• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Hasil Wawancara

Pada bagian ini penulis memaparkan hasil wawancara dengan informan tentang keterlibatan hidup menggereja OMK perantau di Paroki St. Maria Assumpta. Wawancara mengenai keterlibatan hidup menggereja OMK perantau di Paroki St. Maria Assumpta berlangsung pada 02 Januari 15 Maret 2020. Wawancara dilakukan dengan semiterstruktur, penulis memaparkan dengan kalimat yang teratur sehingga mudah dibaca oleh pembaca tanpa mengurangi keaslian informasi yang didapatkan dari informan. Hasil wawancara tersebut dirangkum penulis, berdasarkan observasi partisipatif dengan melibatkan dalam kegiatan OMK. Penulis mendapatkan gambaran keterlibatan hidup menggereja OMK perantau sebagai berikut :

1) Hal yang menarik merayakan Ekaristi ke Paroki St. Maria Assumpta

R2, Paroki St. Maria Assumpta mempunyai daya tarik dengan banyaknya OMK yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap hari Minggu saya merayakan Ekaristi di Paroki St. Maria Assumpta karena saya merasa nyaman, kecuali ada tugas di kapel Kampus Ministry di USD Mrican. Saya tinggal di daerah Mrican dekat Paroki Pringwulung, tetapi saya lebih suka ke Paroki St. Maria Assumpta. Saya sudah aktif di Paroki St. Maria Assumpta dengan lingkungan maupun umat di lingkungan tempat kos saya.

Informan R4, mengungkapkan ketertarikannya ke Paroki St. Maria Assumpta, karena datang dari jauh tidak mempunyai keluarga, tidak mempunyai saudara. Senang bergabung menjadi anggota lektor Paroki, St. Maria Assumpta, karena memiliki banyak teman dari berbagai daerah. Komunitas lektor saling memperhatikan antara anggota baru dan anggota lama, sapaan dari teman-teman sebaya, keterlibatan menjadi sarana perjumpaan dengan umat setempat. Paroki

St. Maria Assumpta memberikan perhatian OMK kupon makan gratis, anggota baru, tidak membeda-bedakan suku dan yang senior membimbing dan memberi semangat kepada anggota baru.

R1 mengungkapkan Ketertarikan ke Paroki St. Maria Assumpta karena merasa paroki menerima, mengayomi, melibatkan, mengikutsertakan OMK perantau terlibat dalam kehidupan menggereja. Keterlibatan OMK dalam hidup menggereja karena kebiasaan dari PIA dan PIR di Paroki asalnya. Hal yang menarik dapat berjumpa dengan teman-teman perantau menjadi faktor yang mendorong untuk bergabung. Di paroki dapat bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah. Merasa nyaman dan diterima dengan baik, paroki menjadi rumah yang aman.

Hari Minggu merayakan Ekaristi di Paroki St. Maria Assumpta, karena merasa nyaman dan diterima dengan baik. Paroki menjadi rumah yang nyaman menemukan orang tua dan teman-teman sesama perantau. Setiap hari Minggu merayakan Ekaristi di Paroki St. Maria Assumpta, sejak awal ia aktif dan terlibat dalam kegiatan di paroki. Mengungkapkan awalnya tidak aktif kegiatan di paroki, karena diajak teman bergabung di kelompok koor, pemazmur dan lektor.

R2 mengungkapkan ketertarikannya setiap hari Minggu merayakan Ekaristi di Paroki St. Maria Assumpta, karena banyak teman-teman kampus yang merayakan Ekaristi di paroki St. Maria Assumpta. Hal yang menarik terlibat yang bertugas banyak OMK perantau. Pernyataan yang diungkapkan ini yang mengungkapkan setiap hari Minggu merayakan Ekaristi di Paroki St. Maria

Assumpta, karena mempunyai daya tarik dengan banyaknya OMK perantau yang berasal dari berbagai daerah.

R7 mengungkapkan setiap hari Minggu merayakan Ekaristi di Paroki St. Maria Assumpta dan bergabung ke komunitas KOMPARI. Ajakan teman satu daerah membuat merasa nyaman bergabung dalam kegiatan keterlibatan menggereja. Hari Minggu merayakan Ekaristi di Paroki St. Maria Assumpta, karena mempunyai daya tarik dengan banyaknya OMK yang berasal dari berbagai daerah baik dari Indonesia bagian Timur maupun Sumatera yang berbeda suku dan adat kebiasaan.

R9 ketertarikan Paroki St. Maria bukan karena jaraknya dekat, karena banyak pilihan dengan banyaknya paroki yang dekat di wilayah Babarsari. Ketertarikannya setiap hari Minggu merayakan Ekaristi di Paroki St. Maria Assumpta, karena berjumpa dengan teman-teman. Hal yang mendorong terlibat dalam hidup menggereja, karena yang bertugas banyak OMK perantau yang terlibat. Ketertarikannya Paroki St. Maria karena merasa nyaman dengan lingkungan yang tidak membedakan dari mana asalnya.

2) OMK perantau merasa nyaman di Paroki St. Maria Assumpta

R1 mengungkapkan merasa nyaman dan diterima dan senang dengan sapaan dari Romo dan umat yang ramah dan bersahabat. Merasa nyaman dan krasan dengan sapaan dari Romo dan umat di lingkungan yang terbuka menerima dan melibatkan anak-anak kos. Sapaan dari Romo yang terbuka dan umat setempat yang menerima tidak membeda-bedakan dari mana asalnya dan sukunya.

R12, saya merasa nyaman dan diterima dan senang dengan sapaan dari para pastor juga umat di Paroki St. Maria Assumpta yang ramah dan bersahabat yang menerima dengan tidak membeda-bedakan.Saya merasakan persaudaraan dan perhatian yang tidak membedakan, baik dari Papua, Kalimantan, Sumatera merasakan diterima tanpa membedakan suku dan ras. Saya merasa krasan di paroki Paroki St. Maria Assumpta karena mengalami persaudaraan seperti di kampung saya. Para romo yang ramah, terbuka dan selalu menyapa terlebih dahulu.

Informan R4 mengungkapkan Orang Muda Katolik perantau merasa nyaman dengan sapaan dari pastor di paroki yang ramah, terbuka dan umat menerima dengan tidak membeda-bedakan. Merasakan persaudaraan dan perhatian yang tidak membedakan suku membuat nyaman. Diterima tanpa membedakan suku dan ras, merasa nyaman dan senang dengan sapaan dari Romo dan umat yang ramah dan bersahabat. Sapaan yang ramah membuat OMK perantau merasa senang. R10 mengungkapkan merasa nyaman dan krasan dengan sapaan dari umat setempat yang ramah dan terbuka. Sapaan dari Romo dan umat yang ramah dan selalu mengajak. Umat setempat yang ramah, di lingkungan memanggil kami dengan sebutan anak-anak kami, membuat kami merasa aman dan merasa berada di lingkungan keluarga sendiri.

3) Paroki Babarsari terbuka menerima OMK perantau

R10 dan R12 saya merasa Paroki St. Maria Assumpta terbuka mengakui dan menerima keberadaan OMK perantau. Paroki sangat terbuka dan melibatkan OMK perantau “sapaan orang tua dengan menyebut anakku” yang membuat merasa diterima sebagai OMK perantau di Paroki Babarsari. Sapaan yang membuat kita nyaman di paroki, biasanya umat di lingkungan selalu memanggil kami dengan sebutan anak-anak kami. Hal simpel, tetapi ini cukup membuat kami merasa berada di lingkungan keluarga sendiri.

Paroki St. Maria Assumpta menjadi Gereja universal artinya Gereja yang terbuka terhadap semua perantau. OMK perantau merasa diterima, diberikan kesempatan untuk berkembang, diayomi, dilibatkan, diikutsertakan dengan baik. OMK perantau merasa diterima, diayomi dan diikutsertakan. Paroki St. Maria Assumpta terbuka mengakui dan menerima keberadaan OMK perantau. Paroki St. Maria Assumpta terbuka menerima setiap OMK perantau yang datang. Sebagai OMK perantau merasa diterima, dilibatkan dan diikutsertakan. Sebagai OMK perantau merasa diterima, diayomi, dilibatkan dan diikutsertakan dalam kegiatan hidup menggereja.

R6 dan R7 saya sebagai OMK perantau diterima, diperhitungkan, diberikan kesempatan berkembang dalam kegiatan hidup menggereja. Paroki Babarsari memang terbuka mengakui keberadaan OMK perantau. Tetapi usulan kita sulit direspon, kalaupun di respon itu cukup lama. Makanya kalau ada yang OMK setempat, saat OMK perantau libur atau selesai studinya OMK yang bertugas akan tetap berjalan.

4) Paroki St. Maria Assumpta Melibatkan OMK

Informan R1 mengungkapkan mengungkapkan bertugas pada hari raya dipersiapkan dengan sungguh-sungguh dan di seleksi agar dapat melayani dengan baik. Paroki St. Maria Assumpta memberikan kepercayaan kepada OMK perantau mengembangkan bakat-bakat OMK. R2 mengungkapkan hal yang berbeda pendamping PIA mengungkapkan Paroki St. Maria Assumpta paroki mendukung kegiatan-kegiatan yang melibatkan OMK.

R3 mengungkapkan keterlibatan tidak hanya bertugas menjadi lektor, pemazmur, misdinar tetapi juga aktif di lingkungan kampus. Paroki juga memberikan sarana dan prasarana yang kami butuhkan seperti dana. Paroki

memberikan kepercayaan kepada OMK perantau bertugas dan mengembangkan bakat-bakat dengan memberikan kesempatan memimpin doa di lingkungan.

R12 saya merasakan Paroki St. Maria Assumpta memberikan kepercayaan kepada OMK perantau untuk mengembangkan bakat-bakat dengan memberikan sarana dan prasarana yang kami butuhkan saat perayaan Natal pembuatan gua Natal dipercayakan kepada OMK paroki. OMK bekerjasama dengan PAMJA untuk membantu menjaga keamanan. Yang terlibat dalam tugas-tugas lektor, pemazmur, koor didominasi oleh OMK perantau.

R6 merasakan Paroki St. Maria Assumpta memberikan kepercayaan kepada OMK perantau mengembangkan talenta dengan memberikan kesempatan. Perayaan Natal pembuatan Gua Natal yang dipercayakan kepada OMK. Pengalaman menjadi pengurus, Paroki mendukung kegiatan-kegiatan yang direncanakan. Hal yang perlu diperhatikan, yakni melibatkan OMK setempat. Paroki St. Maria Assumpta memberikan kepercayaan kepada OMK perantau dan OMK setempat perlunya bekerjasama.

5) Motivasi OMK perantau terlibat dalam hidup menggereja

Informan R1 mengungkapkan termotivasi terlibat dalam hidup menggereja di Paroki St. Maria Assumpta karena merasakan teman-temannya OMK perantau menerima tanpa membeda-bedakan. Termotivasi dan senang menjadi pendamping PIA di Paroki St. Maria Assumpta karena merasa nyaman dan krasan dengan lingkungan yang ramah. Bergabung menjadi anggota lektor Paroki St. Maria Assumpta, karena memiliki banyak teman-teman dari berbagai daerah yang beragam suku. Partisipasi dalam hidup menggereja, senang dapat mengenal

teman-teman dari berbagai daerah dan Perguruan Tinggi di wilayah Sleman, Yogyakarta.

Informan R5 mengungkapkan termotivasi terlibat di Paroki St. Maria Assumpta karena umat yang ramah dan bersahabat. Hal yang memotivasi terlibat dalam hidup menggereja karena di kelompok lektor, pemazmur, misdinar mahasiswa selalu ada regenerasi anggota baru. Keterlibatan dalam hidup menggereja berguna dan dapat dikembangkan saat kembali ke daerah. Mengungkapkan termotivasi dan senang berpartisipasi di paroki karena dewan paroki memberikan kepercayaan kepada OMK perantau untuk mengembangkan bakat-bakat dan kemampuannya dengan memberikan sarana yang dibutuhkan OMK perantau.

Informan R8 mengungkapkan termotivasi terlibat dalam hidup menggereja dalam hidup menggereja di Paroki St. Maria Assumpta, karena paroki mempunyai daya tarik dengan banyaknya OMK yang berasal dari berbagai daerah Indonesia Timur maupun Sumatera. Termotivasi terlibat dalam hidup menggereja di Paroki karena mempunyai daya tarik dengan banyaknya OMK dari berbagai daerah dan membentuk komunitas yang saling meneguhkan. Paroki St. Maria Assumpta karena banyak teman-teman kampus yang terlibat. Hal yang memotivasi terlibat dalam hidup menggereja di paroki, karena mendapat sahabat serta berkumpul bersama-sama melayani Tuhan. Partisipasi hidup menggereja, karena OMK perantau diterima dengan terbuka tanpa memandang suku.

6) Kesulitan OMK dalam hidup keterlibatan hidup menggereja

R12 saat mengalami kesulitan mereka tidak berani datang ke Paroki St. Maria Assumpta, karena tidak kenal orang di Paroki St. Maria Assumpta. Kesulitannya dari sudut pandang kami perantau adalah ketika ada anak-anak baru yang baru datang jika tidak bertemu dengan teman-teman OMK yang lama, mereka akan kesulitan untuk masuk ke dalam lingkungan Gereja. Jadi ini kembali kepada tugas kami yang sudah lama terlibat perlu aktif mengajak mereka bergabung.

Informan R1 mengungkapkan yang menjadi kesulitan saat ada teman-teman kurang percaya diri tampil di depan umum tetapi tidak dibantu. Kesulitan saat tugas di paroki bersamaan dengan tugas di kampus. Hal yang berbeda yang menjadi kesulitan dan tantangan yakni, antar OMK perantau dan OMK setempat kurang dalam bekerjasama di paroki. OMK perantau latar belakang berbagai suku dan adat kebiasaan, banyak dari teman-teman OMK tidak ke Gereja mereka mabuk-mabukan. Jika tidak dibantu mereka kesulitan masuk untuk terlibat dalam hidup menggerja di paroki. Sebagai pengurus perlu lebih aktif melibatkan OMK perantau dan OMK setempat.

Informan R7 menjelaskan menjadi ketua OMK perantau saat rapat dalam mendengarkan ide atau pendapat tidak mudah. Latar belakang berbagai suku dan kebiasaan, banyak dari teman-teman OMK tidak ke Gereja mereka mabuk-mabukan. R12 menuturkan hal yang senada menjadi kesulitan ketika ada OMK yang baru kurang diterima. Jika tidak dibantu mereka kesulitan masuk untuk terlibat dalam hidup menggerja di paroki. Sebagai pengurus perlu lebih aktif melibatkan OMK perantau dan OMK setempat.

7) Harapan OMK perantau terhadap Paroki Santa Maria Assumpta

Informan R1 mengharapkan Paroki St. Maria Assumpta semakin menjangkau OMK perantau untuk terlibat dalam hidup menggereja. Dewan paroki terhadap OMK perantau jangan dipandang sekedar antara atasan dan bawahan, tetapi perlu ada relasi yang membangun persaudaraan secara personal. OMK Perantau juga berani datang ke paroki saat mengalami persoalan-persoalan. OMK perantau mengharapkan Paroki membantu atau memberikan solusi bagi para OMK perantau yang terkadang mengalami kesulitan-kesulitan.

Informan R2 Paroki St. Maria Assumpta dapat menjangkau banyak OMK perantau ikut terlibat dalam hidup menggereja. Perlu adanya pengumuman ajakan untuk OMK perantau yang mau bergabung menjadi pendamping PIA. Terkadang banyak anak-anak OMK perantau, ketika di daerah asalnya aktif menjadi pendamping PIA dan mau menjadi pendamping PIA. Harapannya agar umat setempat menyapa banyak OMK perantau untuk terlibat dalam hidup menggereja. Banyak OMK perantau terkadang bingung mau mengikuti kegiatan yang cocok dengan kemampuanya.

R6. saya mengharapkan Paroki St. Maria Assumpta menjangkau banyak OMK perantau untuk terlibat dalam hidup menggereja, khusuanya OMK setempat. Misalnya, diawal tahun ajaran baru ada perayaan Ekaristi khusus menyambut OMK perantau yang studi di Perguruan Tinggi yang tinggal di wilayah Paroki St. Maria Assumpta. Harapannya antara dewan paroki dan OMK perantau relasi yang bersaudara, seperti orangtua dan anak-anaknya. Artinya bagaimana OMK perantau juga berani datang saat mengalami persoalan-persoalan di paroki dengan umat setempat.

Informan R8 mengungkapkan harapannya Paroki St. Maria Assumpta dapat menjangkau banyak OMK perantau. Paroki diharapkan membantu atau memberikan solusi bagi para OMK perantau yang mengalami kesulitan. Paroki perlu merangkul OMK perantau dan OMK setempat, perlunya saling bekerjasama dan saling mengenal. Dewan Paroki dan lingkungan dimana ada banyak OMK pendatang diharapkan lebih terbuka. Paroki perlu menjangkau OMK perantau dan OMK setempat. Paroki perlu membuat program yang dapat mempersatukan OMK perantau dan OMK setempat.

Informan R10 mengungkapkan harapannya Paroki St. Maria Assumpta diharapkan menjangkau OMK perantau terlibat dalam hidup menggereja. Maka, pentingnya adanya kerjasama OMK perantau dan OMK setempat. Paroki perlu menjangkau banyak OMK perantau untuk terlibat dalam hidup menggereja. Paroki perlu semakin terbuka, sehingga OMK perantau berani datang saat mengalami persoalan-persoalan. Harapannya Paroki St. Maria Assumpta semakin berkembang OMK perantau dan OMK setempat dapat saling bekerjasama dalam hidup menggereja dan di lingkungan.

Dokumen terkait