• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.6 Teknik Analisis Data

Tahapan metode penelitian ADDIE digunakan sebagai landasan untuk melakukan analisis data. Rumusan masalah ke-1, yaitu “Bagaimana pengembangan buku pedoman untuk memupuk karakter keadilan anak yang berumur 9 hingga 12 tahun?” dijawab dengan dipaparkannya langkah-langkah pengembangan.

3.6.1 Tahap Analisis (Analyze)

Instrumen analisis kebutuhan sebagai upaya untuk menemukan kesenjangan antara model pembelajaran yang diidealkan dan praktek pembelajaran yang diterapkan di lapangan secara real. Instrumen analisis kebutuhan dalam riset ini memanfaatkan kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup lebih menekankan penjaringan data untuk karakteristik buku pedoman yang diharapkan sesuai dengan karakteristik buku pedoman. Skala Likert 1-4 dimanfaatkan dalam instrumen analisis kebutuhan.

Skala Likert memiliki keterangan, yaitu satu mewakili jarang, dua mewakili kadang-kadang, tiga mewakili sering, dan empat mewakili sangat sering. Skala tersebut dimanfaatkan untuk penilaian dalam instrumen analisis kebutuhan.

Selanjutnya, menghitung perolehan hasil penilaian untuk mengetahui hasil akhir.

Berikut merupakan rumus menghitung hasil akhir instrumen analisis kebutuhan.

Selanjutnya, hasil akhir tersebut dikonversikan ke data kualitatif dengan skala berikut (bdk,Widoyoko, 2014: 144) (amati pada Lampiran 4.2).

Hasil Akhir

=

Total skor yang didapatkan Banyaknya Responden

Gambar 3. 3 Rumus Perhitungan Hasil Akhir dengan Skala Likert

Tabel 3. 11 Skala Patokan Pengubah Hasil Skor Berbentuk Angka ke Data Kualitatif

No Rentang Skor Kategori 1 3,26 – 4,00 Sangat baik 2 2,51 – 3,25 Baik

3 1,76 – 2,50 Kurang baik 4 1,00 – 1,75 Sangat kurang baik

Perolehan hasil akhir yang telah dihitung dengan rumus, selanjutnya dapat ditarik kesimpulan dengan kriteria berikut. Semakin rendah hasil analisis kebutuhan, semakin besar gap yang ada sehingga semakin dibutuhkan solusi untuk mengatasinya. Sebaliknya, hasil analisis kebutuhan yang tinggi menunjukkan semakin tidak ada kesenjangan, sehingga solusi tidak dibutuhkan.

Semakin skor yang diperoleh mendekati 1 semakin menunjukkan adanya kesenjangan atau gap, maka dibutuhkan solusi untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

Deskripsi jawaban dari guru mengenai usaha yang dilakukan dalam pengembangan karakter keadilan di sekolah dianalisa secara kualitatif berdasarkan perolehan dari kuesioner terbuka sebagai instrumen analisis kebutuhan. Kuesioner terbuka lebih menekankan penjaringan data untuk pendidikan karakter keadilan.

Kuesioner terbuka yang dianalisis mengenai media yang digunakan dalam memupuk karakter keadilan di sekolah, memupuk karakter keadilan dengan teknik permainan yang sudah dilakukan di sekolah, kendala yang dihadapi dalam memupuk karakter keadilan di sekolah, dan kebutuhan yang diperlukan dalam memupuk karakter keadilan di sekolah.

3.6.2 Tahap Desain (Design)

Skor setiap item, total perolehan skor secara keseluruhan, kata pokok dari perolehan kuesioner terbuka sebagai instrumen analisis kebutuhan dianalisa di tahap development. Hasil analisa tersebut dijadikan acuan dalam membuat desain produk. Peneliti tidak merumuskan rumusan khusus pada tahap ini karena tahap ini tidak memerlukan instrumen khusus.

3.6.3 Tahap Pengembangan (Development)

Pertanyaan “bagaimana kualitas buku pedoman untuk karakter keadilan pada anak berumur 9 hingga 12 tahun menurut ahli bahasa, ahli psikologi anak, dan guru?” dijawab pada tahap Development dengan memanfaatkan instrumen validasi produk yang divalidasi oleh expert judgement. Skala Likert 1-4 memiliki kriteria dan penskoran dalam instrumen validasi produk, yaitu satu mewakili jarang, dua mewakili kadang-kadang, tiga mewakili sering, dan empat mewakili sangat sering. Selanjutnya perolehan hasil penilaian tersebut dihitung guna memperoleh hasil akhir. Berikut rumus untuk menghitung hasil akhir instrumen validasi produk

Selanjutnya, diperoleh hasil akhir dari sembilan validator dengan perhitungan menggunakan rumus tersebut. Jika semakin tinggi rata-rata yang diperoleh dari keseluruhan skor maka menandakan semakin baik produk yang dihasilkan. Perolehan hasil akhir dikonversi menjadi data kualitatif menggunakan skala patokan berikut (bdk.Widoyoko, 2014).

Tabel 3. 12 Skala Patokan Pengubah Hasil Skor Berbentuk Angka ke Data Kualitatif dan Rekomendasi

No Rentang Skor Kategori Rekomendasi 1 3,26 – 4,00 Sangat baik Tidak perlu revisi Implementation. Proses pelaksanaan implementasi dari awal sampai akhir diamati secara langsung oleh peneliti. Peneliti tidak merumuskan rumusan khusus pada tahap ini karena tahap ini tidak memerlukan instrumen khusus.

Hasil Akhir = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑙𝑖𝑑𝑎𝑡𝑜𝑟

Gambar 3. 4 Rumus Perhitungan Hasil Akhir dengan Skala Likert

3.6.5 Tahap Evaluasi (Evaluation)

Data dari evaluasi formatif dan sumatif diperoleh dalam tahap ini. Hasil yang diperoleh dari evaluasi sumatif menjadi jawaban dari pertanyaan penelitian

“bagaimana pengaruh penerapan buku pedoman permainan tradisional yang dikembangkan untuk memupuk karakter keadilan pada enam anak usia 9-12 tahun?”. Perlu dibedakan antara nilai akhir yang diberikan pada anak-anak dan skor yang digunakan untuk analisis penelitian.

3.6.5.1 Menghitung Nilai Akhir

Nilai akhir yang diberikan pada anak-anak untuk evaluasi formatif dan evaluasi sumatif digunakan skala 1-4 dengan rumus sebagai berikut.

3.6.5.2 Menghitung Rerata Skor

Rerata skor yang dicapai anak yang digunakan sebagai analisis penelitian untuk evaluasi formatif dan sumatif dihitung dengan menggunakan rumus rerata dengan skala 1-4 sebagai berikut.

3.6.5.3 Menghitung Persentase Peningkatan Skor Tes Awalan ke Tes Akhiran Untuk menghitung persentase peningkatan skor tes awalan ke tes akhiran dari hasil evaluasi sumatif, digunakan skala 1-4 dengan rumus sebagai berikut.

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ

Gambar 3. 5 Rumus Perhitungan Nilai Akhir

Gambar 3. 6 Rumus Penghitungan Rerata

Gambar 3. 7 Rumus Penghitungan Presentase Peningkatan Skor Pretest ke Posttest

Disajikan diagram batang pada bagian ini. Hal ini dimaksudkan untuk memperlihatkan adanya peningkatan skor tes awalan dan tes akhiran dalam bentuk grafis.

3.6.5.4 Menghitung Pengaruh Penerapan Buku Pedoman Permainan Tradisional Dalam penelitian ini hanya melibatkan satu kelompok dengan tes awalan dan tes akhiran sehingga metode penelitian eksperimental jenis pre-experimental tipe the one group pretest-posttest design digunakan dalam analisis pengaruh penerapan buku pedoman permainan tradisional terhadap karakter keadilan (Cohen, Manion, & Morison, 2007: 282). Berikut merupakan desain penelitian tersebut.

O1 sebagai rerata skor tes awalan. O2 sebagai rerata skor tes akhiran. X sebagai treatment, dalam hal ini produk atau buku pedoman. Pertanyaan “Apakah penerapan buku pedoman permainan tradisional berpengaruh terhadap karakter keadilan anak usia 9-12 tahun?” dijawab dengan analisis pada bagian ini. Untuk itu digunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics version 17.0 for Windows 2007 yang memiliki tingkat kepercayaan 95% dan dengan uji 2-tailed dimanfaatkan sebagai analisis statistik. Sebelum dilakukan uji statistik, perlu diperiksa dulu asumsi normalitas distribusi data.