BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Hubungan Antar Variabel
Sesuai dengan kerangka pemikiran dan untuk memberi arah pada proses penelitian. Didalan penelitian ini akan di uji hipotesis sebagai berikut:
1. Pengaruh Persepsi Kegunaan Terhadap Minat Menggunakan IB Hasanah Card
Menurut (Jogiyanto, 2007) persepsi kegunaan didefinisikan sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa menggunakan system tersebut dapat meningkatkan kinerjanya dalam bekeria dan dapat mempengaruhi minat seseorang dalam menggunakan suatu produk.
Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Syaefullah, 2013) menunjukkan bahwa persepsi kegunaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan. Penelitian lainnya yg dilakukan oleh (Dewi, 2016) juga menyatakan persepsi kegunaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut:
Ha1: Terdapat pengaruh signifikan antara variabel persepsi kegunaan terhadap minat.
2. Pengaruh Persepsi Kemudahan Terhadap Minat Menggunakan IB Hasanah Card
Menurut (Jogiyanto, 2007), persepsi kemudahan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha. Konstruk ini juga merupakan suatu kepercayaan (belief) tentang proses pengambilan keputusan. Jika seseorang merasa percaya bahwa suatu sistem informasi mudah digunakan, maka ia akan menggunakannya.
Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Dewi, 2016) menunjukkan bahwa persepsi kemudahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan. Penelitian lainnya yg dilakukan oleh (Davis, 1989) juga menyatakan persepsi kemudahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut:
Ha2: Terdapat pengaruh signifikan anatar variabel persepsi kemudahan terhadap minat.
3. Pengaruh Pengetahuan Produk Terhadap Minat Menggunakan IB Hasanah Card
Menurut Rao dan Sieben yang dikutip dalam (Waluyo & Pamungkas, 2003) pengetahuan produk adalah cakupan seluruh informasi akurat yang disimpan dalam memori konsumen. Di mana, semakin tinggi pengetahuan konsumen dalam pembelian suatu produk, dapat meningkatkan kemampuan konsumen untuk membuat pilihan.
Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Yahaya & Othman, 2014) menunjukkan bahwa pengetahuan produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan. Penelitian lainnya yg dilakukan oleh (Ruslim, 2009) juga menyatakan pengetahuan produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut:
Ha3: Terdapat pengaruh signifikan antara variabel pengetahuan produk terhadap minat.
4. Pengaruh Kepercayaan Terhadap Minat Menggunakan IB Hasanah Card Menurut (Jamshidi & Rezaei, 2012) kepercayaan dari pelanggan merupakan salah satu faktor yang menunjukan bahwa kepercayaan termasuk indikator yang signifikan dalam penggunaan kartu kredit syariah.
Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Jamshidi & Hussin, 2013) menunjukkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan. Penelitian lainnya yg dilakukan oleh (Yahaya & Othman, 2014) juga menyatakan kepercayaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut:
Ha4: Terdapat pengaruh signifikan antara variabel kepercayaan produk terhadap minat.
49 BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah masyarakat DKI Jakarta yang berminat menggunakan kartu kredit syariah. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel persepsi kegunaan (X1), persepsi kemudahan (X2), pengetahuan produk (X3) dan kepercayaan (X4) sebagai variabel independen, dan variabel minat menggunakan (Y) sebagai variabel dependen. Penelitian ini dilakukan pada warga DKI Jakarta yang berminat menggunakan kartu kredit syariah.
B. Metode Penentuan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011, p.
148).
Populasi dalam penelitian ini adalah warga DKI Jakarta. Sedangkan sample yang digunakan merupakan warga DKI Jakarta yang berminat menggunakan kartu kredit syariah.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representative / mewakili (Mufraini, 2013, p. 35).
Teknik yang diambil untuk penelitian ini adalah teknik non probability sampling. Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dalam non probability sampling ini
Menggunakan convenience sampling. Convenience sampling adalah teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, apabila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Penentuan besar sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan menghasilkan sampel sebanyak 100 warga pengguna kartu kredit syariah DKI Jakarta, dengan rumus sebagai berikut :
π = π 1 + π (π)2 Keterangan :
n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi
e = Batas kesalahan yang diperbolehkan atau taraf nyata (1%, 5%, dan 10%)
Tabel 3.1 Data Populasi
Sumber : Jakarta Dalam Angka (BPS, 2016), diolah peneliti No. Wilayah Administrasi Jumlah Penduduk (Jiwa)
1. Jakarta Selatan 2.185.711
2. Jakarta Barat 2.463.560
3. Jakarta Timur 2.843.816
4. Jakarta Pusat 914.182
5. Jakarta Utara 1.747.315
6. Kepulauan Seribu 23.340
Total 10.177.924
Dengan rumus diatas, maka peneliti dapat membuat hitungan seperti di bawah ini :
π = 10. 177. 924 1 + 10.177.924 (0,1)2 n = 99,99, dibulatkan menjadi 100,
dengan melihat perhitungan diatas maka jumlah sampel minimal yang didapat untuk diteliti adalah sebesar 100 orang dari seluruh warga DKI Jakarta yang berminat menggunakan kartu kredit syariah.Selanjutnya dari jumlah sampel yang telah ditentukan, peneliti bagi lagi sesuai dengan proporsi wilayah administrasi seperti yang ditampilkan dalam Tabel 3.2.
Tabel 3.2
Jumlah Sampel Penelitian No. Wilayah
Administrasi
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Presentase Jumlah Sampel
1. Jakarta Selatan 2.185.711 21,50% 22
2. Jakarta Barat 2.463.560 24,20% 24
3. Jakarta Timur 2.843.816 27,90% 28
4. Jakarta Pusat 914.182 9,00% 9
5. Jakarta Utara 1.747.315 17,20% 17
6. Kepulauan Seribu 23.340 0,20% 0
Total 10.177.924 100% 100
Sumber : Jakarta Dalam Angka (BPS, 2016)
C. Metode Pengumpulan Data 1. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah merupakan data primer, dimana data tersebut diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada warga DKI Jakarta yang berminat menggunakan kartu kredit syariah dan juga dilengkapi dengan data sekunder yang merupakan penelitian yang bersumber dari studi pustaka atau internet. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Data Primer
Data utama yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada warga di Jakarta. Pada penyusunan kuesinoer ini penulis menggunakan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang.
Biasanya cara pengisian kuesioner jenis ini dengan menggunakan ceklist atau pilihan ganda (Mufraini, 2013, p. 45).
Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner diwakili dengan angka berskala 1 s.d 5. Contoh skala Likert adalah :
1) Sangat Setuju (SS) = 5
2) Setuju (S) = 4
3) Ragu-Ragu (R) = 3
4) Tidak Setuju (TS) = 2
5) Sangat Tidak Setuju (STS) = 1
Dalam kuesioner tersebut, jenis data yang digunakan penulis adalah data interval, yang dinyatakan dalam angka-angka mulai dari skala terkecil sampai dengan yang terbesar dan mempunyai jarak yang sama antara angka yang satu dengan yang lainnya (Sugiyono, 2011, p.
168).
Kuesioner yang disebarkan penulis menggunakan satu cara yaitu dengan membagikan melalui media internet.
b. Data Sekunder 1.) Studi Pustaka
Data yang didapat dalam penelitian ini selain dari penyebaran kuesioner adalah studi pustaka. Memperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian melalui membaca buku, artikel, jurnal dan sejenisnya.
2.) Internet Research
Internet Research disini adalah studi untuk melengkapi data yang kurang yang didapat dari studi pustaka melalui jaringan internet. Perkembangan informasi juga sangat cepat di internet sehingga banyak data yang up-to-date untuk memenuhi tujuan penelitian ini.
D. Metode Analisis Data
Penelitian ini menggunakan metode analisis data kuantitatif deskriptif, yaitu dimana data yang digunakan dalam penelitian ini ingin membuktikan apakah terdapat pengaruh antara persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, pengetahuan produk dan kepercayaan berpengaruh terhadap minat menggunakan IB Hasanah Card. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan software SPSS 23. Metode yang digunakan dalam menganalisis data pada penelitian ini adalah :
1. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas Data
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Sugiyono, 2011, p. 202).
Pengukuran Validitas dapat dilakukan dengan salah satu cara yaitu dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel untuk degree of freedom (df)
= n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sample. Jika r hitung lebih besar
dari r table dan nilai positif maka butir atau pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Sugiyono, 2011, p. 207). Berikut disajikan bentuk perhitungan untuk uji validitas dengan rumus Pearson Product Moment :
πππ = π΅ βπΏπ β βπΏβπ
β{π΅βπΏπβ(βπΏ)π}{π΅βππβ (βπ)π} Keterangan :
rxy = koefisiensi korelasi
X = skor pertanyaan tiap nomor Y = jumlah skor total pertanyaan N = jumlah responden
b. Uji Reliabilitas Data
Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Pengukuran Reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : (1). Repeated Measure atau pengukuran ulang, disini seseorang
akan disodori pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda, dan kemudian dilihat apakah ia tetap konsisten dengan jawabannya.
(2). One Shot atau pengukuran sekali saja, disini pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.
SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel yang dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha>0.70 (Sugiyono, 2011, p. 213).
Berikut disajikan bentuk perhitungan untuk uji validitas dengan rumus Cronbach Alpha :
π11= ( π
π β 1) (1 β βππ‘2 ππ‘2 )
Keterangan :
r11 = reliabilitas yang dicari
n = jumlah item pertanyaan yang diuji
βππ‘2 = jumlah varians skor tiap-tiap item ππ‘2 = varians total
2. Uji Asumsi Klasik
Sebelum melakukan analisis regresi, perlu dilakukan pengujian asumsi klasik terlebih dahulu, agar data sampel yang diolah benar-benar dapat mewakili populasi secara keseluruhan. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini mencakup uji multikolineritas dan uji heterokedastisitas. Uji asumsi tersebut secara lebih jelas diuraikan sebagai berikut:
a. Uji Multikolinearitas
(Husein, 2013, p. 139) mengatakan uji multikolinearitas berguna untuk mengetahui apakah pada model regresi yang diajukan telah ditemukan korelasi kuat antar variabel independen. Jika terjadi korelasi kuat, terdapat masalah multikolinieritas yang harus diatasi.
Kriteria pengambilan keputusan jika nilai koefisien korelasi antar masing-masing variabel independen kurang dari 0,70 berarti tidak terjadi multikolinearitas. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi multikolinearitas yaitu nilai VIF (Varian Inflation Factors) < 10. VIF dapat dihitung dengan rumus:
VIF = 1
πππππππππ ππππ’π
Tolerance Value dan VIF menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya atau dalam pengertian sederhana setiap variabel independen menjadi variabel
dependen (terikat). Tolerance Value mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi, nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi karena VIF = 1/Tolerance Value.
Nilai yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai Tolerance Value β₯ 0,10 atau sama dengan nilai VIF β€ 10 maka tidak terjadi multikolonieritas antar variabel independennya (Ghozali, 2016, p. 103).
b. Uji Heteroskedastisitas
Husein (Husein, 2013, p. 179) mengatakan uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian residual dari satu observasi dengan yang lain.
Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji glejser. Uji glejser mengusulkan untuk meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen, dengan rumus:
Ut = β + Ξ²Xt + Vt
Kriteria terjadinya heteroskedastisitas dalam suatu model regresi adalah jika signifikansinya <0,05, yang berarti bahwa apabila signifikansinya > 0,05 penelitian dapat dilanjutkan.
c. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal.
Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.
Menurut Ghozali, asumsi yang paling fundamental dalam analisis multivariate adalah normalitas, yang merupakan bentuk suatu distribusi data pada suatu variabel metrik tunggal dalam menghasilkan distribusi normal. Suatu distribusi data yang tidak membentuk distribusi normal,
maka data tersebut tidak normal, sebaliknya data dikatakan normal apabila ia membentuk suatu distribusi normal. Apabila asumsi normalitas tidak dipenuhi dan penyimpangan normalitas tersebut besar, maka seluruh hasil uji statistik adalah tidak valik karena perhitungan uji
βtβ dan lain sebagainya, dihitung dengan asumsi data normal (Ghozali, 2016, p. 154). Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.
1.) Analisis Grafik
Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Namun demikian hanya dengan melihat histogram hal ini dapat menyesatkan khususnya untuk jumlah sampel yang kecil.
Metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal.
Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya (Ghozali, 2016, p. 155).
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menentukan pengaruh dua atau lebih variabel dependen (variabel bebas) terhadao satu variabel independen (variabel terikat) atau untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsional antara dua buah variabel bebas (X) atau lebih dengan sebuah variabel terikat (Y).
Penelitian ini menggunakan teknik Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS). Variabel dependen adalah minat menggunakan IB Hasanah Card sedangkan variabel independen meliputi persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, pengetahuan produk dan kepercayaan. Model persamaan linier berganda adalah sebagai berikut:
π = ο‘ + π½1π1+ π½2π2+ π½3π3+ π½4π4+ π Keterangan:
Y : minat menggunakan IB Hasanah Card Ξ± : koefisien konstanta
Ξ²1, Ξ²2,Ξ²3,π½4 : koefisien regresi X1 : persepsi kegunaan X2 : persepsi kemudahan X3 : pengetahuan produk X4 : kepercayaan
e : error
4. Pengujian Hipotesis
a. Uji Signifikasi Parameter Individual (Uji t)
Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelasan atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2016, p. 93).
Rumus uji t dijelaskan sebagai berikut : π‘π’ππ= πβπ β 1
β1 β π2 Keterangan :
tuji = t hitung
r = koefisien korelasi n = jumlah sampel n β 1 = derajat kebebasan
Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah variabel bebas (persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, pengetahuan produk dan kepercayaan) terhadap variabel terikat (minat menggunakan IB Hasanah Card) berpengaruh secara parsial atau terpisah. Hipotesa yang akan digunakan dalam pengujian ini adalah:
H0 : Ξ²1 = 0, artinya variabel-variabel bebas (persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, pengetahuan produk dan kepercayaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (minat menggunakan IB Hasanah Card).
Ha : Ξ²1 β 0, artinya bahwa variabel-variabel bebas (persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, pengetahuan produk dan kepercayaan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (minat menggunakan IB Hasanah Card).
Dasar pengambilan keputusannya adalah (Ghozali, 2016, p. 93):
1.) Dengan membandingkan nilai thitung dan ttabel.
Apabila ttabel > thitung maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Apabila ttabel< thitung maka H0 ditolak dan Ha diterima Dengan tingkat signifikansi 95% (Ξ± = 5%), nilai df (degree of freedom) n-k-1.
2.) Dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi.
Apabila angka probabilitas signifikansi > 0,05 maka H0
diterima dan Ha ditolak. Apabila angka probabilitas signifikansi
< 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
b. Uji Signifikasi Simultan (Uji F)
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independent yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2016, p.
94).
Rumus uji F :
πΉ = π 2(π β π β 1) π (1 β π 2) Keterangan :
N = jumlah subjek
m = jumlah variabel prediktor Dasar pengambilan keputusannya adalah:
1.) Membuat hipotesis dengan kasus pengujian F-test :
a.) H0 : Ξ²1, Ξ²2, Ξ²3, Ξ²4 = 0 , artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen (persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, pengetahuan produk dan kepercayaan) secara simultan terhadap variabel dependen (minat menggunakan IB Hasanah Card).
b.) Ha : Ξ²1, Ξ²2, Ξ²3, Ξ²4 β 0 , artinya ada pengaruh signifikan antara variabel independen (persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, pengetahuan produk dan kepercayaan) secara simultan terhadap variabel dependen (minat menggunakan IB Hasanah Card).
2.) Menentukan Ftabel dan Fhitung dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau taraf signifikansi sebesar 5% (Ξ± = 0,05).
a.) Apabila Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya masing-masing variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
b.) Apabila Fhitung < Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang artinya masing-masing variabel independen secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
5. Koefisien Determinan (R2)
Koefisien Determinan (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen/ terikat
(keputusan penggunaan). Nilai koefisien determinan adalah antara nol (0) dan satu (1). Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen (bebas) dalam menjelaskan variasi variabel independen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel independen (Ghozali, 2016, p. 93).
Kelemahan mendasar dalam penggunaan koefisien determinan adalah jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen, maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena itu, banyak peneliti yang menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2, pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. Tidak seperti nilai R2, nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke model (Ghozali, 2016, p. 93).
E. Operasional Variabel Penelitian
Variabel-variabel dalam penelitian ini yang terdiri dari tiga variabel independen (X) yaitu persepsi kegunaan (X1), persepsi kemudahan (X2), pengetahuan produk (X3) dan kepercayaan (X4). Sedangkan variabel dependen (Y) hanya satu yaitu minat menggunakan IB Hasanah Card. Dalam operasional variabel penelitian ini akan dijelaskan mengenai indikator dari setiap variabel yang diajukan baik itu variabel independen maupun variabel dependen, setiap indikator nantinya akan dikembangkan lagi menjadi satu atau lebih jumlah pernyataan atau pertanyaan yang nantinya ditampilkan dalam kuesioner untuk dijawab oleh para responden. Skala yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan rentang pernyataan sangat setuju hingga sangat tidak setuju.
Tabel 3.1
Operasional Variabel Penelitian
Variabel Dimensi Indikator Skala
Persepsi Kegunaan (X1)
(Davis, et al., 1989)
Work More Quickly 1. Penggunaan IB Hasanah Card mempercepat proses transaksi
Likert
Job Performance 2. Penggunaan IB Hasanah Card meningkatkan performa kinerja Increase
Productivity
3. Penggunaan IB Hasanah Card meningkatkan produktivitas
Effectiveness 4. Penggunaan IB Hasanah Card meningkatkan efektivitas dalam bekerja Makes Job Easier 5. Penggunaan IB Hasanah Card membuat pekerjaan lebih mudah
Usefull 6. Penggunaan IB Hasanah
Card bermanfaat dalam
Controllable 8. IB Hasanah Card sangat mudah dikendalikan Understandable 9. IB Hasanah Card mudah
dimengerti masyarakat Flexible 10. IB Hasanah Card fleksibel
untuk berinteraksi
Lanjutan Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian
Variabel Dimensi Indikator Skala
Easy to Use 11. IB Hasanah Card sangat mudah digunakan
produk IB Hasanah Card Likert
Objective Knowledge
Ability 14. BNI Syariah mampu
memberikan rasa percaya bahwa IB Hasanah Card dapat memenuhi kebutuhan
Likert
Integrity 15. BNI Syariah dapat bertanggung jawab terhadap layanan IB Hasanah Card
Benevelonce 16. IB Hasanah Card mampu memberikan manfaat yang baik
Competence 17. BNI Syariah mampu memberikan layanan dalam produk IB Hasanah Card dengan nyaman dan efektif Minat
Menggunakan (Y) (Ferdinand,
2006)
Minat Transaksional 18. Minat menggunakan IB
Hasanah Card Likert
Minat Eksploratif
19. Mencari tahu informasi IB Hasanah Card
Lanjutan Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian
Variabel Dimensi Indikator Skala
Minat Menggunakan
(Y) (Ferdinand,
2006)
Minat Preferensial 20. Minat menggunakan IB Hasanah Card dibanding dengan produk lain Minat Referensial 21. Mereferensikan IB
Hasanah Card kepada orang lain yang akan menggunakan kartu kredit
65 BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah BNI Syariah
PT Bank BNI Syariah berdiri pada 19 Juni 2010. BNI Syariah merupakan hasil proses spin off dari Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang beroperasi sejak 29 April 2000.
Berawal dari lima kantor cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara, dan Banjarmasin, selanjutnya UUS BNI berkembang menjadi 28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu (Laporan Tahunan PT Bank BNI Syariah 2016).
Corporate Plan UUS BNI tahun 2000 menetapkan bahwa statusUUS hanya bersifat temporer dan oleh karena itu dilakukan spin off pada 2009 dan selesai Juni 2010 dengan didirikannya PT Bank BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010. Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No. 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No.
21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Disamping itu, komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk perbankan syariah juga semakin meningkat (Laporan Tahunan PT Bank BNI Syariah 2016).
Hingga kini, jaringan usaha BNI Syariah tersebar mencapai 1 Kantor Wilayah, 68 Kantor Cabang, 171 Kantor Cabang Pembantu, 17 Kantor Kas, 17 Kantor Fungsional, 23 Mobil Layanan Gerak, dan 29 Payment Point. Selain itu, nasabah BNI Syariah juga dapat memanfaatkan jaringan Kantor Cabang BNI Induk (Sharia Channelling Office/SCO)
yang tersebar di 1.490 outlet di seluruh wilayah Indonesia dan akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan aset. Dalam pelaksanaan operasional perbankan, BNI syariah tetap memperhatikan kepatuhan terhadap aspek syariah dengan memastikan bahwa semua produk BNI Syariah telah melalui pengujian dari Dewan Pengawas Syariah dan memenuhi aturan syariah yang berlaku (Laporan Tahunan PT Bank BNI Syariah 2016).
2. Visi dan Misi PT Bank BNI Syariah
2. Visi dan Misi PT Bank BNI Syariah