• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Hasil Wawancara

2. Hasil wawancara dengan para guru

Pertanyaan: Jawaban responden:

Apakah bapak dapat memberikan keterangan tentang SMP Tarakanita Solo Baru?

Responden dua:

Kalau kronologisnya secara pasti saya tidak hafal ya. Pada waktu itu kita punya output yang pertama dari SD. Dari SD itu pimpinan juga tahu bahwa orang tua siswa SD membantu tugas visi, misi suster CB amat besar, didukung oleh kharisma Sr. Maria, CB. Pada waktu itu cukup mempengaruhi orang tua sehingga dimintai apapun mau. Diantaranya ketika para lulusan alumni SD yang pertama itu diminta oleh suster untuk mendukung proses terbentuknya atau apa ya...katakanlah tonggak awal penerimaan siswa baru tanpa ada yang lari satupun. Jadi semua mendukung. Dari situ kemudian terus berkembang. Ah, mengenai bagaimana merengkrut manusia-manusia atau subjek fisiknya, prosesnya pendekatan

terhadap orang tua waktu itu. Dan orang tua sangat mendukung, terlebih ada orang tua yang namanmya Pak Timotius Darsono. Dulu ah memang sungguh berpengaruh dikalangan orang-orang katolik waktu itu. Ditambah Bapak Ignasius Sumarnohadi. Nah dua orang itu memang anaknya disekolahkan di sini. Responden 4:

Mengenai SMP Tarakanita, mulai di bangun ya sekitar tahun 1992. Waktu itu muridnya masih sangat sedikit. Ya kelasnya masih pinjam ruang SD dekat perpustakaan di lantai dua. Saranya juga sangat terbatas.

Responden 5:

Begini suster, dulu kan yang pertama di bangun itu adalah unit SD dan TK. Setelah beberapa tahun tepatnya tahun 1992 ya SMP Tarakanita mulai di bangun. Karena masih dalam proses pembangunan ya, sehingga siswa angkatan pertama waktu itu yang sekolah di sini ya masih menggunakan ruang SD untuk tempat belajar, sampai gedung ini selesai di bangun.

Bagaimana situasi sekolah saat itu?

Responden dua:

Dulu ketika gedung ini belum ada, dibelakang aula atas ada tiga ruang kelas yang belum pernah dipakai SD. Pada waktu itu masih terbatas karena belum memenuhi target seperti saat ini tetapi sudah buka SMP. Nah itu kalau tempatnya, sarananya dan lain-lainnya belum ada.

Apakah yang menjadi kekhasan dari sekolah ini?

Responden satu:

Yang jelas sekolah kita sudah punya nama bahwa imputnya jelek. Artinya ya imputnya memang jelek. Di sekolah mana-mana tidak diterima, lalu ditempat kita diterima. Tapi begitu kita proses, kita dampingi, dan juga dari usaha nereka tentunya, itu luar biasa melebihi dari yang diterima di negeri dan di mana-mana.

Responden dua:

Dalam perkembangannya eh secara tidak langsung kita sudah menerapkan eh penerapan nilai-nilai karakter. Itu secara tidak langsung. Kita sebenarnya

sudah lama menerapkannya, hanya landasan teorinya yang masih kurang. Ya dengan pendidikan karakter itu diantaranya kita keunikan masing-masing pribadi lalu kita bisa apa ya memberikan pelayanan sessuai dengan kemampuan pribadi. Contoh kalau anak ini terlambat, hukumannya begini, kalau yang lain lagi terlambat hukumannya begitu karena kita tahu kondisi anak yang sesungguhnya. Ini bagi saya sudah menanamkan nilai karakter yang menjadi kekhasan sekolah ini.

Lalu yang menonjol lagi bahwa isswa kita ini sedikit, tapi kita betul-betul memperhatikan subjek secara penuh. Ini bagi saya suatu hal yang perlu ditingkatkan terus-menerus. Saya pribadi tahu semua siswa di sini, juga teman-teman dan guru yang lainnya sehingga memudahkan dalam menyapa siswa. Ya menyapa dengan menyebutkan nama, sering berseda gurau seperti saat istirahat, ya tidak ada batasan antara siswa dan guru. Hanya kita juga sering kali menerapkan tata krama yang baik dan benar. Misalnya di sekolah bagaimana, di pasar bagaimana, di rumah bagaimana dan sebagainya. Bagi saya pengenalan guru pada siswa atau katakanlah kita sebagai pendidik itu perlu ya. Secara tidak langsung bila kita sudah mengenal anaknya ya kita mempunyai motivasi juga untuk ingin kenal orang tuanya. Hai ini ya sudah berjalan dan perlu untuk kami kembangkan terus-menerus.

Bagaimana dengan prestasi akademik siswa di sekolah ini?

Responden satu:

Ya dari segi prestasi akademik siswa di sekolah ini dulu tidak terlihat jelas ya. Emang selama ini ya lulus 100%. Ini sungguh luar peningkatan yang luar biasa. Paling tidak kita punya komitmen bahwa kita tidak hanya akademiknya ya suster...walau ya memang sampai terbatah-batah mendampingi mereka agar mereka juga punya nilai tambah. Kami tidak hanya mengajarkan mater semata-mata ya, namun juga tetap punya tanggungjawab membimbing dan menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak ya, agar mereka juga memiliki karakter yang lebih baik dari sebelumnya.

Bagaimana dengan situasi dan keadaan siswa yang sekolah di sini?

Responden satu:

Para siswa, dirumah mereka sudah banyak masalah. Di sini ya tinggal sisa-sisa energi. Jadi mereka konek

dalam pelajaran itu sudah luar biasa. Karena latar belakangnya mereka kurang diperhatikan, kurang cinta, kurang kasih sayang dari orang tua dan macam-macamnya. Kemudian juga ya karena faktor ekonomi mereka harus membantu orang tua.

Responden dua.

Dari segi kuantitas ya memang siswanya terbatas. Tapi ya target kita bukan saja kuantitas tetapi kualitas. Walaupun awalnya siswa yang masuk di sini nilainya dibawah garis rata-rata, bermasalah, tidak diterima di sekolah lain tapi dalam proses selanjutnya toh mereka juga berkembang menjadi pribadi yang baik, yang punya karakter yang kuat dan cukup berkualitas.

Responden tiga:

Pada umumnya siswa di sini adalah bermasah. Orang tuanya juga, Kebanyakan broken home. Imput siswa di sini sedikit sekali ya. Ada juga yang apatis, cuek, sering berontak, dan tak peduli pada orang tuanya. Ya ini sungguh membutuhkan kesabaran ya mendampingi anak seperti ini. Ya saya berusaha mendekati siswa tersebut, walau dengan susah paya membantunya, juga bekerjasama dengan orang tua...akhirnya juga ada perubahan dalam diri siswa tersebut. Ya memang tidak sekali jadi ya...butuh proses yang panjang. Tadinya apatis ya puji Tuhan lambat laun juga memiliki empati pada orang tuanya. Yang jelas setelah dari sini, mereka bisa kok menjadi pribadi yang dewasa, mandiri, bertanggungjawab, dan berkembang lebih baik dari yang sebelumnya.

Upaya apa yang dilakukan oleh bapak/ibu guru dalam meningkatkan

profesionalitas dalam bidang keguruan?

Responden satu:

Baik yang pertama kami dan teman-teman lakukan adalah berefleksi. Kalau pembaharuan itu kan dari dalam pribadi ya. Lalu dari teman-teman ya menemukan apa yang mesti harus dikembangkan, apa yang harus diperbaiki dan apa-apa yang harus dihilangkan. Dari situ muncul kemudian lewat komitmen dan penguatan bersama terlebih komitmen keteladanan bersama. Hal-hal yang baik lebih menguat daripada hal-hal yang buruk, lalu kita terapkan di dalam kelas. Dan memang kita harapkan supaya teman-teman kami semua ya, para guru

benar-benar ditantang sehingga hati, pikiran dan tindakan itu juga sama. Tidak hanya teori memberikan materi tetapi mengajak para siswa untuk terlibat, berpikir bersama dalam pembelajaran. Selain itu juga ya kami berusaha belajar dari teman-teman guru yang lainnya di luar sekolah kita. Baik teman guru yang ada di sekolah swasta seperti di Solo tapi juga belajar dari rekan-rekan guru yang ada di sekolah negeri lainnya. Karena kita juga punya jejaring ya dengan sekolah lainnya sehingga kita bisa saling belajar, saling sharing ya. Hasil belajar yang kita dapatkan itu, kita sharingkan pada teman-teman di sini. Entah saat istirahat atau saat makan bersama, karena untuk waktu khusus di sekolah ini acaranya sangat padat sekali, kenyataannya seperti itu.

Kalau dari pihak Yayasan ya memang pernah kami mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan mutu kami para guru. Kami menyadari ya Solo Baru memang agak jauh dari Yayasan tapi ya dengan sarana teknologi yang canggih ya kami bisa saling berkomunikasi melalui sarana tersebut.

Responden 4:

Ya untuk meningkatkan profesionalitas guru, ya kami juga bekerjasama dengan instansi pendidikan yang ada di kecamatan Grogol seperti dinas pendidikan dan kerjasama kita sungguh baik ya. Kadang kita juga mengundang pihak luar untuk memberikan pembekalan pada guru-guru di sini, sehingga ada hal baru yang didapat dan bisa dikembangkan dalam pelayanannya sebagai guru. Yang jelas juga bahwa ya dari pihak Yayasan tetap mengupayakan itu.

Administrasi apa saja yang diperlukan sebagai seorang guru?

Responden tiga:

Kalau administrasi yang diperlukan seorang guru ya protal, prosem, silabus, RPP, SP, dan lain sebagainya juga termasuk KKM. Ya kalau saya lengkap ya lengkap tanpa harus dikejar-kejar administrasi saya sudah jadi. Hanya dalam pelaksanaannya memang masih perlu dikembangkan ya, sesuai dengan kebutuhan yang kita hadapi terlebih di dalam kelas dengan siswa.

pembelajaran di sekoloah ini?

Menurut saya sudah cukup lengkap ya. Dulu saya membuat sarana belajar dari koran, atau majalah atau kalender yang berhubungan dengan mata pelajaran saya. Dan itu ada prosesnya sehingga membuat akrap dengan siswa. Kalau anak didekati secara pribadi otomatis anak punya semangat untuk belajar. Sekarang dengan adanya teknologi canggih ya, bisa buat powerpoint yang mempermudah kita untuk menyediakan sarana pembelajaran yang menarik. Karena menarik, anak ada rasa ingin tahu dan tertarik untuk belajar.

Dokumen terkait