• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Ekspor Net Indonesia dan Thailand

5.2 Perkembangan S-I Gap Indonesia dan Thailand

5.1.3 Perkembangan Ekspor Net Indonesia dan Thailand

Ekspor net adalah nilai ekspor yang dikurangi dengan nilai impor. Jika nilai ekspor net menunjukkan angka positif artinya surplus dan sebaliknya jika nilai ekspor net menunjukkan angka negatif maka terjadi defisit.

Ekspor bersih (net ekspor) adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain. Jika nilai ekspor lebih besar dari nilai impor, maka nilai ekspor bersih adalah positif.

Ekspor neto menunjukkan ekspor neto barang dan jasa dari luar negeri yang menghasilkan pendapatan bagi produsen dalam negeri.

Variabel kedua dalam penelitian ini adalah rkspor net,data yang digunakan dalam analisis adalah data ekspor net Indonesia dan Thailand periode tahun 1990-2021.

-2000.00%

-1000.00%

0.00%

1000.00%

2000.00%

3000.00%

4000.00%

5000.00%

6000.00%

7000.00%

8000.00%

1990 1992 1994 1996 1998 2000 2002 2004 2006 2008 2010 2012 2014 2016 2018 2020

Thailand Indonesia

69 Tabel 5.3 Perkembangan Ekspor Net Indonesia dan Thailand Periode Tahun

1990 - 2021 ( Juta US$)

Tahun Negara dan Perkembangan

Indonesia % Thailand %

1990 3838 -0.33 -255 0.72

1991 3272 -14.75 -233 -8.63

1992 6662 103.61 -209 -10.30

1993 8495 27.51 -231 10.53

1994 8069 -5.01 -231 0.00

1995 4789 -40.65 -357 54.55

1996 6886 43.79 -421 17.93

1997 11764 70.84 -118 -71.97

1998 21511 82.85 473 -500.85

1999 24662 14.65 308 -34.88

2000 28609 16.00 465 50.97

2001 25361 -11.35 373 -19.78

2002 25817 1.80 393 5.36

2003 28754 11.38 463 17.81

2004 25060 -12.85 433 -6.48

2005 27959 11.57 142 -67.21

2006 39733 42.11 514 261.97

2007 39628 -0.26 917 78.40

2008 7823 -80.26 576 -37.19

2009 19681 151.58 1073 86.28

2010 22116 12.37 840 -21.71

2011 26061 17.84 369 -56.07

2012 -1659 -106.37 3 -99.19

2013 -4077 145.75 14 366.67

2014 -1886 -53.74 568 3957.14

2015 7698 -508.17 901 58.63

2016 8837 14.80 1263 40.18

2017 8842 0.06 1105 -12.51

2018 -8698 -198.37 721 -34.75

2019 -3230 -62.87 824 14.29

2020 21623 -769.44 1281 55.46

2021 35333 63.40 1277 -0.31

Rata - rata -3225.57 12794.84

Sumber : Asian Development Bank(Data diolah 2022)

Berdasarkan tabel 5.3 dapat di jelaskan bahwa dari tahun 1990 sampai tahun 1996 kondisi ekspor net indonesia mengalami fluktuasi dengan angka positif, artinya kondisi ini menunjukkan bahwa kondisi ekspor indonesia sedang surplus. Surplus ini membantu meningkatkan permintaan agregat dan produk

70 domestik bruto, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Nilai pekembangan yang terbesar selama kurun waktu dari tahun 1990 sampai 1996 adalah tahun 1992 yaitu sebesar 6662 juta US$ dengan nilai perkembangan yang cukup besar yaitu sebesar 103,61%. Perkembangan ini cukup besar di bandingkan dengan tahun sebelumya.

Kemudian pada tahun 1997 sampai tahun 2007 nilai ekspor net indonesia terus mengalami peningkatan yang dalam artian bahwa nilai ekspor indonesia elbih besar di bandingkan dengan impor. Komoditas yang paling banyak di ekspor oleh indonesia adalah komoditas non migas. Komoditas ini sangat banyak di alam indonesia seperti pertambangan dan perindustrian. Pada tahun 2008 nilai ekspor net indonesia mengalami penurunan di bandingkan tahun sebelumnya tetapi tetap dengan angka positif yang artinya dalam kondisi surplus, nilainya yaitu sebesar 7823 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -80,26%.

Selanjutnya pada tahun 2009 nilai ekpor net indonesia kembali mengalami peningkatan yaitu sebesar 19862 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar 151,58%. Peningkatan ini terjadi di karenakan indonesia mengekspor komoditas non migas ke berbagai negara tujuan yang membutuhkan komoditas non migas dari indonesia. Pada tahun 2010 sampai tahun 2014 nilai ekspor net indonesia mengalami penurunan dengan menunjukkan angka negatif yang berarti bahwa sedang terjadi defisit. Defisit terbesar yang di alami indonesia yaitu sebesar -1659 juta US$ dengan nilai perkembangan 106,37% pada tahun 2012 dan sebesar -4077 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar 145,75% pada tahun 2013.

Kemudian pada tahun 2015 sampai 2017 kembali nilai ekspor net indonesia mengalami peningkatan dengan angka positif yang artinya ekspor net indonesia

71 dalam kondisi surplus, peningkatan ini terjadi karena sepanjang tahun 2015 neraca perdagangan mengalami surplus dan neraca perdagangan sektor non migas lebih besar di bandingkan sektor migas dengan nilai sebesar 7698 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -508,17%. Selanjut pada tahun 2018 sampai 2019 nilai ekpor net indonesia mengalami penurunan degan angka negatif artinya kondisi ekspor net sedang defisit. Kemudian padad tahun 2020 dan 2021 nilai ekspor net indonesia kembali dalam kondisi surplus.

Sedangkan Thailand nilai ekspor net Thailand dari tahun 1990 sampai tahun 1997 mengalami fluktuasi dengan angka negatif yang artinya bahwa kondisi ekspor net negara Thailand sedang defisit. Pada tahun 1998 nilai ekspor net Thailand mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu sebesar 473juta US$

dengan nilai perkembangan sebesar -500,85%.

Kemudian pada tahun berikutnya yaitu dari 1999 sampai 2006 nilai ekspor net Thailand mengalami fluktuasi dengan angka positif yang berarti bahwa kondisi ekspor net Thailand dari tahun 1999 sampai tahun 2006 mengalami surplus. Pada tahun 2006 merupakan peningkatan terbesar dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 514 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar 261,97%.

Kemudian pada tahun 2007 sampai tahun 2010 nilai ekspor net kembali mengalami fluktuasi dengan angka positif, pada tahun 2009 terjadi peningkatan terbesar dari tahun sebelimnya yaitu sebesar 1073 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar 86,28%.

Selanjutnya pada tahun 2011 sampai tahun 2013 mengalami penurunan yang drastis yaitu pada tahun 2011 sebesar 369 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -56,07%, pada tahun 2012 sebesar 3 juta US$ dengan nilai

72 perkembangan sebesar -99,19% dan tahun 2013 sebesar 14 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar 366,67%. Menurunnya nilai ekspor net ini akan berakibat pada penerimaan negara. Pada tahun 2014 sampai 2016 mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2014 sebesar 568 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar 3957,14% lalu pada tahun 2015 sebesar 901 juta US$ dengan nilai perkembangan 58,63% dan pada tahun 2016 sebesar 1263 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar 40,18%. Peningkatan ini terjadi karena Thailand terus mengekspor barang ke negarar tujuan dengan jumlah yang cukup banyak, komoditas yang paling banyak di ekspor oleh Thailand adalah komoditas pertanian seperti beras, Thailand merupakan eksportir beras terbesar dunia.Pada tahun selanjutnya yaitu pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 1105 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -12,51%. Kemudian pada tahun 2018 sampai tahun 2020 nilai ekspor net Thailand kembali mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 nilai ekspor net Thailand kembali menurun dengan angka positif sebesar 1277 juta US$

dengan nilai perkembangan sebesar -0,31%.

Sumber : Trade Map

Gambar 5.3 Perkembangan Ekspor Net Indonesia dan Thailand Tahun 1990 – 2021

-2000.00%

-1000.00%

0.00%

1000.00%

2000.00%

3000.00%

4000.00%

5000.00%

1990 1992 1994 1996 1998 2000 2002 2004 2006 2008 2010 2012 2014 2016 2018 2020

Thailand Indonesia

73 5.1.4 Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia dan Thailand

Variabel bebas ketiga adalah cadangan devisa. Cadangan devisa merupakan total valuta asing yang dipunyai oleh negeri ataupun pemerintah serta swasta dari sesuatu negeri yang pada biasanya diucap pula selaku cadangan devisa yang bisa dikenal dari posisi balance of payment ataupun neraca pembayaran internasional, yang bisa digunakan tiap waktu, guna membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran ataupun dalam rangka stabilitas moneter dengan melaksanakan intervensi di pasar valuta asing serta buat tujuan yang lain. Posisi saldo cadangan devisa menampilkan posisi saldo valuta asing ataupun cadangan devisa yang dipunyai oleh pemerintah serta penduduk sesuatu negeri.

Cadangan devisa adalah segala aktiva luar negara yang di kuasai oleh otoritas moneter yang bisa digunakan tiap waktu buat membiayai ketidakaseimbangann neraca. Terus menjadi banyak devisa yang dipunyai pemerintah serta penduduk sesuatu negeri terus menjadi besar keahlian negeri tersebut dalam melaksanakan aktivitas transaksi ekonomi serta keuangan internasional serta terus menjadi kokoh pula mata duit negeri tersebut.

Cadangan devisa merupakan semua aset buat menanggulangi ketidakseimbangan neraca ataupun dengan kata lain buat stabilitas moneter sesuatu negeri serta dikuasi oleh otoritas moneter dalam negara. sehingga bisa di simpulkan kalau cadangan devisa ialah seluruh peninggalan luar negara yang digunakan tiap dikala buat pembayaran dalam perdagangan internasional dalam wujud valuta asing yang dikelola oleh ban sentral yang terdapat di dalam negara yang bisa digunakan buat melindungi stabilitas moneter, tabungan nasional serta pembayaran utang.

74 Tabel 5.4 Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia dan Thailand

Periode Tahun 1990 - 2021 ( Juta US$)

Tahun Negara dan Perkembangan

Indonesia % Thailand %

1990 7353 37.26 13247 40.02

1991 9151 24.45 17287 30.50

1992 10181 11.26 20012 15.76

1993 10988 7.92 24078 20.32

1994 11820 7.57 28884 19.96

1995 13306 12.57 35463 22.78

1996 17820 33.93 37192 4.88

1997 16088 -9.72 25697 -30.91

1998 22401 39.25 28434 10.65

1999 26245 17.16 33805 18.89

2000 28280 7.76 31933 -5.54

2001 27048 -4.36 32350 1.31

2002 30754 13.70 38042 17.60

2003 34742 12.97 40965 7.68

2004 34724 -0.05 48498 18.39

2005 32926 -5.18 50502 4.13

2006 40866 24.12 65147 29.00

2007 54737 33.94 85110 30.64

2008 49339 -9.86 108317 27.27

2009 60572 22.77 133599 23.34

2010 89970 48.53 165656 23.99

2011 103611 15.16 165200 -0.28

2012 105907 2.22 171106 3.58

2013 93427 -11.78 159022 -7.06

2014 106073 13.54 149064 -6.26

2015 100626 -5.14 149291 0.15

2016 110931 10.24 164148 9.95

2017 124143 11.91 194048 18.22

2018 114776 -7.55 197031 101.52

2019 122707 6.91 214573 8.90

2020 128398 4.64 246034 14.66

2021 131405 2.34 224804 -8.63

Rata - rata 11.51 14.54

Sumber : Asian Development Bank(Data diolah 2022)

Berdasarkan tabel 5.4 dapat di jelaskan bahwa nilai perkembangan cadangan devisa indonesia selama 32 tahun terakhir mengalami peningkatan kecuali pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 32926 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -5,18% menurunnya nilai cadangan devisa indonesia

75 dikarenakan melonjaknya impor yang dilakukan Indonesia dan memicu tekanan pada neraca pembayaran, kemudian pada tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 49339 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -9,86%, menurunnya nilai cadangan devisa indonesia pada tahun 2008 di akibatkan oleh dampak krisis yang dialami Amerika Serikat, lalu pada tahun 2013 nilai cadangan devisa indonesia mengalami penurunan sebesar 93427 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -11,78% menurunnya nilai cadangan devisa tersebut di sebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah dan tahun terakhir pada tahun 2015 kembali menurun nilai cadangan devisa yaitu sebesar 100626 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -5,14% menurunnya nilai cadangan devisa ini di akibatkan oleh tekanan pada pasar keuangan.

Sedangkan negara Thailand nilai perkembangan cadangan devisa thailand selama 32 tahun terakhir terus mengalami peningkatan kecuali pada tahun 1997 mengalami penurunan sebesar 25697 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -30,91%, menurunya nilai cadangan devisa Thailand ini si akibatkan oleh krisis keuangan yang terjadi di Thailand, kemudian pada tahun 2000 nilai cadangan devisa Thailand mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 31933 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -5,54%.

Kemudian pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 159022 juta US$

dengan nilai perkembangan sebesar -7,06% dan pada tahun 2014 kembali mengalami penurunan sebesar 149064 juta US$ dengan nilai perkembangan sebesar -6,26%, menurunnya nilai cadangan devisa Thailand pada tahun 2013 dan 2014 di sebabkan oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri.

76 Sumber : Trade map

Gambar 5.4 Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia dan Thailand Tahun 1990 - 2021

Dokumen terkait