Belanja Daerah
4.4 Hubungan Belanja dan Gender
Anggaran Responsif Gender (ARG)
Pengarusutamaan Gender di Kementerian/Lembaga (K/L) baik pusat maupun daerah merupakan implementasi Inpres No.9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Na-sional. Sesuai dengan Inpres tersebut K/L berkewajiban untuk mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, ke-butuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dari seluruh kebijakan, program, dan kegiatan di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan.
Inpres Nomor 9 Tahun 2000 diacu oleh Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2010-2014, yang menetapkan Kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) lintas Bidang pembangunan, sebagai salah satu prinsip dan landasan operasional bagi seluruh pelaksanaan pembangunan (RPJMN 2010-2014). Pengarusutamaan gender dalam pembangunan adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi/menghilangkan kesenjangan antara penduduk laki-laki dan perempuan Indonesia dalam mengakses dan mendapatkan manfaat pembangunan, serta meningkatkan partisipasi keduanya dalam pengambilan keputusan dan penguasaan terhadap sumberdaya pembangunan, seperti misalnya pengetahuan, keterampilan, informasi, kredit.
Anggaran Responsif Gender di Provinsi Sulawesi Utara
Di Sulawesi Utara, anggaran responsif gender mencakup:
Kategori anggaran khusus bagi perempuan dan anak, yaitu: anggaran untuk pemenuhan kebutuhan prioritas perempuan dalam pelayanan publik (kesehatan, pendidikan, dan kesra); anggaran untuk kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak perempuan dan atau anak laki-laki; anggaran untuk peningkatan keadaan ekonomi perempuan miskin; serta dana untuk anak yang dibayarkan untuk membiayai perawatan anak di keluarga-keluarga miskin.
Kategori alokasi anggaran untuk affi rmative action bagi kelompok marginal, yaitu: anggaran untuk kelompok-kelompok marginal (seperti : kelompok miskin, etnis minoritas, suku terasing, dll); anggaran untuk program-program pelatihan pemerintah yang mengutamakan keseimbangan gender; anggaran untuk mewujudkan keseimbangan gender dalam sektor-sektor kepegawaian publik; anggaran untuk penyediaan payung hukum untuk pelaksanaan affi rmative action atau upaya mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi laki-laki dan perempuan di sektor-sektor publik.
Kategori alokasi anggaran untuk pengarusutamaan gender, yaitu: anggaran untuk program-program PUG; anggaran untuk keperluan analisis gender termasuk penyediaan data terpilih; anggaran untuk pelaksanaan pelatihan gender dan penyediaan modul-modul untuk PUG sesuai dengan sektor; anggaran untuk penelitian dan evaluasi terhadap dampak program atau proyek terhadap laki-laki dan perempuan.
54
Analisis Keuangan Publik Provinsi Sulawesi Utara 2011 Bab 4 Belanja Daerah
Gambar 4.8 Kategori Anggaran Responsif Gender (Sharp and Budlender, 1985)
Kategori
Kategori I
Alokasi Anggaran Gender specifi c targeted
Alokasi Anggaran Umum yang Mainstreaming Belanja Yang Diperlukan bagi
perempuan atau laki-laki dalam komunitas untuk memenuhi kebutuhan khususnya
Sebagai affi rmative action untuk mewujudkan kesempatan yang setara antar laki-laki dan perempuan terutama dalam lingkungan pemerintahan atau dunia kerja lainnya
Alokasi anggaran umum yang menjamin agar pelayanan publik dapat diperboleh dan dinikmati oleh semua anggota masyarakat (laki-laki dan perempuan)
Contoh: Alokasi Anggaran untuk Kesehatan reproduksi perempuan, alokasi anggaran untuk penyediaan alat kontrasepsi bagi laki-laki, alokasi anggaran untuk pap smear, alokasi anggaranuntuk penderita kanker prostan, alokasi anggaran untuk sunatan masal
Contoh: Alokasi anggaran untuk pelatihan teknologi pertanian bagi perempuan, alokasi anggaran untuk fasilitas penitipan anak di tempat kerja
Contoh: Alokasi anggaran untuk fasilitas umum (wc umum) antara laki-laki dan perempuan yang proporsional, alokasi anggaran untuk angkutan masing-masing khusus perempuan dan laki-laki.
Kategori
Anggaran responsif gender di Sulawesi Utara pada tahun 2009 sebesar Rp 19,3 miliar atau 2,2 persen dari total anggaran provinsi. Anggaran ini berkurang dari tahun sebelumnya (2008) yaitu sebesar Rp.
29,2 miliar. Penyebab berkurangnya anggaran yang terkait gender di tahun 2009 tidak diketahui, apakah karena ada pengalihan anggaran atau anggaran tersebut sudah digabungkan dalam program lain yang tidak dirinci. Rincian mengenai belanja pemberdayaan perempuan dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Sebagian besar anggaran pemberdayaan perempuan dialokasikan untuk anggaran kategori perempuan dan anak, yaitu sebesar Rp 17.548 juta (91 persen). Di lain pihak, alokasi anggaran untuk affi rmative action bagi kelompok marginal dan pengarusutamaan, masing-masing sebesar Rp 1.346 juta (7 persen) dan Rp 416 juta (2 persen). Namun, porsi anggaran ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total APBD Provinsi Sulawesi Utara pada 2009. Alokasi anggaran khusus untuk perempuan dan anak hanya sebesar 2 persen, affi rmative action bagi kelompok marginal sebesar 0,15 persen, dan 0,05 persen untuk pengarusutamaan gender.
55
Analisis Keuangan Publik Provinsi Sulawesi Utara 2011 Bab 4 Belanja Daerah
Tabel 4.3 Anggaran yang Berkaitan dengan Pemberdayaan Perempuan pada APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, 2008 – 2009
Program Anggaran (Juta Rp)
2008 2009
Pemberdayaan Perempuan 1.196
Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 322 205
Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 40 95
Pendidikan Anak Usia Dini 165 608
Penguatan Kelembagaan
Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 968 705
Pembinaan Anak Terlantar 111 113
Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan 359 115
Pendidikan Non Formal 1.111
Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan 449 210 Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (eks Narapidana, PSK, Narkoba dan
Penyakit Sosial)
- Pemberian Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba bagi Masyarakat 373 334
Peningkatan Penanggulangan Narkoba, PMS termasuk HIV/AIDS 322 111
Manajemen Pelayanan Pendidikan 3.262
Peningkatan Mutu Pendidikan 13.746
Standarisasi Pelayanan Kesehatan 45
Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin 455
Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah 1.730 1.727
Pendidikan Menengah 1.345 5.896
Upaya Kesehatan Masyarakat 83 4.386
Biro Pemberdayaan Perempuan 811
Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 40
Pembinaan Anak Terlantar 111
Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya)
373 231
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1.214
Peningkatan Peran Serta Kepemudaan
- Penyuluhan Pencegahan Penggunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda 213
Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba 651
Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo 740
Peningkatan Peran Perempuan di Perdesaan 47
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 319
Perbaikan Gizi Masyarakat 44
Pengembangan Bahan Informasi tentang Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak
94
Wajib Belajar Dua Belas Tahun 1.333
Pembinaan Seni, Bakat, Kreativitas dan Prestasi Siswa 2.350
Balai Penyantunan Anak dan Remaja 200
TOTAL 29.213 19.309
Sumber: Diolah dari Data APBD Realisasi Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara, 2008-2009
56
Analisis Keuangan Publik Provinsi Sulawesi Utara 2011 Bab 4 Belanja Daerah