MAKROSTRUKTUR WACANA EKSPOSISI
DAHULU SEBAGAI TEMPAT TAHANAN PERANG’ Awal
A. Tata Cara Upacara Tingkeban Sungkeman
2.3.1.5 Hubungan Pendeskripsian
Yang dimaksud dengan hubungan pendeskripsian antara bagian awal dan tubuh wacana ialah bagian awal merupakan deskripsi bagi bagian tubuh wacana. Bagian awal wacana ber-fungsi untuk menggambarkan keadaan/hal yang akan dijelas-kan dalam bagian tubuh wacana dan bagian tubuh merupadijelas-kan penjelasan secara ekspositoris. Hubungan itu dapat digambar-kan dalam diagram berikut.
Diagram 9. Hubungan Pendeskripsian
Hubungan antara bagian awal dan bagian tubuh yang me-nunjukkan hubungan pendeskripsian dapat dilihat pada contoh wacana eksposisi (19) berjudul “Congrock 17: Iramane Unik” berikut.
(19) CONGROCK 17: IRAMANE UNIK
Awal
(i) Tanggal 16 Maret bengi aula Gedhung Dipenda Jawa Tengah katon regeng. Lampu hias ing aula katon padhang kencar-kencar. Meja-meja bunder nganggo taplak putih ditata sapantha-pantha ngebaki ruang aula, semono uga kursi-kursi kang disarungi kain putih banjur dijiret nganggo pita biru ditata ngubengi saben meja. Ing latar mburi ana panggung kang ditata apik, nganggo lampu sorot maneka warna.
(ii) Wengi kuwi para tamu kang rawuh saka sadhengah kalangan. Ana pejabat pamarentah, usahawan, akademisi, seniman, wartawan, lan masarakat umum. Wengi kuwi pancen mujudake wengi spesial kanggone personil Congrock 17, sawijing grup musik ing kutha Semarang, amarga wengi kuwi mujudake pengetan kanggo mahargya tanggap warsane kang kaping 24. Sawise penyanyi Ari
Awal ‘deskripsi’ Tubuh ‘eksposisi’ Uraian Penjelasan Uraian Penjelasan Uraian Penjelasan
Kusmiran lan Tuti Tri Sedya kang wengi kuwi kadhapuk dadi pranata cara miwiti acara mau, banjur kaisi pentas musik Congrock 17. Ing sela-selane pentas musik mau dianakake talk show kanthi pembicara …. Kejaba kuwi dhalang wayang suket, Ki Slamet Gundana, uga menehi wasita adi magepokan karo tanggap warsane Congrock 17.
Tubuh
(iii) Grup musik iki lair saka sawijining komunitas mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Kala semono mahasiswa-mahasiswa mau ….
(iv) Saka kene banjur tuwuh ide nggawe musik unik lan nyentrik, kang durung diduweni dening grup musik liya. ….
(v) Dina-dina candhake keroncong remaja 17 kuwi wiwit nampa job-job tanggapan,…. Para penonton katon antusias lan responsif banget, lan padha alok menawa musik kang disuguhke dening Marco sakanca mau “keroncong ngerock”. Sebutan musik keroncong kang ngerock mau banjur dadi pocapane wong akeh. Ya saka pocapan mau grup keroncong Remaja 17 pungkasane ganti jeneng Congrock 17.
(vi) Kalangan artis lan musisi uga ngakoni kaluwihane Congrock. Yuni Shara tau kandha jare musike Congrock kuwi enak lan luwes,…. Idhang Rasidi, Congrock kuwi iramane unik, nakal, nekat, nanging asyik.
(vii) Kelly Puspita, salah sijine pengarang lagu kroncong kang kondhang, rumangsa gawok banget marang keprigelane personil Congrock 17, utamane ing babagan aransemen. Congrock kuwi nyleneh….
(Panjebar Semangat, No.14/ 2007/ hlm. 17) ‘CONGROCK 17: IRAMANYA UNIK’
Awal
(i) ‘Tanggal 16 Maret malam Aula Gedung Dipenda Jawa Tengah tampak meriah. Lampu hias di aula tampak terang benderang. Meja-meja bundar dengan taplak putih ditata di segala penjuru memenuhi ruang aula, begitu juga kursi-kursi yang disarungi kain putih lalu diikat dengan pita biru ditata menegilingi setiap meja. Di halaman belakang ada panggung yang ditata bagus, dengan lampu beraneka warna.
(ii) Malam itu para tamu datang dari berbagai kalangan. Ada pejabat pemerintah, pengusaha, akademisi, seniman,
wartawan, dan masyarakat umum. Malam itu memang merupa-kan malam spesial untuk personil Congrock 17, salah satu grup musik di Kota Semarang, karena malam itu adalah peringatan ulang tahun yang ke-24. Setelah penyanyi Ari Kusmiran dan Tuti Tri Sedya yang malam itu ditunjuk sebagai pembawa acara memulai acara, lalu diisi pentas musik Congrock 17. Pada sela-sela pentas musik tadi, diadakan talk show dengan pembicara .... Selain itu, dalang wayang suket Ki Slamet Gundana juga memberikan ucapan selamat sehubungan dengan ulang tahun Congrock 17.
Tubuh
(iii) Grup musik ini lahir dari salah satu komunitas maha-siswa Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang. Waktu itu mahasiswa tadi ....
(iv) Dari situlah kemudian tumbuh ide membuat musik yang unik dan nyentrik, yang belum dimiliki grup musik lain ....
(v) Hari-hari selanjutnya Keroncong Remaja 17 mulai me-nerima job-job.... Para penonton tampak antusias dan sangat responsif, dan menyebut musik yang disuguhkan oleh Marco dan teman-temannya tersebut “keroncong ngerock”.... Sebutan musik keroncong yang ngerock tersebut menjadi bahan pembicaraan orang banyak. Dari pembicaraan tersebut grup keroncong remaja 17 akhirnya berganti nama menjadi Congrock 17.
(vi) Kalangan artis dan musisi juga mengakui kelebihan congrock. Yuni Shara pernah berkata bahwa musik congrock itu enak dan luwes.... Idang Rasidi, menyebut Congrock itu iramanya unik, nakal, nekat, tetapi asyik.
(vii) Kelly Puspita, salah satu pengarang lagu keroncong yang terkenal, merasa cocok sekali dengan kemahiran perso-nil Congrock 17, terutama pada bagian aransemen. Congrock itu nyleneh ....’
Bagian awal pada contoh wacana (19) merupakan deskripsi/ gambaran situasi atau keadaan pada saat pertunjukan musik Congrock 17. Deskripsi itu menggambarkan situasi gedung
pertun-jukan (paragraf i) dan situasi pertunpertun-jukan musik Congrock 17 (paragraf ii). Sementara itu, bagian tubuh wacana berisi penjelasan secara ekspositoris tentang siapa dan seperti apa grup musik Congrock 17 (paragraf iii—vii). Pada bagian tubuh tersebut diuraikan tentang asal mula terbentuknya grup musik Congrock 17, tentang kiprah grup itu, dan tentang pendapat para tokoh musik terhadap grup musik Congrock 17. Hubungan pendeskripsian dalam waca-na eksposisi (19) dapat digambarkan dalam diagram berikut.
Diagram 10. Hubungan Pendeskripsian Wacana “Congrock 17: Iramane Unik”
Isi atau uraian pada bagian awal wacana eksposisi berjudul
“Congrock 17: Iramane Unik” hanya mengantarkan seperti apa grup musik Congrock dalam bentuk deskripsi. Kehadiran bagian awal itu tidak wajib karena substansinya ada pada bagian tubuh wacana, yaitu tentang apa, siapa, dan bagaimana grup musik Congrock 17.
Contoh lain yang memperlihatkan hubungan pendeskripsi-an pendeskripsi-antara bagipendeskripsi-an awal dpendeskripsi-an bagipendeskripsi-an tubuh wacpendeskripsi-ana dapat dilihat pada wacana eksposisi berjudul “Pesanggrahan Ambarbinangun:
Yasane Sri Sultan HB VI” berikut.
(20) PESANGGRAHAN AMBARBINANGUN: YASANE