PERSEPSI UMAT TRIDHARMA KELENTENG HOK LAY KIONG BEKASI DALAM RITUAL PEMUJAAN DEWA DAPUR
A. Persepsi Umat Tridharma Tentang Dewa Dapur
Tiongkok merupakan salah satu negara yang terkenal dengan mitologinya. Arti mitologi secara etimologi berasal dari kata myth yang berasal dari kata mitos dalam bahasa Yunani yang bermakna cerita atau sejarah yang dibentuk dan diriwayatkan sejak dan tentang masa lampau.1 Dari mitologi tersebut kepercayaan masyarakat Cina dibangun untuk mempercayai terhadap suatu kekuatan yang dapat mengendalikan hidup dan menentukan nasib mereka merupakan kepercayaan yang turun-menurun diyakini oleh masyarakat Cina. Kepercayaan tersebut dipercayai bahwa ada kekuatan yang diwujudkan dalam bentuk dewa yang berupa roh yang diyakini bisa membantu manusia dalam mengatasi permasalahan yang ada di kehidupan dunia.
62
Makna mitos dalam sebuah agama nampak memiliki fungsi dan tujuan penting dari perjalanan terbentuknya agama. Mitos memiliki serangkain simbol dari identitas agama yang disatukan dan disusun dalam bentuk cerita perjalanan agama. Adanya mitos membuat kesadaran manusia berubah-rubah menurut kebiasaan budaya yang dibangun atas kepercayaan tersebut. Suatu mitos religius bukanlah sekedar kontemplasi intelektual, bukan pula suatu hasil penalaran, melainkan lebih merupakan orientasimental dan spiritual yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan yang Ilahi (sosok yang diagungkan).2
Mitos menjelaskan eksistensi dunia maupun manusia. Karena mitos dimengerti sebagai suatu cerita yang mengkisahkan kebenaran yang mengesampingkan metode ilmiah dan memang tidak dapat dibahasakan secara ilmiah. Mitos berfungsi sebagai pengukuh kenyataan suci. Di dalam mitos dianggap memiliki daya untuk memikat kebenaran yang berujung kepada hal yang membawa keselamatan jika mempercayainya. Mitos memiliki daya pikat dan kekuatan kepada penganut agama yang menjadikan mitos memiliki makna yang bisa mengasosiasikan sebuah ritus keagamaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.3
Disisi lain, sebuah mitos menyebar dalam kebeberapa aspek dalam agama, salah satunya tipe ketuhanan. Masyarakat Cina merupakan masyarakat yang memiliki tipe ketuhanan bersifat politeisme, yaitu percaya
2 Mariasusa Dhavamony, Fenomenologi Agama (Yogyakarta: Penetbit Kanisius, 1995), h. 162.
terhadap banyak dewa. Pada awal mulanya dewa-dewi dalam mitologi Cina digambarkan berdasarkan khayalan rekayasa pikiran berupa gambaran makhluk seperti manusia atau manusia yang telah meninggal yang diberi kemampuan lebih karena perbuatan baiknya. Imajinasi ini kemudian berkembang menjadi sebuah dunia lain yang memiliki kaitan kedekatan hubungan yang mirip dengan mekanisme kehidupan dunia manusia yang nyata.
Seperti penjelasan bahwa awal mulanya Dewa Dapur adalah seorang manusia biasa yang memiliki kesalahan. Tetapi, karena dipenghujung kehidupanya menyesali perbuatan atas kesalahannya. Tuhan mengangkat-Nya menjadi Dewa Dapur yang memiliki tugas untuk mencatat perbuatan manusia di dalam keluarga. Ini tersebut serupa dengan yang dikatakan Bapak Agus dalam wawancara yang menyatakan:
”Dewa Dapur adalah Dewa yang awalnya adalah manusia biasa. Dan karena sifat penyesalan atas kesalahan atas segala dosa yang diperbuat-nya dengan bunuh diri, arwah dari manusia ini, Tuhan
mengangkat-Nya Menjadi Dewa Dapur.”4
Dewa Dapur disini masuk dalam kategori setengah dewa. Yang dalam bahasa inggis adalah ‘demigods’. Dalam kamus Inggris-Indonesia yang disusun oleh John M. Echol dan Hassan Shadily,5 kata ‘god’ berarti dewa, sedangkan ‘demigods’ berarti setengah dewa. Pengetahuan tentang dewa diketahui bahwa dewa tidak menjelma sebagai manusia meskipun ia
4 Bapak Agus, Wawancara Pribadi, Kantor Yayasan Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi, 4 Mei 2017.
64
direpsentasikan sebagai sosok manusia yang dipuja di altar. Sedangkan setengah dewa merupakan manusia yang didewakan. Yang pada zaman dahulu pernah hidup dan disuatu zaman kemudian mulai dipuja. Oleh karena itu, Dewa Dapur berasal dari seorang manusia yang didewakan termasuk dalam kategori ‘legendary demigods’ atau manusia setengah dewa.
Cerita legenda kemunculan Dewa Dapur di atas menandakan adanya keanekaragaman. Dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya kisah Dewa Dapur yang berkembang di antara masyarakat Cina maupun Indonesia menunjukan bahwa kisah legenda mitos Dewa Dapur sangatlah kaya dan tetap hidup dalam masyarakat, khususnya keturunan Tionghoa seperti yang ada di Kelenteng Hok Lay Kiong, di Bekasi.
Dari penjelasan di atas menjelaskan bahwa Manusia secara ilmiah memiliki konsep-konsep intristik tentang makna. Manusia membangun soal pengertian akan konsep-konsep yang ada melalui pengaruh tradisi dan pengalaman-pengalaman pribadi yang sangat terbatas. Dan dengan makna ini sesuatu memiliki arti yang berbeda-beda tergantung situasinya. Situasi disini digambarkan dari cara interpretasi yang disadarkannya oleh pengalamannya yang menjadi sejarah pengalaman hidup seseorang. Karena, sejarah adalah saksi yang setia dalam menunjukan bagaimana interprestasi subjektif tentang makna.
Makna tersebut dikaitkan dengan apa yang dimaksud dengan siapakah Dewa Dapur?. Dewa Dapur dapat didefinisikan sebagai sesosok dewa yang
tinggalnya di sebuah rumah tangga yang posisinya adalah di dapur. Dewa Dapur disini memiliki posisi penting dalam kehidupan keluarga dan rumah tangga orang Cina. doktrinnya akan tetep terjaga dimanapun keturunan Tionghoa tinggal.Perkembangan kepercayaan tradisi ritual Dewa Dapur di keturunan Tionghoa menjadikan banyaknya definisi yang berbeda dari para penganutnya, khusunya masyarakat yang memiliki kepercayan Tridharma.
Di bawah ini merupakan definisi tentang pengetahuan yang diketahui atas Dewa Dapur yang penulis dapatkan dari penganut kepercayaa Tridharma atau masyarakat yang berketurunan Tionghoa di kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi:
1. Dewa Dapur menurut Bapak Drajat
Dewa Dapur adalah “salah satu dewa yang bertempat tinggalnya
di rumah. Dewa Dapur adalah dewa yang memiliki tugas menata seluk beluk kehidupan yang berkaitan dengan rumah tangga. Dewa Dapur adalah dewa yang mengatur (manage) rumah tangga. Dengan tujuan supaya penghuni rumah bisa mengatur kehidupan rumah tangga dengan baik. Dengan contoh : tinggalnya Dewa Dapur ditatanan rumah tangga supaya penghuni rumah hidup rukun, prilaku berakhlak baik dan bertaggung jawab atas kewajibannya. Dewa Dapur sebagai Dewa yang mengarah kepada acuan hidup untuk memikirkan hidup setelah hari esok.”6
2. Dewa Dapur menurut Bapak Agus
Dewa Dapur adalah: “Dewa yang berasal dari ajaran tradisi
Taoisme. Dewa Dapur adalah dewa yang berada di dapur yang bertugas mengawasi penghuni anggota rumah serta mencatat perbuatan prilaku keluarga pemilik rumah untuk dilaporkan kepada pengguasa langit yang berada di langit.”7
3. Menurut Bapak Ing Suhendi
6Bapak Drajat, Wawancara Pribadi, Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi, 27 April 2017.
7Bapak Agus, Wawancara Pribadi, Kantor Yayasan Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi, 4 Mei 2017.
66
Dewa Dapur adalah: “sosok dewa yang hidup dari sebuah lengeda
cerita rakyat. Dewa Dapur adalah dewa yang dianggap membawa keberuntungan dan keberkahan dalam sebuah kehidupan rumah tangga (keluarga). Dan lengenda yang beredar bahwa Dewa Dapur digambarkan sesesok sepasang laki-laki dan perempuan yang menjadi Dewa dan Dewi Dapur.”8
Dari beberapa keterangan definisi di atas yang dipaparkan oleh pengetahuan masyarakat kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi. Penulis mengambil benang merah bahwa Dewa Dapur adalah salah satu diantara banyaknya dewa yang dipercayai oleh orang Tionghoa. Dan Dewa Dapur adalah salah satu dewa yang termasuk dalam katagori Dewa Penjaga Rumah. Dewa Penjaga Rumah dipercaya dan dipuja oleh seluruh keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Dipercayai bahwa Dewa Dapur dapat memberikan perlindungan, keamanan, kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan setiap rumah tangga dan anggotanya. Dan salah satu dewa yang bisa memberikan banyak keberkahan jika kita menghormatinya.
Disisi lain, Secara khusus agama kepercayaan orang Tionghoa menggolongkan para dewa yang dianggap Roh Suci yang dipujanya dalam 3 penggolongan utama, yaitu:
1. Dewata penguasa alam semesta yang mempunyai wilayah kekuasaan langit. Para Dewata golongan ini dipimpin oleh Dewata tertinggi yaitu Yu Huang Da Di.
8Bapak Ing Suhendi, Wawancara Pribadi, Kantor Yayasan Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi, 6 Mei 2017.
2. Dewata penguasa bumi, yang memiliki kekuasaan di bumi,. Kekuasaan mereka adalah dunia dan manusia, termasuk akhirat. Seperti Dewa hutam, Dewa Api, Dewa Bumi dan termasuk Dewa Dapur.
3. Dewa Penguasa Manusia yaitu para dewata yang tugasnya mengurus soal-soal yang bersangkuan dengan kehidupan manusia seperti: kelahiran, perjodohan, kematian, usia, rejeki, kekayaan kepangkatan dan lainya.9
Dari penggolongan di atas dapat diambil kebenarannya bahwa Dewa Dapur termasuk dalam kategori Dewata Penguasa Bumi yang memiliki tugas berkaitan yang ada di dunia dengan bermacam dimensi seperti dunia, manusia, dan termasuk akhirat. Walaupun sebenarnya semua Dewata termasuk malaikat langit tetapi, Dewata-dewata memiliki tugas masing-masing secara personal dalam mendapatkan mandatnya dari Tuhan. Dewa Dapur salah satu dewa pelindung yang populer dalam keluarga masyarakat Tionghoa karena, Dewa Dapur salah satu dewa penjaga yang tinggalnya di dalam rumah ditiap-tiap keluarga.