• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Koefisien Determinasi R 2

A. Uji Multikoleniaritas

3. Uji terhadap Cadangan Devisa

5.2.2.5 Uji Koefisien Determinasi R 2

Hasil Uji Koefisien Determinasi R2

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .873a .762 .737 24444.91420 .229

a. Predictors: (Constant), Cadangan Devisa(X3), Ekspor Net(X2), S-I Gap(X1) b. Dependent Variable: Utang Luar Negeri(Y)

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi R2 di peroleh persentase pengaruh variabel bebas secara menyeluruh (S-I Gap, Ekspor Net dan cadangan devisa) terhadap variabel terikat (utang luar negeri) ditunjukkan oleh besarnya nilai koefisien determinasi (R2) ketika nilai R2 semakin mendekati 1 maka persamaan regresi yang dihasilkan semakin baik. Berdasarkan tabel 5.14 dapat di lihat bahwa nilai R-square sebesar 0,762, artinya variabel I-S Gap, ekspor net dan cadangan devisa mampu mempengaruhi variabel utang luar negeri indonesia sebesar 76,2% sedangkan 23,8% lainnya di pengaruhi variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini.

90 5.2.2.6 Implikasi Hasil Penelitian

Sebagai negara yang sedang berkembang, utang luar negeri merupakan salah satu alternatif yang dibutuhkan oleh suatu negara untuk mencukupi kekurangan dana selama proses perbaikan yang sedang dilakukan suatu negara seperti Indonesia dan Thailand. Adanya utang luar negeri sangat membantu kedua negara tersebut selama proses pembangunan yang sedang berlangsung.

Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, bahwa variabel cadangan devisa Indonesia dan Thailand memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Total utang luar negeri Indonesia dan Thailand, yang artinya hasil ini berbeda dengan teori yang menyebutkan bahwa berdasarkan teori adanya hubungan negatif antara cadangan devisa dengan utang luar negeri yang berarti jika cadangan devisa meningkat maka utang luar negeri akan menurun. Artinya dalam penelitian ini ada faktor lain yang menyebabkan cadangan devisa berhubungan positif terhadap utang luar negeri, cadangan devisa digunakan untuk membiayai kegiatan ekspor di negara tersebut, dalam hal ini ekspor di Indonesia dan Thailand sangat kecil, maka dengan adanya cadangan devisa ini digunakan untuk membantu kegiatan ekspor agar dengan meningkatnya ekspor maka akan menambah cadangan devisa di negara tersebut. Dengan demikian cadangan devisa tidak hanya terfokus untuk membayar utang luar negeri saja, melainkan juga diperlukan untuk membiayai kegiatan ekspor tersebut agar membantu meningkatkan cadangan devisa.

Kemudian dengan banyaknya cadangan devisa meyakinkan negara Indonesia dan Thailand berani meminjam uang kembali dalam rangka meningkatkan aktifitas ekonomi yang nantinya akan mendatangkan cadangan devisa, aktifitas

91 ekonomi tersebut seperti kegiatan produkti yang menghasilkan barang dan jasa.

Kemudian banyaknya barang dan jasa yang dihasilkan dalam negeri akan di ekspor ke luar negeri, dengan demikian jika ekspor meningkat maka akan mendatangkan kembali cadangan devisa, oleh karena itu cadangan devisa digunakan sebagai investasi untuk kegiatan yang produktif.

Selanjutnya kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengatur utang luar negeri dengan dilakukannya kebijakan pembatasan pinjaman baru, yaitu hanya diperbolehkan untuk membiayai pengeluaran pemerintah yang produktif, seperti pembangunan infrastruktur serta pengembangan pendidikan dan kesehatan.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk mengurangi pinjaman yang bersifat program atau hanya menghasilkan produk kebijakan, sehingga output pinjaman baru diharapkan dapat berpotensi memberikan multiplier effect yang tinggi dimasa mendatang dan bisa meningkatkan cadangan devisa.

Selain pembatasan sifat pinjaman, perlu pembatasan terhadadp utang yang bersumber dari multilateral dan bilateral. Walaupun utang yang berasal dari sumber tersebut tergolong murah, namun masih menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar karena persyaratan yang mengikat dan yang tidak berhubungan dengan utang serta seringkali digunakan oleh kelompok tertentu sebagai alat guna mempertahankan kekuasaannya.

Kemudian alternatif selanjutnya adalah peningkatan penerimaan pajak, peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak dapat mengurangi ketergantungan utang luar negeri. Dengan demikian diperlukan pengembangan inovasi pendukung seperti inovasi dalam instrument perpajakan serta peningkatan

92 kuantitas dan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung kebijakan dibidang perpajakan.

93 BAB VI

PENUTUP 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat di simpulkan beberapa hal dari penelitian yaitu :

1. Perkembangan utang luar negeri Indonesia dan Thailand selama kurun waktu 32 tahun menunjukan angka yang terus meningkat. Berdasarkan hasil uji perkembangan yang dilakukan di peroleh dengan nilai rata-rata perkembangan utang luar negeri Indonesia sebesar 6,48 persen, sedangkan rata-rata nilai perkembangan utang luar negeri Thailand sebesar 7,91 persen, 2. Perkembangan S-I Gap Indonesia, ekspor net dan cadangan devisa rata – rata

mengalami fluktuasi. S-I Gap cenderung menunjukkan angka positif yang berarti surplus, ekspor net memiliki tren yang cenderung meningkat, dan cadangan devisa berfluktuasi dan cenderung meningkat. Sedangkan perkembangan S-I Gap Thailand, ekspor net dan cadangan devisa rata – rata mengalami fluktuasi. S-I Gap cenderung menunjukkan angka negatif yang berarti defisit, ekspor net memiliki tren berpluktuasi dan cadangan devisa berfluktuasi dan cenderung meningkat. Berdasarkan hasil uji perkembangan yang dilakukan di peroleh dengan nilai rata-rata perkembangan S-I Gap Indonesia sebesar 83,75 persen, sedangkan rata-rata nilai perkembangan S-I Gap Thailand sebesar 285,94 persen,selanjutnya perkembangan ekspor net Indonesia sebesar -3225,57 persen, sedangkan rata-rata nilai perkembangan ekspor net Thailand sebesar 12794,84,kemudian rata-rata nilai perkembangan cadangan devisa Indonesia sebesar 11,51 persen, sedangkan rata-rata nilai perkembangan cadangan devisa Thailand sebesar 14,54 persen.

94 3. Secara simultan variabel S - I Gap, ekspor net dan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia. Sedangkan secara parsial variabel S - I Gap dan ekspor net tidak berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia, variabel cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia. Sedangkan Thailand secara simultan variabel S - I Gap, ekspor net dan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Thailand. Sedangkan secara parsial variabel S - I Gap dan ekspor net tidak berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Thailand,variabel cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Thailand.

95 6.2 Saran

1. Pemerintah Indonesia dan Thailand harus bisa menahan agar lonjakan utang luar negeri tiap tahunnya tidak bertambah, cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah agar bisa mengurangi utang luar negeri dengan cara mencermati lebih mendalam terkait program yang menjadi prioritas pemerintah dan segala sumber daya keuangan baik dari sisi penerimaan dan maupun belanja harus dipastikan dapat dikelola dengan efektif dan efisien.

2. Pemerintah Indonesia dan Thailand di harapkan mampu mengontrol investor yang masuk kedalam negeri supaya mengurangi angka defisit yang terjadi pada tabungan dalam negeri. Selain itu pemerintah juga harus terus meningkatkan ekspor ke berbagai negara tujuan agar membantu meningkatkan permintaan agregat dan produk domestik bruto. Kemudian dengan meningkatnya cadangan devisa pemerintah harus lebih banyak menggunakan dana dari dalam negeri agar mengurangi beban utang luar negeri semakin bertambah.

96

DAFTAR PUSTAKA

Asia Depelovment Bank. 2020. https://www.adb.org/publications/key-indicators-asia-and-pacific-2020

Astanti Ayu. (2015). Analisis Kausalitas Antara Utang Luar Negeri dan Pertumbuhan Ekonomi di Indoenesia Tahun 1990 - 2013. Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan. Fakultas Ekonomi Universitas Jember: Jember.

Aya Shopia. Sri Sulasmiyati.(2018) Pengaruh Foreign Direct Investment,Ekspor,Dan Utang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean(Studi Pada Produk Domestik Bruto Indonesia, Malaysia, Dan Thailand Periode Tahun 2007 – 2016) (Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 61 No.

3).

Atmadja. A.S. (2000). Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia: Perkembangan dan Dampaknya.

Basri. Faisal. (2002). Perekonomian Indonesia. Erlangga. Jakarta.

Basri. Zainul Yuswar. Mulyadi Subri. (2005). keuangan negara dan analisis kebijakan utang luar negeri. jakarta : Rajawali Press.

Boediono. (2001). Ekonomi Internasional. Edisi Satu. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Unversitas Gadjah Mada.

Defrizal Saputra, Hasdi Aimon, dan Melti Roza Adry. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Utang Luar Negeri Di Indonesia (EcoGen Vol.1, No.3,5 September 2018).

Gandhi D. (2006). Pengelolaan Cadangan Devisa di Bank Indonesia. Jakarta:Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan.

Giri Tribroto. (2001). Kebijakan dan Pengelolaan Pinjaman Luar Negeri. Profil Pinjaman Luar Negeri Indonesia dan Permasalahannya. PPSK. Jakarta. Bank Indonesia.

Gujarati. N. Damodar. (2012). Dasar-dasar Ekonometrika. Edisi Kelima. Penerbit Salemba : Jakarta.

Hamdy Hady. (2001). Ekonomi Internasional. Teori dan Kebijakan Perdagangan Internasional. Jakarta : Ghalia Indonesia

Imam Adlin. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Barang Konsumsi di Indonesia. Skripsi Sarjana Jurusan Ilmu Ekonomi dan Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakutltas Ekonomi. Universitas Negeri Padang.

Padang

Janie. A.N.D. (2012). Statistik Deskriptif dan Regresi Linear Berganda dengan SPSS. Semarang UniverCity Press: Semarang.

97 Kuncoro, M. (1994). Dilema utang luar negeri menjelang tahun 2000. Economic

Journal of Emerging Markets.

Lincolin Arsyad. (2010). Ekonomi Pembangunan. Edisi Keempat. Yogyakarta.

STIE YPKN.

Lumadya Adi. (2015). Kausalitas Utang Luar Negeri, Tabungan Domestik, Dan Pertumbuhan Ekonomi (Journal Of Research In Economics And Management).

Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto. (2015). Tingkat Keterbukaan Ekonomi Di Negara Asean-5 (Jurnal NeO~Bis).

Mudrajat Kuncoro. (1993). Financial Liberalization in chilli and Indonesia A Coperative Studi. A Disertation Submited in degree of M.Soc.Sc in Development Finance. University of Birmingham. Dalam Nairobi. Analisis Tabungan Domestik di Indonesia : Kajian Jangka Pendek dan Jangka Pa.

Fakultas Ekonomi Universitas Gajahmada.

Mulyani, S. (1999). CGI dan Dilema Hutang Luar Negeri.

Neng Dilah Nur Fadillah. Hady Sutjipto. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Utang Luar Negeri Indonesia. (Jurnal Ekonomi-Qu Vol. 8, No. 2, Oktober 2018).

Nopirin. (1992). Ekonomi Moneter II. BPFE. Yogyakarta

Pattillo C. Pairson H. (2002). Exrenal Debt and growth. International Monetary Fund.

Purnomo. A. (2018). PENGARUH UTANG LUAR NEGERI TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL DALAM PRESPEKTIF EKONOMI SYARIAH.

Radius Prawiro. (2004). Berutang melampaui Ambang Kemiskinan : Mencari Solusi Kolaboratif bagi Krisis Utang Indonesia. Dalam Heru subiyantoro dan Singgih Ripat(Editor) Kebijakan fiscal : Pemikiran, Konsep dan Implementasi. Jakarta. Kompas.

Rahman, B. A. (2017). Pengaruh Utang Luar Negeri Dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Studi Pada Produk Domestik Bruto Indonesia Periode 2005-2014). Jurnal Administrasi Bisnis.

Ramadhani. Muhammad Adib. (2014). Pengaruh Defisit Anggaran, Pengeluaran Pemerintah dan Hutang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi ( Studi Kasus 6 Negara ASEAN Tahun 2003-2012). E-Jurnal Ilmu Ekonomi.

Universitas Brawijaya.

Reza Fahlepi. Syaparuddin.(2019) analisis faktor yang mempengaruhi utang luar negeri Indonesia

98 Salawati Ulfa, dan T. Zulham. (2017). Analisis Utang Luar Negeri Dan Pertumbuhan Ekonomi: Kajian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Vol.2,No.1 Februari 2017: 144- 152)

Saharuddin Didu. (2017). Pengaruh Utang Luar Negeri Dan Penanaman Modal asing (PMA) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan FEB Untirta.

Syamsurijal Tan. (2014). Ekonomi Internasional. CV Bukit Mas. Jambi

Saputra. I Gede. Kesumajaya. I Wayan Wita. (2016). Pengaruh Utang Luar Negeri,Ekspor dan Impor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 1996-2003.

Sihombing D. (2010). Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Universitas Sumatera Utara. Medan

Sukirno, S. (2006). Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sukirno Sadono. (2012). Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta:

Rajawali Pers

Syaparuddin, Faradina Zevaya.(2020). Analysis Of Export Import : Application Of Simultaneous Equation Model Case Study In Asean Countries (International Journal Of Scientific & Technology Research Vol.9 No.2, Februari 2020).

Syaparuddin. Etik Umiyati. Jaya Kusuma.(2015). Pengaruh Hutang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Thailand, Malaysia, Fhilipina, Vietnam Dan Brunei Periode 1990-2013 (Jurnal Paradigma Ekonomika Vol.10, No. 01).

Suparmoko. (2000). Keuangan Negara: Teori dan Praktek. BPFE Yogyakarta.

Supriyanto. Sampurna, A. F. (1999). Utang luar negeri indonesia: argumen, relevansi dan implikasinya bagi pembangunan.

Taufik akbar. (2018). Analisis Hubungan Kausalitas antara PDB, Impor, FDI dan Utang Luar Negeri di Indonesia. (Eksis, vol.13,No.2 oktober 2018: 111–130) Todaro. Michael. P. (2000). Economic development. Seven Editioin. New York.

Addison Wesley.

Todaro. (2011). Pembangunan Ekonomi. Edisi Sebe. Jakarta: Erlangga.

Tulus Tambunan. (2008). Pembangunan ekonomi & utang luar negeri. Rajawali Pers,.

Ulfa. Silawati. T. Zulham. (2017). Analisis Utang Luar Negeri dan Pertumbuhan Ekonomi : Kajian Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.

Wahyudi, A. I. (2011). Analisis kausalitas antara hutang luar negeri dan

99 pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1990-2008.

Yogie Dahlly Saputro. Aris Soelistyo. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Utang Luar Negeri Di Indonesia (Jurnal Ilmu Ekonomi Vol X Jilid X/2017).

Yuniasih. A.F. (2011). Analisis Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara Asean Tahun 1980-2009.

Yustika. Ahmad Erani. (2009). Ekonomi Politik: Kajian Teoritis dan Analisis Empiris.

100 LAMPIRAN

Lampiran 1. Data untuk diolah Lampiran 1. Data Regresi Indonesia

Tahun S-I Gap X-M Gap Cadangan

Devisa ULN

1990 -6048 3838 7353 69872

1991 -6098 3272 9151 79548

1992 -3242 6662 10181 88002

1993 6611 8495 10988 89172

1994 4656 8069 11820 107835

1995 332 4789 13306 124413

1996 -3471 6886 17820 129009

1997 2521 11764 16088 136339

1998 -864 21511 22401 151484

1999 -3762 24662 26245 151479

2000 15795 28609 28280 144049

2001 11908 25361 27048 132710

2002 7271 25817 30754 128444

2003 -4381 28754 34742 134373

2004 2192 25060 34724 138042

2005 6994 27959 32926 142132

2006 -82137 39733 40866 135970

2007 1379 39628 54737 147827

2008 1602 7823 49339 157916

2009 391 19681 60572 179405

2010 1432 22116 89970 198278

2011 2263 26061 103611 219629

2012 -652 -1659 105907 252623

2013 -162 -4077 93427 263644

2014 -1037 -1886 106073 292570

2015 -1087 7698 100626 307754

2016 -1131 8837 110931 319007

2017 -109 8842 124143 353663

2018 -572 -8698 114776 379664

2019 -497 -3230 122707 402083

2020 -360 21623 128398 408501

2021 -560 35333 131405 416081

101 Lampiran 2. hasil regresi Indonesia

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 74181.

642 13431.892 5.523 .000

S-I Gap(X1)

.160 .414 .023 .386 .703 .953 1.050

Ekspor Net(X2)

-.445 .487 -.056 -.913 .369 .928 1.078

Cadangan

Devisa(X3) 2.260 .144 .938 15.665 .000 .973 1.028

a. Dependent Variable: Utang Luar Negeri(Y)

102 Lampiran 3. Uji Normalitas Indonesia

103 Lampiran 4. Uji Multikoleniaritas Indonesia

Variabel Collinearity Statistic

Tolerance VIF

Constanta

S-I Gap 0.953 1.050

Ekspor Net 0.928 1.078

Cadangan Devisa 0.973 1.028

104 Lampiran 5. Uji Heterokedastisitas Indonesia

105 Lampiran 6. Uji Autokorelasi Indonesia

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .950a .902 .892 34747.20661 .272

a. Predictors: (Constant), Cadangan Devisa(X3), S-I Gap(X1), Ekspor Net(X2) b. Dependent Variable: Utang Luar Negeri(Y)

106 Lampiran 7. Data regresi Thailand

Tahun S-I Gap X-M Gap Cadangan

Devisa ULN

1990 6244 -255 13247 28094

1991 6915 -233 17287 37703

1992 5162 -209 20012 41784

1993 3373 -231 24078 52638

1994 6000 -231 28884 65533

1995 9165 -357 35463 100039

1996 10663 -421 37192 112838

1997 -962 -118 25697 109699

1998 -17266 473 28434 104917

1999 -16554 308 33805 96770

2000 -12649 465 31933 79830

2001 -8914 373 32350 67297

2002 -11316 393 38042 62922

2003 -11594 463 40965 58453

2004 -13352 433 48498 58417

2005 -162 142 50502 58467

2006 -11165 514 65147 62493

2007 -21114 917 85110 62779

2008 -11049 576 108317 66619

2009 -29067 1073 133599 80824

2010 -22742 840 165656 106358

2011 -15226 369 165200 115440

2012 -109631 3 171106 148244

2013 -119116 14 159022 151676

2014 -26756 568 149064 146057

2015 -36825 901 149291 131819

2016 -49743 1263 164148 137571

2017 -54048 1105 194048 157583

2018 -49440 721 197031 169241

2019 -53563 824 214573 180229

2020 -58990 989 246034 189913

2021 -50683 1277 224804 197453

107 Lampiran 8. Hasil Regresi Thailand

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant)

48829.786 7357.534 6.637 .000

S-I Gap(X1)

-.203 .218 -.134 -.930 .360 .410 2.442 Ekspor

Net(X2) -14.684 12.624 -.154 -1.163 .255 .481 2.077

Cadangan

Devisa(X3) .553 .117 .866 4.730 .000 .253 3.953

a. Dependent Variable: Utang Luar Negeri(Y)

108 Lampiran 9. Uji Normalitas Thailand

109 Lampiran 10. Uji Multikoleniaritas Thailand

Variabel Collinearity Statistic

Tolerance VIF

Constanta

S-I Gap 0.410 2.442

Ekspor Net 0.481 2.077

Cadangan Devisa 0.253 3.953

110 Lampiran 11. Uji Heterokedastisitas Thailand

Dokumen terkait