 4,00 2,40 150,00
10 Melayani sesama 2,70 3,66 0,96 35,55
Rerata 1,87 3,815 1,94 104,01
Tabulasi di atas (amati pada Tabel 4.9) menunjukkan bahwa indikator
“menyelesaikan masalah” mengalami peningkatan sebesar 169,23%. Indikator
“mencari solusi” dan “bersikap sabar” meningkat 150,00%. Indikator “inisiatif berbagi” meningkat 122,00%. Indikator 1, 2 dan 5 mengalami indikator sebesar 100,00%. Indikator 6 dan 8 mengalami peningkatan sebesar 91,50%. Indikator 10 memperoleh peningkatan terendah, yakni 35,55%. Berikut adalah gambaran rerata hasil tes awalan dan tes akhiran yang meningkat dalam grafik batang.
Gambar 4. 18 Hasil rerata tes awalan dan tes akhiran
Diperoleh skor rerata tes awalan 1,83 dan tes akhiran 3,815. Berikut adalah rumus menghitung perolehan skor rerata peningkatan dari tes awalan ke tes akhiran.
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛 = 𝑥̄ 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡 − 𝑥̄𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡
Peneliti memerlukan informasi mengenai pengaruh penerapan permainan tradisional terhadap karakter keadilan pada anak berusia 9 hingga 12 tahun. Untuk itu, dilakukan uji coba eksperimental terbatas. IBM Statistical Product and Service Solutions Statistic 17.0 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%
dimanfaatkan dalam uji statistik. Uji asumsi normalitas distribusi data dan uji signifikansi menjadi uji statistik yang akan dibahas. Rerata skor dari tes awalan dan tes akhiran menjadi data yang digunakan uji statistik. Berikut adalah uraian dari uji normalitas dan uji signifikansi.