BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2015:334) analisis data adalah proses mencari dan menyusun data secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara. Catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
a. Studi Dokumen
Dokumen yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa arsip buku dan administrasi dari Paroki St. Maria Assumpta untuk mendapatkan informasi yang mendukung.
b. Wawancara semiterstruktur
Wawancara semiterstruktur di dalam pelaksanaanya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Wawancara semiterstruktur dengan informan mendapatkan informasi yang mendalam. Tujuan wawancara menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Peneliti menggunakan bantuan pedoman wawancara memudahkan dan memfokuskan pertanyaan yang akan diutarakan (Sugiyono 2018:223).
Wawancara semistruktur peneliti mendengarkan, ikut merasakan yang dialami karena peneliti menjadi bagian di dalamnya dengan yang diteliti. Pengumpulan data dengan wawancara semiterstruktur peneliti memperoleh
informasi lengkap dan sesuai dengan yang diharapkan. Dari data yang diperoleh dapat diketahui permasalahan yang dialami OMK perantau dan harapan-harapan OMK perantau dalam keterlibatan hidup menggereja.
Wawancara semiterstruktur menurut Sugiyono (2015:320) di dalam pelaksanaanya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti menggunakan bantuan pedoman wawancara untuk memudahkan dan memfokuskan pertanyaan yang akan diutarakan. Peneliti juga menggunakan alat bantu rekam untuk memudahkan dalam proses pengolahan data.
c. Observasi Parsipatif
Penulis memilih teknik pengumpulan data dengan observasi partisipatif, yaitu menggambarkan keadaan yang dialami oleh OMK perantau di Paroki St. Maria Asumpta Babarsari. Peneliti dengan observasi partisipatif melakukan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dengan ikut ambil bagian dalam kehidupan OMK perantau di Paroki yang diobservasi secara langsung dan terlibat di dalamnya. Wawancara dengan OMK perantau mendapatkan analisis yang baik dan melengkapinya dengan membaca serta studi pustaka.
2. Instrumen Penelitian
Pengambilan data di lapangan peneliti dibantu dengan pedoman wawancara, pedoman observasi, studi dokumen, alat rekam, dan alat dokumentasi. Hal ini dilakukan untuk memudahkan peneliti dalam pengambilan dan pengumpulan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan wawancara (Sugiyono 2015:305).
Rincian pedoman tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel Pedoman Studi Dokumentasi
Aspek Dokumen
Keterlibatan OMK perantau di Paroki Babarsari
1. Profil Paroki St. Maria Assumpta 2. Narasi paroki St. Maria Assumpta 3. Visi misi paroki St.Maria Assumpta
4. Arsip dokumen kegiatan OMK perantau
1. Pedoman Wawancara OMK perantau
Pedoman wawancara penelitian dengan pendekatan kualitatif menggunakan instrumen berupa pedoman wawancara karena dalam proses pengumpulan data menekankan pada wawancara terhadap informan untuk menggali pemahaman OMK perantau di Paroki St. Maria Assumpta dalam hidup menggereja dan peran serta OMK perantau. Berikut adalah pedoman wawancara dalam penelitian di Paroki St. Maria Assumpta.
Pedoman wawancara OMK perantau 1. Mengapa anda tertarik ke Paroki St. Maria Assumpta?
2. Apakan anda merasa nyaman di Paroki St. Maria Assumpta?
3. Apakah Paroki St. Maria Assumpta terbuka menerima OMK perantau? 4. Apakah Paroki St. Maria Assumpta memberi tugas-tugas pada hari raya
(Natal dan Paskah) kepada OMK perantau?
5. Apakah yang memotivasi anda terlibat dalam hidup menggereja di Paroki St. Maria Assumpta?
6. Apakah yang menjadi permasalahan untuk terlibat dalam kegiatan menggereja di Paroki St. Maria Assumpta?
7. Apakah harapan anda OMK perantau terhadap Paroki St. Maria Assumpta?
Pedoman wawancara Romo Paroki
1. Bagaimana Paroki St. Maria Assumpta dengan reksa pastoralnya menjadi penyangga kegiatan OMK perantau mempunyai visi pengembangan terhadap OMK perantau?
2. Bagaimana Paroki St. Maria Assumpta memahami karakteristik OMK perantau sehingga mampu melayani kebutuhan iman OMK perantau?
3. Bagaimana Paroki St. Maria Assumpta dalam mendampingi OMK perantau agar mengembangkan diri dan aktif ikut ambil bagian dalam kegiatan di lingkungan kos, di kampus maupun di Paroki?
4. Bagaimana Paroki St. Maria Assumpta dalam mendampingi OMK perantau yang sedang mengalami permasalahan?
5. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Paroki St. Maria Assumpta dengan OMK perantau?
E. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini adalah proses mencari dan menyusun data secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Miles and Huberman mengemukakan terdapat 3 langkah dalam analisis data, yaitu reduksi data, display data, dan conclusion drawing/verification data (Sugiyono, 2015:33).
1. Reduksi Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Data yang telah ada direduksi sehingga akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan (Sugiyono, 2018:247).
2. Data Display (Penyajian Data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya dalam analisi data ini adalah display data atau penyajian data. Miles and Huberman (Sugiyono, 2018: 249) menyatakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.