• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Cadangan Devisa dengan Utang Luar Negeri

2.3 Hubungan Antar Variabel

2.3.3 Hubungan Cadangan Devisa dengan Utang Luar Negeri

Menurut Michael Paul Todaro (2006). Utang luar negeri merupakan sumber pendanaan eksternal (baik dalam bentuk hibah maupun pinjaman) yang

32 dapat berperan penting dalam upaya mengatasi kekurangan sumber energi dalam negeri untuk mempercepat pengembangan devisa dan tabungan. Negara-negara berkembang umumnya memiliki tabungan domestik yang terbatas yang tidak cukup untuk menutupi semua peluang investasi yang tersedia, dan kekurangan devisa yang mencegah mereka mengimpor sejumlah besar modal dan barang setengah jadi untuk pembangunan mereka sendiri.

Utang luar negeri dapat menambah cadangan devisa, awalnya berupa pinjaman yang dapat memperkuat cadangan devisa. Namun, setiap pinjaman luar negeri yang diterima Indonesia akan meningkatkan akumulasi hutang, dan akumulasi hutang ini harus dibayar melalui pembayaran hutang, dan pembayaran ini secara alami akan menambah dan menguras cadangan devisa. Oleh karena itu, setiap pinjaman pada awalnya meningkatkan cadangan devisa. Namun, di masa depan, pinjaman harus dilunasi, dan pembayaran tersebut akan mengurangi cadangan devisa.

Pembayaran utang luar negeri pemerintah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan cadangan devisa, termasuk dari aspek pengurang. Utang luar negeri merupakan masalah serius bagi pemerintah. Ketika suatu negara memiliki utang luar negeri, masalah yang muncul berkaitan dengan beban utang, yaitu pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri. Pemerintah harus berupaya meningkatkan pengembangan ekspor guna meningkatkan cadangan devisa (pendapatan nasional) dan mengurangi utang harian. Lebih baik menggunakan sumber energi yang ada secara kreatif dan tidak mengandalkan proposal eksternal. Rumus berikut berlaku untuk rasio cadangan devisa terhadap utang luar negeri:

33 ULNi = ∑mi=1ai ULNt-i+ ∑ ßj CADt-j+u1tnj=i

CADi = ∑ri=1λi CADt-i+ ∑ δj ULNt-j+u1tsj=i Keterangan :

ULN = Utang Luar Negeri CAD = Cadangan Devisa m,n,r,s = time lag

αi = Koefisien regresi dari ULN pada ULN ßj = Koefisien regresi dari CAD pada ULN λi = Koefisien regresi dari CAD pada CAD δj = Koefisien regresi dari ULN pada CAD 2.4 Penelitian Sebelumnya

Studi empiris yang diperoleh dari hasil riset oleh para ekonom- ekonom maupun riset lebih dahulu terpaut dengan studi komparasi utang luar negeri indonesia dan thailand serta memberikan gambaran dalam penelitianini. Adapun sebagian riset yang cocok dengan riset ini ialah selaku berikut :

Yogie Dahlly Saputro, Aris Soelistio ( 2017), dalam riset yang bertajuk Analisis Aspek– Aspek yang Pengaruhi Utang Luar Negara di Indonesia, perlengkapan analisis yang digunakan merupakan tata cara regresi linear berganda dengan tata cara OLS dengan informasi Time Series. Tata cara pengujian anggapan klasik serta dengan uji statistik semacam uji t serta uji F. Dari hasil analisis yang telah dicoba oleh periset diperoleh hasil kalau secara parsial cadangan devisa( CDV) mempengaruhi positif serta utang luar negara tahun lebih dahulu( ULNt- 1) mempengaruhi positif serta variabel yang tidak mempengaruhi ialah defisit anggaran( DA) serta ekspor neto( NX). Secara Simultan dari keempat variabel mempengaruhi secara signifikan terhadap utang luar negara. Dengan koefisien R2 sebesar 99. 91%. Kesimpulan dari riset yang telah dicoba kalau

34 variabel yang mempengaruhi terhadap utang luar negara di Indonesia merupakan cadangan devisa serta utang luar negara tahun lebih dahulu serta variabel yang tidak mempengaruhi terhadap utang luar negara di Indonesia merupakan defisit anggaran serta ekspor neto.

Alpon Satrianto (2016), dalam penelitian yang bertajuk Analisis Determinan Defisit Anggaran serta Utang Luar Negara di Indonesia, Riset ini memakai perlengkapan analisis model persamaan simultan dengan Indirect Tata cara Two Stage Squared( TSLS) dengan informasi time series. Variabel dependen dalam riset ini merupakan defisit anggaran serta utang luar negara. Sebaliknya variabel independen adalah perkembangan ekonomi, nilai ubah, harga minyak, inflasi, suku bunga, ekspor neto, FDI, kesenjangan investasi serta tabungan serta suku bunga. Riset tersebut merumuskan kalau( 1) utang luar negara, perkembangan ekonomi, nilai ubah, harga minyak, inflasi, serta Suku bunga mempengaruhi signifikan terhadap defisit anggaran di Indonesia.( 2) defisit anggaran, ekspor net, cadangan devisa, FDI, serta tabungan kesenjangan investasi mempengaruhi signifikan terhadap utang luar negara di Indonesia. maksudnya kala defisit anggaran bertambah, ekspor net menyusut, devisa cadangan menyusut, FDI turun, dan suku bunga pula menyusut defisit anggaran hendak bertambah. Tetapi, variabel serta kesenjangan investasi tabungan tidak tidak mempengaruhi signifikan terhadap utang luar negara di Indonesia. Bersumber pada hasil tersebut kebijakan yang bisa direkomendasikan buat tingkatkan perkembangan ekonomi selaku langkah buat kurangi defisit anggaran, memantapkan harga kebutuhan pokok sehingga inflasi terkontrol, melindungi kepastian nilai ubah sehingga eksportir tidak hadapi kerugian dan tingkatan suku bunga yang bisa melindungi

35 keadaan investasi. Keadaan itu yang diharapkan timbul dari kepastian ekonomi yang bisa jadi meningkatkan APBN sehingga bebas dari permasalahan defisit anggaran. Tidak hanya itu, pengurangan ketergantungan pada utang luar negara bisa dicapai dengan kebijakan fiskal, melindungi defisit neraca pembayaran, pengurangan utang luar negara di luar negara serta upaya buat alihkan utang luar negara ke dalam negara.

Mei Lestari (2021), dalam penelitian yang berjudul nalisis Sebab- akibat Utang Luar Negara den Perkembangan Ekonomi( Riset Komparatif indonesia serta Malaysia), Dalam riset ini memakai tata cara deskriptif kuantitatif dengan perlengkapan analisis model regresi linier berganda ialah dengan memakai tata cara Ordinary Least Square( OLS), serta memakai perlengkapan analisis Sebab- akibat Granger. Hasil dari riset ini menampilkan kalau utang luar negara Indonesia cenderung bertambah tiap tahunnya dengan rata- rata pertumbuhan 5, 48 persen serta utang luar negara Malaysia hadapi kenaikan dengan rata- rata pertumbuhan sebesar 8, 19 persen. Berikutnya perkembangan ekonomi Indonesia cenderung berfluktuasi dengan rata- rata pertumbuhan sebesar 4. 59 persen, sedangkan itu perkembangan ekonomi Malaysia berfluktuasi dengan rata- rata pertumbuhan sebesar 5. 0 persen. Bersumber pada hasil analisis yang dicoba tabungan, serta ekspor mempengaruhi signifikan terhadap utang luar negara Indonesia serta Malysia, sebaliknya perkembangan ekonomi tidak mempunyai pengaruh terhadap utang luar negara Indonesia serta Malaysia. Setelah itu investasi mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan ekonomi Indonesia serta Malaysia, sebaliknya impor serta utang luar negara tidak mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan ekonomi Indonesia serta Malaysia. Bersumber

36 pada uji sebab- akibat dalam riset ini menujukkan kalau utang luar negara mempunyai ikatan sebab- akibat dengan perkembangan ekonomi Indonesia sebaliknya perkembangan ekonomi tidak mempunyai ikatan sebab- akibat dengan utang luar negara Indonesia. Berikutnya utang luar negara serta perkembangan ekonomi Malaysia mempunyai ikatan sebab- akibat 2 arah.

Reza Fahlepi, Syaparuddin (2019), dalam riset yang bertajuk Analisis Faktor- faktor yang Pengaruhi Utang Luar Negara Indonesia, Tata cara yang digunakan dalam riset ini merupakan analisis deskriptif kuntitatif dengan perlengkapan analisis model regresi berganda dengan tata cara Ordinary Least Square( OLS). Hasil Riset ini rata- rata pertumbuhan utang luar negara Indonesia sebesar 6, 21 persen, Saving- Investment gap sebesar 12, 47 persen, neraca transaksi berjalan sebesar 394, 19 persen serta defisit anggaran sebesar 60, 91 persen. Bersumber pada hasil analisis yang dicoba Saving- Investment gap serta defisit anggaran mempengaruhi secara positif serta signifikan terhadap utang luar negara, sebaliknya neraca transaksi berjalan mempengaruhi negatif serta tidak signifikan terhadap utang luar negara, dengan koefesien determinasi sebesar 85, 52 persen.

Tabel 2.4 Penelitian sebelumnya

No.

Penulis judul

penelitian Alat analisis Hasil penelitian 1. Syaparuddin,

Faradina Zevaya.

Analysis Of Export Import : Application Of Simultaneous Equation Model Case Study In Asean Countries (International

Model regresi uji simultan.

1.Pola perubahan ekspor asean selama tahun 1990-2017 relatif sama.

2.Secara bersamaan, impor (IMP), nilai ubah, serta Dummy( Krisis Ekonomi Asean) mempengaruhi signifikan terhadap Ekspor di Negara- Negara Asean( Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipin, Vietnam, Myanmar serta Kamboja) sepanjang 1990- 2017 serta ekspor, nilai ubah, utang luar

37 Journal Of

Scientific &

Technology Research Vol.9 No.2, Februari 2020)

negara serta krisis ekonomi mempengaruhi signifikan terhadap impor Negara- Negara Asean(

Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipin, Vietnam, Myanmar serta Kamboja) sepanjang periode 1990- 1990..

3. Ada masalah simultan di antara

ekspor dan impor di

Indonesia,Malaysia,Thailand,Filipina, Myanmar dan Kamboja.

2. Syaparuddin, Etik Umiyati, dan Jaya Kusuma,

Pengaruh Hutang Luar Negeri Terhadap

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Thailand, Malaysia, Fhilipina,

Vietnam Dan Brunei Periode 1990-2013

(Jurnal Paradigma Ekonomika Vol.10, No. 01)

Model

analisis Data Panel.

1. Rata- rata hutang luar negara 7 Negeri sepanjang periode 1990- 2013 rata- rata Indonesia( US$ 145. 858, 5);

MaIaysia( US$ 51. 941, 92); Vietnam(

US$ 27. 027, 79); Thailand( US$ 78.

467, 79), Fhiplipina( US$ 52. 228, 88) serta Myanmar( US$ 5. 918, 48).

2. Kenaikan hutang luar negara berdampak pada perlambatan ataupun penyusutan perkembangan ekonomi sepanjang periode 1990- 2013 terjalin Indonesia, Malaysia serta Vietnam dan Thailand. Sebaliknya yang bisa mendesak kenaikan perkembangan ekonomi terjalin di Fhilipina serta Myanmar.

3. Pengaruh hutang luar negara terhadap perkembangan ekonomi Negara- Negara Asean merupakan negatif serta signifikan

3. Aya Shopia dan Sri Sulasmiyati.

Pengaruh Foreign Direct

Investment, Ekspor, Dan Utang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean (Studi Pada Produk Domestik Bruto Indonesia, Malaysia, Dan Thailand Periode Tahun 2007 – 2016) (Jurnal

Analisis regresi linear berganda.

1. FDI inflow( X1), ekspor( X2) serta utang luar negara( X3) mempengaruhi simultan terhadap perkembangan ekonomi( Y) tiap- tiap ketiga Negeri Indonesia, Malaysia serta Thailand menciptakan nilai probabilitas signifikansi tiap- tiap sebesar 0, 000 dimana kurang dari nilai signifikan yang digunakan ialah sebesar 0, 05(

5%).

2. FDI mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan ekonomi Negeri Indonesia, Malaysia, serta Thailand. Arah ikatan positif terjalin pada FDI terhadap perkembangan ekonomi Malaysia serta Thailand.

Sebaliknya pada Negeri Indonesia,

38 Administrasi

Bisnis (JAB) Vol.

61 No. 3)

FDI mempunyai arah ikatan negatif terhadap perkembangan ekonomi.

3. Ekspor mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan ekonomi tiap- tiap ketiga Negeri Indonesia, Malaysia serta Thailand. Arah ikatan positif ekspor juga berlaku terhadap perkembangan ekonomi Indonesia, Malaysia serta Thailand.

4. Utang luar negara mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan ekonomi Negeri Indonesia serta Malaysia. Sebaliknya utang luar negara mempengaruhi tidak signifikan terhadap perkembangan ekonomi Thailand. Arah ikatan positif terjalin pada pengaruh utang luar negara terhadap perkembangan ekonomi Indonesia serta Malaysia. Hasil ini berbeda dengan utang luar negara Thailand yang mempunyai arah ikatan negatif terhadap perkembangan ekonomi Thailand

4. Lumadya Adi.

Kausalitas Utang Luar Negeri, Tabungan

Domestik, Dan Pertumbuhan Ekonomi

(Journal Of Research In Economics And Management (Jurnal Riset Ekonomi Dan Manajemen) Vol.15, No.1 Hal1:12)

Uji

Kausalitas yang akan dipakai adalah Uji Granger Causality

1. Tidak terdapat sebab- akibat antara utang luar negara dengan dalam negeri saving Negeri Indonesia.

2. Tidak terdapat sebab- akibat antara utang luar negara dengan dalam negeri saving Negeri Malaysia.

3. Terdapat sebab- akibat 2 arah antara utang luar negara dengan dalam negeri saving Negeri Thailand. Utang luar negara selaku dana komplementer dengan dalam negeri saving dalam membangun di Thailand.

4. Terdapat sebab- akibat searah antara utang luar negara terhadap perkembangan ekonomi Negeri Indonesia pada taraf signifikansi 5%.

Utang luar negara menimbulkan perkembangan ekonomi

membutuhkan waktu 2 tahun,

kebalikannya perkembangan ekonomi tidak menimbulkan utang luar negara.

Diantara 3 Negeri, yang sanggup menggunakan utang luar negara buat tingkatkan perkembangan ekonomi cuma di Indonesia.

39 5. Tidak terdapat sebab- akibat antara utang luar negara dengan

perkembangan ekonomi Negeri Malaysia.

6. Tidak terdapat sebab- akibat antara utang luar negara dengan perkembangan ekonomi Negeri Thailand

5. Muhammad Sri Wahyudi

Suliswanto.

Tingkat Keterbukaan Ekonomi Di Negara Asean-5 (Jurnal NeO~Bis) Vol.10,No.1.

Analisis Metode Panel Data.

Selaku kesimpulan dalam riset ini kalau secara parsial ataupun simultan net ekspor serta foreign direct investment mempengaruhi positif serta signifikan terhadap pembuatan gross domestic bruto di Negeri ASEAN- 5. Dengan demikian, terdapatnya kebijakan MEA, ialah salah satu kebijakan yang bisa tingkatkan GDP antar Negeri anggota.

Kedudukan ekspor serta FDI di Negeri Indonesia masih sedikit bila dibandingkan Negeri ASEAN- 5 yang lain. Oleh sebab itu, spesialnya Negeri Indonesia wajib memaksimalkan kedudukan 2 variabel tersebut supaya MEA yang ialah liberalisasi dalam perdagangan benda serta jasa, investasi, serta mobilitas aspek penciptaan tenaga kerja bisa berakibat pada keadaan ketenagakerjaan serta pula bisa tingkatkan kesejahteraan warga

6. Salawati Ulfa, dan T. Zulham.

Analisis Utang Luar Negeri Dan Pertumbuhan Ekonomi: Kajian Faktor-Faktor Yang

Mempengaruhiny a (Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Vol.2,No.1

Februari 2017:

144- 152)

Ordinary Least Square (OLS) dan Granger Causality.

Bersumber pada riset yang sudah dicoba, hingga bisa diambil sebagian kesimpulan sebagai berikut:

1. Produk dalam negeri bruto mempengaruhi signifikan secara positif terhadap utang luar negara.

Apabila terjalin peningkatan PDB sebesar 1 triliun Rupiah hingga utang luar negara hendak hadapi akumulasi sebesar 15, 6373 juta USD dengan anggapan variabel independen lain dikira senantiasa.

2. Perkembangan ekonomi mempunyai ikatan searah dengan investasi, dimana kala perkembangan ekonomi bertambah hingga investasi pula bertambah. Namun investasi

40 tidak pengaruhi perkembangan ekonomi. Oleh sebab itu, ada ikatan satu arah ialah perkembangan ekonomi mempengaruhi terhadap investasi

7. Taufik akbar.

Analisis Hubungan

Kausalitas antara PDB, Impor, FDI dan Utang Luar

Negeri di

Indonesia. (Eksis, vol.13,No.2 oktober 2018:

111–130)

Metode Multivariate Johansen Co-Integration dan Granger Causality dalam kerangka Vector Autoregressiv e (VAR)

Kalau ada ikatan satu arah impor benda modal terhaap impor bahan baku serta bahan penolong, impor bahan baku serta bahan penolong terhaap aliran investasi langsung, impor benda modal terhadap aliran investasi langsung. Perihal ini menampilkan tidak terdapatnya ikatan sebab- akibat antar variabel yang diteliti. Hasil ditaksir VECM pula menampilkan kalau dalam jangka panjang impor bahan baku serta bahan penolong, benda modal, FDI, serta utang luar negara mempengaruhi signifikan terhaap PDB. Sebaliknya dalam jangka pendek tidak mempengaruhi signifikan terhadap PDB. Penguatan zona hulu merupakan perihal berarti bila mau memencet deficit neraca transaksi berjalan.

Impor yang bertabiat komsumtif pasti tidak hendak membagikan nilai tambah. Perlunya sokongan penuh dari pemerintah serta regulasi- regulasi yang sanggup membuat zona hulu terus menjadi tumbuh

8. Neng Dilah Nur Fadillah AS dan Hady Sutjipto.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Utang Luar Negeri Indonesia.

(Jurnal Ekonomi-Qu Vol. 8, No. 2, Oktober 2018)

Metode Ordinary Least Square (OLS).

1. Variabel Defisit Anggaran, Nilai Ubah, serta Utang Luar Negara Lebih dahulu secara parsial mempengaruhi signifikan terhadap Utang Luar Negara Indonesia. Sebaliknya LIBOR serta Pembayaran Utang Luar Negara tidak berpengaruh signifikan terhadap Utang Luar Negara Indonesia tahun 1986- 2015

2. Variabel Defisit Anggaran, Nilai Ubah, LIBOR, Pembayaran Utang Luar Negara, serta Utang Luar Negara Lebih dahulu secara simultan mempengaruhi signifikan terhadap Utang Luar Negara Indonesia tahun 1986- 2015

9. Defrizal Saputra, Model Perkembangan Ekonomi

41 Hasdi Aimon, dan

Melti Roza Adry.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Utang Luar

Negeri Di

Indonesia

(EcoGen Vol.1, No.3,5 September 2018)

Ordinary Least Square (OLS) dan Error

Correction Model (ECM).

mempengaruhi positif dalam jangka panjang terhadap utang luar negara.

Sebaliknya dalam jangka pendek

perkembangan ekonomi

mempengaruhi negatif terhadap utang luar negara, serta anjuran kala perkembangan ekonomi membaik hingga hendaknya kurangi utang supaya terlepas pada jeratan bundaran utang buat masa depan nantinya.

Inflasi mempengaruhi negatif dalam jangka panjang terhadap utang luar negara. Sebaliknya dalam jangka pendek inflasi mempengaruhi negatif terhadap utang luar negara, serta anjuran hendaknya inflasi terkontrol serta normal bertambah, yang mana kala inflasi terus terjalin serta normal menunjukkan ekonomi yang baik serta normal, dengan normal inflasi kita lebih dapat mengatur pemakaian utang luar negara yang kelewatan Suku bunga luar negara mempengaruhi tidak signifikan negatif dalam jangka panjang terhadap utang luar negara. Sebaliknya dalam jangka pendek suku bunga luar negara mempengaruhi negatif terhadap utang luar negara serta anjuran hendaknya pengambilan kembali utang luar negara diperhitungkan kembali keahlian pengembaliian sesuatu Negeri. Perkembangan ekonomi, inflasi, serta suku bunga luar negara bersama- sama mempengaruhi signifikan dalam jangka panjang serta pendek terhadap utang luar negara di Indonesia serta anjuran utang luar negara yang digunakan hendaknya turut bertumbuh dengan perkembangan kemakmuran( growth with prosperity) dalam sesuatu Negeri paling utama Indonesia, yang mana kala utang berkembang dengan kemakmuran itu menunjukkan utang bermanfaat serta menolong perekonomian dan kemakmuran warga serta tidak memberatkan warga

42 dalam sesuatu Negeri

10, Saharuddin Didu Pengaruh Utang Luar Negeri Dan Penanaman Modal asing (PMA) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia

Jurusan Ilmu Ekonomi

Pembangunan FEB Untirta

Model Regresi Berganda

1. Variabel utang luar negara secara parsial mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan ekonomi.

2. Variabel penanaman modal asing secara parsial mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan ekonomi

3. Variabel utang luar negara serta penanaman modal asing secara simultan mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan ekonomi

Dokumen terkait