MIKROSTRUKTUR WACANA EKSPOSISI
3.3 Jenis-Jenis Paragraf Eksposisi
3.2.6 Paragraf Analogi
Paragraf analogi adalah paragraf yang dalam menjelaskan atau menerangkan suatu hal dengan cara mempersamakan dua benda atau hal yang berlainan berdasarkan kesamaan ciri atau bentuk (Tim Redaksi KBBI Pusat Bahasa, 2008:59). Sebagai contoh, perhatikan paragraf (65) yang diambil dari teks berjudul
“Mi-nangka ’Puncak Bogor’e Kab. Pekalongan: Taman Wisata Linggosari Pancen Asri” berikut.
(65) (a) Kanthi hawa sing seger lan resik, ngelingake taman wisata Puncak ing Bogor, Jawa Barat, Linggosari bisa diibaratake mi-nangka “Puncak Boger”-e Kab. Pekalongan sing banget neng-semake sapa bae. (b) Awit saka kutha Kajen, ibu kotane Kab.
Pe-kalongan sedulur wis disuguhi pemandangan alam sing elok, kan-thi dalan sing menggak-menggok munggah mudhun sing dawane watara 17 km ing kiwa tengene wit-witan sing ijo royo-royo.
(Panjebar Semangat, No. 9/2007) (a) ’Dengan udara yang segar dan bersih, mengingatkan taman wisata Puncak di Bogor, Jawa Barat, Linggosari bisa diibaratkan sebagai “Puncak Bogor”-nya Kab. Pekalongan yang sangat memukau siapa saja. (b) Mulai dari kota Kajen, ibukota Kab. Pekalongan kita sudah disuguhi pemandangan alam yang elok, jalan yang berkelok-kelok naik turun yang panjangnya sekitar 17 km dan di kiri kanan jalan pepohon-an menghijau.’
Pada paragraf (65), taman wisata Linggosari dipersamakan (dianalogikan) dengan taman wisata Puncak Bogor. Hal ini di-tandai dengan verba diibaratakan ’diibaratkan’, yang disertai uraian ciri-ciri yang mempersamakan keduanya, seperti peman-dangan yang elok, jalanan yang berkelok-kelok naik turun dengan pepohonan yang menghijau.
Paragraf analogi lainnya dapat dilihat pada contoh (66) yang merupakan penggalan dari teks wacana berjudul “Perdarahan
Usus, Apa Sebabe?”.
(66) (a) Pembuluh darah iku sipate elastik kenyal. (b) Kayadene slang karet yen diisi banyu rak banjur kaya glendar-glender. (c) Yen getih mili nalikane dikumpa jantung, pembuluh darah iku banjur mekar (merenggang). (d) Ing kahanan normal jantung kuwi saben menit bisa nindakake keteg (denyut) kaping 60-80 ketegan. (e) Kategan jantung iku bisa wah gingsir manut marang kegiatane badan. (f) Yen dhong mlayu ngana kae keteg jantung iku cepet banget. (g) Yen keteg jantung tambah kuat lan pembuluh darah iku tansaya ciut jalaran ana reged-reged kang nempel ing pembuluh darah bagan njero, iki nyebabake tekanan balik saka pembuluh darah iku tansaya kuat. (h) Dumadi hiperten.
(Panjebar Semangat , No. 17/2006/hlm. 38) (a) ’Pembuluh darah mempunyai sifat elastis kenyal (b) Seperti halnya selang karet jika diisi air akan menggelembur
(glendar-glender). (c) Ketika darah mengalir saat dipompa oleh jantung, pembuluh darah tersebut akan mengembang (mereng-gang). (d) Dalam keadaan normal jantung setiap menit bisa berdetak hingga 60—80 denyut. (e) Detak jantung bisa berubah-ubah sesuai dengan kegiatan badan. (f) Di saat berlari jantung berdetak cepat sekali. (g) Jika detak jantung bertambah kencang dan pembuluh darah semakin menciut karena ada kotoran yang menempel di pembuluh darah bagian dalam, hal ini akan menyebabkan tekanan balik dari pembuluh darah semakin kuat. (h) Terjadilah hiperten.’
Pada contoh (66), pembuluh darah ‘pembuluh darah’ yang mempunyai sifat elastis kenyal (pada kalimat a) dipersamakan (dianalogikan) dengan slang karet ’selang karet’ yang mem-punyai bentuk menggelembur (glendar-glender) saat diisi air (pada kalimat b). Sebagai penanda analogi digunakan satuan lingual
kayadene ’seperti halnya’. 3.2.7 Paragraf Uraian
Paragraf uraian ialah paragraf yang memberi keterangan atau penjelasan mengenai suatu hal (lih. Tim Redaksi KBBI Pusat
Bahasa, 2008:1534). Paragraf uraian biasanya terletak pada bagi-an tubuh wacbagi-ana eksposisi. Sebagai contoh, perhatikbagi-an paragraf (67) yang diambil dari teks wacana berjudul “Global Warming” dan paragraf (68) dari teks wacana berjudul “Tanduran kanggo
Ngusir Nyamuk” berikut.
(67) (a) Apa kang dumudi ing jaman saiki yen global warming iki terus dumudi? (b) Manut cathetan para ahli, saben panas donya mundhak sadrajad Celcius mula segarane munggah sameter. (c) Munggahe banyu segara semeter iku bisa nyaplok dharatan adohe seket meter. (d) Yen seket meter dipingake sadawane garis pantai wus pirang hektar lemah pesisir sing ambles. (e) Ora mokal yen fenomena banjir rob tansah kita alami saben taun. (f) Yen panje-nengan tindak menyang pesisir Semarang, Pelabuhan Tanjung Mas, lan sakiwa tengene fenomena iki katon banget kita rasakake.
(a) ‘Apa yang terjadi pada masa sekarang ini kalau global
warming terus berjalan? (b) Menurut catatan para ahli, setiap panas bumi naik satu derajat Celcius maka air laut akan naik satu meter. (c) Naiknya air laut satu meter dapat meneng-gelamkan daratan sejauh lima puluh meter. (d) Kalau lima puluh meter dikalikan panjang garis pantai sudah berapa hektar tanah pantai yang ambles. (e) Tidak mengherankan kalau fenomena banjir rob selalu kita alami setiap tahun. (f) Kalau Anda pergi ke pesisir Semarang, Pelabuhan Tanjung Mas, dan sekitarnya, fenomena ini akan sangat kita rasakan.’ Paragraf (67) terdiri atas enam kalimat, yaitu kalimat topik (kalimat a) yang membicarakan global warming dan kalimat pengembang (kalimat b—f) yang berisi uraian yang menjelas-kan topik. Uraian tentang global warming berupa catatan-catat-an perkiracatatan-catat-an para ahli (kalimat b—d) dcatatan-catat-an fenomena rob ycatatan-catat-ang terjadi setiap tahun, terutama di daerah sekitar pesisir Semarang (kalimat e—f).
(68) GERANIUM
(a) Tanduran geranium iki uripe ing dhataran sing hawane rada adhem. (b) Panaliten tumrape tanduran iki wis ditindhakake ing Laboratorium Uji Insektisida Balai Penelitian Vektor Re-servoar Penyakit ing Salatiga, Jawa Tengah. (c) Pranyata geranium bisa nulak nyamuk Aedes Aegypti lan daya panulake nganti 80%. (d) Kajaba iku yen geranium diolesake ing kulit ora nuwuhake iritasi.
(Jaya Baya, No. 32/11 April 2007/hlm. 33)
GERANIUM
(a) ‘Tanaman geranium hidup di dataran yang udaranya agak dingin. (b) Penelitian terhadap tanaman ini sudah di-lakukan di Laboratorium Uji Insektisida Balai Penelitian Vektor Reservoar Penyakit di Salatiga, Jawa Tengah. (c) Ternyata geranium dapat menolak nyamuk Aedes Aegypti dan daya penolakannya mencapai 80%. (d) Selain itu, kalau geranium dioleskan di kulit tidak menimbulkan iritasi.’
Paragraf (68) terdiri atas empat kalimat, yang semuanya merupakan uraian/penjelasan terhadap subjudul “Geranium”. Uraian tersebut berisi penjelasan tentang tempat hidup gera-nium (kalimat a), penelitian terhadap geragera-nium (kalimat b), manfaat geranium sebagai obat anti nyamuk (kalimat c), dan kelebihan geranium yang tidak menimbulkan iritasi di kulit (kalimat d).