No Pertanyaan Jawaban
1 Menurut pendapat Bapak/Ibu, apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter?
“Pendidikan karakter itu mendidik dan membentuk anak-anak agar berkepribadian yang baik sehingga mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri, lingkungannya, perilakunya dan masa depan untuk cinta tanah air, itu harus ditumbuhkan dan dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. (Kamis, 3 November 2016)
2 Nilai-nilai karakter apa yang dikembangkan di SD Negeri Gedongkiwo?
“Disiplin, jujur, cinta tanah air, mandiri, peduli, toleransi, demokratis,kreatif, rasa ingin tahu,, kerja keras, semangat kebangsaan” (Kamis, 3 November 2016)
3 Apa contoh kegiatan rutin di sekolah yang menanamkan nilai karakter?
“Masuk jam 07. 00, bertemu dengan semua teman dan guru. Sebelum masuk kelas semua siswa dibariskan di halaman kelas atau diteras kelas masing-masing untuk mencium tangan guru.
4 Apa yang spontan dilakukan kepala sekolah dan staf ketika melihat ada hal tidak baik dilakukan siswa?
“Langsung kita tegur, ya langsung saya tegur, kemudian saya kasih peringatan agar tidak diulangi lagi, kalau gurunya yang melakukan hal yang tidak baik bagaimana dengan siswanya nanti.” (Kamis, 3 November 2016)
171 5 Bagaimana contoh perilaku kepala sekolah dan staf
yang dapat dijadikan teladan bagi siswa?
“Kita harus disiplin, meminta ijin andaikan berhalangan hadir. Saya usahakan telpon ke sekolah andaikan saya harus datang terlambat ke sekolah. Karena yang namanya manusia juga kadang ada kebutuhan yang lain. Kemudian, kemanapun saya pergi, saya menulis di kantor, kepsek sedang pergi. Semisal saya ijin, sebelum jam 2 sudah selesai, saya kembali ke sekolah lagi. Saya jarang menegur, karena menurut saya lebih baik memberi contoh. Misal, siswa tidak menyapu kelas atau halaman sekolah saya dan beberapa guru ikut nyapu agar siswa mengikuti hal-hal yang baik.” (Kamis, 3 November 2016)
6 Bagaimana contoh pembiasaan di sekolah yang menanamkan nilai karakter?
“Menggunakan toilet dengan baik sesuai aturannya. Menganjurkan bercakap -cakap menggunakan bahasa indonesia yang sopan dan kalaupun menggunakan bahasa jawa maka ahrus yang krama.” (Kamis, 3 November 2016)
7 Bagaimana cara menanamkan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran?
“Melalui dongeng, cerita, kerja kelompok nilai-nilai karakter dimasukkan ke
dalam semua mata pelajaran.” (Kamis, 3 November 2016) 8 Bagaimana cara menanamkan nilai-nilai karakter
dalam budaya sekolah?
“Melalui mulok pilihan tari. Kami pilih mulok tari karena bisa dilaksanakan di sekolah. Dan kita pilih tari klasik gaya Yogyakarta karena kota Yogya merupakan kota yang sangat istimewa dan memiliki budaya yang sangat menasional, artinya budaya yogya itu sudah dikenal dimana-mana. Saat ulang tahun kota Jogya kita bekerja sama dengan orang tua agar siswa berbusana
172
tradisional khususnya pakaian adat gaya Yogyakarta. Guru juga ikut memakai pakaian adat.” (Kamis, 3 November 2016)
9 Bagaimana tanggapan Ibu sebagai kepala sekolah dalam menyikapi temuan barang hilang di sekolah?
“Kalau siswa menemukan uang atau barang di lingkungan sekolah diberikan
kepada guru lalu diumumkan di kelas atau lewat speaker. Sekolah belum menyediakan tempat temuan barang hilang, dan ada juga dibawa dulu barangnya kemudian siapa yang mencari dan dipastikan dulu apakah benar.”
(Kamis, 3 November 2016) 10 Menurut pendapat Ibu, bagaimana keberlangsungan
koperasi kejujuran di sekolah?
“Anak-anak melayani dan mengambil sendiri barang yang ingin dibeli.ciri-ciri atau bentuk barang yang hilang dengan yang dicari. Lalu ada kasus uang dikoperasi kejujuran hilang, tetapi itu tidak dipermasalhkan lagi karena dianggap keliru yang menghitung atau petugas yang mengawasi koperasi itu. Dengan adanya koperasi kejujuran anak mendapatkan pelayanan yang lebih mudah. Anak bisa mengambil dulu, dibayarkan besok. Ini bukan mengajari hutang tetapi memudahkan siswa dalam belajar. Kalau bukunya habis, tidak punya uang untuk membeli, malah menghambat. (Kamis, 3 November 2016) 11 Menurut pendapat Ibu sebagai kepala sekolah,
bagaimana sikap siswa dalam mengerjakan ulangan?
“Bagus, sebagian besar anak-anak tidak menyontek ataupun bertanya
temannya. Hanya beberapa anak tertentu yang melakukan itu.” (Kamis, 3 November 2016)
173 12 Apa yang Ibu lakukan sebagai kepala sekolah ketika
menjumpai ada siswa atau guru yang terlambat datang ke sekolah?
“Saya tegur. Tetapi saya harus mengetahui dulu penyebabnya. Kalau itu sudah keterlaluan saya tegur dan nasehati. Kemudian ada siswa yang melanggar aturan sekolah, seperti tidak piket kelas, datang terlambat maka saya beri contoh perbuatan yang baik.” (Kamis, 3 November 2016)
13 Bagaimana proses penyusunan tata tertib yang diberlakukan di sekolah?
“Kepala sekolah, guru, dan beberapa perwakilan orang tua murid dikumpulkan kemudian membahas tata tertib yang akan diberlakukan di
sekolah. Kemudian disosialisasikan ke siswa dan orang tua siswa yang lain.”
(Kamis, 3 November 2016) 14 Menurut pendapat Ibu sebagai kepala sekolah,
bagaimana keterlaksanaan tata tertib yang diberlakukan di sekolah baik tata tertib guru maupun siswa?
“Diatas 80%. Sebagian besar sudah mematuhi, tetapi ada juga yang masih
melanggar baik guru maupun siswa.” (Kamis, 3 November 2016)
15 Bagaimana tanggapan Ibu mengenai sanksi yang diberikan bagi pelanggar tata tertib sekolah?
“Ada buku pelanggaran. Sekali dua kali kita maklumi, kalau sering kita tegur,
kalau sudah keterlaluan, kita panggil orang tua siswa yang bersangkutan, sedangkan guru saya akan mengadakan rapat guru dan membahas beberapa permasalahan yang terjadi, kemudian guru yang bersangkutan atau yang melakukan pelanggaran akan saya pertimbangkan. (kamis, 3 November 2016)
174 16 Menurut pendapat Ibu, bagaimana jalannya tugas
piket di sekolah baik siswa atau pun guru?
“Sudah berjalan baik, bahkan ibu guru juga membantu piket. Namun, ada beberapa guru yang tidak menunggui. Karena prinsip saya, kebersihan adalah
tanggung jawab bersama.” (kamis, 3 November 2016) 17 Menurut pendapat Ibu, bagaimana wujud tanggung
jawab yang ditampilkan oleh siswa ketika mendapat tugas di kelas dan atau pekerjaan rumah?
“Kita pantau betul, jangan sampai anak tidak mengerjakan. Kemarin, siswa kelas V disuruh pulang karena sudah keterlaluan tidak mengerjakan PR.”
(Kamis, 3 November 2016) 18 Bagaimana tanggapan Ibu mengenai peran aktif
siswa dalam kegiatan sekolah?
“Sangat bagus. Wali murid turut menyukseskan kegiatan sekolah. Misal saat
ulang tahun Yogya, anak-anak diharapkan berpakaian adat Yogyakarta. Wali
175 Lampiran 11. Hasil Wawancara Pendidikan Karakter dengan Guru