Pertanyaan Penelitian di Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi Tentang Dewa Dapur
Nama (interview) : Romo Jaya Sena Asoha Jabatan : Pandita-pandita
Alamat: Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi Timur (Jln.Mekarsari RT 05/03 NO 17)
Penganut (kepercayaan): Buddha Tridharma Tanggal: 06 Mei 2017
1. Ajaran (Doktrin) apakah yang kalian percayai dari penyembahan Dewa Dapur?
Jawab:
Dewa Dapur adalah Dewa Cao Kung Kong. Dewa yang dipercayai memberikan kebaikan, kebahagiaan dan keberkahan. Yang tugasnya memperhatikan dan mengawasi prilaku keluarga agar keluarga bisa berbuat baik.
2. Sebenarnya, lebih cocok (tepat) dikatakan Menyembah, Memuja atau kata Menghormati yang dikaitkan dengan ritual terhadap Dewa Dapur?
Jawab:
Lebih cocok dengan kata Menghormati, karena orang Tionghoa menjalankan tradisi dari nenek moyang dan menjalankanya sebagai bentuk cara menghormati.
3. Bagaimana cara perhitungan tanggal Imlek dalam menentukan perayaan Dewa Dapur?
Jawab:
Jatuhnya ritual persembahyangan kepada Dewa Dapur dilaksanakan 2x yaitu pada tanggal 24 bulan 12 bulan Imlek yaitu perayaan persembahyangan
112
Toapekong naik ke langit untuk melaporkan perbuatan prilaku penghuni rumah kepada Tian (Tuhan). Dan tanggal 4 bulan 1 Imlek adalah ritual persembahyangan untuk menyambut turunnya Dewa Dapur ke bumi untuk bertugas kembali dan memberikan keberkahan kepada pemilik rumah.
4. Apakah semua komunitas Agama Tridharma merayakan perayaan Dewa Dapur?
Jawab:
Diharapkan semua Tridharma merayakan Dewa Dapur, karena itu bukan keharusan, mungkin tidak semua melakukan ritual ini. Dan biasanya hanya orang-orang tua yang melakukan ritual kepada Dewa Dapur.
5. Adakah keharusan untuk menyembah Dewa Dapur untuk penganut Tridharma?
Jawab:
Tidak ada keharusan atau kewajiban untuk mempercayai Dewa Dapur karena bentuknya berupa penghormatan. Sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Tetapi umumnya harus menjalankannya.
6. Jika keharusan, Apa sanksi yang didapat kalau tidak menyembah Dewa Dapur?
Jawab:
Tidak ada sanksi jika tidak menjalankan ritual perayaan kepada Dewa Dapur. Jika memang keharusan juga tidak ada sanksi tertulis jika tidak menjalankannya.
7. Apakah ada batasan Umat Tridharma dalam merayakan ritual Perayaan Ritual Tridharma (contoh komunitas orang Tionghoa)?
Jawab:
Tidak ada batasan. Semua orang boleh menghormati dengan kembali apakah dia percaya atau tidak. Karena dasarnya kepercayaan.
8. Fungsi dan peran apa yang kalian ketahui dari kalian menyembah Dewa Dapur?
Jawab:
Fungsi dan perannya adalah mengawasi memperhatiakan prilaku setiap orang yang ada di dalam rumah. Serta menjaga penghuni rumah untuk selalu bisa
berprilaku baik untuk bisa mengkontrol prilaku dan mengingat bahwa di dalam rumah ada Dewa Dapur yang mengawasinya. Dari fungsi tersebut yang menjadikan keluarga mendapatkan keberkahan dan kebaikan.
9. Makna apa yang didapat dari penyembahan Dewa Dapur? Jawab:
Makna yang didapat bahwa kita bisa menjaga prilaku dan akhlak. Dan Bisa mengkontrol perbuatan karena merasa sedang diawasi oleh Dewa Dapur. 10. Taukah anda asal-usul (sejarah/mitologi) Dewa Dapur?
Jawab:
Hidup seorang suami istri yang sangat miskin. Karena sangat miskin kehidupannya sang suami tega menjual istrinya kepada hartawan yang sangat kaya. Uang dari penjualan istrinya dihabiskan untuk bermain judi. Akhirnya kehidupan sang suami semakin miskin dan melarat. Suatu hari hartawan yang membeli istrinya melakukan bakti sosial membagian sumbangan kepada fakir miskin. Dan suaminya yang mendengar itu langsung datang untuk mengantri. Istrinya melihat suaminya ikut mengantri. Sang istri merasa kasian atas kemiskinan yang semakin oleh mantan suaminya. Sang istri ingin memberikan sumbangan kepada sang suami, tetapi suami berada dibarisan urutan belakang karena sang istri membagikan sumbangan dari urutan barisan paling depan. Istri merasa kasihan karena sang suami tidak kebagian sumbangan. Keesokan harinya sang istri berinisiatif untuk membagian sumbangan dari barisan belakang. Tetapi suami berada dibarisan paling depan dan akhirnya sang suami tidak mendapatkan sumbangan lagi. Sang istri merasa kasihan dan merubah pemikiran bahwa besok akan membagikan sumbangan dari barisan yang tengah. Tetapi keesokan harinya sang istri tidak melihat mantan suaminya. Teryata suaminya telah meninggal dunia. Sang istri sangat terpukul dan sedih mendengar kabar tersebut.
Dari kesetian tersebut Tuhan mengangkat suaminya dan istrinya menjadi Dewa Dapur.
11. Alat perlengkapan apakah yang dipersiapkan sebelum melakukan ritual penyembahan kenaikan Dewa Dapur?
114
Setiap persembahan selalu menyiapkan Lilin, dupa, permen-permen, air teh, kue-kue. Dan lagi-lagi tergantung semua itu dari kesanggupan kemampuan pemilik rumah.
12. Alat perlengkapan apakah yang dipersiapkan dalam penyambutan ritual turunnya Dewa Dapur?
Jawab:
Alat perlengkapan ketika ritual persembayangan menyambut turunnya Dewa Dapur yatitu selalu menyiapkan lilin, dupa, permen-permen, air teh, kue-kue. Dan lagi-lagi tergantung semua itu dari kesanggupan kemampuan pemilik rumah.
13. Dimana biasanya memuja Dewa Dapur? (foto, patung) Jawab:
Di dapur dong karena, namanya Dewa Dapur, membuat altar kecil di Dapur dengan sebuah papan nama di atasnya. Foto ataupun patung jarang di Indonesia di temukan.
14. Biasanya, bagaimana pelaksanaan berjalan prosesi ritual kepada Dewa Dapur?
Jawab:
Berjalannya prosesi ritual kepada Dewa Dapur yaitu ketika semua alat perlengkapan sudah dipersiapkan dan semua orang telah berkumpul (satu keluarga) maka yang dahulu melakukan sembahyang yaitu orang tua dahulu setelah itu anak-anak. Makanan yang menjadi sesembahan dimakan bersama-sama karenasupaya mendapatkan berkah.
15. Apakah penyembahan Dewa Dapur dilakukan seorang (individu) atau berjama’ah (bersama-sama)?
Jawab:
Biasa umumnya dilakukan individu. Tetapi boleh dilakukan secara jama’ah tergantung keadaan anggota keluarga.
16. Dewa Dapur ini kan dikatakan Dewa Keluarga, apakah semua anggota keluarga memuja Dewa Dapur? Atau hanya sebagaian anggota keluarga saja? Jawab:
Baiknya semua anggota melakukan sembahyang penghormatan kepada Dewa Dapur. Tetapi karena bukan bentuk keharusan. Maka hanya sebagian orang di anggota keluarga yang menghormati Dewa Dapur. Apalagi pada zaman sekarang anak-anak muda sudah meninggalkan tradisi ini.
17. Doa khusus (keinginan) apakah yang dipanjatkan (diharapkan) saat perayaan ritual Dewa Dapur? (apa yang diminta saat berdoa kepada DewaDapur) Jawab:
Karena Dewa Dapur adalah dewa keluarga yang mengawasi dan menjaga prilaku keluarga. Maka oleh sebab itu permintaan yang dipanjatkan saat prosesi sembahyang kepada Dewa Dapur yaitu supaya mendapatkan keberkahan,mendapatkan kebaikan, dan supaya dijaga akhlak prilaku keluarga. Dan saat pemanjatkan doa ini ketika pada saat kenaikan Dewa Dapur ke langit dan yang dipinta yaitu supaya melaporkan prilaku anggota keluarga yang baik-baik kepada Tuhan.
18. Adakah amalan khusus yang dilakukan saat tiba perayaan ritual Dewa Dapur?
Jawab:
Tidak ada amalan khusus yang dilakukan ketika tiba perayaan ritual Dewa Dapur. Biasanya hanya bersih-bersih rumah dan altar sembahyangan karena ritual Dewa Dapur jatuh seminggu sebelum tiba hari raya Imlek.
19. Apakah ada hari, bulan, atau tanggal khusus lagi selain hari raya Imlek dalam ritual Penyembahan Dewa Dapur?
Jawab:
Biasanya pada tanggal hari kelahiran Dewa Dapur, anggota keluarga biasanya melakukan persembahyangan. Tetapi pada zaman sekarang sudah jarang ditemukan ritual kelahiran Dewa Dapur.
20. Ada tidak perubahan pemujaan dari masyarakat tradisional dengan zaman modern ? yang berkaitan dengan model dapur, yang mana kaitan Dewa Dapur dahulunya dengan Tunggku.
Jawab:
Jelas ada berbedaannya. Karena Dewa Dapur tidak punya ajaran yang tertulis yang berupa fatwa atau kitab suci. Anak-anak muda pada zaman sekarang
116
tidak mudah percaya akan tradisi ini dengan begitu saja terhadap Dewa Dapur karena mereka anggap hanya sebuah lengeda dan dongeng atas keberadaannya. Sekarang tinggal bagaimana orang tua yang bisa menjelaskan tradisi ritual Dewa Dapur.
HASIL WAWANCARA
Pertanyaan Penelitian di Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi Tentang Dewa Dapur
Nama (interview) : Pak Ing Suhendi Jabatan : Pandita Tridharma
Alamat: Babelan
Penganut (kepercayaan): Buddha Tridharma Tanggal: 07 Mei 2017
1. Ajaran (Doktrin) apakah yang kalian percayai dari penyembahan Dewa Dapur?
Jawab:
Dewa Dapur adalah sosok dewa yang hidup dari sebuah lengeda cerita rakyat. Dewa Dapur adalah dewa yang dianggap membawa keberuntungan dan keberkahan dalam sebuah kehidupan rumah tangga (keluarga). Dan lengenda yang beredar bahwa Dewa Dapur digambarkan sesesok sepasang laki-laki dan perempuan yang menjadi Dewa dan Dewi Dapur.
2. Sebenarnya, lebih cocok (tepat) dikatakan Menyembah, Memuja atau kata Menghormati yang dikaitkan dengan ritual terhadap Dewa Dapur?
Jawab:
Oh,, Lebih cocok dengan bahasa menghormati. Karena, orang yang kita sucikan atas perbuatannya.
3. Bagaimana cara perhitungan tanggal Imlek dalam menentukan perayaan Dewa Dapur?
Jawab:
Ada 2x perayaan untuk ritual persembahyangan kepada Dewa Dapur yaitu yang pertama jatuh pada tanggal 24 bulan12 pada penanggalan Imlek yaitu seminggu sebelum hari raya Imlek. Yang mana disebut sebagai perayaan naiknya Toapekong Dapur ke langit untuk melapokan prilaku keluarga yang
118
ada di rumah. Yang kedua, pada tanggal 4 bulan 1 penanggalan Imlek yaitu 3 hari setelah perayaan Imlek disebut sebagai ritual persembahyangan Toapekong Dapur turun untuk bertugas kembali dan membawa berkah untuk keluarga.
4. Apakah semua komunitas Agama Tridharma merayakan perayaan Dewa Dapur?
Jawab:
Kalau penganut Tridharma pada umumnya merayakan perayaan Dewa Dapur. Karena Dewa Dapur adalah sebuah legenda yang bangun oleh masyarakat Tionghoa di Cina sebagai sebuah Tradisi. Dan penganut Tridharma pasti keturunan Tionghoa yang kebanyakan akan menjalankan tradisi perayaan menghormati Dewa Dapur.
5. Adakah keharusan untuk menyembah Dewa Dapur untuk penganut Tridharma?
Jawab:
Tidak ada kaharusan atau kewajiban dalam menghormati Dewa Dapur.karena, Dewa Dapur adalah dewa yang dibangun atas dasar legenda yang tidak disyariatkan secara tertulis. Dewa Dapur merupakan dewa sebagai bentuk simbolis sebagai dewa yang berfigur mendapatkan tugas untuk mengawasi keluarga.
6. Jika keharusan, Apa sanksi yang didapat kalau tidak menyembah Dewa Dapur?
Jawab:
Tidak ada sanksi karena perayaan Dewa Dapur merupakan sebuah tradisi. Ketika tradisi itu tidak dijalankan tidak ada sanksi tertulis di dalamnya. 7. Apakah ada batasan Umat Tridharma dalam merayakan ritual Perayaan Ritual
Tridharma (contoh komunitas orang Tionghoa)? Jawab:
Tidak ada batasan. Karena dasarnya adalah keyakinan. Ketika seseorang peryaca kepada Dewa Dapur maka dipersilahkan untuk menghormatinya kalaupunmereka bukan dari kalangan Tridharma atau keturunan Tionghoa.
8. Fungsi dan peran apa yang kalian ketahui dari kalian menyembah Dewa Dapur?
Jawab:
Fungsi dan peran Dewa Dapur salah satunya sebagai motivasi di dalam keluarga untuk selalu berbuat baik dan menjalankan kehidupan berkeluarga yang baik. Mengawasi dan mengevaluasi keadaan keluarga. Apakah bersifat baik atau buruk.
9. Makna apa yang didapat dari penyembahan Dewa Dapur? Jawab:
Makna yang didapat dari penyembahan Dewa Dapur yaitu mendapatkan keberkahan dari Dewa Dapur. Dan menjadikan personil keluarga menjadi baik.
10. Taukah anda asal-usul (sejarah/mitologi) Dewa Dapur? Jawab:
Hidup seorang suami istri yang sangat miskin. Karena sangat miskin kehidupannya sang suami tega menjual istrinya kepada hartawan yang sangat kaya. Uang dari penjualan istrinya dihabiskan untuk bermain judi. Akhirnya kehidupan sang suami semakin miskin dan melarat. Suatu hari hartawan yang membeli istrinya melakukan bakti sosial membagian sumbangan kepada fakir miskin. Dan suaminya yang mendengar itu langsung datang untuk mengantri. Istrinya melihat suaminya ikut mengantri. Sang istri merasa kasian atas kemiskinan yang semakin oleh mantan suaminya. Sang istri ingin memberikan sumbangan kepada sang suami, tetapi suami berada dibarisan urutan belakang karena sang istri membagikan sumbangan dari urutan barisan paling depan. Istri merasa kasihan karena sang suami tidak kebagian sumbangan. Keesokan harinya sang istri berinisiatif untuk membagian sumbangan dari barisan belakang. Tetapi suami berada dibarisan paling depan dan akhirnya sang suami tidak mendapatkan sumbangan lagi. Sang istri merasa kasihan dan merubah pemikiran bahwa besok akan membagikan sumbangan dari barisan yang tengah. Tetapi keesokan harinya sang istri tidak melihat mantan suaminya. Teryata suaminya telah meninggal dunia. Sang istri sangat terpukul dan sedih mendengar kabar tersebut.
120
Dari kesetian tersebut Tuhan mengangkat suaminya dan istrinya menjadi Dewa Dapur.
11. Alat perlengkapan apakah yang dipersiapkan sebelum melakukan ritual penyembahan kenaikan Dewa Dapur?
Jawab:
Karena, perayaan Dewa Dapur adalah bentuk persembahyangan. Maka, Yang di persiapkan dan yang dibutuhkan adalah lilin yang memiliki arti lambang penerangan, dupa yang memiliki arti keharuman, air teh dan air putih
12. Alat perlengkapan apakah yang dipersiapkan dalam penyambutan ritual turunnya Dewa Dapur?
Jawab:
Sama seperti dengan ritual saat kenaikan Dewa Dapur, tidak ada perbedanya semua itu tergantung dengan kemampuannya.
13. Dimana biasanya memuja Dewa Dapur? (foto, patung) Jawab:
Di dapur, karena namanya Dewa Dapur, penyembahan ritualnya yah, di dapur karena,altar dibuat di dapur. Sedangkan di kelenteng tidak di dapur melainkan ditempat jajaran para Dewa. Yang membedakanya berada dibelakangdari para-para dewa. Dan tidak beruba foto atau patung melainkan tulisan nama Dewa Dapurdi depan altar.
14. Biasanya, bagaimana pelaksanaan berjalan prosesi ritual kepada Dewa Dapur?
Jawab:
Tidak ada ritual prosesi yang khusus, karena dewa keluarga, maka sembayangan keluarga saja. Biasanya dimulai dari orang tua dan lalu anak-anaknya.
15. Apakah penyembahan Dewa Dapur dilakukan seorang (individu) atau berjama’ah (bersama-sama)?
Jawab:
Pada umumnya individu. Tetapi ketika dirumah, persembahyangan dilakukan bersama anggota keluarga Pasti berjamaah. Tetapi bergantian.
16. Dewa Dapur inikan dikatakan Dewa Keluarga, apakah semua anggota keluarga memuja Dewa Dapur? Atau hanya sebagaian anggota keluarga saja? Jawab:
Seperti tadi yang saya katakan bahwa ada yang melaksanakan persembayangan kepada Dewa Dapur ada yang tidak. Tetapi pada umumnya kalau yang beragama Tridharma pasti menghormati Dewa Dapur. tetapi karena sebagai bentuk penghormatan maka ada yang melaksanakan ada yang tidak. Tetapi biasanya setiap pernikahan orang Tionghoa pasti semua keluarga melakukan ritual persembahyangan Dewa Dapur. karena ada nilai moral yang di ambil dari legenda Dewa Dapur seperti nilai kesetiaan.
17. Doa khusus (keinginan) apakah yang dipanjatkan (diharapkan) saat perayaan ritual Dewa Dapur? (apa yang diminta saat berdoa kepada DewaDapur) Jawab:
Tidak ada doa khusus yang dipanjatkan kepada Dewa Dapur. Doa yang dipanjatkan Tergantung kepada kebutuhan yang di pinta pada Dewa Dapur tergantung kebutuhan yang dibutuh oleh keluarga.
18. Adakah amalan khusus yang dilakukan saat tiba perayaan ritual Dewa Dapur?
Jawab:
Tidak ada amalan khusus yang dilakukan saat tiba perayaan ritual Dewa Dapur. Tapi, biasanya karena ritual ini jatuhnya sebelum perayaan harai raya Imlek anggota keluarga biasanya melakukan bersih rumah dan bersih-bersih altar dewa-dewa.
Dan biasanya melakukan sedekah membagi-magi makanan kepada keluarga. 19. Apakah ada hari, bulan, atau tanggal khusus lagi selain hari raya Imlek dalam
ritual Penyembahan Dewa Dapur? Jawab:
kan tadi sudah saya jelaskan bahwa yang khususnya kan pada hari raya Imlek yaitu pada tanggal 24 bulan 12 Toapekong Dapur naik, dan tanggal 4 bulan 1 Toapekong Dapur turun. Sedangkan perayaan yang tidak khususnya yaitu dirayakan pada saat ada perayaan pernikahan. Setiap pernikahan orang
122
Tionghoa, harus melakukan ritual persembahyangan kepada Dewa Dapur supaya dalam menjalankan bahtera rumah tangga mendapatkan keberkahan. 20. Ada tidak perubahan pemujaan dari masyarakat tradisional dengan zaman
modern, yang berkaitan dengan model dapur yang mana kaitan Dewa Dapur dahulunya dengan Tunggku!
Jawab:
Jujur saya saya katakan bahwa pada umumnya pada zaman sekarang sudah tidak ada yang mengunakan tungku untuk memasak, sudah pada mengunakan kompor gas. Tetapi apapun dapurnya mengunakan tungku ataupun pakai kompor gas Dewa Dapur tetap ada. Walaupun Dewa Dapur tidak dihormati atau diabaikan, Dewa Dapur tetap ada. Esesnsinya Dewa Dapur tetap di puja dan tetap ada didalam keluarga.
HASIL WAWANCARA
Pertanyaan Penelitian di Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi Tentang Dewa Dapur
Nama (interview) : Bapak. Drajat
Alamat: Jalan Pejuang No. 9 Bekasi Utara Penganut (kepercayaan) : Buddha Tridharma Tanggal: 27 April 2017
1. Ajaran (Doktrin) Apakah yang Bapak ketahui tentang penyembahan Dewa Dapur?
Jawab :
Dewa Dapur adalah Dewa yang tinggalnya dirumah yang memiliki tugas menata kehidupan yang berkaitan dengan rumah tangga yang tinggal ditatanan rumah tinggal. Dewa Dapur adalah dewa yang mengatur (manage) rumah tangga. Dengan tujuan supaya penghuni rumah bisa mengatur kehidupan rumah tangga. Dengan contoh : tinggalnya Dewa Dapur ditatanan rumah tangga supaya penghuni rumah hidup rukun, prilaku berakhlak baik dan bertaggung jawab atas kewajibannya. Dewa Dapur sebagai Dewa yang mengarah kepada acuan hidup untuk memikirkan hidup setelah hari esok. 2. Sebenarnya, lebih cocok (tepat) dikatakan Menyembah, Memuja atau kata
Menghormati yang dikaitkan dengan ritual terhadap Dewa Dapur? Jawab:
Penyembahan ritual terhadap Dewa Dapur lebih cocok dengan bahasa “Menghormati/ bentuk penghomatan”, karena kata menghormati mengandung arti bukan meminta tetapi, untuk mendapatkan keberkahan dari bentuk penghormatan kepada Dewa Dapur. Sedangkan kata memuja mengandung sifat yang artinya meminta yang mengarah ke perbuatan musyrik kepada sesuatu yang ghaib yang tidak terlihat. Penghormatan kepada Dewa Dapur hanya sebuah bentuk simbolik dalam hidup untuk mendapat keberkahan.
124
3. Bagaimana cara perhitungan tanggal Imlek dalam menentukan jatuhnya perayaan Dewa Dapur?
Jawab:
Perhitungan jatuhnya perayaan Ritual Dewa Dapur tidak mengikuti pertanggalan Nasional atau masehi melainkaan melihat pertanggalan Imlek. Yang mana penanggalan imlek dilihat dari sistem penglihatan bulan. Jatuhnya perayaan Dewa Dapur dihitung seminggu sebelum jatuhnya Hari Raya Imlek. Satu bulan dalam penanggalan imlek terdiri dari 31 atau 30 hari dan jika perayaan Dewa Dapur itu semnggu sebelum tanggal satu jadi jatuhnya pada tanggal 24/25 bulan ke 12 imlek sebagai tanggal riual kenaikan Dewa Dapur naik kelangit, dan melakukan ritual yang sama pada tanggal 3 bulan 1 imlek sebagai persembahyangan ritual menyambut turunnya Dewa Dapur dari langit. 4. Apakah semua komunitas Agama Tridharma merayakan perayaan Dewa
Dapur? Jawab:
Tidak semua Komunitas atau orang yang memiliki kepercayaan Tridharma menghormati dan melalukan penyembahan ritual kepada Dewa Dapur. Karena suatu bentuk penghormatan adalah muncul dari kesadaran diri pribadi. Dan pada zaman sekarang Ritual penghormatan Dewa Dapur dianggap sebagai urusan orang tua dan orang muda yang hidup di zaman sekarang dianggap tidak memiliki keharusan, orentasi pemikiran tersebut sebagai bentuk benturan budaya.
5. Adakah keharusan untuk menyembah Dewa Dapur untuk penganut Tridharma? Jawab:
Menghormati atau menjalani ritual terhadap Dewa Dapur bukan sebagai bentuk keharusan yang memiliki arti wajib sebagai pemeluknya karena sebagai bentuk kesadaran diri bentuk penghormatan terhadap Dewa Dapur, tetapi kalau mengacu kepada kebudayaan kuno itu adalah bentuk kepantasan. Karena Dewa Dapur dianggap sebagai Dewa yang memiliki tugas menjadi perwakilan Tuhan Yang Maha Esa.
6. Jika keharusan, Apa sanksi yang didapat kalau tidak menyembah Dewa Dapur? Jawab:
Tidak ada sanksi ketika seseorang penganut Tridharma tidak menjalankan Ritual penghormatan kepada Dewa Dapur. Karena ritual menghormati Dewa Dapur adalah sifat kesadaran diri sendiri. Dan tidak memiliki hukuman (sanksi) secara tertulis.
7. Apakah ada batasan Umat Tridharma dalam merayakan ritual Perayaan Ritual Tridharma (contoh komunitas orang Tionghoa)?
Jawab:
Menjalankan Ritual penghomatan terhadap Dewa Dapur tidak memiliki batasan siapa saja orang bisa menjalankan ritual ini sejauh mereka menyakini. Kalau dilihat keindonesian riual ini sudah bercampur antara tradisi dan budaya. Karena kita Bhinneka jadi siapapun bebas menjalani atau tidak.
8. Fungsi dan peran apa yang kalian ketahui dari kalian menyembah Dewa Dapur?
Jawab:
Fungsi Dewa Dapur secara umum adalah sebagai Dewa yang memiliki tugas perwakilan Tuhan untuk menata dan menggatur rumah tangga. Bukan hanya manata bentuk pemberian rizki dalam urusan perut saja, melainkan memiliki fungsi mengkontrol prilaku penghuni rumah yang berupa moral dan akhlak serta memberikan motivasi semangat hidup.
9. Makna apa yang didapat dari penyembahan Dewa Dapur? Jawab:
Yang didapat dari menjalankan ritual penghormatan Dewa Dapur yaitu mengandung banyak nilai positif yaitu menjadikan hidup hemat, memiliki semangat hidup, memiliki prilaku yang baik, dan menjadikan kehidupan rumah tangga yang rukun.
10. Taukah anda asal-usul (sejarah/mitologi) Dewa Dapur? Jawab:
Saya tahu bahwa keperyaan terhadap Dewa Dapur dibangun dari mitologi legenda zaman terdahulu. Kira-Kira 1000 SM kepercayaan terhadap Dewa Dapur telah ada dari Dinasti Sou dan Dinasti Tang. Yang mana dahulu Dewa Dapur di personifikasikan dengan Dewa dengan figur nenek-nenek yang berbaju merah. Dan merah melambangkan dengan api. Karena dahulu sebelum
126
adanya Dewa Dapur, manunia lebih dahulu memuja Api sebagai unsur utama di dapur. Api dilambangkan warna merah yang memiliki arti berani.
11. Alat perlengkapan apakah yang dipersiapkan sebelum melakukan ritual penyembahan kenaikan Dewa Dapur?
Jawab:
Sembahyang kenaikan Dewa Dapur ke langit dikatakan sebagai ritual Toapekong naik. Dan Alat perlengkapan untuk sembahyang kenaikan Dewa Dapur yaitu banyak variasinya tergantung daerah kebisaan adat kebiasaan yang sudah dijalankan disuatu daerah. Dan juga menyeseuaikan ekomomi yang dimiliki pemilik rumah. Kalau hanya sanggup menyediakan nasi untuk menghantarkan Dewa Dapur itupun tidak masalah. Sifat menyediakan sesaji untuk ritual tidak memaksakan.
Dan biasanya Perlengkapan sesaji yang disuguhkan untuk Dewa Dapur yang biasa dilakukan di kelenteng yaitu :
Nasi beserta lauknya yang sudah matang, arak putih, buah-buahan, makanan